<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176</id><updated>2012-01-29T20:13:10.345+07:00</updated><category term='lagu/puisi yang menginspirasi'/><category term='my day'/><category term='ditulis juga di kafemuslimah.com'/><category term='ditayangkan media lain'/><title type='text'>ocehan ade anita</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>171</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-157102823229934641</id><published>2012-01-17T16:38:00.000+07:00</published><updated>2012-01-17T16:38:24.007+07:00</updated><title type='text'>Pusing dan sakit kepala</title><content type='html'>Suatu hari, datang ke seorang dokter dengan keluhan pusing..&lt;br /&gt;"Pusing atau sakit kepala?"&lt;br /&gt;"ada bedanya dok?"&lt;br /&gt;"Jika pusing, maka rasanya seperti berputar-putar. sedangkan sakit kepala, ya, ada rasa sakit di bagian kepala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, selama ini, ternyata yang aku rasakan adalah sakit kepala. hm.... bingung. Kenapa sering banget sakit kepala. Tapi pemeriksaan terakhir sih katanya tidak ada yang mencurigakan di kepala. Tapi tetap saja bingung, kenapa sakit kepala bisa terasa tidak pernah absen. Dalam sebulan, pasti pernah merasakannya. Seperti sekarang ini. &lt;br /&gt;Aduh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-157102823229934641?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/157102823229934641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/pusing-dan-sakit-kepala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/157102823229934641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/157102823229934641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/pusing-dan-sakit-kepala.html' title='Pusing dan sakit kepala'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-3585028896855395843</id><published>2012-01-14T22:45:00.002+07:00</published><updated>2012-01-14T22:45:27.764+07:00</updated><title type='text'>Penjelasan tentang Jin dalam mitologi arab dan Islam</title><content type='html'>&lt;b&gt;JIN adalah Penggeneralisasi dari segala jenis Hantu, Monster, Alien, Setan dan Pendapat tentang Alien&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Cerita serem on Monday, 20 June 2011 at 18:10&lt;br /&gt;Jin (bahasa arab : جن ) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi "tersembunyi" atau "tidak terlihat". Dalam Islam dan mitologi Arab pra-Islam, jin adalah salah satu ras mahluk yang tidak terlihat dan diciptakan dari api.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jin dalam Mitologi arab&lt;br /&gt;Dalam anggapan orang-orang sebelum Islam datang, Jin dianggap sebagai makhluk keramat, yang harus disembah dan dihormati. Orang orang pada masa tersebut menggambarkannya dalam bentuk patung sesembahan mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jin dalam Islam&lt;br /&gt;"Dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (QS Al-Hijr 15:27).&lt;br /&gt;Dalam Islam, makhluk ciptaan Allah dapat dibedakan antara yang bernyawa dan tak bernyawa. Di antara yang bernyawa adalah jin. Kata jin menurut bahasa (Arab) berasal dari kata ijtinan, yang berarti istitar (tersembunyi).&lt;br /&gt;Jadi jin menurut bahasa berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sedangkan syetan ialah setiap yang durhaka dari golongan jin, manusia atau hewan.&lt;br /&gt;Dinamakan jin, karena ia tersembunyi wujudnya dari pandangan mata manusia. Itulah sebabnya jin dalam wujud aslinya tidak dapat dilihat mata manusia. Kalau ada manusia yang dapat melihat jin, maka jin yang dilihatnya itu adalah jin yang sedang menjelma dalam wujud makhluk yang dapat dilihat mata manusia biasa.&lt;br /&gt;Jin memiliki jasad dengan berbagai bentuk. Dalam hadits Abu Tsa’labah radiyallohu anhu, yang diriwayatkan oleh Ath Thabrani (22/214-215) No. 573, Al Baihaqi dalam “Al Asma wa Ash Shifat” (827), Al Hakim (2/456) dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani Rahimahullah dalam ta’liqnya terhadap Kitab “Al Misykaat” (4148) dan Syaikh Kami Al Wadi’i Rahimahullah dalam “Ash Shahiih Al Musnad Mimma Laisa Fii Ash Shahihain” (1213) bahwa Rasulullah Shallollohu ‘alaihi wasallam, bersabda :&lt;br /&gt;الْجِنُّ عَلَى ثَلاثَةِ أَصْنَافٍ: صِنْفٌ لَهُمْ أَجْنِحَةٌ يَطِيرُونَ فِي الْهَوَاءِ، وَصِنْفٌ حَيَّاتٌ، وَصِنْفٌ يَحِلُّونَ وَيَظْعَنُونَ.&lt;br /&gt;“ Jin terdiri dari tiga kelompok; satu kelompok memiliki sayap dan mereka terbang di udara, satu kelompok berbentuk ular dan satu kelompok tidak menetap dan berpindah-pindah.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hadits ini merupakan dalil bahwa jin memiliki jasad dan tidak mungkin dipahami dari lafazh “satu kelompok memiliki sayap dan terbang di udara” bahwa jin tidak memiliki jasad karena sayap itu berjasad dan tidak mungkin sayap itu ada kecuali pada yangberjasad. Para malaikat pun memiliki sayap. Ada yang memiliki 2, 3, atau 4 sayap dan terbang ke langit yang tinggi dan dia memiliki jasad. Demikian pula Al Qur’an Al Karim menunjukkan bahwa jin yang terbang itu berjasad. Rabb kami berfirman mengabarkan tentang apa yang dikatakan oleh Ifrith kepada Sulaiman ‘alaihissalam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;قَالَ عِفْرِيتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ&lt;br /&gt;“Berkata Ifrith dari kalangan jin bahwa saya akan mendatangimu dengannya (dengan membawa singgasana Ratu Saba) sebelum engkau bangkit dari tempat dudukmu dan sesungguhnya saya kuat lagi terpercaya.” (QS. An Naml : 39).&lt;br /&gt;Kalau Ifrith itu tidak memiliki jasad, maka dia tidak akan mampu untuk memikul apa yang dibawa dan tidak mampu pula untuk menjaganya. Demikian pula jin yang terbang di udara diciptakan dalam keadaan memiliki jasad yang sebenarnya berjalan di muka bumi. Jika mereka ingin terbang, maka mereka berubah bentuk lebih dahulu, kemudian terbanglah mereka. Adapun jin dan setan yang masuk ke dalam tubuh manusia untuk memberikan waswas dan yang lainnya, mereka berubah bentuk seperti udara. Perkara ini sudah diketahui dan merupakan dalil bahwa mereka berjasad.&lt;br /&gt;Mayoritas ulama berpendapat bahwa jin itu memiliki jasad dan orang yang berpendapat bahwa mereka seperti udara, tidak memiliki dalil dari Al Kitab dan As Sunnah. Dalil terkuat yang mereka jadikan sebagai hujjah adalah riwayat yang datang dari Wahb bin Munabbih sebagaimana yang disebutkan oleh Asy Syibly dalam kitab “Aakaamu Al Mirjaan fii Ahkaami Al Jaan” (31) bahwa dia berkata : ” Jin itu berjenis-jenis dan jenis jin yang asli adalah angin, mereka tidak makan, tidak minum dan tidak berketurunan. Diantara mereka ada jenis yang makan, minum, berketurunan dan menikah seperti As Sialy, Al Ghuul, Al Qathrub dan yang semisalnya”.&lt;br /&gt;Jika riwayat tersebut shahih, maka sudah diketahui bahwa Wahb adalah seorang ahli sejarah dan dia menukilkan dari kitab ahli kitab, sedangkan kitab ahli kitab itu penuh dengan perubahan dan pengkaburan (antara yang haq dan yang batil, pen).&lt;br /&gt;Sebagian mereka berdalil bahwa jin itu seperti udara yaitu angin, dengan sabda Rasulullah Shallollohu ‘alaihi wasallam : &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh manusia di tempat peredaran darah“.(HR. Al Bukhari (6219) dan Muslim (2175) dari hadits Shafiyyah Radhiyallahu ‘anha).&lt;br /&gt;Hadits ini bukan merupakan dalil bagi orang yang berpendapat demikian karena mereka berjalan di tempat peredaran darah, bukan karena pada asalnya mereka adalah udara. Akan tetapi, Allah Subhaanahu wata’ala, memberikan kemampuan kepada mereka untuk berubah bentuk. Oleh karena itu, pendapat yang mengatakan bahwa jin itu angin dan tidak berjasad, batil dan sangat jelas kebatilannya karena bertentangan dan bertabrakan dengan dalil-dalil yang banyak dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shahih dan telah diketahui secara pasti dari Islam, ijma, akal dan kenyataan yang kita saksikan.&lt;br /&gt;Berikut ini akan saya sebutkan dalil-dalil secara global :&lt;br /&gt;1. Jin itu makan dan minum&lt;br /&gt;2. Jin menikah dan berketurunan&lt;br /&gt;3. Jin berbentuk dan berubah bentuk menjadi bentuk manusia dan hewan&lt;br /&gt;4. Jin melakukan berbagai jenis pekerjaan seperti bangunan dan pekerjaan-pekerjaan lain seperti mengangkat beban berat dan yang lainnya&lt;br /&gt;5. Jin merasakan berbagai keadaan seperti sakit, takut, kuat, lemah, hidup, mati dan yang lainnya&lt;br /&gt;6. Jin dilihat oleh sebagian makhluk seperti keledai. Rasulullah Shallollohu ‘alaihi wasallam, bersabda :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;إذا سمعتم نهيق الحمار فتعوذوا بالله من الشيطان فإنه رأى شيطانا&lt;br /&gt;“Jika kalian mendengar ringkikan keledai, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari setan karena sesungguhnya dia melihat setan.” (HR. Al Bukhari : 3303 dan Muslim : 2729).&lt;br /&gt;7. Ketika jin itu mampu untuk berubah bentuk menjadi bentuk manusia, maka dia mampu menyakiti manusia baik dengan memukulnya, membunuhnya maupun mencegahnya untuk bergerak dan yang lainnya.&lt;br /&gt;Pada pasal ini kami telah memaparkan dalil-dalil dari para ulama dalam berbagai tulisan yang khusus membahas tentang jin dan setan seperti kitab ” Aakaamu Al Mirjaan fi Ahkaami Al Jaan” karya Asy Syibly dan “Luqat Al Mirjaan fi Ahkaami Al Jaan” karya As Suyuthi dan yang lainnya.&lt;br /&gt;Orang-orang yang berpendapat bahwa jin itu berbentuk angin menganggap bahwa jin itu masuk ke dalam tubuh manusia dan berjalan di tempat peredaran darahnya, sehingga mereka menyangka bahwa mereka itu angin. Padahal tidak demikian, karena bisa diambil faedah dari ” berjalannya mereka pada tempat peredaran darah manusia” bahwa Allah Subhaanahu wata’ala, memberikan kemampuan kepada mereka untuk berubah bentuk sehingga mereka menjadi udara karena jin yang masuk ke dalam tubuh manusia mampu untuk membesarkan diri dalam tubuh manusia sampai dia mampu menguasai seluruh badan manusia.&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan ini, maka jelaslah bagi pembaca bahwa kita tidak mungkin mengingkari bahwa jin itu memiliki jasad.&lt;br /&gt;Dari Kitab : Ahkaamul Ta’ammul Ma’aal Jin wa aa’daaburroqo’ Asy Syar’iyyah (Hukum Berinteraksi Dengan JIN dan Adab-Adab Ruqyah yang Syar’i)&lt;br /&gt;Diterjemahkan Oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi Hafizhahulloh  Sumber : Pustaka Ats Tsabat Balikpapan&lt;br /&gt;SUMBER URL :  http://salafybpp.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=87:apakah-jin-itu-seperti-udara-tidak-berbentuk-atau-memiliki-jasad-&amp;catid=1:aqidah-islam&amp;Itemid=28&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;BAGAIMANA JIN DAN SYAITAN ITU MASUK KE DALAM TUBUH MANUSIA SEMENTARA MEREKA BERJASAD ??&lt;br /&gt;oleh Asy Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al-Imam Hafizhahulloh&lt;br /&gt;Jin dan syaitan memiliki jasad. Hakekat ini sudah diketahui dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali oleh orang yang jahil atau sombong. Adapun bagaimana jin itu mampu untuk masuk ke dalam tubuh manusia dan hewan sedangkan mereka berjasad, maka kami katakan bahwa hal ini nyata dan merupakan keyakinan yang tidak terbantahkan.&lt;br /&gt;Alasannya adalah bahwa Allah Subhaanahu wat’ala, telah memberikan kemampuan kepada jin dan syaitan untuk berubah dari penciptaan asal mereka dan perubahan ini bisa menjadi bentuk jasad yang lain. Misalnya, jin berubah bentuk menjadi manusia dan kadang-kadang berubah bentuk menjadi angin dan udara. Jin itu mampu berubah menjadi angin dan udara dengan izin Allah Subhaanahu wat’ala,sehingga mereka mampu untuk masuk ke dalam tubuh manusia dan berjalan di setiap urat dari urat-urat manusia sebagaimana mengalirnya air dalam urat-urat. Dalil yang menunjukkan tentang hal ini adalah sabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam,:&lt;br /&gt;إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ&lt;br /&gt;” Sesungguhnya syaitan berjalan dalam tubuh manusia di tempat peredaran darah.”(HR. Al Bukhari: 7171 dan Muslim: 2175 dari hadits Shafiyyah Radhiyallahu ‘anha).&lt;br /&gt;Dalam hadits Anas Radiallohu ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Muslim (2611), Ahmad (3/229) dan selain keduanya bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam,bersabda :&lt;br /&gt;لما صور الله آدم في الجنة تركه ما شاء الله أن يتركه فجعل إبليس يطيف به ينظر ما هو فلما رآه أجوف عرف أنه خلق خلقا لا يتمالك&lt;br /&gt;“Ketika Allah membentuk Adam di surga, Allah pun meninggalkannya sesuai dengan kehendak-Nya. Maka Iblis pun mengintari (Adam) dan memperhatikan bagaimana keadaannya. Ketika melihat ada sisi yang kosong, maka dia pun mengetahui bahwa Allah telah menciptakan satu ciptaan yang tidak mampu untuk menahan diri.”&lt;br /&gt;Bukti nyata akan hal itu tatkala orang yang kerasukan mendapati waswas dalamdirinya yang bukan merupakan kehendak jiwanya yang diluar keinginannya. Bahkan sebagian manusia dikuasai oleh syaitan dengan waswas sampai syaitan bisa menguasainya secara keseluruhan sehingga dia melakukan berbagai perbuatan yang memudharatkan dirinya seperti memukul, membunuh dan yang lainnya.&lt;br /&gt;Dari Kitab : Ahkaamul Ta’ammul Ma’aal Jin wa aa’daaburroqo’ Asy Syar’iyyah (Hukum Berinteraksi Dengan JIN dan Adab-Adab Ruqyah yang Syar’i)&lt;br /&gt;Diterjemahkan Oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi Hafizhahulloh Sumber : Pustaka Ats Tsabat Balikpapan&lt;br /&gt;SUMBER :  http://salafybpp.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=97:bagaimana-jin-dan-syaitan-itu-masuk-ke-dalam-tubuh-manusia-sementara-mereka-berjasad-&amp;catid=1:aqidah-islam&amp;Itemid=28&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alien adalah jin?&lt;br /&gt;Banyak orang akan tertawa membaca hal ini. Apakah mungkin jin mengembangkan teknologi UFO? Dan, bukankah UFO atau Alien itu datang dari luar angkasa? Coba kalau kita lihat ke arah langit, bukankah begitu banyak bintang di langit. Dan bukankah suatu hal yang mubazir bila di sana tidak ada kehidupan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berhubung saya ingin menjelaskan kemungkinan bahwa Alien adalah jin, sementara referensi mengenai jin ini sangat terbatas dari Alkitab (Bible), maka ijinkan saya untuk menggunakan AlQuran sebagai dasar referensi saya untuk membahas masalah jin ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kehidupan di bintang lain memang tak dapat dipungkiri. Sebagai halnya kehidupan yang terjadi di bumi adalah karena kehendak Allah. Semua yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Baqarah 2:117&lt;br /&gt;Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk&lt;br /&gt;menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan&lt;br /&gt;kepadanya: Jadilah!Lalu jadilah ia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Asy-Syuura 42:29&lt;br /&gt;Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi&lt;br /&gt;dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia&lt;br /&gt;Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kedua ayat suci dalam Al Quran ini menegaskan bahwa langit dan bumi adalah ciptaan Allah dan dikeduanya, baik di langit dan bumi oleh Allah juga diciptakan makhluk-makhluk melata (makhluk yang berjalan di permukaan tanah) dan menghuni baik di langit (bintang/planet lain) maupun di bumi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh karena itu, bukankah mungkin saja UFO-UFO yang datang ke bumi ini adalah makhluk melata yang berasal dari planet lain (extra terrestrial)? Memang benar. Namun sampai sekarangpun belum bisa dipastikan dari mana mereka (alien) berasal. Bisa saja dari luar angkasa, walau berbagai fakta nampaknya melemahkan teori extra terrestrial.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari kesaksian beberapa korban penculikan oleh aliens serta banyaknya fakta tentang UFO yang meragukan dari sudut pandang ilmiah, menyebabkan orang mulai memikirkan suatu kemungkinan bahwa kalaupun seandainya mereka berasal dari extra-terrestral namun berasal dari dimensi lain (other-dimension) atau istilah yang mulai dipakai saat ini adalah ultra-terrestrial. Isitilah ultra-terrestrial ini kalau dalam bahasa Indonesia lebih tepat dinamakan alam gaib.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejauh ini, makhluk gaib yang dikenal manusia ada tiga macam, yaitu:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. malaikat&lt;br /&gt;2. iblis&lt;br /&gt;3. jin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengenai iblis, dari sudut pandangan agama Islam dan Kristen terdapat perbedaan asal usulnya. Menurut doktrin agama Islam, Iblis adalah dari golongan jin yang diciptakan dari api. Sementara menurut doktrin agama Kristen, iblis semula adalah malaikat namun telah diusir dari surga karena&lt;br /&gt;hendak mendurhakai Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penjelasan bahwa iblis adalah dari golongan jin adalah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Araaf 7:12&lt;br /&gt;Allah berfirman: Apakah yang menghalangimu untuk bersujud&lt;br /&gt;(kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?Menjawab iblis Saya lebih&lt;br /&gt;baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau&lt;br /&gt;ciptakan dari tanah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Hijr 15:27&lt;br /&gt;Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api&lt;br /&gt;yang sangat panas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Persamaan bahwa baik jin dan iblis diciptakan dari api, menunjukkan atau menyimpulkan bahwa iblis adalah dari golongan jin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya tidak mempersoalkan perbedaan asal usul iblis, namun saat ini, antara malaikat dan iblis merupakan entity yang berbeda. Malaikat adalah makhluk yang beriman kepada Allah serta senantiasa bertasbih dengan memuji Allah. Malaikat tidak memiliki kehendak bebas free will, mereka hanya menjalankan apa yang menjadi perintah Allah. Berbeda dengan malaikat, iblis dan demikian juga jin (termasuk manusia) memiliki kehendak bebas (free will). Memiliki kehendak bebas (free will) berarti mempunyai nafsu. Kehendak iblis adalah menyesatkan manusia. Apakah iblis bisa berketurunan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Kahfi 18:51&lt;br /&gt;Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan&lt;br /&gt;penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka&lt;br /&gt;sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu&lt;br /&gt;sebagai penolong.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut kepercayaan, jin berumur panjang dan memiliki kehidupan seperti manusia namun berada di dalam dimensi yang lain. Jin mampu berketurunan dan di antara mereka ada jin yang baik dan ada juga jin yang jahat. Menurut pendapat saya, yang dimaksud dengan jin ini dalam Alkitab adalah roh jahat. Di sini dikatakan sebagai roh jahat adalah karena merupakan jin yang jahat. Walau demikian, bisa saja pengertian roh jahat ini ditafsirkan sebagai iblis secara langsung atau setan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kembali kepada pertanyaan, benarkah Alien sebenarnya adalah Jin? Sebenarnya hal ini sangat mungkin sekali. Di hampir semua masyarakat di dunia, memiliki kepercayaan akan adanya makhluk gaib atau spiritual beings. Memang, kepercayaan terhadap hal seperti ini lebih banyak dijumpai pada masyarakat tradisional daripada masyarakat modern. Misalnya, di Indonesiadikenal adanya jin, tuyul, kuntilanak, dan lain sebagainya. Orang Indian di daratan Amerika juga mempercayai adanya makhluk-makhluk halus berupa roh yang menjaga dan juga kadang ada yang mengganggu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum menjawab pertanyaan, apakah Alien adalah jin, sebenarnya perlu dipertanyakan terlebih dahulu kepada diri kita masing-masing, apakah kita percaya pada adanya makhluk hidup yang berada di dimensi lain atau yang sering kita sebut sebagai alam gaib? Dan dimensi lain itu, menurut kepercayaan banyak orang, sebenarnya juga berada di bumi ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi orang yang skeptis, tentunya tidak mudah untuk mempercayai makhluk gaib. Dan juga mereka tidak akan bisa menerima penjelasan dari sudut pandang agama. Mereka membutuhkan suatu penjelasan atau bukti-bukti yang benar-benar ilmiah, fisikal dan dapat dirumuskan secara pasti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dasar Pemikiran Alien adalah Jin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bila kita mempercayai adanya jin atau makhluk halus, maka kita akan bertanya, di manakah mereka berada. Menurut kepercayaan, jin adalah makhluk yang menghuni bumi dan diciptakan sebelum Adam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Hijr 15:27&lt;br /&gt;Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa tujuan Allah menciptakan jin?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adz-Dzaariyaat 51:56&lt;br /&gt;Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka&lt;br /&gt;mengabdi kepada-Ku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun pada prakteknya, di jaman dahulu (dan juga masa kini), ada manusia&lt;br /&gt;yang menyembah jin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sabaa34:41&lt;br /&gt;Malaikat-malaikat itu menjawab: Maha Suci Engkau. Engkaulah pelin-&lt;br /&gt;dung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; ke-&lt;br /&gt;banyakan mereka beriman kepada jin itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah jin mampu mengembangkan teknologi luar angkasa?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Rahmaan 55:33&lt;br /&gt;Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus&lt;br /&gt;(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak&lt;br /&gt;dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sini kita bisa melihat bahwa hakekat jin sebenarnya tidak berbeda dengan manusia. Keduanya adalah makhluk ciptaan Allah, keduanya mampu berketurunan dan bisa mati (hanya saja jin umurnya lebih panjang dan khusus untuk iblis waktu kematiannya ditangguhkan hingga akhir jaman), keduanya membutuhkan kekuatan (teknologi) untuk menembus langit dan bumi. Di sini ada suatu pemikiran, bahwa menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi ini, sebenarnya bisa juga diartikan sebagai menembus ke dimensi lain, yaitu dimensi langit dan dimensi bumi (manusia).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut cerita beberapa orang yang mengaku bertemu dengan jin, maka kita bisa menyimpulkan bahwa beberapa jin (tidak semua), memiliki kemampuan untuk masuk ke dimensi manusia. Dan menurut pengalaman beberapa paranormal yang mengaku dapat berjalan-jalan ke alam jin, menunjukkan bahwa manusia juga dapat masuk ke dimensi jin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan bila hal ini memang benar, bahwa jin bisa memasuki dimensi manusia, maka bisa saja kehadiran mereka itu dianggap Alien oleh manusia. Dan karena mereka adalah makhluk yang asing dan aneh, sementara orang mungkin tidak berpikir akan adanya kemungkinan kehidupan di dimensi lain, maka Alien itu akan dianggap berasal dari planet lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa korban kasus Alien abduction menceritakan bahwa mereka melihat Alien menembus tembok, tiba-tiba muncul dan menghilang, menunjukkan bahwa gejala seperti itu tidak berbeda dengan fenomena pemunculan jin. Persoalannya, menurut saya, jin juga mengalami perkembangan teknologi dan kebudayaan. Seperti halnya manusia, perkembangan teknologi di antara negara berbeda-beda. Ada yang masih memakai tombak, tapi ada juga yang sudah pakai rudal. Demikian juga bangsa jin, menurut saya, bisa saja jin yang ada di Indonesia, berbeda dengan jin yang ada di Eropa atau Amerika, misalnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak ahli psikoterapis yang menangani kasus Alien abduction akhirnya berkesimpulan bahwa Alien yang menculik manusia merupakan suatu pekerjaan dari spiritual beings atau makhluk halus. Ini menjelaskan kenapa ada yang diculik pada jam 09.00 dan dikembalikan jam 09.00 juga. Padahal mereka merasa berjam-jam ketika diculik. Bahkan ada kasus yang unik, korban penculikan diambil jam 9.00 namun dikembalikan jam 7.00. Jadi, kasus-kasus seperti ini merupakan kasus perpindahan dimensi, di mana dimensi waktu kita bisa saja berbeda dengan waktu di dimensi lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut kepercayaan, bentuk dan macam jin beraneka ragam, salah satunya adalah jin yang dapat terbang. Apakah mereka ini yang dimaksud dengan UFO? Dan apakah ini ada kaitannya dengan ayat dalam Surat Paulus kepada jemaat di Efesus: karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Ef 6:12)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alien dan manusia di jaman dahulu&lt;br /&gt;Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Ef 6:12)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya pribadi tidak menutup kemungkinan akan adanya kehidupan di luar angkasa yang sangat luas ini. Namun, menghadapi fenomena Alien akhir-akhir ini, nampaknya yang kita hadapi bukanlah Alien dari luar angkasa, melainkan Alien dari dimensi lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bila memang benar bahwa Iblis itu adalah godfather dari jin dan jin adalah Alien yang kita kenal, maka tentunya sesuai dengan nubuatan dalam kitab-kitab suci, Iblis dan bala tentaranya akan beraksi kembali menjelang akhir jaman. Pertanyaannya, apakah masa kini memang merupakan masa menjelang akhir jaman? Akhir jaman bukanlah kiamat, namun akhir jaman adalah masa di mana jaman nantinya akan diperbaharui, diciptakan bumi dan langit yang baru. Entah bagaimana bentuknya, itu tergantung kepercayaan kita masing-masing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang, banyak yang akan kecewa bila ternyata Alien itu cumalah bala tentara Iblis atau jin. Pada prinsipnya, tak terkecuali saya, merasa kecewa juga akan kenyataan ini, di mana saya dulu berharap bahwa Alien adalah makhluk dari luar angkasa yang baik hati. Namun adanya fakta-fakta yang saya temukan, membuat saya berpikir, haruskah saya mempercayai hal yang nampaknya benar itu, atau saya tetap keras kepala dengan pandangan yang lama?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perjalanan antar dimensi bukanlah hal yang mustahil. Bahkan, konon, sebenarnya tidak diperlukan teknologi yang canggih untuk melakukannya. Dan bicara soal canggih sebenarnya hal ini adalah relatif. Kita tahu bahwa sejarah perkembangan manusia yang disebut homo sapiens, baru ribuan tahun saja, paling tidak belum sampai 10 ribu tahun. Sebelum masa itu, bangsa yang mungkin bisa disebut mirip dengan manusia adalah bangsa Neanderthal. Awal dari manusia modern adalah manusia Cro Magnon atau manusia gua. Sementara jauh sebelum Neanderthal, ada bangsa yang menghuni bumi ini, yang cukup cerdas, yakni yang kita sebut sebagai Homo Erectus, sebagian dari mereka hidup di Cina (peking), Jawa (manusia Trinil), sebagian Afrika dan sebagian juga di Eropa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut pemikiran saya, Adam adalah golongan dari manusia pertama jenis Homo Sapiens, yang mulai ada (diciptakan) sekitar 7000 tahun yang lalu. Sebelum Adam, bumi ini sudah dihuni oleh manusia jenis lain yang boleh jadi sudah memiliki teknologi yang maju. Siapakah mereka? Apakah mereka itu adalah yang kita anggap sebagai alien?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut Plato di bumi ini ribuan tahun yang lalu ada bangsa Atlantis yang sangat maju. Memang, diduga ada peradaban yang maju sebelum Adam, yakni bangsa Atlantis dan Lemuria. Atlantis berada di daerah Atlantik, sementara Lemuria berada di daerah Indonesia ini (Kawasan Asia Tenggara). Kedua bangsa ini menurut para ahli sudah punah. Namun pertanyaannya, apakah memang benar sudah punah? Apakah mereka masih tetap ada, namun mereka hidup di dimensi lain? Kalau memang benar berada di dimensi lain, dari mana kita mengetahui adanya bangsa tersebut? Bisa saja dari orang yang pernah menjelajah ke dimensi lain, baik secara sengaja atau tidak, atau mungkin ada di antara mereka yang berhasil menyeberang ke dimensi kita dan memberitahu tentang keberadaannya. Oleh karena itu, mencari sisa-sisa peradaban mereka menurut saya adalah sulit, karena sebenarnya mereka berada di spektrum yang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita punya banyak legenda dan mitologi, yang tentunya tidak semua orang bisa percaya bahwa hal itu pernah benar-benar terjadi. Namun mitologi atau legenda itu boleh jadi merupakan ingatan samar-samar tentang masa lalu yang terbawa dalam alam bawah sadar. Di Indonesia, konon, pada jaman dahulu dihuni oleh makhluk halus. Bahkan sampai kinipun, kepercayaan adanya makhluk halus di hutan yang angker ataupun laut yang luaspun masih ada. Dan karena mereka bukan manusia namun suatu makhluk yang cukup cerdas, maka tak ada salahnya kalau kita anggap makhluk halus itu adalah alien.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber agama mengatakan bahwa jin diciptakan sebelum Adam. Dan Adam pertama kali diciptakan ditempatkan dalam sorga (Taman Eden), suatu tempat yang berada di dimensi lain namun berada di bumi. Baru setelah Adam melanggar perintah Tuhan, dia diusir dan dikembali ke tempat di mana dia diambil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya&lt;br /&gt;ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. (Kejadian 3:23)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada dasarnya, Adam sebenarnya adalah makhluk surga, namun hanya karena melanggar perintah Allah dan termakan bujuk rayu Iblis, maka Adam ditransfer ke bumi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Baqarah 2:36.&lt;br /&gt;Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan&lt;br /&gt;dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman:&lt;br /&gt;Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan&lt;br /&gt;bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai&lt;br /&gt;waktu yang ditentukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sini jelas diungkapkan bahwa Adam dan Hawa dikeluarkan dari keadaan semula. Pertanyaannya, dalam bentuk apakah keadaan semula itu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Araaf 7:19&lt;br /&gt;(Dan Allah berfirman): Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan&lt;br /&gt;isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana&lt;br /&gt;saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini,&lt;br /&gt;lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kitab Kejadian 2:15&lt;br /&gt;TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam&lt;br /&gt;taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi, di sini jelas bahwa sebenarnya Adam mulanya adalah makhluk yang ditugaskan untuk menghuni sorga (walau dia dibuat dari bahan/material dari dimensi bumi).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Thaahaa 20:117&lt;br /&gt;Maka Kami berkata: Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis)&lt;br /&gt;adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali&lt;br /&gt;janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga,&lt;br /&gt;yang menyebabkan kamu menjadi celaka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sini juga jelas bahwa mulanya Allah tidak menginginkan agar Adam dan Hawa keluar dari dimensi surga, namun iblis yang merupakan musuh manusia bisa menyebabkan celaka bila terbujuk oleh rayuan mautnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi ada dua dimensi (setidaknya), yaitu dimensi langit dan dimensi bumi. Pengertian langit di sini bukanlah langit yang berhiaskan bintang-bintang, namun merupakan dimensi gaib. Menurut apa yang dikatakan Allah sendiri melalui nabi-nabinya, Adam diciptakan dari tanah dan jelas bahwa tanah itu diambil dari unsur dimensi bumi. Namun Adam semula berada dalam lingkungan dimensi langit (gaib). Setelah Adam diusir, maka dia ditransfer ke dimensi bumi. Demikian juga Iblis dan bala tentaranya, mereka juga ditransfer ke bumi. Namun menurut saya, walau kedua makhluk yang ditransfer ini sama-sama berada di bumi, namun spektrum mereka tidak persis sama. Yang satu dibuat dari tanah, sementara yang lain dibuat dari api. Supaya bisa melihat, manusia harus melakukan de-materialisasi sementara bagi Iblis (jin) untuk bisa hadir dalam dunia manusia, mereka harus melakukan materialisasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari apa yang saya baca, jin dikatakan dapat beranak dan kehidupannya mirip manusia. Ada yang baik dan ada juga yang jahat, walau yang baikpun terkadang suka menjahili manusia. Menurut pandangan saya, jin ini boleh jadi yang dipercaya sebagai The Fallen Angels. Mereka bisa saja melakukan materialisasi sehingga hadir dalam kehidupan manusia, namun hal itu tidak bisa berlangsung lama. Saya tidak tahu secara persis, apakah jin dapat menghasilkan keturunan bila kawin dengan manusia. Ada yang bilang bisa dan ada juga yang bilang tidak bisa. Namun fenomena manusia kawin dengan jin masih bisa ditemui sampai saat ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alien dan manusia di jaman sekarang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Matius 4:10&lt;br /&gt;Maka berkatalah Yesus kepadanya: Enyahlah, Iblis!&lt;br /&gt;Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan,&lt;br /&gt;Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adz-Dzaariyaat 51:56&lt;br /&gt;Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan&lt;br /&gt;supaya mereka mengabdi kepada-Ku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sini nampaknya jelas, bahwa kedua makhluk, baik jin (termasuk Iblis) dan manusia mendapat suatu tugas untuk mengabdi kepada Allah. Namun seperti kita ketahui bahwa Iblis tidak patuh kepada perintah Tuhan-nya dan mungkar. Bahkan Iblis ingin menyamai kedudukan Allah. Iblis akhirnya mendapatkan murka Allah dan dihukum, namun dia minta waktunya ditangguhkan sampai akhir jaman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Araaf 7:14&lt;br /&gt;Iblis menjawab: Beri tangguhlah saya [529] sampai waktu mereka dibangkitkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[529] Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai&lt;br /&gt;hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan hal ini juga diungkapkan dalam Kitab kejadian:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan&lt;br /&gt;perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya;&lt;br /&gt;keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau&lt;br /&gt;akan meremukkan tumitnya. (Kejadian 3:15)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Allah memperingatkan kepada kita (manusia), bahwa iblis dan keturunannya akan menjadi musuh bagi kita. Dan Iblis dan keturunannya berusaha menyesatkan manusia dari jalan yang benar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Araaf 7:16&lt;br /&gt;Iblis menjawab: Karena Engkau telah menghukum saya&lt;br /&gt;tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi)&lt;br /&gt;mereka dari jalan Engkau yang lurus,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Araaf 7:17&lt;br /&gt;kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan&lt;br /&gt;dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.&lt;br /&gt;Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka&lt;br /&gt;bersyukur (taat).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun sesuai dengan janji iblis sendiri, tidak semua manusia akan disesatkan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Israa 17:62&lt;br /&gt;Dia (iblis) berkata: Terangkanlah kepadaku inikah orangnya&lt;br /&gt;yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau&lt;br /&gt;memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-&lt;br /&gt;benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang, Allah sendiri menentukan bahwa Iblis tidak punya kekuasaan kepada manusia yang beriman akan kehidupan akhirat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sabaa34:21&lt;br /&gt;Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan&lt;br /&gt;hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman&lt;br /&gt;kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu&lt;br /&gt;tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sini nampak jelas, bahwa pada jaman sekarang, cukup banyak manusia yang mulai tidak mengimani adanya kehidupan akhirat. Dan kepada mereka, iblis punya kekuasaan untuk menyesatkannya. Upaya manusia untuk membuat clonning, menurut saya, adalah suatu langkah untuk membuat manusia seakan menjadi tuhan bagi makhluk yang diciptakannya. Dan ini merupakan langkah yang berbahaya. Dan kita tidak tahu, bagaimana upaya Alien dalam meng-gol-kan undang-undang yang memperbolehkan clonning atau rekayasa genetika lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepercayaan akan kehidupan akhirat, yang menurut saya adalah sebenarnya kehidupan asli Adam di surga (pada dimensi surga), sudah banyak yang luntur. Terutama dari kalangan skeptis yang sulit sekali menerima hal-hal yang bersifat spiritual atau gaib.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah ini semua merupakan upaya penyesatan yang dilakukan oleh alien? Dan apa saja rencana Alien menjelang akhir jaman?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wahyu 12:9&lt;br /&gt;Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan,&lt;br /&gt;yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bumi,&lt;br /&gt;bersama sama dengan malaikat-malaikatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Matius 18:7&lt;br /&gt;Celakalah dunia dengan segala penyesatannya:&lt;br /&gt;memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah&lt;br /&gt;orang yang mengadakannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Shaad 38:82-83&lt;br /&gt;Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau aku akan&lt;br /&gt;menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu&lt;br /&gt;yang mukhlis di antara mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Shaad 38:85&lt;br /&gt;Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam&lt;br /&gt;dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti&lt;br /&gt;kamu di antara mereka kesemuanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alien dan manusia di akhir jaman&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mazmur 25:8&lt;br /&gt;TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan&lt;br /&gt;jalan kepada orang yang sesat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana peran Alien di akhir jaman ini? Mungkin hal ini bisa menjawab pertanyaan, mengapa fenomena UFO mulai banyak muncul Belakangan ini, khususnya setelah Perang Dunia II? Apakah memang benar mereka datang ke bumi dari luar angkasa karena tertarik ledakan bom atom di Hirosima dan Nagasaki? Ataukah memang ledakan bom itu termasuk yang dinubuatkan oleh para nabi menjelang akhir jaman. Dan yang menarik adalah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya,&lt;br /&gt;dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit&lt;br /&gt;keatas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang&lt;br /&gt;jurang maut. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu,&lt;br /&gt;lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar,&lt;br /&gt;dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.&lt;br /&gt;Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi&lt;br /&gt;dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa&lt;br /&gt;kalajengking-kalajengking di bumi. (Wahyu 9:1-3)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelumnya, Yohanes melihat suatu penampakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah&lt;br /&gt;dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyalah seperti obor&lt;br /&gt;dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.&lt;br /&gt;Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air&lt;br /&gt;menjadi Apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab&lt;br /&gt;sudah menjadi pahit. (Wahyu 8:10-11)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dugaan saya (bisa saja dugaan saya salah), kejadian bintang besar yang jatuh ini sudah terjadi, yaitu terjadi pada tanggal 30 Juni 1908, ketika sebuah meteor besar menhujam ke daerah Siberia (Tunguska) dengan kekuatan 1000 kali bom atom Hirosima, menghancurkan area seluas 2100 Km persegi, dan konon getarannya tercatat sampai di Inggris, Jerman, Washington dan Jakarta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh karena itu, sangat mungkin sekali (menurut dugaan saya yang bisa saja salah), beberapa peristiwa yang dituliskan dalam kitab Wahyu adalah sudah terjadi. Kejadian seperti peristiwa ledakan di Tunguska memang masih misterius, karena boleh dibilang, selama sejarah kehidupan manusia (ras Adam), belum pernah ada ledakan yang sedemikian dahsyat (1000 kali bom atom&lt;br /&gt;Hirosima).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kembali ke masalah berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi, menurut saya inilah alien-alien yang bakal menyerang manusia. Mengapa saya menafsirkan belalang ini sebagai alien, bukannya belalang sebagai binatang belalang yang pada umumnya. Dasarnya adalah, dalam ayat selanjutnya ada tertulis:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan rupa belalang belalang itu sama seperti kuda yang&lt;br /&gt;disiapkan untuk peperangan, dan diatas kepala mereka&lt;br /&gt;ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka&lt;br /&gt;mereka sama seperti muka manusia(Wahyu 9:7)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jelas ini bukan belalang yang umum dan kepada mereka diberi tugas untuk:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan kepada mereka dipesankan supaya mereka jangan&lt;br /&gt;merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan&lt;br /&gt;ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak&lt;br /&gt;memakai material Allah di dahinya. (Wahyu 9:4)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bicara soal alien, dalam kalangan ufologis melakukan penggolongan dari jenis-jenis alien. Mengenai jenis-jenis Alien yang telah saya kemukakan terdahulu, ada beberapa yaitu:&lt;br /&gt;1. Alien grey (insect family)&lt;br /&gt;2. Alien draco (reptilian familiy)&lt;br /&gt;3. Alien nordics (mirip manusia)&lt;br /&gt;4. Hybris (alien-human)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengetahui adanya informasi yang telah dikumpulkan oleh kalangan ufologist bahwa ada penggolongan seperti ini, saya mencoba mengkaitkan dengan makhluk-makhluk yang bakal muncul menjelang akhir jaman. Menurut keterangan para saksi yang mengaku pernah diculik oleh alien, sebagian dari Alien nordics bekerja sama dengan Alien tipe grey (alien yang bermata besar). Dan ternyata, Alien tipe grey dan nordics ini mempunyai master (tuan), yaitu Alien tipe draco yang merupakan dari kelas reptil. Ini sangat menarik bila dikaitkan dengan istilah naga atau ular tua. Dan yang unik adalah, Alien grey dikatakan berasal dari insect family, di mana saya kemudian membandingkan, apakah bentuk muka Alien grey ini mirip belalang atau tidak. Dan menurut pendapat saya, bentuknya cukup mirip. Matanya yang besar, hitam, kaki/tangannya yang kurus kecil dan panjang. Jadi, bisa saja, Alien tipe grey ini diperintahkan olehAlien tipe draco yang merupakan Master-nya untuk menyerang manusia, melakukan penculikan dan menyesatkan, termasuk menjalin konspirasi dengan manusia yang mau disesatkannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertanyaannya, bagaimana caranya itu terjadi? Bukankah mereka adalah makhluk dari dimensi lain? Bila mereka dari dimensi lain, tentunya keberadaan mereka tidak dapat kita lihat dengan mudah?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tentunya, seperti saya kemukakan sebelumnya, kemampuan materialisasi diri ini sudah dapat dikuasai oleh alien. Tapi yang menjadi masalah, belum tentu mereka dapat hidup dengan lama di dimensi manusia. Oleh karena itu, mereka perlu melakukan suatu upaya agar keberadaan mereka dapat berada di dimensi manusia. Caranya, mererka akan berupa untuk mewujudkan suatu makhluk dari golongan mereka dengan containers manusia. Dibuatlah hybrid dan mungkin juga clonning. Mungkin untuk alasan inilah, Alien melakukan penculikan pada manusia. Perlu diketahui, orang yang mengaku pernah diculik UFO bukan cuma satu atau dua saja, namun jumlahnya sangat banyak (belum lagi bila didata dengan orang-orang atau anak-anak yang mengaku pernah diculik jin).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa ahli yang mendalami masalah Alien abduction, kebanyakan sepakat bahwa entity yang melakukan penculikan ini lebih bersifat spirit ketimbang fisik. Mereka mempercayai adanya makhluk dari dimensi lain dan mulai meragukan bahwa UFO berasal dari luar angkasa. Namun, uniknya, banyak di antara kalangan therapist yang menangani korban Alien abduction ini mengatakan bahwa Alien ini tidak mengganggu/menculi orang yang memiliki keimanan yang baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Leigh Culver, ISUR Board of Directors, yang banyak menangani kasus Alien abduction mengatakan: The evidence is such that there seems to be a multi-dimensional quality to the encounters in that the ETs seem to be able to operate within our space-time without any difficulty. It sometimes seems like they open a door within our space-time, their craft pops in, they take the encountrant, do their work and then pop out of our space-time. There are numerous cases of where people have been abducted, say for example 9:00pm. Then they are returned at 9:00pm, eventhough, for the encountrant several hours have past. This would suggest a multi-dimensional aspect to these phenomena.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Leo Jean, sorang Parapsychologist yang juga banyak melakukan riset dibidang Alien Abduction mengatakan, My assistant and I work with abductions almost every day. Just remember that&lt;br /&gt;without negative spirits, there is no sickness or problem.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi, pada dasarnya ada perlindungan buat orang yang beriman kepada Allah. Iblis tidak akan bisa menjangkau mereka karena tidak ada kuasa yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang, semuanya ini terdengarnya aneh dan tidak masuk akal. Saya pribadi tidak mengharap apa yang saya tulis ini dipercayai begitu saja. Saya juga tidak ingin mengubah pandangan Anda tentang masalah UFO atau lainnya. Silahkan mencari dan menemukan apa yang benar menurut Anda.*agoesramdhanie.wordpress.com&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;SUDAH BEDA APA EMANG BEDA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Like · Comment · Share&lt;br /&gt;Sigit Baskara and Danik Restiani like this.&lt;br /&gt;1 share&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita serem Karena di dalam agama banyak penjelasan tentang jin&lt;br /&gt;20 June 2011 at 21:29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita serem presepsi tulisan ini adalah bergantung kepada agama masing-masing. kita mencoba mencari penjelasan untuk 2 agama. tetapi bukan berarti mencampuradukan hanya mencoba menjelaskan presepsi dari agama tersebut untuk kembali lagi pada penganutnya. cerita seram adalah umum. bukan grub agamis. jadi agama adalah hak presepsi penganutnya dan tidak bisa 2 agama dijadikan 1 hukum. salam seram&lt;br /&gt;21 June 2011 at 03:23&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-3585028896855395843?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/3585028896855395843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/penjelasan-tentang-jin-dalam-mitologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3585028896855395843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3585028896855395843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/penjelasan-tentang-jin-dalam-mitologi.html' title='Penjelasan tentang Jin dalam mitologi arab dan Islam'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-7924695568788300119</id><published>2012-01-14T22:40:00.002+07:00</published><updated>2012-01-14T22:40:31.330+07:00</updated><title type='text'>Membangun keberanian melawan setan</title><content type='html'>Dapat dari blog orang lain lagi nih.. emang lagi ngumpulin info tentang ini soalnya. hehehe... gpp ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16-08-2010, 09:39 PM&lt;br /&gt;MEMBANGUN KEBERANIAN MELAWAN SETAN&lt;br /&gt;oleh : Ust. Abu Aqila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang yang beriman.� (QS. Ali �Imran [3]: 175).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar terminologi �setan�, apa yang kemudian terbayang dalam khayalan sebagian masyarakat kita yang mayoritas muslim? Bisa jadi sambil merinding ketakutan, orang-orang Jawa akan membayangkan sosok genderuwo, orang-orang Betawi akan membayangkan sosok kuntilanak atau pocong, orang-orang Cina akan membayangkan sosok vampire, orang-orang Sunda akan membayangkan sosok ririwa atau jurig, dan orang-orang Eropa akan membayangkan sosok dracula. Yang menjadi masalah kemudian, benarkah semua sosok itu adalah setan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan satu cara, yaitu menggunakan aqidah islamiyah yang lurus untuk menjawab hal tersebut di atas. Berikut ini akan kita temui pembahasan tentang tipu daya Iblis dan setan dengan sosok-sosok yang menyeramkan �yang membohongi manusia�, penjelasan Al-Qur`an tentang �setan�, dan cara membangun mentalitas berani menghadapi setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan Menurut Cerita Tradisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari umat Islam yang belum benar memahami tentang �setan�, sekalipun ia seorang ustadz atau kiyai. Oleh karena itulah masyarakat Indonesia pada umumnya dalam memahami setan masih berdasarkan pada asumsi tradisi dan hanya berdasarkan pada cerita-cerita nenek moyang saja. Apalagi bila cerita itu dibumbui oleh paranormal ataupun dukun. Tentu tingkat kesalahannya semakin membesar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Setan menurut tradisi Jawa, bahwa sejak zaman dahulu orang-orang Jawa begitu meyakini sosok setan itu menyeramkan, menakutkan, dan terkesan berbau horor. Mereka memiliki asumsi yang salah bahwa sosok setan dikhayalkan dan diberi nama sebagai: genderuwo, buto ijo, wewe gombel, nyai roro kidul, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setan menurut tradisi Betawi tentu saja berbeda dengan asumsi tradisi Jawa. Orang-orang Betawi sejak zaman nenek moyang mereka meyakini keberadaan setan seperti dalam cerita-cerita tradisi mereka, yaitu asumsi yang salah bahwa sosok setan dikhayalkan dan diberi nama sebagai: kuntilanak, pocongan atau pocong, roh halus, makhluk halus, hantu, jelangkung, roh gentayangan, dan sebagainya. Uniknya, perbedaan geografis antara masyarakat Jawa dan Betawi menjadikan asumsi sosok-sosok setan mereka juga berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Setan menurut tradisi Sunda juga tidak kalah seramnya dengan asumsi orang-orang Jawa ataupun Betawi. Mereka sering menyebut nama-nama yang merupakan asumsi yang salah, bahwa sosok setan dikhayalkan dan diberi nama sebagai: jurig, ririwa, sanekala, sundelbolong, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Setan menurut tradisi Sumbawa dan sekitarnya lebih unik lagi, yaitu mereka mempunyai asumsi yang salah bahwa sosok setan dikhayalkan dan diberi nama sebagai: leak. Leak digambarkan menakutkan, berkulit hitam, dan dapat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Setan menurut tradisi Cina sungguh berbeda dengan sosok-sosok berdasarkan asumsi di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini dikarenakan kultur antara masyarakat Indonesia dan Cina yang berbeda. Mereka memiliki asumsi yang salah bahwa sosok setan dikhayalkan dan diberi nama sebagai: vampire, hantu wanita, hantu banci, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Setan menurut tradisi Eropa digambarkan lebih berbeda lagi dibanding beberapa sosok setan sebelumnya. Mereka memiliki asumsi yang salah bahwa sosok setan dikhayalkan dan diberi nama sebagai: dracula. Dracula diasumsikan kulitnya bule seperti kulit orang Eropa, matanya biru, giginya bertaring, suka menghisap darah dari leher manusia, dan mencari mangsa di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan Menurut Ajaran Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam memberi pemahaman bahwa kata �setan� itu sebagai predikat atau status bagi makhluk Allah Swt. yang berkarakter dan berperilaku tidak sesuai dengan aturan Allah, bahkan juga mengajak yang lain untuk bergabung ke dalam gerakan penyesatan mereka yang penuh dengan murka Allah Swt..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Qur`an, �setan� itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;� Musuh para Nabi, yang terdiri dari golongan manusia dan jin (QS. 6: 112);&lt;br /&gt;� Penggoda setiap Nabi dan manusia yang ingin beriman dan beribadah kepada-Nya (QS. 22: 52);&lt;br /&gt;� Pembisik kejahatan pada jiwa manusia (QS. 114: 5-6);&lt;br /&gt;� Golongan manusia yang telah menjadi budak setan, lalu menyesatkan manusia (QS. 7: 202);&lt;br /&gt;� Musuh manusia yang mengajak masuk ke dalam neraka (QS. 35: 6);&lt;br /&gt;� Thaghut (sosok tandingan yang memusuhi Allah Swt.) yang mengajak menggunakan sistem selain Islam (QS. 4: 60);&lt;br /&gt;� Pemboros yang menyia-nyiakan karunia Allah (QS. 17: 27);&lt;br /&gt;� Si kikir yang takut miskin dan enggan menginfakkan hartanya di jalan Allah (QS. 2: 268);&lt;br /&gt;� Pemakan riba (QS. 2: 275);&lt;br /&gt;� Orang yang lalai berdzikir serta mengabaikan perintah dan larangannya (QS. 43: 36);&lt;br /&gt;� Pelaku kejahatan, kekejian, dan kemaksiatan (QS. 2: 169);&lt;br /&gt;� Pembuat makar yang bermaksud memfitnah dan membunuh orang-orang beriman (QS. 58: 10);&lt;br /&gt;� Orang munafik yang menipu manusia supaya tersesat ke dalam kekufuran (QS. 59: 16);&lt;br /&gt;� Orang-orang kafir (QS. 13: 33);&lt;br /&gt;� Penyeru perbuatan keji dan mungkar (QS. 24: 21);&lt;br /&gt;� Orang-orang musyrik (QS. 27: 24, QS. 34: 40-41, dan QS. 6: 100);&lt;br /&gt;� Orang yang berbuat dosa yang tidak pernah merasa bersalah (QS. 6: 43, QS. 48: 12, dan QS. 43: 37);&lt;br /&gt;� Si pembuat khurafat yang mengganti ajaran Islam dengan ajaran tradisi (QS. 31: 21);&lt;br /&gt;� Orang yang cinta dunia dan lupa kepada kehidupan akhirat (QS. 31: 33 dan QS. 35: 5-6);&lt;br /&gt;� Pelaku perbuatan keji yang senang makan dan minum dari hal-hal yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya (QS. 5: 90 dan QS. 2: 168-169);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani Melawan Setan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami aqidah islamiyah yang baik, maka sudah wajib bagi kita sebagai orang-orang beriman tidak takut lagi melintasi tempat-tempat keramat, seperti kuburan, rumah tua, hutan, gua, pohon besar, dan lainnya. Ternyata genderuwo, kuntilanak, pocong, jurig, vampire, dan sebagainya, hanya sosok-sosok setan yang diasumsikan oleh tradisi di masing-masing tempat. Karena itu, maka kita tidak boleh takut terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa hal yang dapat ditempuh untuk mengendalikan rasa takut dan membangun keberanian melawan setan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;� Memperbaiki fikrah (pola pikir) kita bahwa rasa takut kepada setan adalah tidak syar�i (tidak sesuai dengan syariat Islam). Karena rasa takut yang syar�i hanya kepada Allah Swt. saja (QS. 2: 150, QS. 9: 13, dan QS. 2: 169);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;� Meyakini secara qalbiyah (mentalitas) bahwa istilah �penampakan� dalam masyarakat kita sebenarnya adalah talbis (penipuan; pembohongan) dari sosok setan golongan jin yang wujud aslinya yang nggak seram (QS. 3: 175);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;� Harus hidup kaafah (menyeluruh) dengan aturan Islam dan menghindari karakter dan perilaku setan (QS. 2: 208);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;� Senantiasa melakukan isti�adzah (perlindungan) kepada Allah Swt. sebelum membaca Al-Qur`an, serta sebelum beribadah dan beraktivitas sehari-hari lainnya (QS. 16: 98, dan QS. 114: 1-6);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;� Harus mempunyai keberanian yang benar karena Allah Swt. itu pelindung orang beriman dan saleh, maka harus berani, tegas, dan tidak ada kompromi terhadap setan sebagai musuh manusia (QS. 7: 196, dan QS. 35: 6);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;� Jangan menggunakan keberanian terhadap setan karena punya ilmu perdukunan (punya setan khadam) atau minta tolong kepada dukun atau paranormal. Cara ini kelihatan �hebat�, namun di sisi Allah cara ini termasuk perbuatan syirik, sesat, dan penuh kehinaan (QS. 4: 48);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;� Berani bersikap al-baro` (membebaskan diri) berupa mengingkari, membenci, memusuhi, dan memutus hubungan dengan karakter dan nilai-nilai syaithani di sekitar kita (QS. 60: 4);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;� Berani bersikap al-wala` (mono-loyalitas) hanya kepada Allah Swt. berupa taat, mendekat, membela, dan mencintai-Nya, sehingga terjalin hubungan kuat dengan Allah Swt. sekaligus pertolongan-Nya akan mudah datang (QS. 5: 55);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;� Aktif mengkaji nilai-nilai Islam, berdakwah, dan menyumbangkan potensi diri kita untuk menolong agama Allah Swt., sehingga akan muncul keberanian, kecerdasan diri dan pertolongan Allah untuk menghadapi tipu daya setan (QS. 47: 7);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;� Senantiasa meningkatkan nilai iman, ikhlas, dan tawakal kepada Allah Swt. Karena dengan kekuatan nilai-nilai tersebut setan-setan golongan jin tidak berdaya menipu daya (QS. 15: 39-41, QS. 16: 99, dan hadits Rasul Saw.: �Barangsiapa keluar rumah berkata,�Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan-Nya�, maka dikatakan kepadanya,�Engkau mendapat petunjuk, dilindungi, dan dicukupi.� Setan berkata kepada setan lainnya,�Bagaimana engkau dapat menaklukkan orang yang telah mendapat petunjuk, dicukupi, dan dilindungi?�� (HR. at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a�lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://bengkelrohani.com/articles.php?lng=in&amp;pg=191&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-7924695568788300119?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/7924695568788300119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/membangun-keberanian-melawan-setan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/7924695568788300119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/7924695568788300119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/membangun-keberanian-melawan-setan.html' title='Membangun keberanian melawan setan'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-6078425207702431380</id><published>2012-01-14T22:28:00.000+07:00</published><updated>2012-01-14T22:28:21.340+07:00</updated><title type='text'>cara mengatasi takut pada hantu</title><content type='html'>dapat tulisan ini nih dari forum viva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cara Mengatasi Takut Hantu&lt;br /&gt;Sangat penting bagi orang tua untuk bisa melatih anak mengatur rasa takutnya. Bukan hanya sekedar agar anak menjadi pemberani, tetapi lebih karena rasa takut adalah bagian dari ibadah. Rasa takut adalah bagian dari rukun yang harus ada dalam ibadah, di samping rasa cinta dan harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam takut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama telah membagi rasa takut menjadi beberapa bagian, yaitu:&lt;br /&gt;1. Takut ibadah atau disebut juga takut sirri (takut terhadap sesuatu yang ghaib).&lt;br /&gt;Takut ibadah dibagi menjadi dua macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Takut kepada Allah, yaitu takut yang diiringi dengan merendahkan diri, pengagungan, dan ketundukan diri kepada Allah. Takut semacam inilah yang akan mendatangkan ketaqwaan dan ketaatan sepenuhnya kepada Allah. Oleh karena itu, rasa takut seperti ini hanya boleh ditujukan kepada Allah semata karena merupakan salah satu konsekuensi keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, yang artinya, “Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imran 175)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Takut kepada selain Allah, yaitu takut kepada selain Allah dalam hal sesuatu yang ditakuti itu sebenarnya tidak dapat melakukannya dan hanya Allah-lah yang dapat melakukannya. Takut semacam ini banyak terjadi pada berhala, takut pada orang mati, takutnya para penyembah kubur kepada walinya, dll. Rasa takut ini merupakan syirik akbar yang dapat mengeluarkan pelakunya dari keIslaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Takut yang haram, yaitu takut kepada selain Allah, yang bukan ibadah tetapi menyebabkan ia melakukan keharaman atau meninggalkan kewajiban. Takut semacam ini dapat mengurangi ketauhidan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Takut thobi’i (normal). Yaitu takut pada hal-hal yang bisa mencelakakan kita (dengan izin dan kekuatan dari Allah). Misalnya, takut pada binatang buas, api, dll. Takut semacam ini wajar ada pada diri manusia dan dibolehkan selama tidak melampaui batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Takut wahm (khayalan), yaitu takut pada sesuatu yang sebabnya tidak jelas. Misalnya, takut pada hantu. Takut semacam ini tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak yang masih dalam fase pertumbuhan dan sedang mengalami masa belajar, ia mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan kadang disertai pula daya imajinasi yang tinggi. Oleh karena itu, ketika ia mendengar cerita tentang berbagai macam hantu entah dari berbagai media massa, atau dari orang-orang di sekitarnya, hal tersebut bisa menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Apalagi bila sang anak pernah mengalami trauma karena ditakut-takuti temannya atau karena pernah mengalami gangguan jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa takut kepada hantu atau setan, bisa mengantarkan kepada syirik akbar. Jika sampai membawa pada peribadatan kepada selain Allah. Bentuknya bermacam-macam, ada yang memberi sesajian agar tidak diganggu, membaca berbagai mantera, datang kepada dukun untuk meminta jimat, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada anak, mungkin tak sampai separah itu. Namun tak jarang kita dapati, karena rasa takut kepada hantu atau semacamnya, anak menjadi takut keluar kamar untuk mengambil wudhu pada pagi hari. Sang anak menjadi menunda-nunda waktu shalat Subuhnya. Ini hanyalah salah satu contoh. Tetapi sekali lagi, hal ini dapat mengurangi kesempurnaan tauhid sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan anak bisa diperparah jika orangtuanya pun tidak paham syariat sehingga demi mengatasi rasa takut anaknya sehingga membawa anak pada kesyirikan. Misalkan menggantungkan jimat pada anak sehingga sang anak terus bergantung pada jimat tersebut hingga ia dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengatasi Rasa Takut Anak kepada Hantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang tua sangat penting mengetahui bagaimanakah cara mengatasi ketakutan anak dengan cara yang sesuai syariat. Antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tanamkanlah pada anak tauhid dan aqidah yang benar.&lt;br /&gt;Cobalah cari tahu apa yang sebenarnya ditakutkan oleh sang anak pada saat keadaannya tenang. Rangsanglah anak dengan beberapa pertanyaan. “Adik takut hantu ya? Memangnya hantu itu apa sih?”&lt;br /&gt;Jika sang anak menjawab bahwa hantu adalah pocong, genderuwo, nyi loro kidul, kuntilanak, atau semacamnya, jelaskan bahwa hantu-hantu semacam itu tidak ada sama sekali sehingga tidak perlu ditakutkan. Jika yang ditakutkan anak adalah orang mati, maka jelaskanlah bahwa orang mati takkan bisa memberi manfaat maupun bahaya bagi orang yang masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika sang anak telah mengerti bahwa yang dimaksud orang-orang dengan hantu adalah penjelmaan dari setan atau jin yang hendak mengganggu manusia, maka orangtua haruslah menjelaskan kepada anak bahwa tidak ada kekuatan yang paling kuat kecuali kekuatan Allah. Seluruh makhluk, termasuk jin dan setan di bawah pengaturan Allah. Ajarkan pada anak meskipun seluruh jin dan manusia ingin mencelakakannya, akan tetapi Allah tidak menakdirkannya, maka ia takkan celaka. Begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaskan pada anak pada hal apakah ia harus takut (yaitu takut kepada Allah), pada hal-hal apakah ia boleh takut tetapi tidak berlebihan dan hal-hal apa yang ia tidak boleh takut sama sekali. Hendaklah orang tua mengenalkan kepada anak-anaknya kepada Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Karena dengan pengenalan kepada Allah, seorang anak akan mengetahui keagungan Allah, keMahaKayaanNya, kekuasaan-Nya. Yang harus orang tua ingat, mengajarkan rasa takut kepada Allah juga harus disertai pengajaran rasa cinta dan harap kepada Allah. Sehingga hal ini menjadikan anak ikhlas dan giat dalam beramal serta tidak mudah putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ajarkan wirid dan doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;br /&gt;Ada banyak wirid dan doa yang bisa diajarkan pada anak. Misalnya, wirid pagi dan sore, doa sehari-hari seperti doa masuk WC, doa singgah di suatu tempat, doa hendak tidur, dll. Pilihlah bacaan wirid dan doa sesuai kapasitas kemampuan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya sekedar menghafal, tapi juga pahamkan mereka arti dari doa tersebut sehingga mereka mengamalkan doa-doa tersebut dengan penuh keyakinan akan manfaat doa bagi dirinya. Ajarkan pada anak bahwa doa dan wirid adalah senjata dan perisai bagi kaum mukmin. Karena itu, bila rasa takut menyerang, yang terbaik dilakukan adalah meminta perlindungan dan pertolongan Allah, Rabb seluruh makhluk. Sesekali ingatkan atau tanyakan pada anak arti dari doa tersebut. Sekaligus untuk mengetahui apakah sang anak sudah mengamalkan doa-doa tersebut ataukah belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jauhkanlah anak dari hal-hal yang mendatangkan rasa takut kepada hantu.&lt;br /&gt;Misalnya cerita misteri, patung dan lukisan makhluk bernyawa, dll. Cerita misteri atau berbau mistis kadang lebih menarik bagi anak karena imajinasi mereka yang tinggi dan masih belum terkontrol baik. Oleh karena itu, kenalkanlah anak dengan kisah-kisah para Nabi, sahabat-sahabat Rasulullah, maupun kisah shahih lain yang dapat mengajarkan anak keimanan, keberanian dan akhlaq yang baik. Jangan hanya sekedar menyediakannya buku/majalah, meskipun ini juga hal yang penting. Sesekali ceritakanlah langsung dengan lisan anda agar hikmah dan nilai kisah lebih mengena di hati anak. Ini juga akan lebih mendekatkan orang tua dengan sang buah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ajarkan pula pada anak untuk tidak menakut-nakuti temannya meski hanya bermaksud untuk bercanda. Pahamkan pada anak untuk bercanda dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bila orang tua ternyata adalah seorang penakut, berusahalah untuk tidak menampakkan hal tersebut di depan sang anak. Sebagaimana kita tidak ingin anak menjadi penakut, maka latihlah diri sendiri untuk tetap tenang dan menghilangkan sifat penakut dari diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu ketika sifat penakut kita diketahui oleh sang anak, tak ada salahnya melibatkan anak dalam usaha menghilangkan sifat penakut kita. “Astagfirullah, tadi Ummi kok menjerit ya pas lampu mati? Menurut adik, Ummi harusnya gimana? Iya adik benar, harusnya tetap tenang dan minta perlindungan sama Allah. Lain kali kalau Ummi menjerit lagi, adik ingatin Ummi ya….” Hal ini juga akan mengajarkan pada anak bagaimana seharusnya ia bersikap ketika ada orang lain atau temannya yang ketakutan. Jangan pula menakut-nakuti anak dengan ancaman yang tak berdasar atau bertentangan dengan syariat. Misalnya, “Jangan main dekat sungai ya! Nanti diculik genderuwo penunggu sungai lho” Hal ini sering tanpa sadar dilakukan oleh para orang tua. Maka wahai para pendidik, bekalilah diri dengan ilmu syar’i dalam mendidik anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berdoalah untuk kebaikan anak&lt;br /&gt;Hal yang sering luput dari orang tua adalah berdoa untuk anak-anaknya. Padahal doa merupakan salah satu pokok yang harus dipegang teguh orang tua. Doa orang tua bagi kebaikan anaknya adalah salah satu jenis doa yang dijanjikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan dikabulkan oleh Allah (HR. Baihaqi). Termasuk di antaranya, hendaknya orang tua mendoakan agar anak dilindungi dari gangguan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memintakan perlindungan untuk Hasan dan Husain dengan mengucapkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku memohon perlindungan untukmu berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang berbisa, dan juga dari setiap mata yang jahat.” Selanjutnya beliau bersabda “Adalah bapak kalian (yaitu Ibrahim) dahulu juga memohonkan perlindungan untuk kedua puteranya, Ismail dan Ishaq, dengan kalimat seperti ini.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebagian cara yang semoga bisa mengatasi rasa takut anak terhadap hantu. Orang tua hendaknya bersabar dalam membantu anak mengatasi rasa takutnya dengan tetap memprioritaskan pendidikan aqidah dan tauhid pada anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.isisurakartablog.com/2011...kut-hantu.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-6078425207702431380?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/6078425207702431380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/cara-mengatasi-takut-pada-hantu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/6078425207702431380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/6078425207702431380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/cara-mengatasi-takut-pada-hantu.html' title='cara mengatasi takut pada hantu'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-5254034855983090930</id><published>2012-01-14T22:23:00.000+07:00</published><updated>2012-01-14T22:23:00.029+07:00</updated><title type='text'>link hantu</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=2p2MD4WrGhI&amp;feature=player_embedded"&gt;cerita hantu&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-5254034855983090930?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/5254034855983090930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/link-hantu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5254034855983090930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5254034855983090930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/link-hantu.html' title='link hantu'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-3673080616395550495</id><published>2012-01-12T23:38:00.003+07:00</published><updated>2012-01-12T23:38:16.592+07:00</updated><title type='text'>catatan penting tentang apa itu chiclit</title><content type='html'>Dian Nafi&lt;br /&gt;mb Leyla Hana, mb Eni Martini dan teman2 semua....konsultasi novel hari ini ya..&lt;br /&gt;Apa saja sih tips-tips menulis novel chicklit. &lt;br /&gt;terus mohon referensi yg keren - keren utk genre ini . terimakasih:)&lt;br /&gt;Like ·  · Follow post · Tuesday at 09:35&lt;br /&gt;Naqiyyah Syam Full, Risma Inoy Ummu Jundi and 2 others like this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leyla Imtichanah Chicklit;&lt;br /&gt;1. Usia tokoh antara 20-35 tahun.&lt;br /&gt;2. Wanita lajang, berkarier, punya masalah klasik dlm percintaan, pekerjaan.&lt;br /&gt;3. Tokoh cowok biasanyaa ganteng, mapan, pendidikan tinggi.&lt;br /&gt;4. High class, pergaulan kelas atas, kalo perlu sebutkan merk barang2 branded.&lt;br /&gt;Tuesday at 09:44 via Mobile · Like ·  5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyi Penengah Dewanti setau Nyi klo Chicklit itu tulisan si Sophie Kinsella, Meg Cabot modelnya tipe2 gitu high class banget. Ohya itu The Devil Wears Prada series by Lauren Weisberger, bosku soalnya sering bc itu wkwkwkaku kdng curi2 bc juga haahha&lt;br /&gt;Tuesday at 10:27 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari Yulianti Bedanya sama metropop apa? Duh, masih buta genre nih..&lt;br /&gt;Tuesday at 11:17 via Mobile · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riawani Elyta chicklit kalo baca di syarat2nya gagas lebih fokus ke persahabatan, iya bener serba kelas atas, wanita lajang karier, metropop lebih luas cakupannya, yg penting kisah manusia urban&lt;br /&gt;Tuesday at 11:20 · Like ·  1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leyla Imtichanah sama aja sama metropop, Sari Yulianti. Itu cuman Gramedia aja cari nama lain.&lt;br /&gt;Tuesday at 12:18 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari Yulianti Owh.. Sip sip ^^&lt;br /&gt;Tuesday at 12:25 via Mobile · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian Nafi terimakasih mb Leyla, mb Lyta, Nyi dan Sari:)&lt;br /&gt;Tuesday at 21:55 · Like&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-3673080616395550495?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/3673080616395550495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/catatan-penting-tentang-apa-itu-chiclit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3673080616395550495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3673080616395550495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/catatan-penting-tentang-apa-itu-chiclit.html' title='catatan penting tentang apa itu chiclit'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-637493124660506253</id><published>2012-01-12T23:31:00.000+07:00</published><updated>2012-01-12T23:31:00.264+07:00</updated><title type='text'>ikutan lomba nulis tentang pershabatan</title><content type='html'>wedew.. aku ikutan lombanya Arul Chan yang berhadiah buku Pemburu Rembulan.. hehe. nulisnya di hape dan nulisnya di jam2 terakhir... gpp deh buat ngeramein..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOMBA&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Kamu&lt;br /&gt;Bagaimana bisa kamu memintaku untuk melupakanmu?&lt;br /&gt;Padahal kamu tahu arti dirimu bagiku&lt;br /&gt;Kamu adalah sahabatku&lt;br /&gt;Sayangku padamu bagai lautan yang luas&lt;br /&gt;Amat luas hingga menyentuh cakrawala jingga di ujung langit sana&lt;br /&gt;Tapi meski sedemikian luasnya&lt;br /&gt;Lautan manapun masih tetap memiliki tepi&lt;br /&gt;Tempat buih mengantarkan sampah ke bibir pantai&lt;br /&gt;Tempat ombak memecah barisan pasir yang sudah rapi tersisir&lt;br /&gt;Itulah aku, sahabatku&lt;br /&gt;Curahkan kesal dan tangismu padaku&lt;br /&gt;Karena aku ingin dalam persahabatan ini&lt;br /&gt;Bukan hanya suka cita yang kita bagi&lt;br /&gt;Tapi juga berbagi pundak untuk tempat menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Aku&lt;br /&gt;Bagaimana bisa aku meninggalkanmu&lt;br /&gt;Tidakkah kamu lihat betapa panjang jejak tapak yang telah kita tinggalkan selama ini?&lt;br /&gt;Aku menyayangimu karena Allah&lt;br /&gt;Jadi jika suatu hari nanti aku pergi meninggalkanmu&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa aku melakukannya bukan karena kulit pembalut tulang putihmu&lt;br /&gt;Atau karena lukisan ceriamu di langit biru yang kau persembahkan untukku&lt;br /&gt;Tapi demi kebaikan kita bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Kamu dan Aku&lt;br /&gt;KITA&lt;br /&gt;Mari melangkah bersama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-637493124660506253?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/637493124660506253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/ikutan-lomba-nulis-tentang-pershabatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/637493124660506253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/637493124660506253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/ikutan-lomba-nulis-tentang-pershabatan.html' title='ikutan lomba nulis tentang pershabatan'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-585072205741462070</id><published>2012-01-02T22:22:00.000+07:00</published><updated>2012-01-02T22:22:04.865+07:00</updated><title type='text'>Pilihanku (malik n d essential)</title><content type='html'>&lt;object width="445" height="364"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/7AHSnVEHZpo&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/7AHSnVEHZpo&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjuta rasa rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata&lt;br /&gt;Dengan beribu cara cara kau slalu membuat ku bahagia&lt;br /&gt;Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan&lt;br /&gt;Yang benar-benar ku inginkan hanyalah&lt;br /&gt;Kau untuk slalu disini ada untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[*]&lt;br /&gt;Maukah kau ‘tuk menjadi pilihanku&lt;br /&gt;Menjadi yang terakhir dalam hidupku&lt;br /&gt;Maukah kau tuk menjadi yang pertama&lt;br /&gt;Yang slalu ada di saat pagi ku membuka mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, izinkan aku memilikimu, mengasihimu&lt;br /&gt;Menjagamu, menyayangimu&lt;br /&gt;Memberi cinta, memberi semua yang engkau inginkan&lt;br /&gt;Selama aku mampu aku akan berusaha&lt;br /&gt;Mewujudkan semua impian dan harapan&lt;br /&gt;‘tuk menjadi kenyataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to [*]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[**]&lt;br /&gt;Jadilah yang terakhir&lt;br /&gt;‘tuk jadi yang pertama&lt;br /&gt;‘tuk jadi selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to [*] 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to [**]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gudanglagu.com Lirik Lagu Maliq n d’essentials – Pilihanku lyric Chord Kode Gitar &amp; Friedster&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-585072205741462070?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/585072205741462070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/pilihanku-malik-n-d-essential.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/585072205741462070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/585072205741462070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/pilihanku-malik-n-d-essential.html' title='Pilihanku (malik n d essential)'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-6299747933288481459</id><published>2012-01-02T08:49:00.000+07:00</published><updated>2012-01-02T08:49:49.688+07:00</updated><title type='text'>Bedah Tangan</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu, seorang teman membedah tanda tanganku. Seru juga ternyata dengan cara dia membaca aku. Ini aku versi tanda tanganku menurut dia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Riawani Elyt&lt;/b&gt;a: ya elah mbak Ade Anita, sampe miring nh kepalaku ngikutin ttdnya ; supel, menyenangkan dlm bergaul, pecinta seni n keindahan, kdg bs rd cerewet jg, cukup berbakat dlm bikin karya brgambar kaya' ilustrasi pictbook, kalo lg mellow biasanya dibw merenung/berkontemplasi, cukup humoris, gk bosen memancang cita2, punya ambisi n usaha cukup baik dlm mencapai cita2 tsb tp dlm pelaksanaannya kdg ada aja yg bikin nyangkut2...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ade Anita:&lt;/b&gt; iya maaf Riawani Elyta: soalnya ttdnya di hp, terus aku upload ke sini lewat hp juga... nah.. nggak ada fasilitas muter gambar di hpku.. hehe.. waah... ini baca tanda tanganku atau karena sudah mengenal aku ya? bisa nyaris tepat gitu.. ajarin dong caranya.. belajar darimanakah?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Riawani Elyta:&lt;/b&gt; kalo lagi mbaca ttd harus bisa ngelupain yg punya ttd mbak biar gak subjektif hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ade Anita:&lt;/b&gt; ooo gitu.... jadi mirip editor tanda tangan ya? hehe.. cara bacanya gimana sih emangnya? kalo temanku, ada yang baca tanda tanganku bilang kalo aku orangnya tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, karena ada lingkaran di awal tanda tanganku tapi lingkaran itu terputus... waah.. langsung saja sejak itu aku buat lingkarannya disambung.. hahahaa... terus akiu bawa lagi ke dia, dia lalu bilang, aku punya tabungan yang cukup besar, tapi nggak bakalan bisa sampai kepada kejayaan, karena ada garis lurus di bawah tanda tangan yang memotong huruf t ... weleh.. langsung aja garis itu aku turunin dikit... heheheh... emangnya, kalo kita merubah tanda tangan kita guna menyesuaikan dengan kehendak kita itu, ngaruh nggak sih sebenarnya Riawani Elyta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Riawani Elyta:&lt;/b&gt; nah aq jg gak tau tuh temennya mbak Ade Anita itu mbacanya apa dipelajari dari buku or alamiah aja, krn kalo secara alamiah, ttd yg mengalami prubahan itu biasanya mencerminkan perubahan karakter seseorang dlm perjalanan hidupnya, mis.nya yg tadinya terlalu serius bs jadi lebih easy going, tp kalo yg nyesuain ama keinginan, itu yg ketangkep di feeling justru agak susah nebaknya krn emang sengaja dirubah...&lt;br /&gt;54 minutes ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ade Anita:&lt;/b&gt; iya.. aku suka nyesuain tanda tanganku.. bentuknya tetep tapi secara berkala suka aku ubah agar "mencerminkan kebaikan".. heheh.. tanda tangan aja jaim ... dulu, tanda tanganku dibaca orang sebagai orang yang introvert, jadi aku ubah lebih simple agar bisa jadi ekstrovert.. yaa.. begitulah... tapi pada prinsipnya sama aja bentuknya, tapi ada beberapa bagian aja yang diubah.&lt;br /&gt;45 minutes ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda tangan tuh, pada sebagian orang, katanya emang bisa menggambarkan karakter seseorang. Makanya ada ilmu yang mempelajari karakter seseorang dari tanda tangan yang dia bubuhkan. Seorang temanku yang lain, dulu pernah juga membaca aku dari tanda tanganku. Menurut dia, aku orangnya boros, tidak bisa mengelola keuangan dengan baik karena sering laper mata dan salah memperhitungkan keuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waah... jadi, ceritanya aku tanya ke dia, darimana dia bisa membaca itu? Lalu dia bilang, lingkaran yang mengawali sebuah tanda tangan menandakan situasi keuangan seseorang. Nah. Semakin besar lingkarannya, maka penanda keuangannya makin makmur. Tapi, kalau di dalam lingkaran itu ada sesuatu, maka itu artinya ada sesuatu juga. Tergantung dia naruh sesuatu itu berbentuk apa. Kebetulan, lingkaranku tidak ada sesuatu, hanya saja, terputus gambar lingkarannya. Berarti, keuangannya bocor... hehehehe... jadi, aku langsung saja mengubah tanda tanganku agar lingkarannya tidak terputus... setelah itu aku datang lagi ke dia dan bertanya lagi... dia mengubah analisanya. "Keuangannya bagus nih. lancar jaya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;weleh.. apa karakter seseorang bisa diubah sedemikian mudahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan memang semua pengetahuan tentang tanda tangan yang aku obrolin sama dia, aku praktekin untuk mengubah tanda tanganku. Seperti analisa dia di awal yang mengatakan bahwa aku orangnya cepat putus asa karena ada garis yang terputus di ujung.. langsung aku ubah tanda tanganku dengan menurunkan garis lurus itu agar tidak menabrak apapun... hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entahlah. Aku sih merasa tidak ada yang berubah dari gayaku, sifatku, karakterku kecuali kalau dalam keadaan JAIM is a must...  tapi, tanda tanganku, jelas dah berubah sesuatu dengan image karakter yang aku inginkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm... jadi, sebenarnya ada hubungannya nggak sih antara tanda tangan dan karakter seseorang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entahlah. Yang pasti, aku berusaha untuk tidak sepenuhnya mempercayai itu karena, aku lebih suka jadi diri sendiri... jaim itu bikin capek lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-6299747933288481459?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/6299747933288481459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/bedah-tangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/6299747933288481459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/6299747933288481459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2012/01/bedah-tangan.html' title='Bedah Tangan'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-6221289609016806948</id><published>2011-12-31T10:17:00.002+07:00</published><updated>2011-12-31T10:17:47.228+07:00</updated><title type='text'>Reflesi 2011 # 3: To Be A New You</title><content type='html'>Sepertinya, profesi yang paling banyak memberi dampak positif terhadap kehidupan saya di tahun 2011 ini adalah profesi dokter. Terlepas dari kondisi saya  atau anggota keluarga yang terpaksa harus menderita sakit sehingga harus berurusan dengan dokter. Di bulan desember ini, yaitu bulan terakhir dimana saya bertemu dengan seorang dokter sebelum tutup tahun (hehehe) kembali saya memperoleh sebuah pelajaran kehidupan yang baru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Suasana ruang tunggu pasien untuk dokter yang satu ini sepi (kebetulan banget). Jadi, saya dan anak-anak bisa langsung masuk ke dalam ruang praktek dokter. Ketika saya sudah berhadapan dengan dokter, ternyata dokter saya sedang menulis sesuatu di sebuah buku yang cukup tebal. Iseng (dan mungkin karena banyak keisengan inilah saya sering mendapatkan macam-macam), saya mengintip apa yang ditulis oleh dokter saya. Ternyata, dia hanya menulis angka-angka saja, angka dengan huruf Arab dan huruf Latin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1       - 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – dst....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bingung kan. Dia sedang menulis apa? Sepertinya sesuatu yang biasa banget, bahkan mungkin anak saya yang duduk di bangku kelas satu SD juga bisa melakukannya. Tergerak oleh rasa ingin tahu (nah, ini juga kebiasaan saya yang lain yang sering membawa saya bisa mendapatkan macam-macam, yaitu punya rasa ingin tahu).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sedang nulis sesuatu ya dok?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Iya... saya sedang belajar nulis lagi.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian dokter memperlihatkan sesuatu pada saya. Lembar-lembar yang telah dia tulis  sebelumnya, yang isinya sama semua. Yaitu angka-angka secara acak, baik angka dalam huruf Arab maupun angka dalam huruf Latin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Saya mengikuti sebuah seminar. Kurang lebih materinya tentang pencegahan stroke. Ya, tentang bagaimana caranya mencegah kita agar tidak mengalami penurunan ingatan. Pikun, demensia, bahkan bisa juga stroke.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya mengangguk dan serius mendengarkan celoteh dokter saya dengan penuh antusias.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Nah, salah satunya adalah, kita harus selalu melakukan sesuatu yang baru terhadap diri kita. Artinya, kita harus terus belajar untuk mempelajari sebuah pengetahuan yang baru. Dan pengetahuan baru itu, diusahakan bukan cuma melibatkan otak kiri kita saja, tapi juga otak kanan kita. Jika berhitung, berpikir, menulis, membaca itu kan memakai otak kiri. Nah, otak kanan, setelah dewasa hampir-hampir sering dilupakan orang untuk menggunakannya. Otak kanan itu sesuatu yang berhubungan dengan kreatifitas. Tapi, bisa juga mengfungsikan otak kanan dengan cara mengfungsikan tangan atau kaki kiri kita. Balance. Nah. Itu sebabnya saya sekarang sedang melatih tangan kiri saya untuk belajar menulis. Saya ikut pelatihan baru yang benar-benar baru, seperti belajar bahasa asing yang baru dan benar-benar asing bagi saya, atau belajar keterampilan baru, tapi, itu kan bayar. Nah, ini yang gratisnya. Lihat.... waktu awal-awal nulis, tulisan saya benar-benar ceker ayam. Sekarang sudah agak mendingan. Makanya saya mulai belajar untuk menulis bahasa Arab dengan tangan kiri.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya mengangguk dan takjub menatap lembar-lembar buku pelajaran dokter tersebut.&lt;br /&gt;Subhanallah. Satu lagi pelajaran kehidupan saya peroleh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terkadang, kita memang sering sekali terjebak oleh sebuah kerutinan yang melenakan. Diawali dengan melakukan pekerjaan yang sulit dan melelahkan. Lalu karena merasa jenuh dan lelah, berusaha mencari akal untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan mencari celah atau cara yang memudahkan. Kreatifitas manusia berkembang semata untuk memberikan kemudahan. Dibangunnya eskalator, travelator, elevator, mobil, motor, traktor, microwave, mesin cuci, remote control, sepeda listrik, pemanas ruangan, pendingin ruangan, selang air, dan sebagainya. Akhirnya, tangga yang disediakan di gedung-gedung kebanyakan digunakan untuk kondisi-kondisi darurat. Pedestrian di pinggir jalan lebih sering digunakan oleh pedagang kaki lima. Dan eskalator serta elevator selalu berjejal dengan jumlah penggunanya, dan para ibu rumah tangga banyak yang kelimpungan jika tidak ada pembantu rumah tangga di rumah mereka (kadang, mereka sering bersikap seolah-olah dunia ini akan runtuh karena ketidak hadiran para PRT tersebut).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Padahal, jika saja kita sejenak atau sesekali mau memfungsikan anggota-anggota tubuh kita untuk bekerja sebagaimana mestinya, mungkin ada banyak penyakit yang bisa dicegah kemunculannya. Seperti jalan kaki yang bisa mengurangi timbunan lemak dan kolesterol serta mencegah penyakit jantung. Atau naik turun tangga yang amat menyehatkan dan bisa mencegah pengapuran pada tulang. Lebih dari itu, kita juga bisa terus menggunakan anggota tubuh kita baik kanan maupun kiri sama banyak dan sama baiknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, sepulangnya dari dokter, saya mulai belajar untuk mengfungsikan tangan kiri saya. Mengaduk makanan dengan tangan kiri, memotong makanan dengan tangan kiri, menulis dengan tangan kiri dan itu luar biasa sulitnya. Apa yang ada di kepala saya ternyata tidak bisa saya wujudkan dengan baik ketika saya menggunakan tangan kiri. Tulisan saya seperti ceker ayam (padahal aslinya juga seperti ceker ayam; jadi cekernya ceker ayam). Ingin memotong irisan yang halus, jadinya malah irisan yang tebal-tebal. Aduh... ilmu baru memang selalu sulit untuk dipelajari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya jadi ingat beberapa bulan yang lalu ketika anak saya sakit dan tidak dapat masuk sekolah. Akhirnya, saya mengambil secarik kertas dan bersiap untuk menulis surat izin pada ibu guru kelasnya. Saya seorang penulis. Pekerjaan saya utamanya adalah menulis, jadi jika menulis dengan komputer, jemari tangan saya bisa menari dengan amat lincah dan cepat bahkan tanpa saya harus melihat ke arah keyboard. Saya bisa mengetik di tempat amat gelap karena saya sudah amat hapal letak tombol huruf qwerty di keyboard saya. Saya bahkan bisa mengetik dengan amat cepat, lebih cepat dari komputer saya sendiri yang memang hard disknya sudah mulai agak penuh jadi sering lelet mengimbangi kecepatan saya mengetik. Nah. Ketika saya berusaha untuk menulis dengan tulisan tangan, menggunakan kertas dan pulpen, Astaghfirullah, saya benar-benar lupa caranya menulis dengan tulisan tangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Eh, huruf b itu menghadap mana ya?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Otak saya tiba-tiba tumpul. Semua tulisan tangan saya terbalik-balik. Aduh. Ini seperti jaman dulu saja, jaman ketika saya belajar menulis padahal saya tidak tahu konsep kiri dan kanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Aduh, ibu benar-benar lupa nih. Menulis ‘permaklumannya’ itu gimana sih? Huruf ‘n’nya satu atau dua ya?”&lt;br /&gt;Parah. Benar-benar parah. Itu sebabnya sejak enam bulan terakhir di tahun 2011, saya selalu menyempatkan diri untuk menulis ulang dengan tulisan tangan berita apa saja yang saya baca. Karena saya benar-benar tidak mau lupa dengan tradisi menulis tangan (bahkan meski ini sudah jaman komputerisasi sekalipun).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekarang, saya sedang memaksa diri saya agar mau belajar menulis dengan tangan kiri. Juga rajin menggerakkan anggota tubuh saya yang lain lewat olah raga. Cita-citanya hanya satu, karena saya tidak ingin menjadi seorang nenek yang pikun, pelupa dan tergantung pada orang lain ketika saya sudah tua nanti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sungguh. Semua yang diberikan oleh Allah itu tidak ada yang bersifat sia-sia. Bahkan meski kehebatan teknologi dan kemajuan zaman sudah mampu menghasilkan yang macam-macam sekalipun, tapi kita tidak boleh terlena oleh kemudahan dan kemapanan yang terhampar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;----------------------------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita&lt;br /&gt;Catatan cerita tambahan setelah pulang dari dokter:&lt;br /&gt;“Jadi, ya demikianlah mas. Kata dokter, kita harus terus memperbaharui diri kita agar kita bisa terus berkembang. Jadi istilahnya, harus terus diup grade lah.”&lt;br /&gt;Sepulang dari dokter, saya langsung bercerita pada suami saya perihal ini.&lt;br /&gt;“Iya juga ya, karena kalau tidak di up grade, nanti malah tertinggal. Kalau tidak dirawat malah bisa karatan.”&lt;br /&gt;Suami saya menanggapi dengan manggut-manggut.&lt;br /&gt;“Iya, intinya, sesuatu yang baru itu bisa membuat kita tersadar untuk mau mengembangkan diri.”&lt;br /&gt;Suami saya langsung melihat ke arah saya dengan mata berbinar-binar.&lt;br /&gt;“Maksudmu.... sesuatu yang baru itu... pasti baik?”&lt;br /&gt;SPASH!. Saya tersadar sesuatu dan langsung melotot ke arah suami saya.&lt;br /&gt;“Tapi bukan sesuatu yang itu... nggak! Nggak boleh!”&lt;br /&gt;Pelototan saya kian membesar sementara suami saya senyum-senyum menggoda.&lt;br /&gt;“Tapi kan sesuatu yang baru itu pasti membawa kebaikan katanya?”&lt;br /&gt;“Ahhhh.... pokoknya nggak boleh. Boleh yang baru apa saja, tapi nggak boleh istri baru!!! TITIK!!!”&lt;br /&gt;GLEK! UPS.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-6221289609016806948?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/6221289609016806948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/reflesi-2011-3-to-be-new-you.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/6221289609016806948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/6221289609016806948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/reflesi-2011-3-to-be-new-you.html' title='Reflesi 2011 # 3: To Be A New You'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-6892228179155524253</id><published>2011-12-31T00:32:00.002+07:00</published><updated>2011-12-31T09:11:42.978+07:00</updated><title type='text'>Refleksi tahun 2011 # 2: Delete Me Not</title><content type='html'>Satu peristiwa yang rasanya harus saya catat sebagai sebuah kejadian penting di tahun 2011 adalah, ini tahun saya menggunakan fasilitas Time Line di Facebook. Tidak usah bertanya ya apa itu time line karena yang saya tahu, time line itu salah satu tampilan baru dari facebook dimana dinding pribadi kita tampil bak blog. Selebihnya, hehehe, saya gaptek jadi nggak bsa ngejelasin lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pekan terakhir bulan desember, saya mencoba untuk memasang Time Line pada Facebook saya setelah beberapa hari lamanya terkompori oleh tampilan dinding facebook teman-teman yang cantik-cantik. Glek. Lama-lama naksir juga karena kelamaan melihat. Ya. Apa boleh buat, cinta memang bisa tumbuh karena terbiasa berhadapan. Dan demikianlah akhirnya saya jatuh cinta pada Time Line lalu serta merta berusaha untuk ikut mengubah tampilan Facebook saya. Hasilnya... memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Benar-benar memuaskan. Ternyata, saya jatuh cinta bukan pada sesuatu yang salah. Saya pun lega. Lalu mulai sibuk berbulan madu dengan tampilan baru facebook saya. Mulai berusaha melukis dengan paint tool di notebook dengan niat agar saya bisa memasang foto keluarga hasil lukisan saya sendiri di foto utama dinding saya. Setelah terpasang, lalu mulai memandang lama-lama pilihan hati saya ini dengan puas. Membaca setiap status yang muncul di dinding saya satu demi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Kelebihan dari Time Line adalah, kita bisa melihat semua jejak rekam dari apa yang kita tulis atau tayang atau dapatkan selama kita memakai Facebook. Saya baru tahu, ternyata saya pertama kali ikutan facebook itu adalah bulan Februari tahun 2008. Wah. Lama juga. Dan yang lebih menggembirakan saya adalah, saya bisa melihat semua kejadian di tahun yang silam. Dan tahun yang penuh kenangan bagi saya, ternyata adalah tahun 2009. Ini adalah tahun dimana ayah saya yang tercinta meninggal dunia. Tepatnya di bulan Februari tanggal 28 tahun 2009. Saya tahu, di tahun ini saya sedikit merasakan keterpurukan. Saya pernah sama sekali tidak mau melihat Facebook atau apa saja yang bisa membuat saya menangis karena teringat ayah. Padahal, Facebook menganut sistem yang tidak mau menunggu kita sedang terpuruk ataukah sedang senang. Semua akan terpendam dan terendap oleh berita-berita yang datang di dinding kita. Ada teman yang mengirimkan notes, dagangan, foto, iklan-iklan, ajakan bermain game, dan sebagainya. Karena Time Line inilah maka saya baru saja membaca ulang semau ucapan bela sungkawa yang dikirimkan oleh teman-teman saya ketika ayah saya meninggal. Ya. Karena saya mogok tidak mau melihat Facebook tidak lama setelah ayah saya meninggal, maka saya tidak memperhatikan kiriman pesan-pesan di dinding saya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar terharu membaca semua ucapan bela sungkawa tersebut. Ada banyak sekali. Bahkan, ada teman yang memberikan ucapan bela sungkawa atas kematian ayah saya, tapi sekarang (tahun 2011) teman tersebut juga sudah wafat. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Padahal saya belum sempat mengucapkan terima kasih atas perhatiannya kala itu.&lt;br /&gt;Waktu. Waktu adalah sesuatu yang paling tidak dapat kita pertahankan di dunia ini. Tidak dengan tangan yang kuat dan kekar, bahkan juga tidak dengan semua harta melimpah yang kita miliki. Waktu cepat berjalan, tidak mau menunggu kita dan akan cepat berlari meninggalkan kita ketika dia sudah lalu dari hadapan kita. Dan demikianlah saya pada akhirnya hanya dapat mengenang saja waktu-waktu yang lalu. Tidak punya kuasa untuk memutar ulang lagi semuanya.&lt;br /&gt;Lalu saya kembali menelusuri kenangan-kenangan masa lalu hingga tiba-tiba terpampanglah di hadapan saya sebuah pemandangan yang cukup membuat kaget. Jujur, saya sedikit merasa takut dan juga deg degan. Ya. Saya melihat potret diri saya ketika masih muda dulu, yang ditayangkan oleh teman-teman masa lalu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keceriaan yang terlukis di sana. Juga ada keriangan masa muda tapi.... semua dalam tampilan tanpa penutup aurat. Beberapa bahkan dengan tampilan yang menurut “ukuran” saya sekarang: kurang Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh. Saya malu sekali. Juga deg degan dan langsung terbetik sebuah pemikiran, “Jika saya bisa melihat ini, berarti orang lain juga bisa dong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh. Bagaimana ini? Saya langsung panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa semua yang menggembirakan selalu bersanding dengan sisi kelemahan tersendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa semua yang membuat kita jatuh cinta ternyata membawa bahaya laten untuk kita patah hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung memutuskan untuk membatalkan pemasangan Time Line di dinding Facebook saya tapi... ternyata tidak bisa. Dan sungguh itu membuat saya makin takut dan “gemetar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh. Begini rupanya, rasanya berhadapan dengan sang waktu. Begini rupanya, rasanya jika mendapati kenyataan ternyata  tidak semua bagian tidak sedap dari diri kita tidak bisa kita “hapus” begitu saja. Begini rupanya, rasanya jika bagian yang jelek dari diri kita, yang selama ini berusaha keras kita tutupi, tiba-tiba disingkap di hadapan banyak orang.&lt;br /&gt;Saya sungguh merasa amat gemetar. Takut. Takut sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan masalah penampakan foto-foto jadul itu lagi sekarang. Tapi, saya tiba-tiba teringat dengan semua kesalahan, kekhilafan dan dosa-dosa yang pernah saya lakukan di waktu yang lalu. Perjalanan hidup saya kian panjang seiring dengan bertambahnya usia dan seiring dengan semakin seringnya saya menikmati pergantian tahun baru. Itu artinya, jejak rekam kesalahan, kekhilafan dan dosa-dosa saya juga banyak tertoreh di sana sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul sekali saya sudah bertobat. Betul sekali saya sudah minta maaf. Dan betul sekali, saya sudah menyesali semua kekhilafan itu. Tapi... bagaimana jika ternyata ada sesuatu yang tidak bisa dihapus begitu saja? Bagaimana jika semua itu disingkap Allah di hadapan orang banyak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh. Sungguh saya amat mengharapkan sebuah penghapusan. Hapus, hapus, lalu bersih dan benar-benar bersih. Tapi.... bisakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tenang mbak, memang itu nggak bisa dihapus, tapi bisa disembunyikan kok. Mbak buka saja pengaturan akun dan pilih siapa saja yang bisa melihatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak, coba lihat fasilitas edit, ada pilihan menyembunyikan kok disana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh... ada ya? Benarkah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gegas saya menyelinap ke pilihan-pilihan tersebut dan langsung menyembunyikannya. Diam-diam, dalam hati saya berdoa dengan gencar, “Allahumma, sembunyikanlah semua kelemahan, keburukan dan kekuranganku. Sungguh, hanya Engkau Yang Maha Berkuasa untuk melakukan semua itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Ini doa saya, karena saya tahu, saya masih harus berhadapan dengan sang waktu yang tidak pernah mau menunggu. Sang waktu yang tidak pernah bisa kita pertahankan.&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-6892228179155524253?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/6892228179155524253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/refleksi-tahun-2011-2-delete-me-not.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/6892228179155524253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/6892228179155524253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/refleksi-tahun-2011-2-delete-me-not.html' title='Refleksi tahun 2011 # 2: Delete Me Not'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-2451072585576007727</id><published>2011-12-30T07:30:00.000+07:00</published><updated>2011-12-30T07:28:31.590+07:00</updated><title type='text'>Refleksi tahun 2011 # 1: bagaimana caranya untuk bahagia?</title><content type='html'>Udara dingin mulai menggigit seluruh pori-pori telapak kakiku. Perlahan, aku menyelipkan telapak kakiku ke bawah sepasang telapak kaki yang hangat di sebelah kakiku. Dalam sekejap, rasa hangat terasa menjalari seluruh telapak kakiku. Merambat terus ke seluruh kaki lalu ke sekujur tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sebenarnya masalah yang sepele saja. Tentang sebuah pengorbanan sederhana yang dilakukan atas nama cinta. Hmm, kenapa tiba-tiba menulis tentang cinta? Baik, aku akan menjelaskan padamu. Tulisan ini aku buat untuk menjawab pertanyaan seorang teman, yang bertanya bagaimana caranya untuk merasa bahagia. Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Maka, aku akan bercerita saja. Tentang apa yang aku dapatkan pada suatu malam ketika hujan sudah mengguyur sepertiga waktu malamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, udara dingin yang menggigit akibat hujan bukan hanya melanda diriku saja, tapi juga semua orang di seluruh ruangan yang aku tinggali. Pada anak-anakku yang tidur di sebelahku, juga pada suamiku. Tapi mata ini sudah terlalu amat berat oleh kantuk yang melilit. Maka, ketika semua orang berusaha membenamkan diri dalam selimut tebal dan menguasai selimut tersebut, maka harus ada usaha lain selain berebut selimut. Menyelipkan kaki ke bawah kulit yang hangat adalah salah satunya. Dan aku terharu dengan kesediaan suamiku membagi kehangatan kakinya padaku. Dengan mata masih mengantuk, dia berusaha “menyelimuti seluruh telapak kakiku dengan telapak kakinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kejadian di dunia ini yang terjadi begitu sepele dan mungkin pada banyak orang menganggapnya biasa saja. Atau memang sudah seharusnya terjadi. Atau menganggap itu sebagai sesuatu yang tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari yang bersinar setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan yang turun rintik-rintik di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin yang berhembus di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang mengalir menuju ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung-burung yang berkicau di atas dahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam-ayam yang berkokok di pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ada yang aneh dengan semua itu? Pada beberapa orang mungkin itu hal yang biasa saja. Tapi... bagaimana jika suatu hari nanti, ternyata itu semua tidak ada? Bagaimana jika suatu hari nanti semua hal yang terjadi secara rutin ternyata tidak kita temui lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika suatu hari nanti kita tidak pernah bisa melihat matahari yang terbit lagi? Atau merasakan hujan yang turun rintik-rintik di malam hari? Dan bagaimana jika air tidak dapat lagi mengalir menuju ke laut? Dan semua burung-burung sudah musnah hingga tidak terdengar lagi kicauan mereka di atas dahan. Hingga pagi berlalu dalam senyap dan datar karena tidak ada lagi ayam-ayam yang berkokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pasti suatu hari yang mengerikan. Aku tidak mau membayangkan sejauh itu. Aku adalah perempuan yang sederhana. Maka, semua kejadian sederhana yang terjadi di sekelilingku menjadi terasa begitu istimewa. Akumenganggapnya selalu istimewa. Dan aku mencintai ke –istimewaannya. Aku bahagia ketika ada seseorang yang bersedia membagi kehangatan kakinya untuk tempat kakiku mendapatkan kehangatan yang sederhana. Aku bahagia ketika ada seseorang yang bersedia membagi senyumnya yang tulus dan memberikan sebuah origami burung bangaunya yang sederhana padaku sambil berkata lirih, “I love you, ibu.”.&lt;br /&gt;Aku bahagia ketika ada seorang yang berdiri memberi bangku di dalam bus yang sesak. Aku bahagia ketika suamiku membelikanku sebuah arem-arem isi ayam cincang yang tidak pedas di depan restoran besar tempat kami menunggu kendaraan umum. Pendeknya, ada banyak hal sederhana yang aku anggap istimewa dan itu ternyata menghadirkan rasa bahagia yang amat dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, ini hanya mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, jika aku meminta untuk dipetik rembulan yang indah di malam hari agar bisa rembulan itu bisa aku peluk, suamiku akan berusaha keras untuk mendapatkannya. Aku yakin itu. Tapi... itu hanya membuat aku sedikit merasakan kepuasan untuk kemudian segera merasa haus kembali. Keinginan dalam diri seorang perempuan terkadang tidak bisa jika hanya ditampung dalam dua telapak tangannya. Selalu perlu wadah yang lebih luas, lebih lebar dan lebih banyak lagi untuk menampungnya. Lalu seluruh raga terpaksa harus bekerja lebih giat lagi untuk memenuhi semua wadah-wadah yang kosong tersebut. Tapi apa yang terjadi setelah semua wadah itu diisi penuh? Ternyata, masih tetap ada rasa ingin mendapatkan yang lebih banyak lagi, dan lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, memilih untuk menjadi seseorang yang sederhana memang bisa membuat diri menjadi cepat bahagia.&lt;br /&gt;Tapi, menghargai semua kesederhanaan yang ada di sekeliling kita, membuat segalanya terasa menjadi istimewa.&lt;br /&gt;Dan puncak dari segalanya, mensyukuri semua yang diberikan oleh Allah, baik yang sederhana maupun yang rumit, adalah anak tangga menuju pribadi yang senantiasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. . aku sedang belajar untuk menuju ke sana. Dan ternyata aku masih berada di anak tangga paling bawah. Semoga tahun depan akan semakin baik usaha pembelajaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-uyl7lBYRMco/TvwO9SSEjCI/AAAAAAAAAHg/zQny4kZPKLA/s1600/73770_1225102925043_1753121861_429178_6808170_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="231" width="219" src="http://4.bp.blogspot.com/-uyl7lBYRMco/TvwO9SSEjCI/AAAAAAAAAHg/zQny4kZPKLA/s320/73770_1225102925043_1753121861_429178_6808170_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita&lt;br /&gt;(P.S: Maaf, ternyata aku tidak bisa membantumu teman. Aku juga bingung bagaimana menjelaskan padamu untuk mendapatkan yang kamu tanyakan itu. Tapi aku berdoa agar kamu memperoleh kebahagiaan di hari-hari mendatang. Aamiin.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-2451072585576007727?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/2451072585576007727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/refleksi-tahun-2011-1-bagaimana-caranya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2451072585576007727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2451072585576007727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/refleksi-tahun-2011-1-bagaimana-caranya.html' title='Refleksi tahun 2011 # 1: bagaimana caranya untuk bahagia?'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-uyl7lBYRMco/TvwO9SSEjCI/AAAAAAAAAHg/zQny4kZPKLA/s72-c/73770_1225102925043_1753121861_429178_6808170_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-375143189331192194</id><published>2011-12-29T22:17:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T22:17:32.174+07:00</updated><title type='text'>Ayo Kita Protes</title><content type='html'>Pernah nggak sih merasa haknya diinjak-injak oleh orang lain?&lt;br /&gt;Atau merasa sesuatu yang semestinya didapat tapi dihalangi berubah menjadi gumpalan yang menyesakkan dada?&lt;br /&gt;Ah.&lt;br /&gt;Saya pernah merasakannya. Dan rasanya amat sangat menyebalkan!!&lt;br /&gt;Tidak ada cara lain yang harus dilakukan untuk situasi seperti itu adalah melakukan protes. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;Bagaimana jika yang menahan hak kita itu adalah orang yang kedudukannya lebih tinggi dari kita?&lt;br /&gt;Bagaimana jika yang menghalangi kita berjumpa dengan hak kita tersebut ternyata seseorang yang kita segani?&lt;br /&gt;Jawabannya ternyata tetep saja sama, kita harus mengajukan protes.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Protes adalah cermin bahwa kita ingin keberadaan kita diakui oleh orang lain dan dihargai.&lt;br /&gt;Bahkan para nabi dan Rasul pun pernah mengajukan protes keberatan ketika mendengar perintah dari Tuhan, dari Allah SWT.&lt;br /&gt;Jadi, amat wajar jika kita sebagai manusia biasa mengajukan protes.&lt;br /&gt;Yang tidak boleh itu adalah protes yang anarkie, atau menghasilkan kerusuhan, atau menggelindingkan bola salju yang digelontorkan dengan cara menghembuskan fitnah yang sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jadi, kalau nggak suka, ya sudah, kalian harus protes."&lt;br /&gt;"Protes itu apa?"&lt;br /&gt;"Protes itu, kasi tahu ke orang yang kita nggak suka karena sesuatu, supaya orang itu mau berubah."&lt;br /&gt;"Caranya?"&lt;br /&gt;"Bisa ngomong langsung, bisa juga marah tapi cuma negur, bisa juga ngirim surat."&lt;br /&gt;"Bisa juga demo." Sebuah suara celetukan keluar ikut urun rembug.&lt;br /&gt;"Iya, demo juga boleh. Asal jangan merusak lingkungan."&lt;br /&gt;"Seperti di tipi-tipi itu ya?"&lt;br /&gt;"Iya, sayang." Lalu aku mengelus pipi halus putri bungsuku yang sedari tadi terus bertanya-tanya. Ada apa gerangan sih? Dia memang baru saja datang mengadu padaku karena diganggu kakak-kakaknya. Biasanya, aku memang tinggal mengeluarkan kata-kata saktiku, "Hei, sudah dong. Jangan ganggu adiknya terus." Lalu suasana damai kembali menyambangi rumahku. Tapi, kali ini , aku ingin memberi nasehat baru pada putri bungsuku yang baru berusia hampir 5 tahun (26 januari 2011 nanti dia tepat berusia 5 tahun). Yaitu, pentingnya untuk protes mempertahankan haknya jika ada yang mengganggu. Dia harus belajar untuk marah, belajar untuk mempertahankan miliknya, belajar untuk merebut sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya. Bukankah umur manusia tidak dapat diduga? Kemana dia akan mengadu jika nanti aku sudah tiada?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, beberapa hari kemudian setelah aku mengajarkan dia pentingnya protes jika ada yang mengganggunya, terjadi kembali sebuah keributan di rumahku. Kali ini gara-garanya adalah, kakaknya merebut boneka Pooh yang sedang dia mainkan. Hmm.. sebenarnya, bukan merebut, tapi ingin bermain bersama tapi porsi pembagian pemilikannya tidak seimbang (hehehehe, ini bahasa pejabat nih, yang suka memperhalus sebuah situasi. Ada bakat jadi pejabat ya aku sepertinya? ^_^ )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;JEDAR!&lt;br /&gt;JEDUR!&lt;br /&gt;Pintu dibanting mendadak setelah baru saja mereka saling sahut-sahutan. Lalu tiba-tiba senyap. Begitu senyap sampai aku sendiri bingung, "Hei, indahnya perdamaian. Cepat sekali mereka akur kembali. Alhamdulillah." Lalu, sambil masih memegang centong (karena memang aku sedang memasak), aku mengintip keduanya. &lt;br /&gt;Olala... ternyata, sang kakak sudah asyik dengan televisi. Sedangkan sang adik, sedang asyik membuat sesuatu. Cepat aku ambil kamera dan diam-diam mengabadikan gambarnya. Sambil tidak lupa wawancara tanpa setahu objek yang aku abadikan gambarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;gambar satu dan dua di bawah ini ; Hawna sedang bekerja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KzhRJ5_5zLI/TvyEGHWPFLI/AAAAAAAAAJA/-bHowOFuKOU/s1600/162887_1606593499071_1663186796_1410204_2301703_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-KzhRJ5_5zLI/TvyEGHWPFLI/AAAAAAAAAJA/-bHowOFuKOU/s320/162887_1606593499071_1663186796_1410204_2301703_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-4OIGPl-Vfog/TvyEGQ4PqWI/AAAAAAAAAJM/-I_cdQo4aEA/s1600/156720_1606597939182_1663186796_1410220_6549124_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-4OIGPl-Vfog/TvyEGQ4PqWI/AAAAAAAAAJM/-I_cdQo4aEA/s320/156720_1606597939182_1663186796_1410220_6549124_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sedang apa?"&lt;br /&gt;''Aku lagi nulis buat mbak Arna."&lt;br /&gt;"Nulis apa?" (Hawna belum bisa menulis dan membaca).&lt;br /&gt;"Nulis, Mbak Arna nggak boleh masuk kamar kalau boneka pooh madunya nggak dikembaliin ke aku. Kalau mau masuk kamar, boneka pooh madunya harus dikembaliin dulu ke aku. Pokoknya aku marah sama mbak Arna dan aku mau bonekaku kembali."&lt;br /&gt;"Wahh..begitu panjang protesnya."&lt;br /&gt;'Iya, panjang, biar mbak arna denger yang mau aku omongin." (pasti maksudnya tahu, bukan dengar..hehehe, namanya juga anak kecil)&lt;br /&gt;"Tapi, kenapa kertas protesnya ada dua?"&lt;br /&gt;'Iya, yang satunya lagi, tulisannya awas hati-hati nanti boneka poohnya kotor karena poohnya suka makan madu dan madunya itu kalau tumpah lengket jadi bisa datengin semut."&lt;br /&gt;"Puanjang buanget sih nak isi protesnya. Coba ibu baca.. boleh kan?"&lt;br /&gt;"Boleh.. tapi aku mau mbak arna sih yang baca."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, tok..tok..tok.. pintu dipukul-pukulnya dengan kepalan tangan mungilnya agar lem di kertas itu menempel dengan kuat di daun pintu. Setelah selesai, di depan pintu terlihat dua buah kertas. Ini isinya (tulisan pesannya sudah dibaca kan di atas?).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ZKF0A8dpfxY/TvyET2RwllI/AAAAAAAAAJY/71nJC1GLP0E/s1600/154960_1606610979508_1663186796_1410263_4146640_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZKF0A8dpfxY/TvyET2RwllI/AAAAAAAAAJY/71nJC1GLP0E/s320/154960_1606610979508_1663186796_1410263_4146640_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WbWIvqUMcO8/TvyEfFMW-fI/AAAAAAAAAJk/XPvn7ctNImo/s1600/156912_1606608739452_1663186796_1410256_5650825_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-WbWIvqUMcO8/TvyEfFMW-fI/AAAAAAAAAJk/XPvn7ctNImo/s320/156912_1606608739452_1663186796_1410256_5650825_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perhatikan perbedaan kedua gambarnya. Gambar yang hanya ada satu sosok itu, adalah peringatan untuk boneka pook agar madunya tidak kecret kemana-mana. Sedangkan gambar yang ada dua sosok itu adalah protes untuk mbak arna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita. Maaf ya notesnya nggak penting, cuma pingin berbagi cerita saja kok. ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-375143189331192194?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/375143189331192194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/ayo-kita-protes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/375143189331192194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/375143189331192194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/ayo-kita-protes.html' title='Ayo Kita Protes'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KzhRJ5_5zLI/TvyEGHWPFLI/AAAAAAAAAJA/-bHowOFuKOU/s72-c/162887_1606593499071_1663186796_1410204_2301703_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-2476377894779093331</id><published>2011-12-29T21:49:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T21:49:09.215+07:00</updated><title type='text'>Mengomentari Bacaan Yang Aku Baca</title><content type='html'>Ah. Ini cuma masalah selera.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sudah beberapa hari ini, eh, bukan. Tepatnya, sudah beberapa bulan ini, aku vakum menulis. Bukan berarti berhenti sama sekali dari menulis. Tidak. Masih terus menulis, karena menulis itu sudah menjadi candu untukku. Jadi, jika tidak menulis sama sekali dalam satu pekan itu, rasanya hidup jadi terasa hampa dan terasa ada yang hilang dari diriku. Mungkin karena menulis itu adalah hobbi yang amat sangat aku manjakan. Jadi, jika dia datang memanggil aku segera akan datang memenuhinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terkait dengan kegiatan penyaluran hobbi menulis tersebut, ada Soul Mate dari  hobbi menulis yang juga harus dilakukan. Artinya, jika keberadaan pasangan menulis ini tidak dilakukan, maka seorang penulis tidak akan pernah bisa menulis karena mereka memang ditakdirkan untuk bersama. Soul Mate dari menulis adalah kegiatan membaca dan mengamati. (Hm... memang rada poligami nih si menulis). Tiga serangkai ini harus senantiasa berjalan beriringan. Jika salah satu tidak dikerjakan, maka yang terjadi adalah ketimpangan yang akan membawa bencana bagi penulis itu sendiri. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya selalu punya cara unik untuk mengamati segala sesuatu di sekitar saya. Rajin ngobrol kiri kanan, suka mancing-mancing lebih dalam sebuah rahasia orang lain, terlibat lebih dalam dengan masalah dalam negeri orang lain, dan juga menjalin relasi komunikasi dengan banyak orang dan banyak komunitas. Segala sesuatunya sering saya tulis di dalam notes handphone saya. Itu sebabnya, meski gaptek total, saya tetap memerlukan diri untuk memakai handphone yang sedikit canggih hanya karena mereka memiliki fasilitas untuk menulis cepat, menyimpan data mentah tersebut dan mentransfernya dengan mudah ke PC di rumah untuk diolah kemudian. Jika suatu hari handphone tertinggal atau habis batterenya, maka saya sudah menyiapkan rencana B untuk menulis moment menarik yang ingin saya abadikan. Di dalam dompet saya, selalu tersedia sebuah pulpen mini (amat mini karena bisa disimpan di dalam dompet koin) dan saya juga tidak pernah membuang kertas struk pembayaran. Hehehehe.... yang terakhir ini lebih karena proyek idealis. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Coba deh perhatikan struk pembayaran yang anda terima dari kasir. Di bagian belakangnya selalu tersedia lembar kosong kan? Nah.. padahal, untuk menghasilkan kertas yang sepertinya tidak berguna ini, sudah berapa batang pohon di hutan kita yang ditebang? Itu sebabnya kertas struk ini selalu saya simpan karena sering saya gunakan kembali untuk menulis macam-macam. Menulis daftar belanjaan, menulis nomor telepon atau alamat rumah jika bertemu dengan seorang teman dan ingin tuker-tukeran alamat, dll. Nah... Kertas ini juga yang saya gunakan untuk menulis sebuah moment yang berpotensi untuk menjadi tulisan karena di pandangan saya sarat dengan sebuah hikmah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan untuk kegiatan membaca, saya memerlukan diri untuk menyediakan dana spesial, khusus untuk membeli buku. Dahulu sebenarnya saya berlangganan beberapa majalah wanita (karena suami juga berlangganan beberapa majalah yang dia sukai dan itu bukan majalah wanita). Tapi, dalam perkembangannya, saya mengamati sesuatu telah terjadi pada penyajian tulisan di majalah wanita tersebut. Apa yang terjadi? Yaitu, ternyata banyak penulis artikel di majalah wanita tersebut yang terkena penyakit malas menghasilkan tulisan yang berkualitas. Kebanyakan dari mereka banyak yang menulis Copy Paste sesuatu yang tersebar di internet, lalu membumbuinya dengan kalimat-kalimat pengantar atau penghubung. Menghiasinya dengan tata letak dan gambar dan WOALA... jadilah sebuah artikel. Fuih. Menyebalkan. Mending saya browsing internet saja sekalian, unlimited ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, saya berhenti berlangganan majalah wanita. Melirik tabloid, huff, hanya wartawan gosip yang rajin memperbaharui tulisan mereka dengan gosip baru. Apa bedanya dengan infotainment di televisi yang jam tayangnya dari pagi hingga tengah malam berganti-ganti di beberapa channel itu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada akhirnya, buku adalah pilihan yang paling menjanjikan untuk bisa membuka cakrawala dan merefresh pengetahuan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam perkembangannya saat ini, ternyata saya bertemu dengan cara membeli buku baru dengan mudah. Yaitu dengan cara barter buku dengan sesama penulis. Jadi, saya punya koleksi buku ini ini ini, dan mereka punya koleksi buku itu itu itu. Saya memilih buku yang saya inginkan, dan dia pun demikian. Lalu kami barter. Insya Allah sama-sama happy karena kami hanya mengeluarkan ongkos kirim saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya koleksi buku saya bertambah tanpa terasa dan diseling dengan berbagai kegiatan dan ketahanan fisik, saya mulai melahap membacanya satu persatu. Dan inilah komentar saya (yup, sekali lagi, ini hanya masalah selera):&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang pertama. Jujur. Saya ternyata tidak begitu menyukai buku yang memasukkan banyak sekali syair lagu di dalam tulisannya. Menurut saya ini sebuah manipulasi tingkat yang paling rendah sekali. Bayangkan jika dalam satu bab yang terdiri dari dari 6 halaman, dua lembarnya terdiri dari syair lagu yang ditulis layaknya sebuah syair yang harus dinyanyikan oleh kelompok paduan suara. Huff... kenapa nggak sekalian saja menuliskan partiturnya jadi bisa dimainkan oleh pembacanya?  Dengan begitu kan tulisan tersebut akan menjadi 10 halaman? Mentang-mentang sekarang dituntut harus menulis novel atau buku minimal 150 halaman, masa lagunya 50 halaman sendiri? (Itu sebabnya setiap kali ingin membeli buku, saya usahakan untuk mengintip dahulu di dalamnya, ada banyak sisipan lagu nggak ya? Karena, saya memang ingin mengeluarkan uang untuk membeli buku yang memuaskan mata, bukan ingin membeli buku lagu).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang kedua, saya juga tidak menyukai ternyata, buku yang banyak memasukkan kutipan orang lain kelewat banyak. Aduh!! Tolong deh, ini kan sedang membaca novel bukan sedang membaca makalah?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Misalnya begini (ini hanya rekaan saya saja ya, untuk ngasi gambaran betapa nggak enaknya baca novel yang mirip makalah):&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku termangu menatap buku yang terpampang di hadapanku. Kipas angin yang mengantarkan segelontor angin langsung menyibak halaman yang terpentang hingga mataku bisa leluasa membacanya. Buku itu seperti godam yang memukul-mukul kepalaku. Mengingatkanku pada peristiwa tempo hari yang seperti menari-nari di depan mata. Perih itu kembali terasa. Di buku itu tertulis:&lt;br /&gt;Butir-butir pancasila sila pertama adalah:&lt;br /&gt;1. Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;(1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;(2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;br /&gt;(3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;(4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;(5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang&lt;br /&gt;menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;(6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.&lt;br /&gt;(7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;hehehehehhe.... ini contohnya. Tuh, kesel kan berasa jadi baca makalah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari dua hal di atas, ada satu kesalahan fatal dari banyak penulis adalah, mereka sering lupa untuk menulis sumber dari mana mereka mengutip. Seperti lagu misalnya, kok saya tidak melihat catatan kaki siapa penyanyi aslinya, judul lagunya dan tahun berapa lagu itu dikeluarkan dan lewat label apa ya? Habiburrahman El Shirazy alias Kang Abik, senantiasa tertib menuliskan kutipan puisi atau lagu yang dia kutip loh. Hebat kan beliau. Sedangkan untuk sebuah makalah, wajib menuliskan narasumber kutipan (tapi ini niatnya nulis novel kan, bukan nulis makalah?)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang ketiga (dan karena saya menulisnya sudah terlalu banyak jadi menjadi yang terakhir), saya tidak suka dengan kumpulan puisi yang puisinya garing. Aduh...Arrrggghhh... mau marah rasanya membacanya. Jujur, saya tidak bisa menulis puisi. Mungkin karena saya punya kecenderungan untuk menulis banyak (makanya kalau disuruh nulis flash Fiction nyerah), saya selalu memandang kagum pada para penyair atau penulis yang mampu menulis puisi yang indah-indah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Membuat puisi itu susah. Kita harus merangkum sebuah rasa yang berjuta cukup dengan beberapa penggal kata saja. Lalu menaruh ruh di dalam beberapa penggal kata itu. Ini yang sulit. Itu sebabnya, meski hanya beberapa kalimat pendek, tapi kesan yang ditimbulkan dari sebuah puisi sering terasa membekas amat dalam bagi pembacanya. Dan saya termasuk seorang penikmat puisi. Setiap kali membuka facebook, ada beberapa notes dari beberapa sahabat yang selalu saya buka. Bahkan, jika sedang merasakan kejumudan untuk menulis karena tuntutan deadline yang mendesak sementara mood belum juga tertangkap, maka saya selalu mampir ke notes beberapa sahabat tersebut. Selalu ada padang rumpun hijau yang saya temui ketika mampir ke notes mereka, ada air terjun jernih, ada kicau burung dan langit biru.. semuanya menyegarkan pikiran dan menenangkan hati hingga inspirasi bisa kembali muncul dan kejumudan bisa ditanggulangi. Itu sebabnya dalam list teman, saya membuat list khusus dengan nama "teman penyair".  Syaiful Alim, Cepi Sabre, Arther Panther Olie, Faradina Izdhihary, Fajar Alayubi, dan sebagainya adalah deretan teman yang masuk list Teman Penyair saya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, apa yang terjadi ketika menerima sebuah buku kumpulan puisi dan ketika membacanya saya banyak membaca puisi yang garing? Aduh... dari sebuah tempat yang damai, tentram dan penuh inspirasi, saya seperti terlempar ke tempat yang tandus dan gersang. Bahkan saya pernah membanting sebuah buku yang sudah terlanjur saya beli, dengan harga yang lumayan,  karena memuat puisi yang amat buruk. Kesal. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itu sebabnya, secara jujur saya selalu merekomendasikan beberapa buku untuk dibaca kepada teman-teman dan sekaligus kadang merekomendasikan juga beberapa buku yang sebaiknya tidak usah dibeli atau tidak usah dibaca kepada teman-teman. Sekali lagi.. ini masalah selera.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yup, ini cuma masalah selera. Selera dari seorang Ade Anita yang sok tahu dan sering sok idealis (masih inget kan kasus kertas struk? hehe... jika kalian kenal saya lebih dalam, kalian bisa tahu seberapa sok idealisnya saya, mungkin sebelas duabelas dengan freak). Maafkan jika ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun. Sungguh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-tL3BrNUHta8/Tvx91ZhKzVI/AAAAAAAAAI0/ypG9ueZRyPQ/s1600/62190_160360787324056_100000504069363_454975_2700318_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="229" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-tL3BrNUHta8/Tvx91ZhKzVI/AAAAAAAAAI0/ypG9ueZRyPQ/s320/62190_160360787324056_100000504069363_454975_2700318_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-2476377894779093331?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/2476377894779093331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/mengomentari-bacaan-yang-aku-baca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2476377894779093331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2476377894779093331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/mengomentari-bacaan-yang-aku-baca.html' title='Mengomentari Bacaan Yang Aku Baca'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-tL3BrNUHta8/Tvx91ZhKzVI/AAAAAAAAAI0/ypG9ueZRyPQ/s72-c/62190_160360787324056_100000504069363_454975_2700318_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-7098292858274673295</id><published>2011-12-29T21:28:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T21:28:27.825+07:00</updated><title type='text'>Dia yang kusayang</title><content type='html'>Entahlah. Setiap kali melihat dia datang, saya selalu merasa memiliki rasa sayang yang berlimpah yang tiba-tiba tumbuh dan memenuhi seluruh isi rongga dada saya.&lt;br /&gt;Perempuan itu, perempuan hitam manis dengan tubuh yang  langsing. Setiap hari dia datang dengan keringat yang berbutir-butir di seluruh permukaan pelipis dan wajahnya. Saya tidak pernah melihatnya marah, menggerutu atau memasang wajah sedih. Dia selalu terlihat tabah dan bahagia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ayo nak, kita masuk kelas ya sekarang."&lt;br /&gt;"Ayo nak, sudah jangan berbuat seperti itu lagi, kamu melukai hati ibu jika kamu melakukan itu sayang."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seluruh kalimat yang dia ucapkan selalu merupakan kalimat sejuk yang disertai kesabaran yang tinggi. Dia, perempuan itu, perempuan hitam manis dengan tubuh yang  langsing. Dia adalah ibu dari seorang anak lelaki berusia delapan tahun yang meski sudah berusia delapan tahun tapi masih duduk di kelas B Taman Kanak-Kanak. Ya, putra perempuan itu menderita Autis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setiap pagi, anaknya hanya duduk berjongkok menatap roda sepeda motor yang bisa diputar karena motor yang diparkir memang selalu membuat sebelah rodanya terangkat hingga bisa diputar dengan sebelah jemarinya. Mata mungil itu selalu serius menatap tak berkedip roda motor yang diputarnya. Dengan sabar, si ibu setiap hari, setiap pagi, membujuk anaknya agar mau masuk kelas dan mengikuti pelajaran. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diam-diam, aku selalu menyimpan haruku ketika sedang bersamanya. Aku tahu, dia tidak ingin aku memperlihatkan rasa haruku.&lt;br /&gt;"Anak saya ditolak dimana-mana karena menderita Autis. Ada sekolah khusus Autis, tapi harganya tidak bisa dijangkau oleh kantong kami. Jadi, biarlah kami menyekolahkan Rayhan disini saja. Biar saja dia tua sendiri di kelasnya, yang penting dia perlahan bisa mengerti bagaimana ketika harus berbaur dengan orang lain. Saya tidak suka jika orang lain memandang kasihan pada anak saya. Seakan-akan, anak saya itu tidak waras. Anak saya cerdas, sungguh dia cerdas, hanya saja dia terlahir sebagai anak yang istimewa."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadilah setiap hari saya bertemu dengan Melur (bukan nama sebenarnya) karena anak saya memang satu sekolah dengannya lalu menyaksikan kehebatan ibu yang satu ini dalam mengasuh anaknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rayhan (bukan nama sebenarnya juga) sering membentur-benturkan kepalanya ke dinding jika apa yang dia inginkan tidak dimengerti oleh orang lain. Mungkin dia kesal karena orang lain tidak juga mau mengerti apa yang dia maksud padahal dia merasa sudah berusaha menyampaikannya dengan bahasa diam dan gerakan-gerakan tertentunya. Jika sudah begitu, apalagi jika kepalanya sampai berdarah karena dibenturkan terlalu keras ke dinding, Bu Melur hanya bisa memeluk erat tubuh putranya yang bahkan sedikit lebih besar ketimbang tubuhnya sendiri. Menahannya agar Rayhan tidak lagi membenturkan kepalanya di dinding atau pintu atau meja kayu, sambil tidak lupa membujuk Rayhan dengan rentetan kalimat permohonan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jangan sayang, jangan lakukan itu lagi ya sayang. Ibu sedih setiap kali kamu melakukan itu. Ibu ada disebelahmu, katakan apa yang kamu inginkan tapi jangan sakiti dirimu nak."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah kalimat permohonan itu diucapkan berulang kali, barulah Rayhan mengehentikan kegiatannya membenturkan kepalanya dan menatap sang ibu dengan pandangan kosong tidak berkedip. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu hari, Melur datang padaku dengan wajah sedih. Melur tidak pernah memiliki wajah sedih, tapi hari itu dia sungguh  nyata datang padaku dengan wajah sedihnya. Hampir saja aku menyangka dia telah salah menyeka wajahnya dengan handuk yang tertinggal wajah sedih milik orang lain yang sebelumnya telah menyeka wajahnya dengan handuk yang sama. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bu Melur, kenapa?"&lt;br /&gt;"Aku hamil."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada banak perempuan, kehamilan adalah sebuah berita gembira yang amat dinanti-nanti. Tapi ternyata hal ini justru sesuatu yang tidak diharapkan oleh Bu Melur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bagaimana aku mengurus Rayhan jika aku hamil dan punya bayi lagi?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duh... sebuah takdir yang tidak bisa dihindari. Hingga sembilan bulan kemudian, sang bayi lahir. Rayhan tidak masuk sekolah selama beberapa hari. Tapi, di hari ke delapan, tiba-tiba Bu Melur hadir dengan Rayhan dan bayinya ke sekolah kembali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Waah, belum 40 hari, kok sudah jalan-jalan?"&lt;br /&gt;"Iyah, Rayhan terus menerus membenturkan kepalanya di rumah karna ingin sekolah." (lalu aku melirik kepala Rayhan yang dililit perban putih)&lt;br /&gt;"Aku juga sebenarnya repot, tapi nggak ada pilihan sepertinya. Nggak papah deh, mungkin memang sudah takdir aku ya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu pemandangan harian yang dulu sering aku lihat terjadi di sekolah terjadi lagi. Rayhan yang sering asyik memutari roda motor guru kelasnya, terus menulis tanpa mau berhenti, dan semua bujukan-bujukan yang terus terucap.  Menjelang siang, barulah mereka bertiga pulang. Aku meminta izin untuk ikut mengantar sahabatku ini hingga ke rumahnya yang ternyata amat jauh dari sekolah. RUmahnya ternyata amat sederhana. Seluruh dinding rumahnya tampak retak dan catnya terkelupas atau pecah. Beberapa noda darah kering tampak menghiasi dinding tersebut. Aku tahu siapa pemilik noda darah itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Maaf ya rumahnya kecil dan jelek." Aku hanya tersenyum. Tidak peduli sebenarnya, apapun bentuk fisik rumah sahabatku ini. Menjelang siang, aku pun panik pulang. Tapi sebelum pulang, aku sempatkan untuk merentangkan kedua tanganku lebar-lebar agar bisa memeluk erat tubuh mungil sahabatku ini (tapi inipun tidak bisa karena luka bekas operasi caesar di perutnya masih tertutup perban putih, yang bahkan tampak sedikit ada noda darah karena luka jahitan yang sedikit tergores,  karena Rayhan, menurut akuan Bu Melur, mengamuk dua hari yang lalu).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kamu tahu Bu Melur, aku sayang sekali dengan dirimu. Kamu hebat banget, kamu selalu memberiku inspirasi tentang arti perjuangan seorang bunda yang sebenarnya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"I Love You sister, love you cause Allah, semoga kamu selalu diberkahi." Bu Melur tidak menjawab ucapanku, tapi aku merasa pelukanku dibalasnya. Kedua tangannya erat melingkari pinggangku. Dan dia menangis di pelukanku. Sungguh-sungguh menangis. Padahal, selama ini dia tidak pernah menangis. Dia, perempuan hitam manis bertubuh mungil yang senantiasa tabah dan senantiasa kuat.&lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita (ini kisah nyata yang terjadi beberapa tahun yang lalu; teringat kembali  di ingatanku karena hari ini aku mendapat teguran dari seorang sahabatku).&lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt; statusku hari ini:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ade Anita&lt;br /&gt;ternyata.. aku baru tahu bahwa ada yang lebih asyik ketimbang main game dan facebook. Yaitu menggambar... aduh... makin autis nih gara2 corat coret bikin gambar..... pantas anak kecil suka banget coret dinding rumah ortunya (untung bukan anakku, kalo anakku, begh.. udah aku suruh coret rumah orang lain kali). Udah ah.. kembali berautis ria deh.. ngegambar dulu..Like ·  · 10 hours ago&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fitri Andriani, Ndaru Wulansari, Fajar Alayubi and 3 others like this.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kartini Bhethawee dgn corat-coret bs membuka sebuah inspirasi, dan mengeluaran uneg2 lewat sebuah coretan... :)&lt;br /&gt;10 hours ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yulianti Wikanto Mau dong De, digambarin :)&lt;br /&gt;10 hours ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ade Anita nah loh...mo digambarin apa mbak cantik?&lt;br /&gt;9 hours ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yulianti Wikanto Mau gambar apa aja..asal dibikinin sama Ade ;)&lt;br /&gt;8 hours ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fitri Andriani iya mbak....sepakat deh! aq dl,ktka masa pencarian jati diri...melukis&amp;menggambar adalah pelarian dr suntuknya hati&amp;tmpat curahan segala rasa....warna warni.&lt;br /&gt;6 hours ago · Like ·  1&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Delete commentMark as spam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Witri Sansris Mba ade sayang, pernah suatu kali dlm pertemuan orang tua murid d sklhan anakku, ada seorang ibu mengingatkan atau mungkin lbh tepat menghimbau, jangan gunakan istilah "autis" dlm bhs gaul kita sehari2, krn bagi dia yg anaknya menderita kelainan itu, terasa "teriris" hatinya ketika membaca or mendengar orang dg ringan mengucapkan itu, smtr dlm hatinya ia berkata, "andai mrk tau perjuangan aku, anakku, betapa tdk mudah". &lt;br /&gt;Aku pun setuju, yuk mba, ajak teman2 utk mulai berhenti menggunakan istilah spt itu. Maaf&lt;br /&gt;5 hours ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ade Anita&lt;br /&gt;dapat teguran dari seorang sahabat agar tidak menggunakan kata 'autis' dlm bahasa gaul (utk menyebut kegiatan menyendiri). karena kita sepatutnya menjaga perasaan para ortu yang anaknya menderita autis. Perjuangan mereka tentu tidak mudah. Sebuah nasehat yg indah sekali (terima kasih ya sudah mengingatkan. &lt;br /&gt;Teman yang tersinggung dengan bahasa gaul "autis" yang saya pakai selama ini, maafkan saya ya... janji deh, setelah ini tidak akan lagi memakai kata "autis" dalam bahasa gaul saya.Like ·  · 26 minutes ago&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Triyan Tri, Slamet Hidayat Wikarto, Indrie Matrie and 3 others like this.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hasanudin H Syafaat kata gantinya apa?&lt;br /&gt;25 minutes ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ade Anita ini lagi dipikirin... bersemedi? bertapa? menyendiri?&lt;br /&gt;24 minutes ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hasanudin H Syafaat ber uzlah :)&lt;br /&gt;23 minutes ago · Unlike ·  1&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tras Rustamaji anti sosial?&lt;br /&gt;23 minutes ago · Unlike ·  1&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Delete commentMark as spam&lt;br /&gt;Dzunnun Amrullah alienasi diri&lt;br /&gt;23 minutes ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ade Anita ‎Tras Rustamaji: nah.. itu lebih keren ya.. ansos..&lt;br /&gt;23 minutes ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Like ·  · Unfollow post · Share · Delete&lt;br /&gt;Rika Risnawati, Andikha Mirza Gangga, Amalia Dewi F and 40 others like this.&lt;br /&gt;1 share&lt;br /&gt;Ade Anita semua yang ngelike.. makasih ya...&lt;br /&gt;15 November at 22:52 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya Chandra Terima kasih .. :)&lt;br /&gt;15 November at 22:54 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syifa Qurrota A'yun Mb Ade,aku kebetulan punya sahabat yg putrinya(berumur 9 th)menderita autis dan orang tua tunggal(suaminya meninggal).Aku tahu kesulitan yg dialaminya.Karena masalah utama autis adalah ketidakmampuan berkomunikasi,maka mslh biasanya timbul ...See more&lt;br /&gt;16 November at 00:00 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eni Martini aku membacanya lewat hp jadulku&lt;br /&gt;kisah sedih yg menguatkan&lt;br /&gt;peluk buat 'melur'&lt;br /&gt;tulisan ini mengingatkan aku sama mba linda,org yg pertama kali meng-sms-ku krn aku pernah menggunakan kata 'autis' dan sejak itu seingatku aku sdh tdk menulis2 sbuah kegiatan sdiri-asyik-khusuk sbg autis-nya bhs 'gaul'&lt;br /&gt;16 November at 00:05 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shabrina Ws mengingatkan sy dg murid sy dulu. Rama dan Bunga. bukan nama sebenarnya.skrg mrk dah SD dg prestasi yg bagus. insyaAlloh Rayhan juga bisa begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan, ya. sebaiknya memang tdk menggunakan kata itu.&lt;br /&gt;16 November at 00:43 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari Viciawati setuju mbak... saya bukan autis, tapi konsentrasi tinggi (liatin hape) :p&lt;br /&gt;16 November at 03:38 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asagi Enpitsu T_T bener2 inspirasi,mbk..jazakillah,yaa&lt;br /&gt;16 November at 05:26 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leyla Imtichanah Mba Ade ini ya... padaha di Be a Writer pernah ada yang mengingatkan juga lho supaya gak pake kata autis untuk maksud yg lain, mungkin Mba Ade gak baca, hehe... Sedih baca ceritanya. Kayaknya cerita mba ade bisa dikumpulkan jadi catatan inspiratif.&lt;br /&gt;16 November at 07:01 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astrid Septyanti Fuyuharuaki kereeeeen....&lt;br /&gt;berapa kali (sering) dulu saya bertemu dg anak-aak berkebutuhan khusus. bener2 menyayat hati. beruntung kalau orang tuanya menyadari bahwa anak itu titipan, tidak sedikit orang tua yang menganggap anak itu ""musibah". semoga tulisan ini membawa banyak hikmah untuk diresapi y mbak. makasi tagnya.... :)&lt;br /&gt;16 November at 07:32 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miyosi Ariefiansyah ya Allah... sy jd teringat seorg ank sedihhh T.T&lt;br /&gt;16 November at 07:33 · Unlike ·  1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fifin Andriyani jadi teringat putra temanku. tapi mereka pintar lho mbak ade...satunya malah sudah sma. tulisan yang kereen... :)&lt;br /&gt;16 November at 10:04 · Unlike ·  1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astia Zaibi kalo adeknya rayhan msh bayi smp skr , kasih ia ajah..heheheehe..sedih yha ? jd keinget sm wanda anknya om pendi dan gmana om pendi sm istrinya sabar ngadeppin dia..#btw pengganti autis plg bener ansos;anti sosial#&lt;br /&gt;16 November at 11:00 · Unlike ·  1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitri Gita Cinta Y_Y&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*speechless*&lt;br /&gt;16 November at 18:59 · Unlike ·  1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anne Adzkia Indriani Sedih bacanya...aku pny pengalaman mirip,ttg adikku. Rasanya sedih klo ϑi angkot ssorg menatap adikku dgn pandangan 'tidak biasa'. Rasanya dia sdg bilang 'org yg aneh'. Adikku sudah 21 thn, dan dia msh spt anak usia 4-5 thn. Mohon doanya jg mbak Ade,semoga Allah memberi yg terbaik utk Rayhan, adikku dan org2 -istimewa- spt mereka...&lt;br /&gt;16 November at 21:57 · Unlike ·  3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batavia Jayakarta · 15 mutual friends&lt;br /&gt;AMIN YAA ALLAH.&lt;br /&gt;17 November at 00:24 · Unlike ·  1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adhy Rical ‎^&lt;br /&gt;kangen sahabat kecilku di laronanga. kedua orangtuanya terpaksa memasungnya. jika tak ada tamu, anak itu dipasung di belakang rumah yang menyerupai gudang. jika tamu datang, anak itu cukup diikat salah satu kakinya di tiang rumah atau me...See more&lt;br /&gt;17 November at 07:07 · Unlike ·  1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurul Asmayani T_T Titip peluk buat Mba Melur Mba. Semoga Allah mengganti jerih payahnya dengan pahala.&lt;br /&gt;17 November at 08:04 · Unlike ·  1&lt;br /&gt;Ade Anita to All.. maaf baru online sekarang jadi baru lihat semua komentarnya hari ini... ternyata, anak-anak istimewa itu terdapat di hampir sekeliling kita ya.... itu artinya, orang tua yagn istimewa juga terdapat di sekeliling kita... semoga kita bisa belajar dari kesabaran dan kearifan mereka dalam berusaha dan berpikir... makasih semua&lt;br /&gt;17 November at 15:38 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Nurul Asmayani: aku dah lama nggak ketemu Mbak Melur, rumahnya jauuuhh... dia dlu menyekolahkan anaknya di dekat rumahku karena hampir semua sekolah "biasa" yang "murah" di dekat lingkungan rumahnya tidak ada yang mau menerima anaknya... seharusnya, jika semua baik-baik saja, Rayhan sudah berusia 15 tahun...&lt;br /&gt;17 November at 15:40 · Like ·  1&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Anne Adzkia Indriani: *peluk anne... aamiin, semoga Allah senantiasa memberikan yang terbaik untuk Anne sekeluarga dan kemudahan untuk adikmu dalam mengarungi kehidupan ini....&lt;br /&gt;17 November at 15:41 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Astia Zaibi: ade dah nggak ketemu rayhan dah lama.. seharusnya dia dah berusia 15 tahun sekarang, berarti adik bayinya itu berusia kira-kira. sekarang... 7 tahun ya....&lt;br /&gt;17 November at 15:42 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Fifin Andriyani: makasih fin&lt;br /&gt;17 November at 15:42 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Leyla Imtichanah: iya.. itulah dia.. aku tuh nggak bsa aktif tiap hari mantengin BAW.. jadi, terkadang suka ketinggalan berita yang dah tertimbun di bawah... karena begitu aku masuk BAW, yang aku baca yang paling atas, terus di bawahnya, di bawahnya, sampai akhirnya waktu ngenetku habis... hehehehe...&lt;br /&gt;17 November at 15:44 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Syifa Qurrota A'yun: iya... sepertinya para ortu anak2 istimewa itu diberi porsi kesabaran dan ketabahan di atas rata2 orang kebanyakan ya... subhanallah Maha Adilnya Allah SWT&lt;br /&gt;17 November at 15:48 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita makasih ya semuanya&lt;br /&gt;17 November at 15:49 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Witri Sansris: aku bikin notes ini karena kamu yang sudah mengingatkan aku... makasih ya&lt;br /&gt;17 November at 15:49 · Like ·  1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astrid Septyanti Fuyuharuaki iya mbak Ade Anita, murid2 saya yang walau hanya 5 orang, semuanya istimewa dg segala kelebihan dan kekurangannya yang seringkali buat saya ngos-ngosan ngajarnya. hehehe&lt;br /&gt;17 November at 16:34 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Astrid Septyanti Fuyuharuaki: waah.. subhanallah..luar biasa tuh astrid... jadi insya Allah kamu terbebas dari kelebihan lemak nantinya.. hehehe... tetap semangat ya astrid&lt;br /&gt;17 November at 16:35 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astrid Septyanti Fuyuharuaki hehehe...iya mbak....ngajarin satu-satu. kerjaan tiap hari muter-muter dari satu bangku ke bangku lainnya.... tetep semangat, habis tiap hari ketemu mereka pulangnya senyuuuuum terus. meski capeknya g ketulungan. :)&lt;br /&gt;17 November at 16:40 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita seru tapi ya astrid..&lt;br /&gt;17 November at 16:41 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astrid Septyanti Fuyuharuaki iya mbak. kalau pas giliran saya libur mengajar tapi main ke sekolah, mereka dari jauh pasti udah berlarian menghampiri sambil teriak-teriak dan merenggangkan tangan bersiap memeluk saya. ah, bahagianya ada di sekeliling anak-anak...&lt;br /&gt;17 November at 16:42 · Like ·  1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hairi Yanti iya mbak... ynt juga meninggalkan kata autis buat bahan becandaan. Pernah baca blog seorang ibu yang anaknya autis.. dan menyerukan orang2 agar memperhatikan perasaan mereka agar jangan menjadikan kata autis sebagai bahan bercanda. Di sana ...See more&lt;br /&gt;18 November at 07:08 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KembaRa Gelungan Hitam ya ada baiknya saran itu memang demikian mba ade,,, merumpamaan lain masih banyak selalin kata autis,,, ty inspirasinya&lt;br /&gt;18 November at 08:23 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita iya yanti.. aku langsung nurut kok&lt;br /&gt;19 November at 13:13 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalia Dewi F mbak Ade Anita, makasih sudah membuat tulisan ini dan aku di taq pula. Sebagai ibunda dari anak yang autis, tentu aku pun tak rela istilah itu digunakan seenaknya. Tidak ada yang lebih istimewa dari anak-anak autis. Mereka lebih bisa melihat dengan detail segala alur kehidupan di sekitarnya, yang mana kita sering abai terhadap hal itu.&lt;br /&gt;20 November at 13:13 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepi Sabre saya setuju soal 'autis' itu, mba ade. ada beberapa kata yang memang bisa kita pilih dengan lebih bijak untuk tidak menyinggung orang lain. saya sendiri masih sering terpeleset dengan ini. kita semua juga saya rasa.&lt;br /&gt;21 November at 15:53 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyasti Aryandini ibu istimewa untuk anak istimewa, there's always a great mother behind a great children....subhanallah, nangis bombay baca note mbak Ade ini hiks....hiks..&lt;br /&gt;24 November at 00:29 · Like&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-7098292858274673295?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/7098292858274673295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/dia-yang-kusayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/7098292858274673295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/7098292858274673295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/dia-yang-kusayang.html' title='Dia yang kusayang'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-8408474387121429425</id><published>2011-12-29T21:20:00.002+07:00</published><updated>2011-12-30T08:29:45.528+07:00</updated><title type='text'>Fallen</title><content type='html'>I can't believe it, you're a dream comin' true. &lt;br /&gt;I can't believe how I have fallen for you. &lt;br /&gt;And I was not looking, was content to remain. &lt;br /&gt;And it's ironic to be back in the game. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are the one who's led me to the sun. &lt;br /&gt;How could I know that I was lost without you... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I want to tell you, you control my rain.. &lt;br /&gt;And you should know that you are life in my veins. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are the one who's led me to the sun. &lt;br /&gt;How could I know that I was lost without you... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can't believe it, you're a dream comin' true. &lt;br /&gt;I can't believe how I have fallen for you. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I was not looking, was content to remain. &lt;br /&gt;And it's erotic to be back in the game. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=rAGtATC82OI"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=rAGtATC82OI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-8408474387121429425?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/8408474387121429425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/fallen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/8408474387121429425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/8408474387121429425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/fallen.html' title='Fallen'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-5786984031178333265</id><published>2011-12-29T15:38:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T15:38:23.429+07:00</updated><title type='text'>ternyat aasyik ya</title><content type='html'>Jujur nih.. selama ini aku nulis blog buat iseng-iseng aja. Ini gara-gara gaptek. Dulu, aku nggak bisa masukin foto, gambar atau apapun ke blog ini selain masukin tulisan aja. Ya sudah, karna nggak ngerti aku pun memperlakukan dia sebagai sebuah memory internal untuk semua tulisanku, termasuk tulisan di &lt;a href="http://kafemuslimah.com"&gt;&lt;/a&gt;... tapi, belakangan, setelah ngobrol sana ngobrol sini dengan beberapa orang, ternyata nulis di blog itu asyik juga ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena blog punya keistimewaan dibanding diary. Yaitu, bisa masukin gambar dan link. Yiippiii... mana bisa kita masukin kedua hal ini ke diary kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan keistimewaan lain adalah, tulisan di blog itu dibaca orang. nah.. nah.. ini yang harus diwaspadai. Artinya, kita nggak bisa asal cablak kan? hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okeh.. berarti mulai sekarang aku mau serius nulis di blog ini. Asyik sih ternyata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-5786984031178333265?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/5786984031178333265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/ternyat-aasyik-ya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5786984031178333265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5786984031178333265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/ternyat-aasyik-ya.html' title='ternyat aasyik ya'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-347865331822554665</id><published>2011-12-28T10:25:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T10:25:01.816+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Cerpen by Rurin Kurniati</title><content type='html'>Rurin Kurniati created a doc.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengenal Cerpen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENGERTIAN CERPEN&lt;br /&gt;Cerpen adalah cerita pendek yang memiliki satu cerita atau peristiwa yang diungkapkan di dalamnya, atau mengandung satu persoalan dan satu kesan, yang keseluruhannya dibaca secara singkat atau sekali duduk yang biasanya menghabiskan waktu 10-15 menit.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;II. KARAKTERISTIK CERPEN&lt;br /&gt;Cerpen memiliki karakteristik (ciri khas) utama sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Konflik : tunggal&lt;br /&gt;Sebagaimana pengertiannya, konflik tunggal identik dengan “satu persoalan dan satu kesan”. Konflik / persoalan terdiri atas:&lt;br /&gt;a. Konflik personal, semisal konflik psikologis&lt;br /&gt;b. Konflik antarpersonal, misalnya konflik dengan orang lain&lt;br /&gt;c. Konflik situasi, misalnya konflik diri dengan situasi sekitar, entah dengan situasi sosial, politik, ekonomi, bencana alam, dll.  &lt;br /&gt;2. Tokoh utama : tunggal&lt;br /&gt;Ada satu tokoh utama dalam cerpen, dan tokoh tersebut bisa tunggal (aku, saya, kamu, dia, si A), bisa pula dalam jumlah tertentu.&lt;br /&gt;Tokoh utama pun tergolong dua jenis :&lt;br /&gt;a. tokoh manusia&lt;br /&gt;b. tokoh yang dipersonifikasikan, misalnya hewan, tumbuhan, benda-benda, dll.&lt;br /&gt;Penempatan tokoh utama dalam cerpen sebaiknya pada permulaan (bagian awal) cerpen.  &lt;br /&gt;3. Waktu : Peristiwa / cerita berdurasi maksimal 2 tahun.&lt;br /&gt;Penulisan Fiksi Josip Novakovich (2003) mengatakan, cerpen meliputi waktu dari beberapa menit, hari sampai satu atau dua tahun; umumnya tidak lebih dari dua tahun. Senada dengan yang pernah dikatakan Sastrawan Raudal Tanjung Banua ketika beliau menjadi Juri dalam Lomba Menulis Cerpen tingkat Pelajar se-D.I. Yogyakarta (2004), cerpen meliputi kurun waktu hingga dua tahun.&lt;br /&gt;Apabila pengarang hendak memasukkan masa silam, biasanya bisa berupa “cerita flashback” atau disusupkan dalam sepenggal ingatan tokoh.  &lt;br /&gt;4. Karakter kata : 500 -5.000 kata, bahkan ada juga cerpen yang berisi 30.000 kata (ratusan halaman!).  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;III. PETA CERPEN&lt;br /&gt;A. PERMULAAN (5-10%)&lt;br /&gt;1. Perkenalan&lt;br /&gt;2. Perkembangan Konflik  &lt;br /&gt;B. BAGIAN TENGAH (80-90%)&lt;br /&gt;1. Masuk ke Konflik&lt;br /&gt;2. Ketegangan (Suspense)&lt;br /&gt;3. Klimaks  &lt;br /&gt;C. BAGIAN AKHIR (5-10%)&lt;br /&gt;1. Penyelesaian konflik&lt;br /&gt;2. Antiklimaks&lt;br /&gt;3. Kejutan (Surprise)  &lt;br /&gt;PERMULAAN / PENGENALAN / INTRODUCTION / PROLOG (5-10 %)&lt;br /&gt;1. Perkenalan&lt;br /&gt;Perkenalan atau pembukaan cerpen ini menuturkan perihal apa, siapa, di mana, kapan dan mulai masuknya konflik. Perkenalan tidak usah diceritakan bertele-tele. Lebih cepat, tepat dan ringkas bagian ini lebih baik.  &lt;br /&gt;2. Masuk ke Konflik&lt;br /&gt;Konflik secepatnya dimunculkan. Konflik merupakan unsur yang menimbulkan persoalan dalam cerita. Ada sesuatu hal yang menarik sehingga pengarang merasa perlu menuliskannya. Menulis cerita adalah menemukan masalah, menemukan persoalan, menemukan konflik. Seorang penulis adalah seorang pencari masalah!  &lt;br /&gt;PERKEMBANGAN / PENGURAIAN KONFLIK (80-90 %)&lt;br /&gt;1. Perkembangan Konflik&lt;br /&gt;Konflik ini dapat terjadi dalam diri manusia atau hubungan manusia dengan lingkungannya. Konflik dalam diri manusia itu sendiri, antara lain kejiwaan, spiritual, falsafah dan seterusnya. Konflik manusia dengan lingkungannya, antara lain konflik sosial, konflik fisik, dan seterusnya. Pengolahannya harus tetap terfokus pada satu konflik atau satu persoalan.  &lt;br /&gt;2. Ketegangan (Suspense)&lt;br /&gt;Pengarang harus mahir dalam menyusun serentetan ketegangan (suspense) yang menarik pembaca sehingga dalam benak pembaca akan muncul pertanyaan : “Apa yang akan terjadi kemudian?”  &lt;br /&gt;3. Klimaks&lt;br /&gt;Bagian ini menantang pengarang untuk unjuk keterampilannya. Pada bagian ini pengarang menggiring semua bahan cerita menuju suatu klimaks cerita.&lt;br /&gt;Di sini pun akan muncul konflik/masalah lainnya (yang masih berhubungan dengan cerita), sehingga dari kalimat dan paragraf itu akan memancing pertanyaan: “Apa lagi yang akan terjadi? Apa lagi? Apa lagi?”  &lt;br /&gt;PENGAKHIRAN / ENDING / EPILOG (5-10 %)&lt;br /&gt;1. Pemecahan / Penyelesaian Klimaks Konflik&lt;br /&gt;Setelah cerpen diisi dengan konflik dan ketegangan mencapai suatu klimaks, pengarang melakukan pemecahan / penyelesaian terhadap klimaks konflik. Apakah konflik yang memunculkan suspense dan klimaks dapat diantisipasi? Atau pembaca berpikir, “Bagaimana penyelesaiannya? Akan beginikah? Akan begitukah?”&lt;br /&gt;Misalnya, apakah murid bandel itu akan bertobat? Apakah guru yang baik itu bisa sembuh dari penyakit? Apakah penjaga sekolah itu akan sanggup membuktikan bahwa hantu itu ternyata adalah permainan iseng murid-murid?  &lt;br /&gt;2. Antiklimaks&lt;br /&gt;Alur cerita menggiring pembaca dari sajian pemecahan klimaks menuju akhir dari cerpen, “Bagaimana akhirnya?”  &lt;br /&gt;3. Kejutan (Surprise)&lt;br /&gt;Kejutan (surprise) di akhir cerita juga dapat membuat cerita menjadi menarik, memberi kesan tersendiri bagi pembaca. Pengarang harus mengolah akhir cerpennya agar alur berpikir pembaca mengenai keseluruhan cerpen pada akhirnya menemukan suatu surprise. Ketika pembaca menebak-nebak (mungkin membuat suatu kesimpulan) akhir cerita “akan begini-begitu”, surprise bisa mengecoh tebakan itu sehingga memberi kesan tersendiri bagi pembaca. Surprise bisa saja berupa perkembangan suspense yang tak diduga-duga oleh pembaca.  &lt;br /&gt;Contoh&lt;br /&gt;Konon ada seorang raja yang sangat mencintai isterinya. Mereka saling mencintai dan amat bahagia. Rakyat ikut bahagia. [Pengenalan]&lt;br /&gt;Pada suatu hari sang permaisuri jatuh dari kuda tunggangannya ketika mereka berdua sedang meninjau kebun anggur. Sang permaisuri menderita luka yang sangat parah, sehingga ia meninggal dunia. Raja amat sedih. Ia merasa telah kehilangan segalanya. [timbulnya konflik]&lt;br /&gt;Hari-hari berikutnya sang raja tak sanggup menanggulangi kesedihannya. Lantas ia mengurung diri dan tidak mau makan. Kondisi kesehatannya mulai menurun. Tubuhnya lemas dan jatuh sakit. Dalam sakitnya ia terus mengigau, memanggil istrinya. [klimaks]&lt;br /&gt;Raja tak kuat mengatasi sakit dan rasa kehilangannya. Akhirnya sang raja wafat karena duka-lara. [pengakhiran]  &lt;br /&gt;Konflik utama cerita adalah konflik batin dalam diri sang raja, dan konflik itu menimbulkan suspense: bagaimana akhir hidup sang raja?  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;IV. UNSUR-UNSUR CERPEN&lt;br /&gt;A. Unsur Intrinsik&lt;br /&gt;Unsur Intrinsik disebut juga unsur-unsur dalam cerpen, atau juga struktur cerpen. Unsur-unsur ini terdiri dari: 1) alur, 2) tokoh, 3) lokasi, 4) waktu, 5) suasana.&lt;br /&gt;1) Alur / Plot&lt;br /&gt;Alur/plot adalah perjalanan cerita dari awal sampat akhir, yang terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Plot Terbuka&lt;br /&gt;Alur/Plot yang memberi kesan “tidak tamat”, “bersambung”, yang biasanya disengaja oleh pengarang untuk memberi kesempatan pembaca mengisinya sendiri dengan imajinasi pembaca.&lt;br /&gt;b. Plot Tertutup&lt;br /&gt;Alur/plot ini umumnya pada cerita untuk anak-anak, baik itu berakhir dengan bahagia ataupun sedih.  &lt;br /&gt;2) Tokoh / Penokohan&lt;br /&gt;Cerita memiliki tokoh atau dibalik, tokoh memiliki cerita. Dalam cerpen, tokoh / penokohan berupa :&lt;br /&gt;a. Manusia (aku, kamu, dia, mereka, si A, si B, dst), baik sebagai protagonis, antagonis, maupun peserta tokoh dan lain-lain, mempunyai latar belakang : usia, status sosial, ekonomi, budaya, karakter, psikologis, dll.&lt;br /&gt;b. Personifikasi (hewan, tumbuhan, benda-benda, dst yang “dimanusiakan”)  &lt;br /&gt;3) Lokasi / Tempat&lt;br /&gt;Setiap cerita memiliki lokasi / tempat (di mana). Di mana cerita itu terjadi? Maka seorang pengarang sebaiknya benar-benar mengolah lokasi/tempat sedemikian rupa, yang bertujuan :&lt;br /&gt;a. Lokasi untuk memperkuat kesan cerita (tokoh, konflik, suasana, aliran/gaya, dst)&lt;br /&gt;b. Lokasi sekadar tempat terjadinya cerita  &lt;br /&gt;4) Waktu&lt;br /&gt;Setiap cerita memiliki waktu (kapan). Kapan cerita itu terjadi? Maka seorang pengarang sebaiknya benar-benar mengolah waktu sedemikian rupa, yang bertujuan :&lt;br /&gt;a. Waktu untuk memperkuat kesan cerita (tokoh, konflik, suasana, aliran/gaya, dst)&lt;br /&gt;b. Waktu sekadar petunjuk kapan terjadinya cerita  &lt;br /&gt;5) Suasana&lt;br /&gt;Suasana merupakan bagian dari cerpen yang memberi gambaran :&lt;br /&gt;a. Kondisi atau situasi tertentu dalam cerpen, misalnya ramai, sepi, bau, semrawut, gelap, penuh cahaya, dan lain-lain.&lt;br /&gt;b. Perilaku dan interaksi tokoh-tokoh yang menimbulkan suatu keadaan, misalnya mencekam, penuh tawa, bermusik, menjengkelkan, ramai, sepi, dan lain-lain.  &lt;br /&gt;B. Unsur Ekstrinsik atau unsur di luar cerpen, misalnya siapa pengarangnya, kapan cerpennya dibuat, bagaimana proses kreatifnya, dan lain-lain.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;V. RUANG CERPEN&lt;br /&gt;Ruang cerpen terbagi dua :&lt;br /&gt;1. Ruang cerpen di halaman media massa&lt;br /&gt;Umumnya media massa (koran, majalah) menetapkan ukuran cerpen yang akan mereka terima adalah berkisar 4-6 halaman kuarto, ukuran font 12, diketik spasi rangkap/ganda. Ada juga yang bisa sampai 8 halaman (Harian KOMPAS).&lt;br /&gt;Media massa lainnya mematok 6 halaman kuarto, ukuran font 12, dan diketik dengan spasi 1 ½. (Harian Pagi Sinar Harapan).&lt;br /&gt;Namun sebaiknya perhatikan dulu ukuran cerpen yang ditetapkan oleh suatu penerbitan media.  &lt;br /&gt;2. Ruang cerpen di halaman buku atau juga situs pribadi di internet&lt;br /&gt;Wilson Nadeak pernah mengatakan (1989), ada cerpen yang panjangnya sampai 30.000 kata atau ratusan halaman.  &lt;br /&gt;Namun demikian, ada seorang pengarang membuat cerpen yang sama sekali tidak memperhitungkan lagi berapa kata dan lembar halaman. Kemudian medianya berupa buku atau internet. Persoalannya bukan pada panjang-pendeknya, melainkan esensi cerpen (konflik tunggal, cerita tunggal, durasi 2 tahun, dst) yang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.  &lt;br /&gt;--oo000oo--  &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA:&lt;br /&gt;Atmowiloto, Arswendo. Menulis itu Gampang. Jakarta: PT Gramedia, 2001&lt;br /&gt;Cerpen Pilihan KOMPAS. Kado Istimewa. Jakarta: Harian KOMPAS, 1992.&lt;br /&gt;Nadeak, Wilson, Drs. Bagaimana Menulis Cerita Pendek. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 1989.&lt;br /&gt;Poerwadarminta, W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1986.&lt;br /&gt;Sumardjo, Jakob. Catatan Singkat Tentang Menulis Cerpen. Cet. 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001  &lt;br /&gt;Sumber: Gus Noy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-347865331822554665?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/347865331822554665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/mengenal-cerpen-by-rurin-kurniati.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/347865331822554665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/347865331822554665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/mengenal-cerpen-by-rurin-kurniati.html' title='Mengenal Cerpen by Rurin Kurniati'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-5488843219061803165</id><published>2011-12-23T14:35:00.001+07:00</published><updated>2011-12-23T14:35:28.452+07:00</updated><title type='text'>coba coba ya..</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;embed src="http://www.satisfaction.com/photo-cube-generator/show.swf?baseURL=http://www.satisfaction.com/photo-cube-generator/&amp;clickURL=http://www.satisfaction.com/photo-cube-generator/&amp;flashLABEL=Satisfaction.com&amp;clickLABEL=Photo Cube Generator&amp;file=http%3A%2F%2Fwww%2Esatisfaction%2Ecom%2Fphoto%2Dcube%2Dgenerator%2Fuploads%2F22%5F12%5F2011%2F23%2Fpic90440691%2EJPG" quality="high" bgcolor="#ffffff" width="300" height="250" name="show" align="middle" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" /&gt;&lt;br&gt;&lt;small&gt;&lt;a href="http://www.satisfaction.com/photo-cube-generator/"&gt;Photo Cube Generator&lt;/a&gt;&lt;small&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-5488843219061803165?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/5488843219061803165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/coba-coba-ya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5488843219061803165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5488843219061803165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/coba-coba-ya.html' title='coba coba ya..'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-3301198120025838121</id><published>2011-12-23T13:59:00.004+07:00</published><updated>2011-12-28T10:26:15.684+07:00</updated><title type='text'>Persembahan Cinta</title><content type='html'>by Ade Anita on Thursday, 22 December 2011 at 22:15&lt;br /&gt;Sepanjang hari ini, ada sesuatu yang aku tunggu dengan rasa hati yang harap-harap cemas. Sesuatu yang tidak bisa aku bayangkan. Tidak. Lebih tepatnya, tidak ingin aku bayangkan. Ya. Karena aku seorang pecinta kejutan.&lt;br /&gt;Ah. Mungkin kalian belum tahu, kenapa aku memulai tulisan ini dengan deretan kalimat di atas. Baik, aku akan ceritakan kronologis tulisan ini dibuat. Tulisan ini bermula ketika kemarin, aku menulis di status facebookku dengan tulisan seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade Anita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‎"Eh.. besok hari apa bu?" hawna tiba-tiba bertanya dengan wajah seperti tersadar akan sesuatu.&lt;br /&gt;"hari kamis."&lt;br /&gt;"Tanggalnya?"&lt;br /&gt;"22 desember."&lt;br /&gt;"Oh.. berarti hari ibu dong. Ingetin aku ya bu, karena aku mau ngasi hadiah buat ibu." (sebagai seorang ibu yang belum bisa melepas jiwa materialistiknya, mataku kontan terbelalak dan hatiku girang melompat mendengarnya).&lt;br /&gt;"Hadiah apa?" (mata berbinar-binar bertanya)&lt;br /&gt;"Aku mau bikin kue yang bikin ibu kurus." (kelopak bunga yang mekar di hatiku langsung rontok satu demi satu. Kue apa yang bikin kurus? duh... mau bersenang-senang saja kok ya susah)... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ceritanya bersambung besok... kita lihat apa surprise yang akan dia berikan)Like ·  · Yesterday at 15:43 near Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah... nah. Dengan sebuah “clue” yang begitu unik, hati ibu siapa yang tidak penasaran? Dan demikianlah aku sejak pagi. Menanti dengan sabar kejutan apa yang akan terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan, pagi ini aku harus mengambil raport Hawna ke sekolah. Sejak hari selasa, Hawna sakit jadi tidak masuk sekolah. Ternyata, di hari Rabu, kelas Hawna ada kegiatan tambahan. Yaitu, setiap anak membuat kartu istimewa untuk ibu mereka, menulisnya dengan tulisan tangan mereka sendiri kalimat yang ingin mereka ucapkan sebagai rasa terima kasih untuk para ibu mereka. Sehingga, ketika hari ini, Kamis, 22 Desember 2011, kami, para ibu (ini hari kerja jadi yang mengambil raport memang para ibu atau nenek atau kakek bagi yang ibunya bekerja.. tidak ada pembantu, apalagi supir atau tetangga), selain menerima raport dari anak-anak juga menerima kartu cantik dari anak kami. Sayangnya, karena Hawna tidak masuk sekolah, dia “istimewa” ketimbang anak lain di kelasnya. Dia tidak bisa memberikan kartu cantiknya untukku. Tapi dia memberikan senyumnya yang paling manis untukku di pagi hari sambil mencium kedua pipiku dan mengucapkan “ibu, selamat hari ibu ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pulang sekolah, setelah ganti baju rumah, Hawna langsung sibuk mencari kertas dan alat tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk apa?”&lt;br /&gt;“Aku mau bikin sesuatu untuk ibu.”&lt;br /&gt;“Hawna butuhnya apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia menyebut beberapa benda yang dibutuhkan dan aku pun menyediakannya dengan suka cita. Setelah semua benda-benda itu terkumpul, dia lalu mulai menekuni kertas putihnya dan mulai menulis. FYI: Hawna baru kelas satu sekolah dasar, jadi untuk menulis dan membaca dia masih mengeja. Jadi, meski dia menutupi kertasnya dengan tubuhnya agar aku tidak bisa mengintip, meski dia berusaha keras berbisik (tapi dia belum bisa berbisik dengan suara bisikan, jadi bisikannya masih agak keras), aku tetap bisa mendengar untaian kalimatnya. Belum lagi ketika dia kesulitan mengeja sebuah kata dan terpaksa bertanya padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu, kalau ‘harap’ itu pake ‘b’ atau pake ‘t’?&lt;br /&gt;“Bukan semua, tapi pake ‘p’. Jadi h-a-r-a-p.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uh. Aku seorang pecinta kejutan, dan akhirnya jadi risih sendiri jika harus mendengar tahap demi tahap sebuah kejutan yang akan diberikan seseorang padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hawna, ibu tinggal nyuci baju aja ya. Hawna berani kan sendirian? Nanti kalau sudah selesai, bilang saja. Oke?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku pun memisahkan diriku dari dia. Menjauh, demi menjaga kejutan agar tetap jadi kejutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam kemudian, Hawna menyusulku ke tempat mencuci pakaian sambil senyum-senyum. Tapi, dia tidak membawa apa-apa.  Loh? Mana kartu yang sedang dia tulis tadi? Apa jangan-jangan batal? Apa jangan-jangan dia tidak mengeja dan gagal menulisnya hingga akhirnya mengurungkan niatnya untuk menulis kartu ucapan untukku?  Aduh.... Jujur, aku sedikit kecewa. Kejutanku terlepas begitu saja.  Tapi... hei! Aku langsung membenci diriku sendiri. Kenapa harus berharap sih? Apapun yang dia berikan atau tidak ingin dia berikan, bukan hakku untuk menuntutnya. Aku ikhlas untuk apapun yang aku berikan untuknya dan tidak ingin merusak rasa ikhlas itu dengan harapan dia akan membalasnya. Diam-diam, aku istighfar. Berharap pahala ikhlasku selama ini tidak menguap hanya karena perkara ingin balasan dari anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu, aku bantuin ibu nyuci baju ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawna bertanya malu-malu masih dengan senyum manisnya yang tidak lepas dari wajahnya. Dia giat membantuku mencuci baju (lebih tepat disebut main air sebenarnya). Lalu ketika aku sedang menjemur, karena tali jemuran letaknya tinggi, maka dia hanya menatap semua jemuran itu dijemur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu, aku bantu apa lagi nih?”&lt;br /&gt;“Eh, udah nak. Sudah beres semua. Ini tinggal dijemur kok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih sibuk menjemur dan tinggallah dia sendirian menonton aku menjemur pakaian hingga tiba-tiba dia kembali bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu, aku bantu ibu bersihin embernya ya?”&lt;br /&gt;“Hah? Embernya? Buat apa?” (sambil menatap ember-ember bekas cucian yang memang sudah lusuh. Karena sudah selesai mencuci, maka semua ember itu aku balik posisinya. Dengan posisi terbalik, tampaklah pantat ember yang berlumut. Aku tidak pernah ambil pusing dengan lumut-lumut itu.)&lt;br /&gt;“Biar bersih. Aku soalnya hari ini mau bantuin ibu. Kan hari ini hari ibu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPLASH... entah mengapa aku jadi terharu mendengar pengakuannya yang polos ini. Aduh, kenapa tadi aku meragukan ketulusan hatinya? Langsung saja aku raih tubuh mungilnya dan aku cium dia bertubi-tubi. Rasa sayangku benar-benar meluap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ketika sore sudah tiba dan semua pekerjaan rumah sudah beres. Dia pun diam-diam memberikan sebuah kertas putih HVS kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu, ini buat ibu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan, aku membacanya... kalian ingin membacanya juga? Ini.. silahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-toaBSMONtJ0/TvQkpci8GqI/AAAAAAAAAGY/1URI_hQ7M_Y/s1600/DSC_0047.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="180" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-toaBSMONtJ0/TvQkpci8GqI/AAAAAAAAAGY/1URI_hQ7M_Y/s320/DSC_0047.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0vAz1MI0tgU/TvQkpTLXUpI/AAAAAAAAAGk/FVrZ9hc_i_M/s1600/DSC_0048.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="180" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-0vAz1MI0tgU/TvQkpTLXUpI/AAAAAAAAAGk/FVrZ9hc_i_M/s320/DSC_0048.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tulisan di atas itu, di samping syair lagu yang dia berikan, adalah tulisan dengan bunyi “lagu ini dimulai” tapi karena dia melihat petunjuknya mengarah ke suatu arah maka dia pun menulisnya mengikuti arah tanda panah. Jadi, dia menulisnya terbalik menjadi “ialumid ini ugal”....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hampir tertawa melihat dia menulis terbalik, tapi sesaat kemudian aku berpikir... ini hebat nggak sih, kok dia bisa mengeja secara terbalik? Menurutku sih luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan malam ini, belum cukup rasanya semua persembahan cinta yang dia berikan padaku. Ketika menonton Opera Van Java, dia memberiku sebuah kue. Kue Biskuat Coklat ukuran mini (yang mungkin harganya Rp1000 di warung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-84JK2CbjCqQ/TvQWOS35vyI/AAAAAAAAAGM/q9QSlQjr9wU/s1600/DSC_0049.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="180" src="http://1.bp.blogspot.com/-84JK2CbjCqQ/TvQWOS35vyI/AAAAAAAAAGM/q9QSlQjr9wU/s320/DSC_0049.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi kuenya sudah hancur lebur, karena dia mendapat dan menyimpan kue ini sudah lama, dia simpan untuk dia berikan padaku di hari ini. Tertimpa buku-buku pelajarannya, kena ombang ambing isi tasnya yang berat, dan mungkin juga tanpa sengaja terduduk olehnya. Aku yakin jika aku membuka bungkusnya, yang akan aku temui hanyalah remah-remah. Tapi... itu tidak akan mengurangi rasa terharuku atas semua persembahan cinta yang dia berikan padaku. Aku menghargai semua usaha dia untuk menunjukkan rasa sayangnya padaku. Dan rasa sayangku padanya, kian bertambah besar hari ini dan insya Allah besok-besok juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love you anak-anakku.&lt;br /&gt;==============&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita (yang sedang merasakan luapan rasa cinta di dalam hati, hari ini, di hari ibu, 22 desember 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-3301198120025838121?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/3301198120025838121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/persembahan-cinta-by-ade-anita-on_23.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3301198120025838121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3301198120025838121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/persembahan-cinta-by-ade-anita-on_23.html' title='Persembahan Cinta'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-toaBSMONtJ0/TvQkpci8GqI/AAAAAAAAAGY/1URI_hQ7M_Y/s72-c/DSC_0047.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-213099084523036686</id><published>2011-12-23T13:59:00.001+07:00</published><updated>2011-12-23T13:59:45.710+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Persembahan Cinta&lt;br /&gt;by Ade Anita on Thursday, 22 December 2011 at 22:15&lt;br /&gt;Sepanjang hari ini, ada sesuatu yang aku tunggu dengan rasa hati yang harap-harap cemas. Sesuatu yang tidak bisa aku bayangkan. Tidak. Lebih tepatnya, tidak ingin aku bayangkan. Ya. Karena aku seorang pecinta kejutan.&lt;br /&gt;Ah. Mungkin kalian belum tahu, kenapa aku memulai tulisan ini dengan deretan kalimat di atas. Baik, aku akan ceritakan kronologis tulisan ini dibuat. Tulisan ini bermula ketika kemarin, aku menulis di status facebookku dengan tulisan seperti ini:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ade Anita&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‎"Eh.. besok hari apa bu?" hawna tiba-tiba bertanya dengan wajah seperti tersadar akan sesuatu.&lt;br /&gt;"hari kamis."&lt;br /&gt;"Tanggalnya?"&lt;br /&gt;"22 desember."&lt;br /&gt;"Oh.. berarti hari ibu dong. Ingetin aku ya bu, karena aku mau ngasi hadiah buat ibu." (sebagai seorang ibu yang belum bisa melepas jiwa materialistiknya, mataku kontan terbelalak dan hatiku girang melompat mendengarnya).&lt;br /&gt;"Hadiah apa?" (mata berbinar-binar bertanya)&lt;br /&gt;"Aku mau bikin kue yang bikin ibu kurus." (kelopak bunga yang mekar di hatiku langsung rontok satu demi satu. Kue apa yang bikin kurus? duh... mau bersenang-senang saja kok ya susah)... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(ceritanya bersambung besok... kita lihat apa surprise yang akan dia berikan)Like ·  · Yesterday at 15:43 near Jakarta&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah... nah. Dengan sebuah “clue” yang begitu unik, hati ibu siapa yang tidak penasaran? Dan demikianlah aku sejak pagi. Menanti dengan sabar kejutan apa yang akan terima.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebetulan, pagi ini aku harus mengambil raport Hawna ke sekolah. Sejak hari selasa, Hawna sakit jadi tidak masuk sekolah. Ternyata, di hari Rabu, kelas Hawna ada kegiatan tambahan. Yaitu, setiap anak membuat kartu istimewa untuk ibu mereka, menulisnya dengan tulisan tangan mereka sendiri kalimat yang ingin mereka ucapkan sebagai rasa terima kasih untuk para ibu mereka. Sehingga, ketika hari ini, Kamis, 22 Desember 2011, kami, para ibu (ini hari kerja jadi yang mengambil raport memang para ibu atau nenek atau kakek bagi yang ibunya bekerja.. tidak ada pembantu, apalagi supir atau tetangga), selain menerima raport dari anak-anak juga menerima kartu cantik dari anak kami. Sayangnya, karena Hawna tidak masuk sekolah, dia “istimewa” ketimbang anak lain di kelasnya. Dia tidak bisa memberikan kartu cantiknya untukku. Tapi dia memberikan senyumnya yang paling manis untukku di pagi hari sambil mencium kedua pipiku dan mengucapkan “ibu, selamat hari ibu ya.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, pulang sekolah, setelah ganti baju rumah, Hawna langsung sibuk mencari kertas dan alat tulis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Untuk apa?”&lt;br /&gt;“Aku mau bikin sesuatu untuk ibu.”&lt;br /&gt;“Hawna butuhnya apa?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu dia menyebut beberapa benda yang dibutuhkan dan aku pun menyediakannya dengan suka cita. Setelah semua benda-benda itu terkumpul, dia lalu mulai menekuni kertas putihnya dan mulai menulis. FYI: Hawna baru kelas satu sekolah dasar, jadi untuk menulis dan membaca dia masih mengeja. Jadi, meski dia menutupi kertasnya dengan tubuhnya agar aku tidak bisa mengintip, meski dia berusaha keras berbisik (tapi dia belum bisa berbisik dengan suara bisikan, jadi bisikannya masih agak keras), aku tetap bisa mendengar untaian kalimatnya. Belum lagi ketika dia kesulitan mengeja sebuah kata dan terpaksa bertanya padaku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Bu, kalau ‘harap’ itu pake ‘b’ atau pake ‘t’?&lt;br /&gt;“Bukan semua, tapi pake ‘p’. Jadi h-a-r-a-p.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Uh. Aku seorang pecinta kejutan, dan akhirnya jadi risih sendiri jika harus mendengar tahap demi tahap sebuah kejutan yang akan diberikan seseorang padaku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Hawna, ibu tinggal nyuci baju aja ya. Hawna berani kan sendirian? Nanti kalau sudah selesai, bilang saja. Oke?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, aku pun memisahkan diriku dari dia. Menjauh, demi menjaga kejutan agar tetap jadi kejutan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Satu jam kemudian, Hawna menyusulku ke tempat mencuci pakaian sambil senyum-senyum. Tapi, dia tidak membawa apa-apa.  Loh? Mana kartu yang sedang dia tulis tadi? Apa jangan-jangan batal? Apa jangan-jangan dia tidak mengeja dan gagal menulisnya hingga akhirnya mengurungkan niatnya untuk menulis kartu ucapan untukku?  Aduh.... Jujur, aku sedikit kecewa. Kejutanku terlepas begitu saja.  Tapi... hei! Aku langsung membenci diriku sendiri. Kenapa harus berharap sih? Apapun yang dia berikan atau tidak ingin dia berikan, bukan hakku untuk menuntutnya. Aku ikhlas untuk apapun yang aku berikan untuknya dan tidak ingin merusak rasa ikhlas itu dengan harapan dia akan membalasnya. Diam-diam, aku istighfar. Berharap pahala ikhlasku selama ini tidak menguap hanya karena perkara ingin balasan dari anaknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Bu, aku bantuin ibu nyuci baju ya?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hawna bertanya malu-malu masih dengan senyum manisnya yang tidak lepas dari wajahnya. Dia giat membantuku mencuci baju (lebih tepat disebut main air sebenarnya). Lalu ketika aku sedang menjemur, karena tali jemuran letaknya tinggi, maka dia hanya menatap semua jemuran itu dijemur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ibu, aku bantu apa lagi nih?”&lt;br /&gt;“Eh, udah nak. Sudah beres semua. Ini tinggal dijemur kok.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku masih sibuk menjemur dan tinggallah dia sendirian menonton aku menjemur pakaian hingga tiba-tiba dia kembali bertanya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ibu, aku bantu ibu bersihin embernya ya?”&lt;br /&gt;“Hah? Embernya? Buat apa?” (sambil menatap ember-ember bekas cucian yang memang sudah lusuh. Karena sudah selesai mencuci, maka semua ember itu aku balik posisinya. Dengan posisi terbalik, tampaklah pantat ember yang berlumut. Aku tidak pernah ambil pusing dengan lumut-lumut itu.)&lt;br /&gt;“Biar bersih. Aku soalnya hari ini mau bantuin ibu. Kan hari ini hari ibu.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SPLASH... entah mengapa aku jadi terharu mendengar pengakuannya yang polos ini. Aduh, kenapa tadi aku meragukan ketulusan hatinya? Langsung saja aku raih tubuh mungilnya dan aku cium dia bertubi-tubi. Rasa sayangku benar-benar meluap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, ketika sore sudah tiba dan semua pekerjaan rumah sudah beres. Dia pun diam-diam memberikan sebuah kertas putih HVS kepadaku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Bu, ini buat ibu.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perlahan, aku membacanya... kalian ingin membacanya juga? Ini.. silahkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-toaBSMONtJ0/TvQkpci8GqI/AAAAAAAAAGY/1URI_hQ7M_Y/s1600/DSC_0047.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="180" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-toaBSMONtJ0/TvQkpci8GqI/AAAAAAAAAGY/1URI_hQ7M_Y/s320/DSC_0047.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0vAz1MI0tgU/TvQkpTLXUpI/AAAAAAAAAGk/FVrZ9hc_i_M/s1600/DSC_0048.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="180" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-0vAz1MI0tgU/TvQkpTLXUpI/AAAAAAAAAGk/FVrZ9hc_i_M/s320/DSC_0048.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah, tulisan di atas itu, di samping syair lagu yang dia berikan, adalah tulisan dengan bunyi “lagu ini dimulai” tapi karena dia melihat petunjuknya mengarah ke suatu arah maka dia pun menulisnya mengikuti arah tanda panah. Jadi, dia menulisnya terbalik menjadi “ialumid ini ugal”....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku hampir tertawa melihat dia menulis terbalik, tapi sesaat kemudian aku berpikir... ini hebat nggak sih, kok dia bisa mengeja secara terbalik? Menurutku sih luar biasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan malam ini, belum cukup rasanya semua persembahan cinta yang dia berikan padaku. Ketika menonton Opera Van Java, dia memberiku sebuah kue. Kue Biskuat Coklat ukuran mini (yang mungkin harganya Rp1000 di warung).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-84JK2CbjCqQ/TvQWOS35vyI/AAAAAAAAAGM/q9QSlQjr9wU/s1600/DSC_0049.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="180" src="http://1.bp.blogspot.com/-84JK2CbjCqQ/TvQWOS35vyI/AAAAAAAAAGM/q9QSlQjr9wU/s320/DSC_0049.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Isi kuenya sudah hancur lebur, karena dia mendapat dan menyimpan kue ini sudah lama, dia simpan untuk dia berikan padaku di hari ini. Tertimpa buku-buku pelajarannya, kena ombang ambing isi tasnya yang berat, dan mungkin juga tanpa sengaja terduduk olehnya. Aku yakin jika aku membuka bungkusnya, yang akan aku temui hanyalah remah-remah. Tapi... itu tidak akan mengurangi rasa terharuku atas semua persembahan cinta yang dia berikan padaku. Aku menghargai semua usaha dia untuk menunjukkan rasa sayangnya padaku. Dan rasa sayangku padanya, kian bertambah besar hari ini dan insya Allah besok-besok juga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I love you anak-anakku.&lt;br /&gt;==============&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita (yang sedang merasakan luapan rasa cinta di dalam hati, hari ini, di hari ibu, 22 desember 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-213099084523036686?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/213099084523036686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/persembahan-cinta-by-ade-anita-on.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/213099084523036686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/213099084523036686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/persembahan-cinta-by-ade-anita-on.html' title=''/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-toaBSMONtJ0/TvQkpci8GqI/AAAAAAAAAGY/1URI_hQ7M_Y/s72-c/DSC_0047.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-6274352655662184833</id><published>2011-12-19T09:35:00.001+07:00</published><updated>2011-12-19T09:35:30.940+07:00</updated><title type='text'>Nyaris</title><content type='html'>"Nggak masak?"&lt;br /&gt;Aku menggeleng sambil tersenyum.&lt;br /&gt;"Ini weekend... lupa ya? Aku kan perlu liburan juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan di rumahku, setiap hari ahad, aku libur tidak mengerjakan pekerjaan apapun. Capek juga sepanjang pekan bekerja dan melakukan semua pekerjaan seorang diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Aku memang seorang ibu rumah tangga yang tidak pernah memakai tenaga pembantu (meski sebenarnya mampu untuk menggaji mereka mengingat suamiku adalah seorang Profesor di kampusnya; tapi ternyata dalam perkembangannya; aku merasa seorang ART itu sering merusak privacyku, juga privacy keluargaku jadi akhirnya kami tidak memakai tenaga mereka); juga tidak punya supir (karena memang tidak punya mobil atau kendaraan bermotor lain, satu-satunya kendaraan yang kami miliki hanyalah sepeda); juga tidak punya baby sitter (karena memang tidak punya bayi yang mau "diduduki"). Satu-satunya orang yang meringankan pekerjaanku hanyalah Mbak Fitri, tukang setrika yang setiap senin dan kamis mengambil pakaian yang telah aku cuci dan dimasukkan ke dalam karung plastik untuk dia setrika (jujur, ini karena aku tidak bisa menyetrika... menurutku ini pekerjaan yang paling susah di antara semua pekerjaan rumah tangga lainnya. Kita rapihkan yang depan, yang belakang lecek. Begh...). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang pekan, aku selalu berusaha untuk jalan kaki ke sekolah anakku (yaitu ketika seorang diri sebelum si anak kujemput atau setelah si anak masuk ke kelasnya) ke rumah, pulang pergi. Jaraknya lumayan jauh, sekitar 1 kilometer demi menjaga agar jantungku senantiasa kuat dan juga mencegah osteoporosis. Lalu masak, mencuci pakaian, mencuci piring, menyapu mengepel, membersihkan seluruh ruangan, barulah kemudian membuka komputer untuk bermain game agar keringatnya kering. Setelah keringat kering, baru aku membuka internet untuk FB-an (lebih sering mampir ke baw sih) Setelah itu jemput anak sekolah. Sore aku selalu olah raga selama satu jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga mengajarkan sendiri anak-anak belajar di rumah (anakku aktif sekali, jadi setiap kali pulang sekolah dia menuntut untuk mengerjakan soal tanya jawab. Sudah dicoba sih beli beberapa buku bank soal tapi ini masih kurang. Jadi, aku sering ngetik ulang semua soal2 di berbagai bank soal, menyusunnya dalam sebuah daftar pertanyaan yang sepertinya baru padahal sebenarnya recycle, lalu menyimpannya untuk dia kerjakan sepulang dia dari sekolah. Atau memikirkan untuk memberinya tugas  menggambar sesuatu. Dengan begitu dia bisa sedikit kalem di rumah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.... jadi terbayang kan kesibukanku dalam sepekan. ITu sebabnya aku perlu libur di akhir pekan. Dan jadilah hari Ahad kemarin kami sekeluarga pergi jalan-jalan seharian. Pulang selepas senja. Tapi... ternyata kondisi rumah gelap gulita.&lt;br /&gt;Hei. Ada apa ini? Sementara tetangga kiri kanan terang benderang. Rupanya saklar listrik turun hingga listrik padam. &lt;br /&gt;Akhirnya anak sulungku berinisiatif menyalakannya karena ada pertandingan Barcelona di ESPN... Tapi, segera setelah pertandingan berakhir, listrik kembali putus. Padam lagi. Padahal aku sedang ada di dapur bersiap untuk merebus Sosis untuk cemilan malam. Suamiku menaikkan kembali saklar listriknya. Tapi dia turun lagi. Keadaan sekarang gelap gulita. Aku menyalakan kompor, sehingga suasana sedikit remang-remang karena api kompor. Suamiku kembali menaikkan saklar listrik. Ketika itulah terdengar bunyi yang aneh di atas kepalaku. Bunyi seperti .... seorang makhluk alien yang datang ke bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRZZZZZ..... BBBRRRRZZZ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan aku melihat ke atas kepalaku dan disanalah aku melihat lidah api kecil yang menjilat dudukan lampu dapur kami. Lalu.... BLAR! Listrik kembali padam. Aku langsung teriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, Masya Allah, .... ada api... ada api nih. Jangan dinyalakan dulu llistriknya. Bahaya nih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulutku spontan menghembuskan udara ke arah api kecil itu. Sebenarnya ini tidak masuk logika sama sekali. Langit-langit dapur itu cukup tinggi dan napasku tidak sama dengan napas Troll yang meski bau dan berwarna hijau,  tapi bisa menerbangkan manusia-manusia di film Resident Evil.  Jadi, lidah api sekecil itu pasti padam oleh hembusan napas Troll. Tapi, alhamdulillah lidah api itu makin mengecil lalu padam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semua terperangah. Cepat, aku menelepon instalatir listrik langganan kami. Dia datang 45 menit kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, pak. Ini namanya hubungan pendek listrik. Beruntung listriknya otomatis mati, jika tidak rumah ini pasti sudah terbakar ludes. Ini yang sering membuat rumah-rumah yang ditinggal mudik penghuninya terbakar habis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gara-garanya apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami juga nggak ngerti. Memang takdir saja mungkin ya. Karena ada rumah tua yang kondisi kabelnya amburadul tidak pernah mengalami ini. Tapi ada rumah yang rapi kondisi kabelnya, dan apik penataannya, malah mengalaminya. Bapak sekeluarga masih dilindungi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah... Nyaris... nyaris saja aku pulang ke rumah yang sudah rata dengan tanah kemarin. Alhamdulillah, kami masih dilindungi. Akhirnya, semua kabel-kabel listrik di rumahku diperiksa ulang hingga pukul 23.30 malam... Fiuh. Benar-benar sebuah malam yang panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, ada pipa air yang bocor di dalam dak tempat jemuran, nah, air yang bocor ini telah membasahi kayu penyanggah tempat dudukan lampu yang mengalami hubungan pendek itu ternyata. Itu sebabnya lidah api tidak pernah bisa membesar karena ketika dia akan membesar, dia bertemu dengan kayu yang basah. Dan ternyata kayu basah itu melebar di sepanjang kuda-kuda atap rumahku. Air sudah merembesi seluruh pori-pori kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu.... Ini bukan berarti selamat ya. Ibu memang selamat dari bahaya kebakaran, tapi masih diintai oleh bahaya lain. Yaitu, atap rubuh karena ternyata kuda-kuda atap rumah ibu basah semua kayunya, jadi sedikit lapuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan suamiku saling berpandangan. Ya sudahlah. Yang penting alhamdulillah sudah terhindar dari bahaya pertama.&lt;br /&gt;Jadi.. cathar ini aku tulis karena aku benar-benar bersyukur terhindar dari bahaya kebakaran. Semoga seterusnya, dan semoga kalian juga senantiasa dilindungi oleh Allah SWT. Aamiin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita (19 desember 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-6274352655662184833?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/6274352655662184833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/nyaris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/6274352655662184833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/6274352655662184833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/nyaris.html' title='Nyaris'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-4862404084477244176</id><published>2011-12-06T12:32:00.002+07:00</published><updated>2011-12-06T12:32:58.585+07:00</updated><title type='text'>status facebookku kemarin</title><content type='html'>Ade Anita&lt;br /&gt;hari ini aku meremove 5 orang dengan alasan: mereka memasang foto porno diri sendiri (begini ini kalau waktu pemilihan miss pantai tidak terpilih karena body kurang memadai), atau karena mereka terlalu sering menggunakan bahasa alay yang aku nggak ngerti (mungkin ini saatnya pemerintah mulai memikirkan peraturan untuk memasukkan pelajaran bahasa alay di sekolah-sekolah.. asli 4kv n994k n9e3ti maux ap4)&lt;br /&gt;Like ·  · 19 hours ago · &lt;br /&gt;Tyasti Aryandini, Nur Rahma Hanifah, Nurlaili Sembiring and 22 others like this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mappajarungi Manan heheheh,, samma bu Ade, aku puyeng bacanya.. kirain nilau duit heheheh&lt;br /&gt;19 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riesta Ariesta Hahahahaha......pokoknya klau laki2 fotonya keliatan dadanya jgn di confirm dah pasti ngak bener,cewek jg klau pake pose menantang jgn deh..mendingan yg dah tua2 aja deh lebih nyambung ngobrolnya...&lt;br /&gt;19 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena Puspa Huahahahah...mba ade...mba ade...lucu bgt&lt;br /&gt;19 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tras Rustamaji Ya, setuju. Remove aja orang2 dengan &lt;br /&gt;2 kategori itu. Heran, menurut mereka &lt;br /&gt;cool kalik yah tulisan 4l4y kayak gitu.&lt;br /&gt;Satu lagi kategori yang tidak kalah&lt;br /&gt;menyebalkan, nulis status/komen yg &lt;br /&gt;panjang-panjang kayak cerpen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma orang gila kalik nulis comment &lt;br /&gt;di facebook panjang-panjang!.&lt;br /&gt;Kalau panjang-panjang, mendingan&lt;br /&gt;bikin notes, atau bikin blog &lt;br /&gt;aja sekalian. Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, postingan panjang &lt;br /&gt;belumtentu dibaca! Kan jadi &lt;br /&gt;sia-sia kita nulisnya. Udah &lt;br /&gt;capek-capet nulis &lt;br /&gt;ternyata nggak dibaca! Padahal &lt;br /&gt;waktu kansangat berharga! &lt;br /&gt;Ingat, semua orang&lt;br /&gt;dikasih waktu yang sama: 24 jam.&lt;br /&gt;Jangan buang-buang waktu dengan &lt;br /&gt;menulis postingan yang belum &lt;br /&gt;tentu dibaca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah, bedanya dengan blog. &lt;br /&gt;Blog dirancang untuk menuliskan &lt;br /&gt;ide atau opini beserta &lt;br /&gt;analisisnya. Jadi wajar saja &lt;br /&gt;kalau panjang lebar. Sedangkan &lt;br /&gt;facebook adalah sarana&lt;br /&gt;social networking. Untuk saling &lt;br /&gt;sapa atau saling mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ada juga sebagian orang &lt;br /&gt;yang memanfaatkan facebook untuk &lt;br /&gt;jualan. Makanya nggak heran banyak &lt;br /&gt;orang yang posting barang dagangannya &lt;br /&gt;di wall kita. Masih mending&lt;br /&gt;kalau orang itu emang jujur mau &lt;br /&gt;jualan. bagaimana kalau ternyata &lt;br /&gt;dia adalah penipu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak contoh kasus orang &lt;br /&gt;menipu menggunakan account facebook. &lt;br /&gt;Yang paling sering adalah orang &lt;br /&gt;jualan barang elektronik &lt;br /&gt;dengan harga sangat murah. &lt;br /&gt;Padahal kalau kita &lt;br /&gt;transfer uangnya, barangnya &lt;br /&gt;pasti nggak&lt;br /&gt;akan dikirim. Kasihan kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, terima friends jangan &lt;br /&gt;sembarangan. Check dulu, apakah &lt;br /&gt;dia emang temen kita. Jangan&lt;br /&gt;jangan dia itu pemalsu yang menggunakan &lt;br /&gt;nama dan foto kawan kita. Saya sudah&lt;br /&gt;menemukan modus seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, posting, status ataupun comment &lt;br /&gt;FB yang panjang-panjang bisa &lt;br /&gt;merugikan pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang membaca facebook&lt;br /&gt;dengan perangkat notebook dengan &lt;br /&gt;layar 14 inch. Sebagian besar malah &lt;br /&gt;menggunaka handphone dengan layar &lt;br /&gt;yang kecil. Untuk menggeser layar&lt;br /&gt;bukan pakai mouse tapi pakai tombol &lt;br /&gt;scroll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kalau dia harus menscroll &lt;br /&gt;tulisan yang panjang dengan tombol &lt;br /&gt;panah ke bawah?!&lt;br /&gt;Bisa-bisa jempol keram. Atau lebih parah &lt;br /&gt;lagi keypad nya rusak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan kasihan kalau keypad kawan kita &lt;br /&gt;rusak. Dia mesti service dulu handphone &lt;br /&gt;nya supaya bisa online&lt;br /&gt;lagi. Selain waktu yang hilang, &lt;br /&gt;uang yang terbuang juga&lt;br /&gt;tidak sedikit. Masih mending &lt;br /&gt;kalau dia punya uang, lha &lt;br /&gt;kalau lagi bokek gimana? &lt;br /&gt;Minta uang sama orang tua?&lt;br /&gt;Belum tentu orang tuanya punya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun punya uang, mungkin itu &lt;br /&gt;uang itu untuk belanja makan&lt;br /&gt;sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah orangtua harus korupsi? &lt;br /&gt;Supaya bisa service handphone???&lt;br /&gt;Ini lah yang menyebabkan banyaknya&lt;br /&gt;kasus korupsi di negara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gimana dia bisa online&lt;br /&gt;kalau handphonenya rusak?&lt;br /&gt;Pinjam handphone temen? pacar?&lt;br /&gt;Bisa berabe urusannya. Itu nanti&lt;br /&gt;pesan-pesan rahasia jadi bisa&lt;br /&gt;kebaca deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana kalau di dalamnya ada pesan-&lt;br /&gt;pesan yang membahayakan, misalnya &lt;br /&gt;pesan mesra ke selingkuhan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handphone sekarang kebanyak sudah&lt;br /&gt;dipasang facebook yang autologin.&lt;br /&gt;Nggak perlu masukin password udah bisa&lt;br /&gt;login ke akun facebook orang tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya......&lt;br /&gt;Sebenarnya saya malas&lt;br /&gt;tulis komen status .. tapi&lt;br /&gt;bagaimana lagi? tugas saya di&lt;br /&gt;facebook ini hanya Update&lt;br /&gt;Status, Like Status, dan Komen&lt;br /&gt;Status, jadi maaf klo komen saya&lt;br /&gt;ini terlalu panjang untuk anda&lt;br /&gt;mengerti.. sebenarnya saya juga&lt;br /&gt;bingung mau nulis apa,, ya&lt;br /&gt;jadinya hanya tulisan-tulisan&lt;br /&gt;kecil ini yang bisa saya tulis..&lt;br /&gt;seperti kerjaan saya di Facebook&lt;br /&gt;yang hanya Update Status,Like&lt;br /&gt;Status, dan Komen Status..&lt;br /&gt;sekali lagi maaf klo dibilang&lt;br /&gt;nyampah dan menuh-menuhin&lt;br /&gt;notif anda, khan saya udah&lt;br /&gt;bilang&lt;br /&gt;klo kerjaan saya di facebook&lt;br /&gt;hanya Update Status, Like Status,&lt;br /&gt;dan Komen Status, jadi&lt;br /&gt;gak salah dong klo saya komen&lt;br /&gt;status anda sebagai bagian dari&lt;br /&gt;kerjaan saya di facebook&lt;br /&gt;yaitu Update Status, Like Status,&lt;br /&gt;dan Komen Status..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dalam pikiran anda,&lt;br /&gt;knapa koq komen ini panjang&lt;br /&gt;sekali, apa gak capek ngetiknya,&lt;br /&gt;dan kapan selesainya,&lt;br /&gt;hmm.. sebagai jawaban atas&lt;br /&gt;pertanyaan anda pertama: &lt;br /&gt;saya nggak capek, karena tinggal&lt;br /&gt;copy paste aja. Yang kedua, saya&lt;br /&gt;gak ngerti harap maklum karena&lt;br /&gt;kerjaan saya di facebook hanya&lt;br /&gt;Update Status, Like Status, dan&lt;br /&gt;Komen Status..&lt;br /&gt;jadi sesuai pekerjaan saya saya&lt;br /&gt;akan komen status anda, namun&lt;br /&gt;saya bingung mau komen apa&lt;br /&gt;karena saat ini otak saya sedang&lt;br /&gt;BLANK makanya saya sendiri&lt;br /&gt;bingung mau komen apa.&lt;br /&gt;mungkin sejenak anda berfikir,&lt;br /&gt;niyh komen koq gak abis-abis,&lt;br /&gt;panjang banget lagi, dan anda&lt;br /&gt;mulai ingin berhenti untuk&lt;br /&gt;membacanya, namun rasa&lt;br /&gt;penasaran&lt;br /&gt;anda ingin tau apa maksud dari&lt;br /&gt;komen saya ini maka dari itu&lt;br /&gt;anda teruskan membaca komen&lt;br /&gt;ini kata demi kata anda baca&lt;br /&gt;dengan serius, untuk mengetahui&lt;br /&gt;apa maksud dari komen ini, anda&lt;br /&gt;bahkan ikhlas menggerakkan&lt;br /&gt;tangan anda untuk meng-klik&lt;br /&gt;baca selengkapnya atau see&lt;br /&gt;more, tapi anda malah melihat&lt;br /&gt;komen ini malah nambah&lt;br /&gt;panjang, dan anda mulai&lt;br /&gt;berkeinginan untuk tak&lt;br /&gt;membacanya lagi, namun kembali&lt;br /&gt;rasa penasaran anda menggugah&lt;br /&gt;anda untuk meneruskan&lt;br /&gt;membaca komen ini lebih&lt;br /&gt;lanjut, tapi anda gak menemukan&lt;br /&gt;maksud dari komen saya ini,&lt;br /&gt;maka dari itu saya sudahi saja&lt;br /&gt;komen ini.. lagipula capek lho&lt;br /&gt;ngetik panjang-panjang ehh tapi&lt;br /&gt;sebentar sebenarnya saya malas&lt;br /&gt;mengomentari status anda... tapi&lt;br /&gt;bagaimana lagi, tugas saya di&lt;br /&gt;facebook ini hanya Update&lt;br /&gt;Status, Like Status, dan Komen&lt;br /&gt;Status, jadi maaf klo komen saya&lt;br /&gt;ini terlalu panjang untuk anda&lt;br /&gt;mengerti.. sebenarnya saya juga&lt;br /&gt;bingung mau komen apa ya&lt;br /&gt;jadinya hanya tulisan-tulisan&lt;br /&gt;kecil ini yang bisa saya&lt;br /&gt;tulis..seperti kerjaan saya di&lt;br /&gt;facebook yang hanya Update&lt;br /&gt;Status, Like Status, dan Komen&lt;br /&gt;Status, sekali lagi maaf klo&lt;br /&gt;dibilang nyampah dan menuh-&lt;br /&gt;menuhin notif anda, khan saya&lt;br /&gt;udah bilang klo kerjaan saya di&lt;br /&gt;facebook hanya Update Status,&lt;br /&gt;Like Status, dan Komen Status,&lt;br /&gt;jadi gak salah dong klo saya&lt;br /&gt;komen status anda sebagai&lt;br /&gt;bagian dari kerjaan saya di&lt;br /&gt;facebook yaitu Update Status,&lt;br /&gt;Like Status, dan Komen Status..&lt;br /&gt;mungkin dalam pikiran anda, kenapa&lt;br /&gt;koq komen ini panjang sekali, apa&lt;br /&gt;gak capek ngetiknya, dan kapan&lt;br /&gt;selesainya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan komen singkat ini&lt;br /&gt;bisa dipahami. Kalau kurang jelas&lt;br /&gt;mari kita ngopi bareng di Starbuck.&lt;br /&gt;Nanti saya jelaskan lebih detil.&lt;br /&gt;Tapi traktir saya yah? Soalnya&lt;br /&gt;duit saya habis buat service ini keypad&lt;br /&gt;gara-gara nulis panjang-panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;19 hours ago · Like ·  2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leyla Imtichanah wkwkwk... aku ngekek baca komen bapak di atasku. Minta diremove jg dia, mba ade ;p&lt;br /&gt;19 hours ago · Like ·  1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyas Amalia Yahya ‎4d00hhh t@kUd d1r3mov3 dw33hhh :P&lt;br /&gt;19 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anik Nuraeni wkwkwkwkwk....wkwkwkwk..wkwkwk...baik status updater maupun komentatornya lucu..wkwkwk&lt;br /&gt;19 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina Karmila Aku suka yg komennya panjangnya senovel itu de... @_@&lt;br /&gt;18 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Triana Wibawanti ikutan ketawa dg yang dimaksud Mba Leyla Imtichanah,wkwkwkwkwkw:D&lt;br /&gt;18 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lin Wulynne hahaha mba ade pandai tuh nulis 4l4y ^^'&lt;br /&gt;18 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NurCahyo Nc ‎5484r y4 d3..., hehe&lt;br /&gt;18 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indri Effendi Betul si Mas, pendek kata minta fibayarin kopi.&lt;br /&gt;18 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesayas A. Sirait hai ade betul juga tuh...&lt;br /&gt;kepikiran utk melakukan hal yg sama, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teruama yg suka nulis pake bahasa planet tadi&lt;br /&gt;17 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Elisma Tras...............Gubbrak...............&lt;br /&gt;16 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enny Nie mbak adee aku jgn di rimuv yaa&lt;br /&gt;16 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade Anita hahahahahahhahaaa.....traassssssssssssssssss gilaaaaaaaaaaa.....wekekekekekekekekekk&lt;br /&gt;16 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian Depe Ampyuuuuun...... Panjang bener Tras.....&lt;br /&gt;13 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerry Utoro Hehehe... Gw juga gitu, temen Ƴƍ di fb diusahain Ƴƍ kenal2 aja.. Kalau ada Ƴƍ add, konfirm.. Liat2, Ǩάlő kira2 ajaib.. remove lagi.. ☺&lt;br /&gt;12 hours ago · Unlike ·  1&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-4862404084477244176?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/4862404084477244176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/status-facebookku-kemarin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4862404084477244176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4862404084477244176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/status-facebookku-kemarin.html' title='status facebookku kemarin'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-5421660267546819404</id><published>2011-12-04T21:23:00.002+07:00</published><updated>2011-12-29T21:24:10.518+07:00</updated><title type='text'>Permintaan Terakhir</title><content type='html'>Tadi pagi, aku datang ke pengajian rutin tiap  hari jumat di Masjid Nurul Huda, Tebet. Ada berita duka cita, ternyata ustad yang biasa mengisi acara tausiyah meninggal dunia dua hari yang lalu. Aku belum pernah bertemu dengan beliau karena ketika aku mulai aktif di pengajian ini, beliau sudah sakit-sakitan sehingga sudah mulai jarang dipanggil oleh panitia karena panitia kasihan melihat dia ketika memberi tausiyah. Tangannya sudah tremor, orangnya juga sudah sepuh. Tapi, meski sudah tua dan sakit-sakitan, pak Ustad ini terus semangat memberi tausiyah dimana-mana. Dia punya sebuah cita-cita:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Saya ingin meninggal dunia dalam keadaan sedang berdakwah."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, Allah menjawab permintaan terakhir beliau tersebut. Ketika sedang memberikan ceramah, dia tersungkur, lalu menghembuskan napasnya yang terakhir. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya terenyuh mendengar berita kematian pak ustad almarhum ini, meski belum pernah sekalipun bertemu dengannya. Entahlah. Ada rasa sayang dan haru. Mungkin karena kegigihan beliau itu ya? Atau .. entahlah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi, rupanya ketua pengajian belum selesai menyampaikan berita duka ini. Masih ada berita lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ibu-ibu... kemarin, saya dan suami ke rumahnya untuk takziah. Sebelumnya, saya ingin bercerita dulu. Sudah satu bulan ini saya sebenarnya ingin mengontak Pak Ustad agar berceramah di pengajian kita ini. Tapi beliau susah sekali dihubungi. Di sms tidak dibalas, di telepon tidak diangkat. RUpanya, selama ini, karna Pak Ustad sakit, maka istrinyalah yang mengatur semua jadwal ceramah suaminya, juga menyiapkan segala keperluan suaminya, termasuk membalas sms, telepon dan materi ceramah. Tapi... satu bulan yang lalu, ketika si suami sedang sakit, si istri juga wara wiri ngurus suaminya... nah.. rupanya, karena repot dan sudah tua juga, dia terjatuh dan patah kakinya. Sehingga tidak bisa lagi berjalan dan beraktifitas. Padahal, di rumah itu, di samping harus merawat suaminya yang sakit, ada juga nih, adik suaminya yang juga sakit.. ginjalnya bocor kalo nggak salah.. jadi, si istri ini sibuk ngerawat dua orang sakit. Nah, karena dia patah kakinya sementara anak-anaknya jauh di luar kota, akhirnya.... ya... kondisinya amat mengenaskan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duh... hati saya rasanya seperti teriris-iris mendengar kisah ini. Kasihan sekali. Nggak kebayang pengorbanannya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kenapa anak-anaknya nggak dpanggil aja ya bu untuk nemenin."&lt;br /&gt;"Si ibu nggak mau ngerepotin anak-anaknya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;hmm...  asli spechless deh. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelumnya.. saya juga ngobrol dengan seoran saudara saya. Dia bercerita tentang permintaan terakhir ayahnya sebelum meninggal dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Nanti, aku ingin meninggal dalam kondisi masih ada wudhu dan shalat ya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah... jadi, pas dia masih sakit, tiba-tiba sakit, dia berusaha untuk wudhu. Karena merasa sakit, dia berusaha keras juga untuk shalat sambil berbaring. Setelah salam, dia lalu melihat ke anak-anaknya dan berkata:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tolong luruskan kaki saya, lalu sedekapkan kedua tangan saya di atas dada."&lt;br /&gt;Anaknya meski bingung, menuruti permintaan ortunya ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tolong, miringkan badan saya ke sebelah kanan, menghadap kiblat."&lt;br /&gt;Anaknya kembali menuruti permintaan terakhir ini. Lalu, tidak lama kemudian terdengar suara takbir dan.... ayahnya itu pun menutup matanya untuk selamanya... Innalillahi wa inna lillahi rajiun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kematian... apa semua orang diberi tahu ya ketika kematian akan datang menghampirinya?? Entahlah. Karena kematian sendiri adalah takdir yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Tapi... apakah permintaan terakhir tiap-tiap orang itu akan dikabulkan ya?? &lt;br /&gt;Allahu'alam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi... permintaan terakhirmu apa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-5421660267546819404?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/5421660267546819404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/permintaan-terakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5421660267546819404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5421660267546819404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/permintaan-terakhir.html' title='Permintaan Terakhir'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-3356383855919244293</id><published>2011-12-02T14:47:00.000+07:00</published><updated>2011-12-02T14:47:27.004+07:00</updated><title type='text'>Resensi Buku: Ketika Bunda Menghampiri Pintu Syahid</title><content type='html'>Ketika Bunda Menghampiri Pintu Syahid&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Judul Buku: Berjuanglah, Bunda Tak Sendiri&lt;br /&gt;Penyusun: Qonita Musa dan Naqiyyah Syam&lt;br /&gt;Penerbit: Elex Media&lt;br /&gt;Peresensi: Leyla Imtichanah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Proses melahirkan adalah proses yang menegangkan dan menakutkan bagi wanita mana pun di dunia. Terlebih bila telah mendengar kisah-kisah traumatis seputar melahirkan. Seorang nenek yang saya kenal, tidak memiliki anak, dengan alasan trauma karena pernah melihat kakaknya melahirkan. Sehingga dia tidak mau melahirkan seumur hidupnya, dan hanya mengangkat seorang anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bicara soal takut melahirkan, saya juga takut. Bahkan, saya sudah takut sejak masih SMP, sejak ibunda tercinta sering mengulang-ulang cerita mengenai betapa sulitnya melahirkan saya (pelajaran untuk para bunda: jangan menceritakan soal kesulitan melahirkan pada anak-anak kita, ya, terutama anak perempuan). Namun, saya ingin memiliki anak-anak kecil yang lucu-lucu (ternyata pada kenyataannya, mereka tidak selalu lucu, hehe). Bahkan, saya bercita-cita ingin punya enam anak. Entah bagaimana caranya kalau tidak melahirkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, ketika saya memutuskan untuk menikah, ketika itu juga saya sudah harus siap mempunyai anak. Tentunya anak kandung, kalau memang mampu. Otomatis, saya harus mempersiapkan diri untuk melahirkan. Kenyataannya, memang proses melahirkan itu mempertaruhkan nyawa, bahkan saya meminta untuk mati saja ketika rasa sakit sudah tak tertahankan. Terbayang pengorbanan ibunda sewaktu melahirkan saya. Tapi, meskipun katanya kapok, eh setahun kemudian, saya melahirkan lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buku  Berjuanglah, Bunda Tak Sendiri, berisi kisah-kisah pengalaman para Bunda dalam berjuang melahirkan buah hatinya. Dari proses yang relative mudah, susah, sampai yang membuahkan trauma berkepanjangan. Ada kisah Bunda Ade Anita yang melahirkan di Sydney, Australia. Negara itu sangat mendukung program kelahiran, karena masyarakat urban di sana sudah amat jarang yang mau memiliki anak. Sehingga pelayanan terhadap ibu hamil dan melahirkan, sangat memuaskan. Berbeda dengan kebanyakan dokter di Indonesia yang kerap kali menyarankan operasi cesar pada proses kelahiran yang sulit (bahkan yang mudah pun sering diminta operasi saja), di Australia, dokternya justru melarang untuk cesar. Sesulit apa pun, diusahakan untuk melahirkan normal, karena operasi cesar banyak kekurangannya. Subhanallah, Bunda Ade bisa melahirkan bayinya secara normal, dengan bimbingan seorang bidan yang keibuan (memang, bidan-bidan di Australia sangat hangat dan keibuan), bayi berbobot 5 kilogram itu terlahir dengan sehat dan selamat. Bandingkan dengan di Indonesia, pasti sudah disuruh cesar  oleh dokter.  &lt;br /&gt;Kisah traumatis saat melahirkan, dialami oleh Bunda Riawani Elyta dan Bunda Yudith Fabiola, yang mengalami keracunan obat (antibiotic). Bunda Riawani yang mengalami gangguan saluran kemih, disuruh minum obat oleh dokter, yang ternyata tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asma. Padahal, Bunda Riawani sudah mengatakan bahwa dia menderita penyakti asma dan tidak boleh minum obat tertentu. Hampir saja Bunda Riawani kehilangan nyawanya. Meskipun demikian, 1,5 tahun kemudian, Bunda Riawani melahirkan anak lagi. Berbeda dengan Bunda Yudith yang trauma akibat kasus yang sama dengan Bunda Riawani, hingga baru mau melahirkan anak lagi setelah lima tahun kemudian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada juga kisah Bunda Nurul Asmayani yang sulit melahirkan gara-gara meminum air rendaman rumput Fatima. Sebagaimana mitos yang beredar, air rumput Fatima kabarnya dapat mempermudah kelahiran. Nyatanya, Bunda Nurul sampai dimarahi oleh dokter dan suaminya, gara-gara meminum tiga gelas air rendaman rumput Fatima yang membuat pembukaan jalan lahirnya tidak maju-maju, tapi kontraksinya terus meningkat!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan banyak lagi kisah-kisah melahirkan di dalam buku ini yang bisa menjadi pelajaran untuk para bunda yang akan melahirkan, apakah itu proses persalinan cesar, persalinan normal, maupun persalinan yang terhitung mudah. Yang ingin disampaikan oleh buku ini adalah, bahwa proses melahirkan memang bukan proses yang sepele. Para Bunda benar-benar mempertaruhkan nyawanya dalam proses itu. Tetapi, jangan khawatir. Pengorbanan para Bunda akan diganjar oleh pahala setimpal, karena apabila Bunda meninggal saat melahirkan, maka kematiannya terhitung sebagai mati syahid. Subhanallah. Dan untuk mempersiapkan diri dalam menyambut kelahiran bayi, hendaknya para Bunda menggali ilmu sebanyak-banyaknya tentang melahirkan, agar tidak terjadi malpraktik atau human error yang bisa dilakukan oleh siapa pun, entah Bunda sendiri, keluarga, bahkan paramedic (bidan dan dokter).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian akhir buku ini juga disertakan tips-tips dalam menyambut kelahiran, terutama bagi para Bunda yang baru pertama kali melahirkan. Tips ini sangatlah bermanfaat. Jadi, untuk para Bunda yang sedang mempersiapkan kelahiran bayinya, silakan jadikan buku ini sebagai salah satu referensi Bunda. Bahasanya enak dicerna, khas tuturan Bunda-Bunda. Meski ada kekurangan sedikit dalam hal editing, Juga ada beberapa kisah yang terasa datar, tapi tak menghilangkan tujuan dari buku ini untuk memberikan inspirasi bagi para Bunda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-3356383855919244293?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/3356383855919244293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/resensi-buku-ketika-bunda-menghampiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3356383855919244293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3356383855919244293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/12/resensi-buku-ketika-bunda-menghampiri.html' title='Resensi Buku: Ketika Bunda Menghampiri Pintu Syahid'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-7238800228871970573</id><published>2011-11-25T15:28:00.000+07:00</published><updated>2011-11-25T15:28:01.037+07:00</updated><title type='text'>kamu manusia masa lalu, sekarang atau masa depankah? lihat video keren ini</title><content type='html'>&lt;iframe width="560" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/isPj5KgpVqg" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-7238800228871970573?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/7238800228871970573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/kamu-manusia-masa-lalu-sekarang-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/7238800228871970573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/7238800228871970573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/kamu-manusia-masa-lalu-sekarang-atau.html' title='kamu manusia masa lalu, sekarang atau masa depankah? lihat video keren ini'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/isPj5KgpVqg/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-8735943988298901686</id><published>2011-11-25T15:23:00.000+07:00</published><updated>2011-11-25T15:23:45.506+07:00</updated><title type='text'>video bagus tentang... globalisasi pendidikan</title><content type='html'>&lt;iframe width="560" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/zDZFcDGpL4U" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-8735943988298901686?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/8735943988298901686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/video-bagus-tentang-globalisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/8735943988298901686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/8735943988298901686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/video-bagus-tentang-globalisasi.html' title='video bagus tentang... globalisasi pendidikan'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/zDZFcDGpL4U/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-1964072770441404374</id><published>2011-11-24T11:23:00.002+07:00</published><updated>2011-11-24T11:23:18.414+07:00</updated><title type='text'>dapat dari statusnya Rizal Syahrulli.. bagus</title><content type='html'>Kadang sepatah kata yang ketus membuat kita:&lt;br /&gt;1. sakit hati sampai bertahun-tahun&lt;br /&gt;2. sikap ceria dan kegembiraan selama ini tersapu habis oleh sepatah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun orang bertanya mengapa begitu ? mungkin kita akan menjawab "kata-kata itu begitu menyakitkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah kata-kata itu yang begitu menyakitkan?? ataukah kita yang terlalu lemah? jawabannya... Bukan, kita tidak lemah dan kata-kata ketus itu pun sebenarnya tidak ada apa-apa nya.&lt;br /&gt;Permasalahannya adalah: hati kita yang terlalu tinggi.&lt;br /&gt;Tinggi hati membuat : harga diri, gengsi, keinginan untuk di hormati, semuanya ikut menjadi tinggi.&lt;br /&gt;Tinggi hati membuat kita merasa : terhormat, mulia, tidak merasa memiliki dosa, dan sempurna.&lt;br /&gt;Sikap inilah yang membuat kita gampang tersinggung, mudah sakit hati dan berprasangka buruk.&lt;br /&gt;Tinggi hati membuat kita : rapuh dan jiwa menjadi lemah.&lt;br /&gt;Jika kita ingin menjadi kuat, belajarlah rendah hati setiap saat, maka kata-kata ketus tidak akan berarti apapun.&lt;br /&gt;Kerendahan hati membuat kita tenang, hening namun tegar bagai samudera yang mengambil tempat paling rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan dari seorang teman ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-1964072770441404374?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/1964072770441404374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/dapat-dari-statusnya-rizal-syahrulli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1964072770441404374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1964072770441404374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/dapat-dari-statusnya-rizal-syahrulli.html' title='dapat dari statusnya Rizal Syahrulli.. bagus'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-5348736155176943234</id><published>2011-11-23T08:58:00.000+07:00</published><updated>2011-11-23T08:58:26.497+07:00</updated><title type='text'>cara membuat komik 2</title><content type='html'>Membuat Komik, Novel Grafis menggunakan Comic Master&lt;br /&gt;Posted on October 28, 2010 in: Web Apps&lt;br /&gt;Anda penggemar komik dan suka membaca berbagai comic dari jagoan anda jika iya bagaimana jika tak sekedar membaca tetapi juga membuat buku komik anda sendiri. Anda mungkin memiliki beberapa cerita bagus, tapi anda mungkin tidak tahu cara membuat mereka sebagai novel grafis atau buku komik. Berikut ini adalah sebuah aplikasi online sederhana bernama Comic Master yang memungkinkan anda untuk membuat buku komik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comic Master adalah aplikasi sederhana yang memungkinkan anda untuk membuat buku komik online. Dengan master Comic anda dapat menentukan tampilan halaman novel grafis anda. Anda dapat memilih latar belakang, karakter untuk adegan, tambahkan dialog, gelembung dan keterangan untuk adegan dll Bahkan anda dapat menambahkan efek khusus juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulai anda diharuskan sign up terlebih dahulu cukup isi email dan password dan anda langsung dapat menggunakan aplikasi online tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya anda pilih layout comic yang ingin anda buat dan kemudian layout-layout tersebut anda drag dan masukan pada lembar kerja untuk komik anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya anda anda buat jalan cerita anda yang ingin anda jadikan komik dengan beberapa tokoh kartun komik yang ada seperti pada gambar diatas. Anda bisa membuat komik lucu dengan mudah atau membuat komik yang unik dengan aplikasi online tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda ingin mencobanya Membuat Komik, Novel Grafis menggunakan Comic Master kunjungi situs berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.comicmaster.org.uk/"&gt;Comic Master&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-5348736155176943234?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/5348736155176943234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/cara-membuat-komik-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5348736155176943234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5348736155176943234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/cara-membuat-komik-2.html' title='cara membuat komik 2'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-159700784400494399</id><published>2011-11-23T08:04:00.000+07:00</published><updated>2011-11-23T08:04:58.414+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Cara Membuat Komik ( sangat mudah )&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat membuat komik pada umumnya kita harus mempunyai ke-ahlian khusus seperti menggambar sketsa dengan pensil, atau belajar ilmu photoshop. Belum lagi ditambah anda harus melakukan kedekatan dengan karakter yang ingin di gambar agar hasilnya bisa sangat mirip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini kami menemukan Software yang membuat bisa membuat komik secara gampang. Namanya adalah &lt;b&gt;Comic Life&lt;/b&gt;. Ya, dengan aplikasi comic life anda tidak harus mempunyai beberapa keahlian khusus seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Lantas apa saja kelebihan dari &lt;b&gt;Software Comic Life ini&lt;/b&gt;? diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mudah menjalankan aplikasinya, bahkan siapa saja dapat melakukannya.&lt;br /&gt;Terdapat beberapa Opsi penyimpanan gambar.&lt;br /&gt;Gampang melakukan Drag-Drop dan meng-Integrasikannya ke dalam gambar.&lt;br /&gt;Tersedia Template Font dan untuk mempercantik komik.&lt;br /&gt;Bisa Mengambil gambar melalui WebCam.&lt;br /&gt;Teks menyerupai komik Asli.&lt;br /&gt;Adapun sedikit tutorial tentang cara membuat komik dengan software ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download dan Install terlebih dahulu Software ini dalam PC anda, situs resminya ada di http://downloads.plasq.com/comiclife-win.exe untuk Windows, bagi pengguna Mac bisa di download di http://downloads.plasq.com/comiclife2.zip. Jangan sampai salah!&lt;br /&gt;Jalankan Aplikasinya. klik tab Explorer untuk memilih gambar, apabila thumbnail gambar sudah keluar, drag ke dalam lembar kerja. &lt;br /&gt;Drag Bundle yang ingin di jadikan background teks. &lt;br /&gt;kemudian klik dua kali ke dalam Bundle yang bertuliskan ” Your Word Here“, dan ketikkan kata sesuai keinginan kamu.&lt;br /&gt;Untuk menyimpan gambar yang sudah kita edit klik menu File &gt; Export &gt; Export to movie. &lt;br /&gt;Setelah keluar Jendela pengatuan Export anda akan disuguhkan beberapa menu, Geser Graphic pada Quality hingga HIGH agar hasil gambar bagus, pada Save As Type anda bisa memilih format yang di tentukan, standart Image untuk internet adalah JPEG, atur resolution hingga 600 dpi untuk hasil yang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hasil akhirnya kamu bisa melihat gambar dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba, dan pastinya selalu kunjungi Jogsa.NET karena hanya disini semua artikel mengenai komputer dan internet terlengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mampir ke sini biar lebih jelas langkah-langkahnya plus gambar terkait: &lt;a href="http://jogsa.net/2011/09/08/cara-membuat-komik-sangat-mudah/"&gt;http://jogsa.net/2011/09/08/cara-membuat-komik-sangat-mudah/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-159700784400494399?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/159700784400494399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/cara-membuat-komik-sangat-mudah-untuk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/159700784400494399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/159700784400494399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/cara-membuat-komik-sangat-mudah-untuk.html' title=''/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-4556222182009563101</id><published>2011-11-23T08:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-23T08:00:52.840+07:00</updated><title type='text'>bagian dari rencana besarku: bikin buku komik 1</title><content type='html'>ini ilmu yang bermanfaat buat rencana besarku. Aku copas dari tetangga sebelah biar gampang kalau mau baca-baca lagi di rumahku sendiri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Membuat Buku-Buku Komik&lt;br /&gt;Oleh: Aaron Albert&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat sebuah buku komik sebenarnya merupakan proses yang sangat rumit. Ada banyak langkah utama yang harus ditempuh dan dapat melibatkan banyak orang untuk memprosesnya. Dari ide-ide yang dikemukakan, kita akan melihat apa saja yang dilakukan untuk membuat sebuah komik sehingga Anda bisa tahu apa yang diharapkan ketika Anda membuat komik Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ide/konsep&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setiap komik diawali oleh ide/konsep. Ide/konsep itu bisa berupa pertanyaan, seperti "Aku bertanya-tanya apa yang akan terjadi bila seorang tentara nasional Amerika bertemu dengan makhluk asing?" Bisa juga berupa suatu konsep perjalanan waktu. Atau berdasarkan suatu tokoh, misalnya Kapten Jaberwocky, seorang pria berhati monster. Semua itu bisa saja menjadi dasar sebuah komik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis/cerita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang atau kelompok orang ini membuat keseluruhan cerita dan dialog yang ada dalam komik. Akan lebih mudah bila penulis memunyai ide atau konsep sendiri, tetapi ini bukanlah suatu keharusan. Penulis akan memberikan dasar struktur, ritme, seting, tokoh, dan plot yang digunakan pada komik. Kadang-kadang cerita itu benar-benar sempurna, termasuk latar dan karakter yang ada pada cerita tersebut. Atau bisa pula penulis memberikan dasar alur cerita, kemudian dialognya akan disusulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ilustrator (penciller)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika cerita atau alur cerita selesai dikerjakan, selanjutnya adalah tugas ilustrator (penciller). Ia menggambar cerita yang ada dengan pensil sehingga pemberi tinta bisa membenahi kesalahan atau perubahan yang mungkin terjadi. Ia bertangung jawab pada seluruh tampilan komik, juga menjadi bagian penting seluruh proses pembuatan komik sebab komik sering dinilai berdasarkan hasil kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemberi tinta (inker)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemberi tinta menerima gambar dari ilustrator, menambahkan tinta hitam pada seluruh garis gambar sehingga menambah nilai seni dan memberi kesan tiga dimensi yang lebih dalam. Ia juga mengerjakan hal-hal lain, seperti memudahkan gambar untuk disalin dan diwarnai karena terkadang hasil gambar dari pensil agak kasar. Beberapa ilustrator akan mengerjakan proses ini sendiri, tetapi penintaan membutuhkan keterampilan lain daripada yang dibutuhkan oleh ilustrator. Meskipun kadang-kadang ditujukan untuk memperindah, penintaan merupakan proses terpenting yang memberi kesempurnaan dan tampilan yang indah. Dan hal ini merupakan hak dari seniman itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemberi warna (colorist)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ia bertugas menambahkan warna, pencahayaan, dan bayangan pada gambar dalam komik. Perhatian khusus pada setiap detailnya amatlah penting karena jika pemberi warna tidak menggunakan warna yang tepat, pembaca tidak akan mengetahuinya. Bila rambut dari tokohnya berwarna coklat dalam satu adegan, lalu pirang di adegan yang lain, pembaca akan bingung. Seorang pemberi warna yang baik akan membuat halaman yang harus diwarnai menjadi lebih hidup. Beberapa orang memilih untuk tidak melakukan proses ini; beberapa melakukannya untuk menghemat dana, yang lain untuk memberi tampilan lain pada gambar-gambar itu. Meskipun kebanyakan tidak terjual selaris komik berwarna, beberapa komik seperti ini juga bisa laris, misalnya Image Comics, "The Walking Dead".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis skenario (letterer)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kata-kata untuk memperdalam cerita, pembaca akan kebingungan. Dalam tahap ini, penulis skenario membubuhkan kata-kata, efek suara, judul, tulisan di bawah gambar, serta kata-kata dan pikiran dalam awan/gelembung. Beberapa penulis skenario mengerjakannya secara manual dengan tangan dengan bantuan Ames Guide dan T-Square, tetapi kebanyakan melakukannya dengan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Editorial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses ini, editor mengawasi kualitas produksi. Bila terjadi kesalahan, mereka mengembalikannya kepada pembuatnya atau orang lain untuk membenarkan kesalahan yang ada, bahkan kadang-kadang memperbaikinya sendiri. Editor adalah baris pertahanan terakhir untuk menemukan kesalahan dan meyakinkan bahwa komik ini adalah suatu komik yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pencetakan/Penerbitan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saat komik selesai dikerjakan, itu berarti waktunya untuk dicetak. Biasanya dicetak, kadang-kadang dibuat digital. Mesin cetak yang digunakan dipilih khusus dan disewa untuk mencetak komik-komik tertentu. Kadang-kadang hanya dalam beberapa minggu saja, komik-komik dapat dicetak dan siap jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemasaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bila komik sudah siap jual, bahkan sering kali sebelum komik ini selesai, saatnya untuk dipasarkan. Peluncuran lewat situs-situs, majalah-majalah, dan iklan akan menolong komik tersebut laris terjual. Bila sudah siap, salinan ulasan bisa dikirim kepada para pengulas. Bila komik itu bagus, sering kali terlebih dahulu diiklankan secara terus-menerus di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendistribusian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda memerlukan cara supaya komik Anda dikenal banyak orang. Cara yang paling umum adalah Diamond Comics, cukup banyak distributor yang menyalurkannya pada pengecer. Proses pemasarannya penuh strategi dan Anda memerlukan penjualan yang cepat, tetapi akan sangat penting bila komik Anda bisa sampai ke tangan para pengecer. Cara lain bisa dengan mengadakan pertemuan para pembuat komik yang juga diadakan di seluruh dunia. Anda bisa membuat suatu situs untuk menjual dan mengirimnya melalui e-mail atau mungkin menitipkannya ke toko buku bila mereka mau menjualkannya. (t/Ratri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama situs : About.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli : The Process of Creating Comic Books&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat situs: http://comicbooks.about.com/od/creatingcomicbooks/tp/process.htm (copas dari webblognya : http://pelitaku.sabda.org/proses_membuat_buku_buku_komik)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-4556222182009563101?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/4556222182009563101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/bagian-dari-rencana-besarku-bikin-buku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4556222182009563101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4556222182009563101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/bagian-dari-rencana-besarku-bikin-buku.html' title='bagian dari rencana besarku: bikin buku komik 1'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-2055880486150363493</id><published>2011-11-17T17:16:00.000+07:00</published><updated>2011-11-17T17:16:21.606+07:00</updated><title type='text'>TIPS BERANTEM SEHAT</title><content type='html'>ARTIKEL CANTIK DARI MBAK AMINAH MUSTARI DI NOTES FACEBOOKNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengkaran merupakan hal wajar bagi tiap pasangan. Dua orang berbeda pendapat itu biasa. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana Anda dan pasangan melewati proses tersebut dan kembali menjalani hubungan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bertengkar dengan pasangan tidak harus selalu berakhir buruk. Banyak cara yang bisa Anda lakukan agar hubungan kembali hangat setelah pertengkaran terjadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diingat saat kita bertengkar dengan pasangan:&lt;br /&gt;Pertengkaran hanyalah salah satu warna dalam hidup. Ingatlah masih banyak warna dalam hidup Anda. Jangan sampai satu masalah yang memicu pertengkaran Anda menghapus warna lain yang lebih indah. &lt;br /&gt;Semua akan baik-baik dan berjalan seperti sedia kala. Jangan terus-terusan menjadi Miss/ Mr. Lebaaaayyy.&lt;br /&gt;Jika ada satu masalah yang memicu pertengkaran, jangan dibuat melebar ke masalah lainnya.Keep focus!&lt;br /&gt;Berhati-hatilah dalam membuat pernyatan. Bila Anda sedang marah, sebaiknya tenangkan diri dulu. Jangan berbicara ketika Anda sedang marah.&lt;br /&gt;Bagi para istri, ingatlah bahwa laki-laki punya harga diri yang tinggi. Di Timur, secara budaya, laki-laki sering dalam posisi superior. Mengalah dan menahan diri meskipun kit benar bukan berarti kalah, tetapi menjadi kekuatan bagi Anda untuk membuat strategi win win solution.&lt;br /&gt;Berikut 22 kalimat yang bisa Anda ungkapkan saat membicarakan masalahnya dengan pasangan, untuk menenangkan emosi. Katakan saja salah satu dari kalimat berikut saat bertengkar dengan pasangan untuk menenangkan situasi dan menghangatkan hubungan kembali. Sebagian dari majalah SHINE, tapi beberapa saya tambahkan sendiri. Tips komunikasi yang sehat di saat kepala dan hati panasss.&lt;br /&gt;Cobalah mengerti sudut pandangku&lt;br /&gt;Kamu tidak harus menyelesaikannya, aku hanya perlu seseorang untuk bicara.&lt;br /&gt;Ini sangat penting untukku, tolong dengarkan.&lt;br /&gt;Maaf, aku bereaksi berlebihan.&lt;br /&gt;Aku melihatmu dalam posisi yang sulit.&lt;br /&gt;Aku tidak berpikir seperti itu sebelumnya.&lt;br /&gt;Aku bisa saja salah.&lt;br /&gt;Kita bisa setuju atau tidak setuju dalam hal ini.&lt;br /&gt;Ini bukan hanya masalah kamu, tapi masalah kita.&lt;br /&gt;Aku merasa tidak dihargai.&lt;br /&gt;Kita sudah keluar dari masalah utama.&lt;br /&gt;Kamu telah meyakinkanku.&lt;br /&gt;Tolong, tetaplah berbicara denganku.&lt;br /&gt;Aku sadar ini bukan kesalahanmu.&lt;br /&gt;Semuanya terkadang terlihat salah.&lt;br /&gt;Aku juga membuat masalah makin besar.&lt;br /&gt;Aku tidak ingin berdebat, aku hanya perlu didengarkan.&lt;br /&gt;Bagaimana caranya agar aku bisa membuat keadaan jadi lebih baik?&lt;br /&gt;Maaf.&lt;br /&gt;Aku menyesal.&lt;br /&gt;Apa pun yang terjadi, aku selalu sayang kamu.&lt;br /&gt;Uhuyy ... prikitiiieww!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-2055880486150363493?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/2055880486150363493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/tips-berantem-sehat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2055880486150363493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2055880486150363493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/tips-berantem-sehat.html' title='TIPS BERANTEM SEHAT'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-6341014601212269682</id><published>2011-11-17T17:14:00.000+07:00</published><updated>2011-11-17T17:14:23.452+07:00</updated><title type='text'>MENJUAL SISIR KEPADA BIKSU</title><content type='html'>MENJUAL SISIR KEPADA BIKSU (notes bagus untuk mencerahkan anda yang penat)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika perusahaan di mana anda bekerja, adalah sebuah perusahaan pembuat SISIR, memberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di vihara (yang pasti semua kepalanya gundul). Bisakah anda melakukannya ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pilih satu jawaban dan baca tulisan di bawah untuk meilhat apakah anda termasuk orang yang berjiwa sukses atau tidak.&lt;br /&gt;Tidak mungkin, itu mustahil !&lt;br /&gt;Gile juga nih !&lt;br /&gt;Saya akan mencoba sekali untuk melaksanakan instruksi bos saya.&lt;br /&gt;Baiklah, saya akan coba.&lt;br /&gt;Ya, saya pikir bisa menjualnya (5 buah, 10 buah, 50 buah atau lebih, sebutkanlah jumlahnya).&lt;br /&gt;Ada sebuah perusahaan pembuat sisir yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga Management ingin merekrut seorang Sales Manager yang baru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan. Jika dihitung jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir. Tugasnya adalah : Menjual sisir sebanyak - banyaknya pada para biksu di vihara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini, yakni Mr. A, Mr. B, Mr. C.&lt;br /&gt;Pimpinan pewawancara memberi tugas : "Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di vihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :&lt;br /&gt;"Berapa banyak yang sudah anda jual?"&lt;br /&gt;Mr. A menjawab: "Hanya SATU."&lt;br /&gt;Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"&lt;br /&gt;Mr. A menjawab:&lt;br /&gt;"Para biksu di vihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :&lt;br /&gt;"Berapa banyak yang sudah anda jual?"&lt;br /&gt;Mr. B menjawab : "SEPULUH buah."&lt;br /&gt;"Saya pergi ke sebuah vihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :&lt;br /&gt;"Bagaimana dengan anda?"&lt;br /&gt;Mr. B menjawab: "SERIBU buah!"&lt;br /&gt;Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.&lt;br /&gt;Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"&lt;br /&gt;Mr. C menjawab:&lt;br /&gt;"Saya pergi ke sebuah vihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan vihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.'  Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di vihara itu. Biksu pimpinan vihara itu sangat senang dan langsung memesan 1.000 buah sisir!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MORAL DARI CERITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :&lt;br /&gt;85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan.&lt;br /&gt;SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan keberuntungan.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial, dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalai Lama biasa berkata : "Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegang teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh - di mana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan adalah hal yang akan mengubah hidup kita."  Meredith Grey, Grey's Anatomy - Season 3&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-6341014601212269682?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/6341014601212269682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/menjual-sisir-kepada-biksu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/6341014601212269682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/6341014601212269682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/menjual-sisir-kepada-biksu.html' title='MENJUAL SISIR KEPADA BIKSU'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-2201924383975911523</id><published>2011-11-06T20:59:00.001+07:00</published><updated>2011-11-06T20:59:19.149+07:00</updated><title type='text'>masih dari catatannya ilham q muhiddin</title><content type='html'>Ilham Q Moehiddin (status fbnya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu, Khalifah, Sayyidina Umar bin Khatab RA mendapati domba-domba Zaid Al Asghrar, puteranya sendiri, sedang memakan rumput bersama domba-domba milik Baitul Maal. Karenanya, maka dipanggillah puteranya itu. “Wahai Zaid, tidakkah kau ketahui, bahwa rumput yang disediakan untuk domba-domba itu dibeli dengan uang Baitul Maal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid membenarkan, namun dia tak tahu jika seperti itu kenyataannya. “Engkau telah melakukan korupsi pada uang negara.” Begitu kata Khalifah. Mendengar itu, Zaid meminta keringanan hukuman, dengan alasan dia tak mengetahui perihal sedemikian itu. Namun, Sayyidina Umar tak memberikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukumannya: Zaid harus membawa semua domba-domba milik Baitul Maal, mengurusnya, dengan memberinya makan rumput terbaik yang diusahakannya (dibeli atau dicarinya sendiri) sehingga gemuk, sebelum dikembalikan pada Baitul Maal. Sayyidina Umar berpendapat, domba-domba Baitul Mall menjadi kurus karena Zaid telah mengambil hak atas hewan-hewan milik negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishawa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-2201924383975911523?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/2201924383975911523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/masih-dari-catatannya-ilham-q-muhiddin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2201924383975911523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2201924383975911523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/masih-dari-catatannya-ilham-q-muhiddin.html' title='masih dari catatannya ilham q muhiddin'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-2367118859348448552</id><published>2011-11-06T18:47:00.000+07:00</published><updated>2011-11-06T18:47:06.880+07:00</updated><title type='text'>puisinya adrian kelana yang aku suka banget...</title><content type='html'>@ gabak di kelopak mata Mande @&lt;br /&gt;by Adrian Kelana on Saturday, 05 November 2011 at 11:43&lt;br /&gt;                                              Gabak di kelopak mata Mande&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Senja mulai menepi bibir malam&lt;br /&gt;Mande duduk berlangang surang&lt;br /&gt;Matanya kosong menerawang langit&lt;br /&gt;Ada gundah bertudung sunyi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seakan tanya dilarung pada angin&lt;br /&gt;Dimana kini anak kandungku?t&lt;br /&gt;Kini musim telah berganti rupa&lt;br /&gt;Namun bayang masih sulit dieja&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Malam semakin gigil menakali&lt;br /&gt;Namun mande tetap terpaku sunyi&lt;br /&gt;Bibirnya bergetar menyimpul doa&lt;br /&gt;Dalam bait kenang air mata luruh&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gabak di kelopak mata Mande&lt;br /&gt;Telah menceritakan rindu menikam&lt;br /&gt;Tentang buah hati sibiran tulang&lt;br /&gt;Obat penat pelerai demam, sansai&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pulanglah anakku sayang&lt;br /&gt;Mande ingin memelukmu hangat&lt;br /&gt;Jangan sampai kelak ada rinai jatuh&lt;br /&gt;Di tanah merah nisan terpasung&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adrian kelana&lt;br /&gt;Jakarta 05112011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-2367118859348448552?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/2367118859348448552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/puisinya-adrian-kelana-yang-aku-suka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2367118859348448552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2367118859348448552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/puisinya-adrian-kelana-yang-aku-suka.html' title='puisinya adrian kelana yang aku suka banget...'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-506440300510613984</id><published>2011-11-06T18:34:00.001+07:00</published><updated>2011-11-06T18:34:59.946+07:00</updated><title type='text'>dari statusnya temanku Ilham q muhiddin yang bagus untuk dibaca-baca kapan saja</title><content type='html'>Ilham Q Moehiddin&lt;br /&gt;Karena saya mencintai dan memfigurkan Sayyaidina Umar bin Khatab R.A. maka ada sedikit kisah mengenai beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika putera Sayyidina Umar RA pulang dari sekolah dalam keadaan menangis. Melihat puteranya serupa itu, Sayyidina Umar RA lalu mempertanyakan sebab musababnya. "Kawan-kawan di sekolah telah menghitung tambalan bajuku, seraya mereka berkata: Lihatlah itu putera Amirul Mu'minin, berapa tambalan bajunya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keluhan puteranya, Sayyidina Umar RA melihat bajunya sendiri, yang sudah bertambalan sebanyak empat belas tempat dan sebagian tambalannya ada dari kulit kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, demi kebaikan puteranya, Sayyidina Umar RA lantas menulis sepucuk surat pada Bendaharawan Baitul Maal (Kantor Kas Negara), dengan isi meminta hutangan. "Hutangilah aku uang dari Baitul Maal sebanyak empat dirham sampai awal bulan. Dan bila telah sampai awal bulan, maka ambillah gajiku itu untuk menebusnya." Demikian bunyi suratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima dan membaca surat dari Sayydina Umar RA., bendaharawan Baitul Maal lalu membalas surat itu, dengan menuliskannya pada bagian kosong di belakang lembar surat yang sama. Bendahara itu menulis: "Wahai Khalifah, apakah engkau yakin dengan umurmu untuk sebulan lagi, sehingga kami tidak berkeberatan meminjami engkau? Apakah yang akan engkau perbuat terhadap uang Baitul Maal itu bila engkau meninggal sedang engkau masih bertanggungan pada uang negara itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi membaca surat itu, maka menangislah Sayyidina Umar RA. Lalu beliau berkata kepada puteranya. "Wahai Anakku, pergilah engkau ke sekolah sebagaimana biasa, sungguh kami tidak yakin dengan apapun yang direncanakan Allah atasku dan engkau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, selamat ber-idul kurban ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-506440300510613984?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/506440300510613984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/dari-statusnya-temanku-ilham-q-muhiddin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/506440300510613984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/506440300510613984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/dari-statusnya-temanku-ilham-q-muhiddin.html' title='dari statusnya temanku Ilham q muhiddin yang bagus untuk dibaca-baca kapan saja'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-1276366072334320192</id><published>2011-11-04T21:13:00.001+07:00</published><updated>2011-11-04T21:13:47.123+07:00</updated><title type='text'>Kita bertanya, Al Quran Menjawab</title><content type='html'>✦ Kita bertanya: Kenapa aku diuji?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quran menjawab , “Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan ,” Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka , maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar , dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.” Surah al-Ankabut , ayat 2-3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;✦ Kita bertanya : Kenapa aku tak dapat apa yang aku idam-idamkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quran menjawab ,” Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” [Surah al-Baqarah , ayat 216.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;✦ Kita bertanya : Kenapa ujian seberat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quran menjawab ,” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” [Surah al-Baqarah, ayat 286.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;✦ Kita bertanya : Kenapa kita rasa frustasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quran menjawab ,” Janganlah kamu bersikap lemah , dan janganlah pula kamu bersedih hati , padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya , jika kamu orang-orang yang beriman. “ [Surah Ali Imran , ayat 139.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;✦ Kita bertanya : Bagaimana harus aku menghadapinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quran menjawab ,” Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang , dan sesungguhnya sembahyang itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” [Surah al-Baqarah ayat 45.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;✦ Kita bertanya : Kepada siapa aku berharap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quran menjawab,” Cukuplah Allah bagiku , tidak ada Tuhan selain daripadanya. Hanya kepadanya aku bertawakal .” [Surah at-Taubah, ayat 129.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;✦ Kita bertanya : Apa yang aku dapat daripada semua ujian ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quran menjawab ,” Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang mukmin , diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.” [Surah at-Taubah , ayat 111.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;✦ Kita berkata : Aku tak tahan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quran menjawab ,”....dan janganlah kamu ber putus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” [Surah Yusuf , ayat 12.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;✦ Kita berkata: Sampai kapan aku akan merana begini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quran menjawab,” Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. “ [Surah al-Insyirah, ayat 5-6.]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-1276366072334320192?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/1276366072334320192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/kita-bertanya-al-quran-menjawab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1276366072334320192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1276366072334320192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/11/kita-bertanya-al-quran-menjawab.html' title='Kita bertanya, Al Quran Menjawab'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-3678624310383589471</id><published>2011-10-27T10:42:00.001+07:00</published><updated>2011-10-27T10:42:16.619+07:00</updated><title type='text'>Teman minum Kopi (resensi buku Dear Love)</title><content type='html'>Judul : Dear Love &lt;br /&gt;menghubungi cinta-menghubungkan cinta-hubungan cinta&lt;br /&gt;111 tulisan tentang cinta&lt;br /&gt;Penerbit: Hasfa Publishing&lt;br /&gt;ISBN 978-602-98386-7-1&lt;br /&gt;227hlm.&lt;br /&gt;Peresensi: Ade Anita&lt;br /&gt;--------------&lt;br /&gt;Ada perkembangan menarik dalam dunia sastra kita yang menjadi konsekuensi tidak langsung dari perkembangan tekonologi internet saat ini. Yaitu, berkembangnya  trend Flash Fiction (cerita kilat).  Sebuah sub genre dari cerita pendek. Bisa jadi trend ini berkembang sebagai penyesuaian dari tuntutan cerita pendek yang harus dibuat segar dan terkini setiap hari sebagai bukti keterjalinan pemilik blog atau akun facebook atau tweeter atau multiply seseorang dengan pengunjung dinding catatan dunia maya mereka. Keterbatasan ruang untuk mempersembahkan sebuah tulisan di tambah keterbatasan waktu pengunjung yang ingin membacanya merupakan pertimbangan berikutnya yang membuat Flash Fiction menjadi marak dipilih, lalu dibuat, dan akhirnya ikut memperkaya khazanah sastra Indonesia itu sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Flash Fiction memang berbeda dengan cerita pendek pada umumnya.  Pada Flash Fiction segala sesuatunya ditulis dalam sebuah cerita yang amat ringkas. Jadi, jika pada cerpen biasanya mengandung 2500 s.d 20.000 karakter, maka pada Flash Fiction hanya mengandung sekitar seperbagiannya saja, yaitu kurang dari 1500 karakter.  Begitu pepat, ringkas, dan padat. Itu sebabnya  Flash Fiction dikenal dengan berbagai nama seperti postcard Fiction, minute story, fast, quick, and micro fiction. Bahkan di Cina, jenis cerita ini dikenal dengan nama cerita kantong atau cerita sepanjang puntung rokok. Karena begitu ringkas, maka penulisannya pun menjadi sesuatu yang unik. Semua kata dan kalimat yang dibuat harus diperhitungkan dengan seksama untuk menghindari penulisan yang melebihi kapasitas ketentuan pendeknya tulisan. Karena itu, kita mungkin tidak akan menemukan penggambaran karakter tokoh, apakah dia protagonis atau antagonis, juga kecil kemungkinan akan menemukan latar belakang karakter yang membentuk tokoh cerita tersebut. Selain itu, kita juga mungkin tidak akan menemukan alur perjalanan konflik dan penyelesaiannya sebagaimana halnya sering kita temui di karya-karya novel atau cerpen pada umumnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, jika kita tidak bisa menemukan penggambaran karakter yang kuat untuk membangun sebuah cerita, dan penggambaran konflik yang membuat manis sebuah cerita, apa masih nikmat membaca cerita amat pendek tersebut?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jawabannya ternyata: Masih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya, kita masih bisa menikmati sebuah cerita yang amat  pendek tersebut meski memang tidak bisa mengharapkan akan disuguhi jalinan emosi antara  kita sebagai pembaca dan tokoh dalam cerita yang kita baca dalam cerita tersebut (akibat cerita yang terlalu pendek).  Kita juga mungkin masih bisa mendapatkan secarik senyum, sedikit rasa kesal, dan petikan emosi lain meski dalam porsi yang sekilas-sekilas saja. Seperti menikmati guratan cahaya indah dari sebuah kilat yang menyambar langit mendung.  Sejenak tapi tetap menakjubkan. Kesan inilah yang akan kita temui dalam buku “Dear Love” terbitan Hasfa Publishing (tahun terbit 2011). Ada 111 tulisan tentang cinta dalam buku “Dear Love: menghubungi cinta, menghubungkan cinta, hubungan cinta” ini. Terbagi dalam dua bagian, yaitu bagian Cinta itu Hitam (bukan Pink) dan bagian terakhir Cinta itu bulat (bukan hati).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semua Flash Fiction dalam buku ini, tidak melulu bercerita tentang cinta yang cengeng atau melulu cerita cinta yang gegap gempita saja. Ternyata, ada banyak sekali wajah cinta yang harus dihadapi oleh 111 tokoh cerita dalam tulisan di buku ini. Menjadi menarik karena meskipun semua cerita diringkas menjadi padat, tapi masing-masing penulis tidak lupa untuk memberikan hiburan bagi penikmat cerita mereka dengan menyuguhkan kejutan-kejutan tak terduga di akhir cerita. Sentilan kejutan inilah yang membuat 111 Flash Fiction tentang cinta di buku ini menjadi asyik untuk dibaca. Bahkan, meski isi satu cerita  dalam buku ini akhirnya cepat berlalu  setelah kita menghirup satu sesapan kopi saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya, ini memang buku yang cocok untuk teman minum kopi. Manis, segar, hangat. Jika masih belum puas dengan satu sesapan, bisa dilanjutkan ke sesapan berikutnya atau satu cerita lain yang tersedia di buku ini.&lt;br /&gt;--------------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-3678624310383589471?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/3678624310383589471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/teman-minum-kopi-resensi-buku-dear-love.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3678624310383589471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3678624310383589471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/teman-minum-kopi-resensi-buku-dear-love.html' title='Teman minum Kopi (resensi buku Dear Love)'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-1074580466975247436</id><published>2011-10-25T10:04:00.002+07:00</published><updated>2011-10-25T10:04:41.246+07:00</updated><title type='text'>C - IP - 0 - K4 - N</title><content type='html'>judul: C - IP - 0 - K4 - N&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Ade Anita on Tuesday, 25 October 2011 at 09:32, ada di notes facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi jika menulis sesuatu yang rada-rada "dewasa" nggak apa-apa ya... hitung-hitung buat menghangatkan pagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dulu, waktu saya masih kuliah (baru tahun kedua kalau nggak salah), saya punya teman orang bule. Dengan bermodalkan wajah saya yang kata orang innocent (tanpa dosa dan polos), saya bertanya pada teman bule saya itu, yang kebetulan seorang pria yang usianya lebih tua dari saya beberapa tahun. Ketika itu, kami sedang menunggu kereta api yang datang terlambat seperti biasa di sebuah stasiun kereta api menuju Depok.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kamu... sudah pernah melakukan hubungan seks belum?"&lt;br /&gt;(kalau dipikir sekarang, gila banget ya saya bertanya hal seperti ini padanya, Kurang kerjaan banget).  Teman bule saya itu kaget, dan dengan alis mata yang saling bertautan dia menatap saya bingung. Saya hanya cengar-cengir dan mengatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Just want to know."&lt;br /&gt;"Kamu sendiri? Sudah pernah belum?"&lt;br /&gt;Saya menggeleng, masih dengan cengar-cengir yang culun abis.&lt;br /&gt;"Di Indonesia, hal-hal seperti itu tidak boleh dilakukan sebelum terjadinya sebuah pernikahan."&lt;br /&gt;Teman bule saya mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;"Tapi, itu kan pilihan. Saya bertemu dengan beberapa orang dan mereka ternyata tidak seperti yang kamu katakan tadi, mereka sudah melakukannya meski mereka belum menikah."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Well, kebetulan saya termasuk orang yang memilih untuk tidak melakukannya sebelum terjadinya sebuah pernikahan."&lt;br /&gt;"And Are you happy with that?"&lt;br /&gt;Saya mengangguk. Lalu kami berbincang panjang tentang perkara seks ini seperti halnya sedang membicarakan masalah politik saja, atau seperti membicarakan tentang gosip para selebritis. Saya memang senang ngobrol dari dulu, tapi selalu berusaha untuk membuat obrolan senetral mungkin. Tidak senang menggiring obrolan ke arah lain yang berpotensi yang bukan-bukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jadi, usia berapa kamu melakukan hubungan seks pertama kali? What is your virgin story?"&lt;br /&gt;Teman bule saya mengangkat telunjuknya ke depan hidung saya.&lt;br /&gt;"Ya, maksud saya kamu. Usia berapa?"&lt;br /&gt;Saya kembali bertanya. Teman bule saya tersenyum.&lt;br /&gt;"Iya, saya bukan sedang mengangkat telunjuk. Tapi saya ingin memberitahumu, saya melakukannya ketika saya berusia sebelas tahun."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;WHAT!!!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gila dasar bule ini. Tapi, ternyata pengetahuan baru ini berguna bagi saya untuk memahami sebuah pernikahan dini yang gonjang-ganjingnya sempat ramai beberapa tahun yang lalu di Indonesia. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebetulan, saya mengasuk rubrik Uneg-uneg di kafemuslimah.com. Sebuah surat curhat datang ke email saya bertanya tentang pernikahan dini tersebut. Sebut saja Mr X yang ingin menikahkan anaknya yang baru berusia 13 tahun dengan seorang yang menurutnya cocok untuk jadi pendamping hidup anaknya. Tapi, dia mendapat kesulitan secara administrasi karena terbentur dengan undang-undang perkawinan yang mengharuskan calon pengantin wanita berusia 16 tahun minimal. Dia merasa terzolimi dengan keberadaan undang-undang perkawinan tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, saya memaparkan kepada Mr X itu, bahwa memang dalam Islam, hasil kesepakatan ulama mengatakan bahwa seorang perempuan yang siap menikah itu adalah ketika si perempuan sudah siap untuk melakukan hubungan seksual dengan suaminya. Dan itu artinya, usianya bisa amat dini, lebih dini dari usia yang digaris-bawahin oleh UNdang-undang perkawinan kita yang 16 tahun itu (masih ingat kan, cerita tentang teman bule saya yang melakukan hubungan seksual dengan teman sekolahnya di usia 11 tahun di atas?).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi, perkawinan itu tidak melulu berisi tentang hubungan seksual saja. Ada rentetan kejadian berikutnya, seperti mengandung, melahirkan, mengasuh anak (dan ketiga kejadian ini tidak boleh terlepas dari bentuk fisik seseorang. Jika tubuh si anak masih terlalu kecil, tentu dia harus kepayahan dalam melakukan ketiga kejadian ini). Kecuali.... jika disepakati untuk merencanakan kesiapan suami istri terlebih dahulu dengan cara menunda memiliki momongan. Dengan demikian, si anak bisa terus melanjutkan sekolahnya, karena tidak bisa dipungkirin bahwa pendidikan itu amat berguna bagi pembekalan seseorang dalam menapak kehidupan rumah tangganya. Bukankah tidak selamanya keberuntungan ada di pihak kita? Kita harus siap jika terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki dan ilmu adalah bekal yang tidak akan kadaluarsa. Ada banyak keluarga yang terselamatkan oleh kepandaian yang dimiliki oleh sang istri ketika sang suami tersungkur karena cobaan hidup yang beragam.  Jadi, pendidikan danketerampilan untuk seorang anak perempuan itu adalah sesuatu yang tidak merugi. Akhirnya, si bapak bisa mengerti. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fiuh.Case Closed.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kembali ke teman bule saya itu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ternyata, gejolak kebutuhan seks pada beberapa orang itu sudah terasa sejak usia remaja. Adalah sistem nilai sosial budaya kita dan juga tata aturan agama-lah yang paling berjasa membentengi agar para remaja kita tidak sampai melakukan hubungan seks bebas. Untuk itu, tentu peran orang tua amat besar adanya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Eh... mana dia cerita tentang teman bule saya itu? Kok malah nulis pernyataan resmi? hehehe... kita lupakan si teman bule saya itu. Ceritanya menarik memang, apalagi ketika saya mendengar penuturannya, saya masih benar-benar "hijau dan culun"... Saya ingat dulu, beberapa kali teman bule saya itu harus kesulitan memilih kata-kata untuk bercerita karena tahu saya tidak mengerti apa-apa dan dia berusaha keras untuk menjaga agar saya tidak berubah karena ceritanya. Ketika itu, saya benar-benar berada dalam posisi "saya tahu tapi saya tidak tahu apa-apa".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Usaha teman bule saya ini amat saya hargai. Kesulitan untuk menjelaskan sesuatu yang "biasa" bagi dirinya pada orang yang "belum biasa" seperti saya bukan sebuah perkara mudah. Saya mengalaminya kemarin. Ketika bersama anak bungsu saya, Hawna (5 tahun 10 bulan), berdua menyaksikan tayangan film remaja bule yang berjudul "10 think I hate about You" di HBO Family.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya suka jalinan ceritanya, tapi, amat kepayahan menyensor adegan berciuman yang bertaburan di film tersebut. Mau pindah remote suka kelamaan pindah jadi begitu pindah ke film itu lagi ternyata ketinggalan beberapa scenenya. Nggak pindah ada Hawna di samping saya. Jadi terpaksa deh, tangan saya mampir ke depan matanya, menutup matanya rapat-rapat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Eh... Hawna, tutup matanya."&lt;br /&gt;Hawna cengar-cengir ketawa.&lt;br /&gt;"Sudah ibu, aku sudah nutup mataku. Nanti kalau sudah selesai bilang ya, aku cape nutup mata terus."&lt;br /&gt;Lalu saya menonton terus sambil makan nasi bungkus padang.&lt;br /&gt;"Oke... sekarang sudah boleh dibuka."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu adegan demi adegan dalam film itu terus berlangsung hingga tiba-tiba, ada adegan dewasa lagi yang hadir tiba-tiba. Spontan saya berteriak panik karena tangan saya penuh belepotan nasi padang yang padat berkuah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Eh... Hawna, tutup hidungnya!.. Eh.. mulutnya... eh.. matanya...!!!"&lt;br /&gt;Hawna sebenarnya sudah langsung memalingkan wajahnya ketika dua kepala dalam film itu sudah mulai berdekatan. Tapi, dia spontan tertawa melihat saya yang panik hingga salah bicara beberapa kali dan dia sudah menutup matanya l jauh sebelum saya berteriak sebenarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya ikut tertawa melihat ketololan dan kepanikan saya. Huh! Setelah adegan itu lewat, akhirnya, saya bisa terus makan sambil cukup memerintahkan satu kata saja, "Hawna" dan dia langsung menutup matanya. Hingga akhirnya, dia yang masih menutup matanya tiba-tiba bertanya pada saya,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kenapa sih bu, aku nggak boleh lihat orang ciuman?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Eh... loh? Hmm....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Darimana kamu tahu kalau itu orang lagi ciuman?"&lt;br /&gt;"Ya tahulah. ya... tahu ajah."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Huff... tarik napas panjang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Karena, adegan itu memang belum waktunya dilihat sama kamu."&lt;br /&gt;"Kalau sama mbak Arna boleh?"&lt;br /&gt;"Belum boleh juga."&lt;br /&gt;"Kalau sama mas Ibam?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Huff lagi.... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Nggak semua hal boleh kamu lihat sayang. Apalagi kalau kamu masih kecil. Kadang, ada hal-hal yang kalau kita lihat malah bikin kita bahaya. Seperti kalau orang lihat rahasia negara misalnya, orang itu bisa dibunuh sama polisi. DOR... DOR...."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Loh, kenapa jadi membicarakan tentang masalah terorisme  segala??&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jadi, kalau aku lihat orang ciuman aku bisa kenapa?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oke, Ade, saatnya untuk ngobrak-ngabrik perpustakaan memori di otakmu... pikir...pikir...pikir... ayo, ade pikir...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Nggak tahu. Tapi, yang pasti kamu akan lebih beruntung kalau kamu melihat itu ketika kamu sudah besar nanti saja. Jangan sekecil ini."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kalau aku sudah sebesar Mbak Arna?"&lt;br /&gt;"Lebih besar lagi."&lt;br /&gt;"Kayak Mas Ibam?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku melihat ke arah anakku yang berbicara sedari tadi dengan mata tertutup. Aku cium kedua kelopak matanya yang tertutup itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Nanti, saatnya akan datang. Ibu nggak tahu kapan, tapi nggak sekarang yang pasti dan sekarang kamu bisa buka matamu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dia membuka matanya dan melirik film. &lt;br /&gt;"Filmnya sudah habis ya bu?"&lt;br /&gt;"Iya, sudah habis."&lt;br /&gt;"Ngomong-ngomong, kamu suka nggak nonton film horor?"&lt;br /&gt;"Ihhh... nggak. Aku nggak suka. Serem. Suka ada setannya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya tertawa melihat reaksi ngeri yang ditampilkan Hawna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tahu nggak, sebenarnya, vampir itu kan kelelawar, tapi sebenarnya, kelelawar itu nggak bahaya sih. Tapi karena kita lihat kelelawar di film horor seram, kita jadi takut sama kelelawar."&lt;br /&gt;"Iya... aku takut sama kelelawar vampir."&lt;br /&gt;"Sebenarnya, kelelawar vampr itu nggak ada sayang."&lt;br /&gt;"Terus.. kenapa di film ada?"&lt;br /&gt;"Ya itulah. Namanya juga film. Dia suka bikin sesuatu yang nggak ada, jadi ada. Atau bikin sesuatu yang nggak boleh dilakuin, jadi boleh dilakuin. Kayak membunuh orang, ngisep darahnya.... brrr..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hawna menatapku dengan kedua alis bertaut. Pasti dia bingung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Nah, begitu juga dengan orang ciuman. Sebenarnya, buat kita, orang islam dan orang Indonesia, ciuman, pelukan itu cuma boleh dilakukan nanti, kalau sudah nikah. Kayak ibu sama ayah tuh. Tapi, kalau belum nikah nggak boleh. Cuma, karena di film suka lebay, makanya ditampilin orang yang suka ngelakuin itu. Itu sebabnya ibu ngelarang kamu melihatnya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ooo.... ngerti aku ... ngerti."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(jujur, saya masih bertanya-tanya sebenarnya, dia ngerti beneran nggak sih?)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tapi kalau kita lagi liburan ke luar negeri, aku suka lihat orang ciuman?"&lt;br /&gt;"Iya itu tadi... dia orang luar negeri. Mungkin bukan orang Islam kali. Jadi, mending nggak usah dilihat juga."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya meneruskan makan nasi bungkus padang yang tinggal sedikit lagi. Tapi jujur, dalam hati ternyata bertambah lagi pekerjaan rumah saya sebagai seorang ibu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, apa hubungannya dengan cerita tentang teman bule saya itu? hehehehe..... ya nggak tahu, namanya juga dia cuma pemanis saja kok di tulisan ini. Saya kebetulan saja inget si bule itu, inget dengan posisi sulitnya ketika saya mengajaknya membicarakan sesuatu dengan posisi saya sebagai seorang yang "tahu tapi sebenarnya tidak tahu apa-apa". Sulit jeeeh buat njelasinnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begh... sepertinya kena hukum karma.&lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita. Jakarta, 25 Oktober 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-1074580466975247436?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/1074580466975247436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/c-ip-0-k4-n.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1074580466975247436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1074580466975247436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/c-ip-0-k4-n.html' title='C - IP - 0 - K4 - N'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-3862050753582575691</id><published>2011-10-16T08:38:00.000+07:00</published><updated>2011-10-16T08:38:26.190+07:00</updated><title type='text'>lirik lagu samson Regina Spektor</title><content type='html'>http://www.youtube.com/watch?v=p62rfWxs6a8&amp;ob=av3e&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Samson"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are my sweetest downfall&lt;br /&gt;I loved you first, I loved you first&lt;br /&gt;Beneath the sheets of paper lies my truth&lt;br /&gt;I have to go, I have to go&lt;br /&gt;Your hair was long when we first met&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samson went back to bed&lt;br /&gt;Not much hair left on his head&lt;br /&gt;He ate a slice of wonder bread and went right back to bed&lt;br /&gt;And history books forgot about us and the bible didn't mention us&lt;br /&gt;And the bible didn't mention us, not even once&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are my sweetest downfall&lt;br /&gt;I loved you first, I loved you first&lt;br /&gt;Beneath the stars came fallin' on our heads&lt;br /&gt;But they're just old light, they're just old light&lt;br /&gt;Your hair was long when we first met&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samson came to my bed&lt;br /&gt;Told me that my hair was red&lt;br /&gt;Told me I was beautiful and came into my bed&lt;br /&gt;Oh I cut his hair myself one night&lt;br /&gt;A pair of dull scissors in the yellow light&lt;br /&gt;And he told me that I'd done alright&lt;br /&gt;And kissed me 'til the mornin' light, the mornin' light&lt;br /&gt;And he kissed me 'til the mornin' light&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samson went back to bed&lt;br /&gt;Not much hair left on his head&lt;br /&gt;Ate a slice of wonderbread and went right back to bed&lt;br /&gt;Oh, we couldn't bring the columns down&lt;br /&gt;Yeah we couldn't destroy a single one&lt;br /&gt;And history books forgot about us&lt;br /&gt;And the bible didn't mention us, not even once&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are my sweetest downfall&lt;br /&gt;I loved you first &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(komentar yang ada di you tube: As far as I know this song is about cancer with an allegory towards Samson and Delilah. His hair was longer when they first met. He didn't have much hair left on his head from chemo.﻿ He had to eat wonderbread because its soft. She cut his hair because it was going to fall out anyway. She loved him first, her first love and her sweetest downfall because his cancer killed him. Emmalpop hit on the fact that their story wasn't important enough to put in the Bible or History book. But it was to her.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rockstar9739&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-3862050753582575691?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/3862050753582575691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/lirik-lagu-samson-regina-spektor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3862050753582575691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3862050753582575691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/lirik-lagu-samson-regina-spektor.html' title='lirik lagu samson Regina Spektor'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-7633289520057476535</id><published>2011-10-16T08:01:00.002+07:00</published><updated>2011-10-16T08:01:59.348+07:00</updated><title type='text'>lirik lagu permata hatiku</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=vrzuJnk7xw4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebening embun pagi&lt;br /&gt;sinar matamu&lt;br /&gt;Bila kupandang wajahmu&lt;br /&gt;aku sayang padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seindah mutiara&lt;br /&gt;sebersih salju&lt;br /&gt;Bila kuusap rambutmu&lt;br /&gt;permata hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Setiap malam tiba&lt;br /&gt;sedang nyenyaklah tidurmu&lt;br /&gt;kubelai wajahmu&lt;br /&gt;dengan penuh haru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam tiba&lt;br /&gt;engkau dalam pelukanku&lt;br /&gt;Dengan rambut terurai&lt;br /&gt;kuraih dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam tidurmu&lt;br /&gt;engkau tersenyum&lt;br /&gt;Betapa cantik wajahmu&lt;br /&gt;Permata hatiku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-7633289520057476535?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/7633289520057476535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/lirik-lagu-permata-hatiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/7633289520057476535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/7633289520057476535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/lirik-lagu-permata-hatiku.html' title='lirik lagu permata hatiku'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-4298779333994357038</id><published>2011-10-16T07:47:00.000+07:00</published><updated>2011-10-16T07:47:31.184+07:00</updated><title type='text'>lirik lagu Samson: luluh</title><content type='html'>Saat terindah saat bersamamu&lt;br /&gt;Begitu lelapnya aku pun terbuai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku tlah berharap&lt;br /&gt;Ku kan memiliki dirimu selamanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff: Segenap hatiku luluh lantak&lt;br /&gt;Mengiringi dukaku yang kehilangan dirimu&lt;br /&gt;Sungguh ku tak mampu tuk meredam&lt;br /&gt;Kepedihan hatiku&lt;br /&gt;untuk merelakan kepergianmu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kuyakini cinta tak kan berakhir&lt;br /&gt;Namun takdir menuliskan kita harus berakhir....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali ke Reff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tak sanggup tuk merelakanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(lagu yang mantap untuk cari feel kalo mau bikin tulisan tentang kehilangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=_BNKaLsIxB4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-4298779333994357038?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/4298779333994357038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/lirik-lagu-samson-luluh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4298779333994357038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4298779333994357038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/lirik-lagu-samson-luluh.html' title='lirik lagu Samson: luluh'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-8183625835148887555</id><published>2011-10-10T07:27:00.000+07:00</published><updated>2011-10-10T07:27:48.064+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Jika Sudah Cinta.. mau dikata apa?&lt;br /&gt;by Ade Anita on Monday, 26 September 2011 at 14:28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dia manja."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku berkata ragu dan menyentuh kelopak bunga yang berwarna pink di hadapanku.  Tapi tidak ada reaksi apapun yang aku terima dari ucapanku ini. Perlahan, aku mengalihkan pandanganku pada lelaki yang berdiri di sebelahku. Mata itu, itu tatapan mata yang sedang jatuh cinta. Berbinar-binar dan tiada berkedip dengan raut wajah sumringah penuh kebahagiaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Iya benar bu, dia manja. Ah, mungkin lebih tepatnya, selalu minta diperhatikan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Nah.. tuh.. gimana?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Si pemilik bola mata jatuh cinta menampik keberatan pertama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tidak mengapa. Karena itu artinya kita akan belajar untuk bersabar."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Huff. Begini ini jika bertemu dengan orang yang sedang jatuh cinta. Apapun yang kita bicarakan, akan selalu ditangkap olehnya sebagai sebuah penerimaan. Bahkan meski itu sebenaarnya adalah sinyal-sinyal penolakan sekalipun, maka entah bagaimana caranya penolakan itu akan terbaca sebagai penerimaan yang tertunda. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Lalu bagaimana jika dia tidak bisa beradaptasi? Lalu mulai menyusahkan dirimu? Atau aku?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Si pemilik bola mata jatuh cinta menatapku dengan pandanga berkerjap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Itu sebabnya aku meminta keikhlasanmu. Mau kan kita berbagi waktu menjaganya?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Huff lagi. Semula, aku selalu menyangka bahwa yang paling sulit itu adalah menghadapi orang yang sedang jatuh cinta. Serasa sedang berbicara dengan tembok saja. Karena yang ada di pikiran dan benaknya hanyalah sosok yang membuatnya jatuh cinta. TIada yang lain. Tapi, seiring dengan waktu, ternyata ada yang lebih sulit lagi. Yaitu, berhadapan dengan diri sendiri yang mabuk kebayang pada orang yang sdang jatuh cinta pada selain diri kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika cinta disambut dengan hangat, maka yang terjadi adalah kebahagiaan. Jika cinta bertepuk sebelah tangan, maka diharuskan untuk segera melupakan. Tapi bagaimana jika mabuk kepayang dan ternyata bertepuk sebelah tangan? Dan inilah yang aku alami saat ini. Aku benar-benar mabuk kepayang pada lelaki pemilik bola mata yang sedang jatuh cinta di sebelahku. Dan kini, dia sedang jatuh cinta pada yang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sudah hampir satu jam kami bicara dan selalu yang aku bicarakan sesungguhnya adalah keberatan-keberatanku unutk menerima sosok yang membuatnya jatuh cinta. Tapi, tampaknya tak satu pun ucapanku dia dengar. HIngga sekarang, aku harus segera mengubah diriku agar bisa belajar cepat mencintai apa yang dia cintai juga saat ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukankah ini hakekat cinta sejati yang selama ini aku pelajari?  Menerima dia apa adanya, lalu belajar untuk mencintai apa yang dia cintai. Intinya adalah ikhlas. Dan ikhlas biasanya disisipi dengan kata berbagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duhai pemilik hati, kenapa berat ya untuk berkorban?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kalau aku lalai bagaimana?"&lt;br /&gt;"Nanti aku akan ingatkan."&lt;br /&gt;Lelaki yang aku cintai setengah mati itu menjentik hidungku. Membuatku tersipu-sipu malu dan ingin segera mendaratkan kecupanku di pipinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;'Eh.. sst.... banyak orang. Jadi, setuju kan kalau aku beli bunga ini? Jangan bertingkah yang tidak-tidak, ditungguin tuh jawabannya sama penjual tanaman hias."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ohh..." &lt;br /&gt;Aku kepincut malu. Salah tingkah dan kembali menatap bunga dengan kelopak warna pink ini. &lt;br /&gt;"Ya sudah deh, beli saja. Tapi bener ya, yang merawatnya kita berdua, bukan cuma aku saja."&lt;br /&gt;"Iya..."&lt;br /&gt;Dia terkekeh dan merogoh dompet. Lalu, tanaman bunga berwarna pink ini pun menghuni rumah kami. Kami membelinya di Lembang sana. Salah satu daerah di Jawa Barat yang berhawa sejuk. Penjual tanaman hias sudah memberi peringatan bahwa bunga ini senang dengan udara yang sejuk, yang mungkin amat sukar didapat di Jakarta yang selalu terik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tapi nggak papah sih, rajin saja disiram dan diperhatikan. Jangan sampai kena matahari langsung."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Benar-benar bunga yang manja. Baru beberapa hari di bawa ke Jakarta, bunganya rontok dan daunnya layu. Benar juga, dia sulit beradaptasi, apalagi Jakarta sedang mengalami musim kemarau seperti sekarang. Terik matahari bukan main terasa hingga memantul dari permukaan tanah rasanya. Kami benar-benar sudah hampir pasrah, tapi... ternyata setelah dua bulan, bunga ini mulai mekar. SUbhanallha, dia hidup dan bertahan. Lalu memancarkan kecantikannya yang luar biasa. Hingga ketika pagi ini aku memotret bunga ini dalam hati aku berdoa, "semoga cinta yang aku miliki bersama suamiku, bisa sekuat keinginan bunga ini untuk terus bertahan, meski ujian yang datang amat berat sekalipun. Ammiin."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nih.. bagus kan bunganya. ^_^&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-69Bg_fahIuU/TpI77tsGL6I/AAAAAAAAAEU/7xP1bVFQwCQ/s1600/303732_2206841104886_1663186796_2200022_1548023348_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-69Bg_fahIuU/TpI77tsGL6I/AAAAAAAAAEU/7xP1bVFQwCQ/s320/303732_2206841104886_1663186796_2200022_1548023348_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;------------------------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita, 26 September 2011.. Dia yang mekar di hari ulang tahunku. Terima kasih Allah untuk pelajaran tentang cinta yang Engkau berikan lewat perantara bunga ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-8183625835148887555?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/8183625835148887555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/jika-sudah-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/8183625835148887555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/8183625835148887555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/jika-sudah-cinta.html' title=''/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-69Bg_fahIuU/TpI77tsGL6I/AAAAAAAAAEU/7xP1bVFQwCQ/s72-c/303732_2206841104886_1663186796_2200022_1548023348_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-3158357542030894975</id><published>2011-10-10T07:17:00.004+07:00</published><updated>2011-10-10T07:24:00.961+07:00</updated><title type='text'>ucapan selamat ulang tahun yang berkesan dalam</title><content type='html'>1. ini ucapan dari Merdian. seorang sahabat di fesbuk yang belum pernah bertemu sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MerDian Tupperware&lt;br /&gt;They said, orang yg sukses adalah org bisa berarti buat org lain. Than I said that you are the one who really means something 4 me. Yg memberiku pandangan pada saat mataku kabur oleh kabut. Yg memberiku kata2 saat lidahku terasa kelu tuk berucap. Aku bahkan belum membalas apa2. Cuma bisa bilang That you one of my sweetest friends. Selamat ulang tahuuuuun. Moga keberkahan dan selalu disayang Tuhan. Love much.&lt;br /&gt;Unlike ·  · See friendship · 26 September at 12:24&lt;br /&gt;You like this.&lt;br /&gt;Ade Anita aduh MerDian Ummi Ilal Ajri.. kamu bikin aku terharu.. benar2 terharu.. terima kasih untuk penghargaanmu untuk pertemanan kita selama ini... kamu baik banget... terima kasih ya MEr... semoga kebahagiaan, kesehatan dan kesuksesan juga senantiasa mengiringi langkah kedepanmu..&lt;br /&gt;26 September at 13:32 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MerDian Tupperware Amin YRA mb Ade Anita yg cantik wajah dan hatinya. ♏µαΔђ º°°º♏µαΔђ º°°º♏µαΔђ º°°&lt;br /&gt;26 September at 16:37 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  kue ulang tahun yang dibuat oleh arna dan hawna... (mereka masak sendiri, milih bahan sendiri dan menyajikannya kreasi sendiri.. pancake with ice cream yang yummy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-o5Wsolpj9FU/TpI3d0psW_I/AAAAAAAAAEM/p2uCjCJuk1o/s1600/301142_2207103271440_1663186796_2200169_1008236102_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-o5Wsolpj9FU/TpI3d0psW_I/AAAAAAAAAEM/p2uCjCJuk1o/s320/301142_2207103271440_1663186796_2200169_1008236102_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. kartu ucapan selamat ulang tahun dari arna:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mGI8ITPbpIc/TpI3KxLBM6I/AAAAAAAAAEE/zMPdprAyJEs/s1600/315306_268890503134041_100000392791140_877012_471177719_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="226" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-mGI8ITPbpIc/TpI3KxLBM6I/AAAAAAAAAEE/zMPdprAyJEs/s320/315306_268890503134041_100000392791140_877012_471177719_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ucapan selamat ulang tahun sekaligus apresiasi positif untuk sesuatu yang sudah aku hasilkan dari seseorang yang belum aku kenal sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurhayati Pujiastuti&lt;br /&gt;Met ultah. Aku suka tulisannya di Rumah Air. Baguuuuus sekali.&lt;br /&gt;Unlike ·  · See friendship · 26 September at 13:58&lt;br /&gt;You like this.&lt;br /&gt;Ade Anita terima kasih ya.. oh ya? terima kasih juga untuk apresiasinya untuk tulisanku... ^_^...&lt;br /&gt;26 September at 14:45 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terakhir.. tentu saja ucapan selamat ulang tahun dari suami tercinta...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-3158357542030894975?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/3158357542030894975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/ucapan-selamat-ulang-tahun-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3158357542030894975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/3158357542030894975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/ucapan-selamat-ulang-tahun-yang.html' title='ucapan selamat ulang tahun yang berkesan dalam'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-o5Wsolpj9FU/TpI3d0psW_I/AAAAAAAAAEM/p2uCjCJuk1o/s72-c/301142_2207103271440_1663186796_2200169_1008236102_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-2057457488671476597</id><published>2011-10-10T07:17:00.003+07:00</published><updated>2011-10-10T07:17:53.373+07:00</updated><title type='text'>yang lebih manis dari jatuh cinta</title><content type='html'>Ade Anita&lt;br /&gt;entahlah... apa ada yang lebih manis daripada jatuh cinta lagi?&lt;br /&gt;Like ·  · 12 September at 09:07&lt;br /&gt;Agus Warsono, Nani Lastriani, Neneng Sunarsih and 11 others like this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riawani Elyta ada mbak...jatuh cinta lagi, pada orang yg sama :)&lt;br /&gt;12 September at 09:10 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ricky Rayhan ga ada lagi kayanya mba&lt;br /&gt;12 September at 09:17 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyas Amalia Yahya ihiiyyyy... ♥ ♥ ♥&lt;br /&gt;12 September at 09:17 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;Ade Anita nah.. itu dia... Riawani Elyta... sepertinya aku kembali jatuh cinta pada orang yang sama.. again and again... *episode so sweet&lt;br /&gt;12 September at 09:19 · Unlike ·  2 people&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riawani Elyta epsd manis plus bikin binun tuh mbak, koq ya tiba2 kangen2an lg, pengen SMSan n telp2an gak penting, hehe&lt;br /&gt;12 September at 09:21 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;Ade Anita ehem...&lt;br /&gt;12 September at 09:22 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar Alayubi neither do i...&lt;br /&gt;12 September at 09:28 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Kang Rickky: tapi kebalikannya ya... nggak ada yang lebih pahit daripada jatuh cinta lagi pada orang yang salah..&lt;br /&gt;12 September at 09:35 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Tyas Amalia Yahya: hei.. anak kecil... cengar cengir aja... apa kabarnya tyas? dah lama nggak denger suaranya&lt;br /&gt;12 September at 09:36 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Fajar Alayubi: is it?&lt;br /&gt;12 September at 09:36 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyas Amalia Yahya Hehe di sini aja mbak.. Tetep asikkk :))&lt;br /&gt;12 September at 09:37 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita waah.. asik kok nggak ngajak-ngajak&lt;br /&gt;12 September at 09:38 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyas Amalia Yahya Yukkk sini sini.. Eh Ibam hari pertama kuliah ya? Coba kita denger ceritanya nanti. Update ya. Hihihihi&lt;br /&gt;12 September at 09:39 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita hehe... sama aja sepertinya kayak tyas dulu pertama kali kuliah..&lt;br /&gt;12 September at 09:39 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita lagian.. kan kemarin-kemarin dah mulai opspeknya... jadi dah mulai terbiasa dengan kampusnya&lt;br /&gt;12 September at 09:40 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaha Anwar buaaayaaaak banget...&lt;br /&gt;12 September at 09:43 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Kaha Anwar: pernah merasakan jatuh cinta tidak?&lt;br /&gt;12 September at 09:44 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar Alayubi ‎. &lt;br /&gt;even bitters feel very sweet.&lt;br /&gt;12 September at 09:45 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaha Anwar jangan jatuhlah..naik cinta aja cz jatuh sakit..ckckck&lt;br /&gt;12 September at 09:45 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Kaha Anwar: baca deh pendapatnya fajar alayubi di atas... sweet banget kan...&lt;br /&gt;12 September at 09:46 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ricky Rayhan hehehe kayanya tahu persis nih mba ade&lt;br /&gt;12 September at 09:47 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Kang Rickky: ehem.. ehem... yang mana nih tahu persisnya? yang manisnya apa yang pahitnya? kamu sendiri, tahu yang mana?&lt;br /&gt;12 September at 09:48 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ricky Rayhan yang pasti complecated mba ade &lt;br /&gt;dua2nya pernah singgah di beranda ku hehe &lt;br /&gt;12 September at 09:51 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita berarti indra pengecapnya sudah lengkap ya mencecap semua rasa...&lt;br /&gt;12 September at 09:51 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita kata orang, cinta itu rasanya seperti gado-gado.. bener nggak Kang Rickky?&lt;br /&gt;12 September at 09:52 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ricky Rayhan yups mba ade&lt;br /&gt;jatuh cinta mungkin mudah menjatuhkan pilihan itu yg sulit&lt;br /&gt;baiknya jgn terperosok pada lubang yg sama hehe&lt;br /&gt;12 September at 09:54 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini Bhethawee jatuh cinta salah satu obat diet.. krn jd males mkn dll.. mau nye ame dieee aje xixxi&lt;br /&gt;12 September at 10:15 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Kang Rickky: sistem hawna saja.. cap cip cup.. tenang saja atuh akang.. kan Islam membolehkan sampai 4 jika emang sanggup... *tuing.. tuing.. makin ngaco.. mending jemput anak sekolah deh..&lt;br /&gt;12 September at 10:32 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ricky Rayhan hehehe ya udah hati hati yah.......&lt;br /&gt;12 September at 10:37 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari Viciawati Cokelat, mbak... :))&lt;br /&gt;12 September at 12:02 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Sari Viciawati: dulu, aku pernah tergila-gila sama coklat.. sampai2 mas bandi tuh pernah ngasi oleh2 coklat 1 kg khusus utkku saja... nah.. ketika itulah coklat tidak lagi terasa manis... dia makanan biasa yang asli biasa.. sesuatu yang sudah sering akhirnya jadi terasa biasa.. jadi, ketika kembali jatuh cinta, barulah rasanya terasa manis lagi... aku puasa coklat beberapa saat, rindu ditahan hingga rindunya hilang... lalu ketika kembali memakannya, langsung merasa jatuh cinta lagi... dan coklat pun terasa manis lagi.&lt;br /&gt;12 September at 12:08 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BacaBaca Tulungagung Ah bu Ade ini, ngomongnya jatuh cinta lagi... padahal, tiap kali saya baca tulisan bu Ade Anita yang ada cerita Pak Bandinya, saya selalu merasa bu Ade ini tergila-gila sama Pak Bandi... *_^&lt;br /&gt;12 September at 14:22 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;Ade Anita ssttt...BacaBaca Tulungagung nih... buka kartu saja.. eh.. ada bukuku yang baru loh tentang awal pertemuanku dengan mas adi...hmm.. baru sadar sekarang, ternyata aku tergila-gila padanya sejak pandangan pertama... .. baru sadar pas semalam aku baca tulisanku sendiri... (dulu waktu nulis ngejar detlen jadi nggak sempat baca dengan seksama, baru baca semalam dengan seksama)&lt;br /&gt;12 September at 14:25 · Like ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari Viciawati Mbakk aku mau dwong baca tulungagung. Pesennnn... :)))&lt;br /&gt;12 September at 17:25 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari Viciawati Eh bukaN tuluNg aguNg yah? Buku mbak ade yg ada cerita pertemuaN pertama... Pesen yaaaa...&lt;br /&gt;12 September at 17:27 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Rahma Hanifah gak ada mbak ade. gak ada yang lebih manis dari itu, sungguh... :) oiya, buku yang pertemuan pertama itu, mau juga yah :D&lt;br /&gt;12 September at 20:39 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;Ade Anita bolehhhhhhhhhh... harganya Rp30.000.. inbox aku saja ya&lt;br /&gt;12 September at 20:53 · Like&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-2057457488671476597?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/2057457488671476597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/yang-lebih-manis-dari-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2057457488671476597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2057457488671476597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/yang-lebih-manis-dari-jatuh-cinta.html' title='yang lebih manis dari jatuh cinta'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-1655531545098111419</id><published>2011-10-10T06:43:00.000+07:00</published><updated>2011-10-10T06:43:29.478+07:00</updated><title type='text'>status fesbuk</title><content type='html'>maaf ya.. suatu hari aku nulis status di fesbuk dan ternyata tanggapannya lucu-lucu... sebelum dia menghilang, aku mau copas ke sini saja.. biar bisa dibaca kapan saja aku mau... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sabtu, 8 oktober 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade Anita&lt;br /&gt;‎"kamu tahu tidak, ketika kecil dahulu, aku pernah memimpikan dirimu jadi pangeran yang datang menghampiri aku. Tapi aku pergi berlari-lari mengejar kupu-kupu hingga ke jauh menuruni bukit. Ketika aku kembali, dirimu sudah pergi. Lalu kita bertemu lagi, dan ternyata, kamu membawakan aku kupu-kupu yang cantik. Aku selalu suka ketika kamu mengatakan, bahwa kupu-kupu ini untukku agar aku tidak pergi jauh dan menghilang dari sisimu."&lt;br /&gt;Like ·  · Yesterday at 00:16&lt;br /&gt;Noer Hikmah, Nani Lastriani, Bunda Enrico and 8 others like this.&lt;br /&gt;Ade Anita ‎*edisi belum bisa tidur&lt;br /&gt;Yesterday at 00:17 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oci Ym co cuiiiiit.. ^_^&lt;br /&gt;Yesterday at 00:17 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita hehe&lt;br /&gt;Yesterday at 00:38 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Machfudi Afoed Yang gw kasih waktu itukan bukan kupu2. Kok jadi kupu2?&lt;br /&gt;Yesterday at 00:40 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tras Rustamaji Haha apud, brarti itu gua pud bukan loe! Karena gua ngasihnya ulet bulu yg bakal jadi kupu2&lt;br /&gt;Yesterday at 05:27 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita apud, tras, hoho..jadi elu berdua ceritanya dulu pernah 'saling memberi' nih? yuk ya yukk&lt;br /&gt;Yesterday at 06:03 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Machfudi Afoed Gw memang ngga ngasih kupu2, tapi kalimat terakhir kok sama banget sih? De, coba deh diinget lagi apa yg gw kasih. Photonya masih ada kan?&lt;br /&gt;23 hours ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita heh? apa ya?&lt;br /&gt;22 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Machfudi Afoed Ternyata... Diriku hanya coretan kecil dari setumpuk buku yang teronggok di pojok gudang. Hiks hiks hiks :-(&lt;br /&gt;(jangan bilang siapa2 ya, termasuk orang yang mengaku Tras)&lt;br /&gt;20 hours ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita aku asli nggak inget.. tapi kamu tetep salah satu teman yg pernah amat aku percaya, sama seperti tras... kalo nggak, nggak mungkin aku yg dulunya kuper mau pergi kalo diajak krn yakin aja ada kalian berdua yg bisa dipercaya (jadi inget, dulu pernah jalan bertiga ma gita dan tras ke rumah wayang di belakang pspt..gilee bener kalo inget itu..aku kan asli anak bloon yg polos n lugu waktu itu)..ato ikut acara tahun baru di rumah opank..wwah... itu pengalaman baru banget waktu itu... tapi krn percaya aja bahwa kalian berdua bisa dipercaya jadi aku ngikut aja...(kalo aku inget sekarang, jika aku jadi ibu mungkin aku nggak ngasi anakku keluar)&lt;br /&gt;9 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Machfudi Afoed Hahaha. Dianggap body guard alias srikiti&lt;br /&gt;9 hours ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita hehehe.. jujur ya.. iya sih.. dulu aku anggap kamu seperti itu... hehehe.. abis.. jujur lagi nih.. aku aslinya takut ketemu sama 13 orang teman2mu itu... apalagi kalo lagi pada konvoi datang rame2 dengan motornya... waaah... deg degan... tapi karena melihat bahwa insya Allah selama ada kalian berdua aku sepertinya aman, aku agak tenang.. hehehe.. makanya kalo ada kegiatan terus Machfudi Afoed dan Tras Rustamaji tidak ada... waah.. aku mikir2 untuk ikut dulu.&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tras Rustamaji Yang jelas sekarang aku senang tahu bahwa ternyata ulat bulunya sudah menjadi kupu-kupu :-)&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita iya benerrrrrrrr... eh.. aku lagi belajar menggambar komik loh sekarang... hehehe.. aku lagi berencana mau bikin buku novel yang penuh gambar tentang kisah2 sma dulu... hahaha. absi seru sih....&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎(sebenarnya ini tantangan aja buat bisa nulis untuk genre remaja)&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tras Rustamaji Tapi tolong nama-nama tokohnya disamarkan yah!&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita weeeh... hahaha.. ceritanya juga dilebai-lebaiin juga kali.. biar lebih seru... lagian, nama tras dan apud kurang menarik untuk dikemas jadi jadi tokoh remaja... hehehe..:P&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎(bercanda)&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tras Rustamaji kalau rustam bagus nggak De? rustam dulu singkatan dari kurus dan hitam, sekarang rustam = lurus dan tampan :-)&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita eh.. ada singkatannya toh? seriu tuh... boleh dicatut kan?... buat gambarin anak dari indonesia bagian timur sepertinya seru deh...(oi Ade! sadar, kamu tuh baru satu pekan ikut kursus menggambar komik dan kartun, ngapain dah menghayal kelewat jauh?)&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Machfudi Afoed Dan tolong jangan artikan aput sbg Anak PUnguT ya. Hehehe&lt;br /&gt;Terus jangan sebut2 ttg ketua kelas 1-16 ya.&lt;br /&gt;Terus jangan ditulis ttg teman yg suka dg salah satu gadis bermarga siregar&lt;br /&gt;Terus jangan ditulis persaingan temanku saat kuliah dg seorang dosen untuk mendekati seorang gadis&lt;br /&gt;Terus.... Wah kebanyakan terus&lt;br /&gt;6 hours ago · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;Ade Anita hahahahahahahahahahaha......&lt;br /&gt;3 minutes ago · Like&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-1655531545098111419?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/1655531545098111419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/status-fesbuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1655531545098111419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1655531545098111419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/status-fesbuk.html' title='status fesbuk'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-4164123734221942248</id><published>2011-10-05T07:41:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T07:41:49.320+07:00</updated><title type='text'>si anak bongsor</title><content type='html'>Ini ceritaku tentang kejadian kemarin siang. Senin, 4 oktober 2011.Ketika matahari bersinar terik dan awan mendung cepat sekali berlalu terbawa angin yang berhembus. Kejadiannya di sebuah tempat di wilayah Jakarta selatan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku menunggu bersama anak bungsuku dengan rapi di sudut bangku tunggu bagi para pengantar. Rata-rata ibu-ibu yang menunggu anaknya ikut kursus di tempat itu adalah ibu-ibu yang keren-keren. Tas yang bermerek, sepatu yang keren, dan dandanan yang keren abis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa di antara mereka menggenggam BB dan Android Tablet sekalligus. Benar-benar menunjukkan kelas bahwa mereka bukanlah ibu-ibu dari kalangan yang sembarangan. Seorang ibu menatapku sambil tersenyum. Ragu-ragu, aku masih mempertimbangkan harus membalas senyumnya apa tidak ya? BUkan apa-apa, tapi dia mengenakan kacamata hitam lebar dari merek terkenal. Karena hitam, aku tidak bisa menebak dia sedang menatap ke arahku atau ke arah lain. Ini sama saja seperti menebak orang yang memiliki mata juling. Tapi ibu keren mentereng ini sudah pasti tidak bermata juling. Akhirnya aku membalas senyumnya. Tapi rasanya terlambat, karena si ibu ini sudah langsung melengos ke arah lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya sudahlah. Mungkin dia memang menatap ke arah lain, bukan ke arahku. Salah sendiri, kenapa tidak dilepas kacamatanya? Aku membela diri dalam hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara anak bungsuku bergelayut manja di ujung lenganku sambil menatap anak-anak yang berseragam sama, kaos dengan lambang tempat kursus. &lt;br /&gt;Akhirnya, yang ditunggu datang. Seorang ibu guru yang masih muda. Usianya belum 25 tahun sepertinya. Dia langsung menyapa kami dengan ramah. Lalu, sambil mengucapkan kalimat manja dan ramah yang biasa dipakai jika ingin menyapa anak kecil, dia menyapa putri bungsuku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Hayoo... jadi siapa nih sekarang yang mau belajar? Sudah siap belum? Yukk.. yang sudah siap belajar, angkat tangannya?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku tersenyum, melirik ke arah putriku dan lalu mengangkat sebelah tanganku. Si ibu guru langsung salah tingkah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Eh,.. yang mau kursus siapa?"&lt;br /&gt;"Saya mbak."&lt;br /&gt;"Oh, ibu ya? bukan anaknya?"&lt;br /&gt;"Iya, saya. Anak saya mengantar, karena saya memang tidak ada pembantu di rumah, jadi kemana saya pergi dia ikut."&lt;br /&gt;"Oh... eh... aduh, tapi ibu nggak apa-apa kan kalau teman-teman sekelasnya nanti anak kecil semua?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ibu guru itu menunjuk anak-anak kecil yang sedang asyik bermain berlari-larian. &lt;br /&gt;"Nggak apa-apa. Memang kemampuan saya masih sama dengan mereka kok mbak, jadi saya nggak keberatan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, kelas dimullai. Aku duduk di salah satu bangku yang... hmm.. amat mungil dan amat kecil untuk ukuran tubuhku yang hmm.. amat besar dan tidak bisa dibilang kecil dibanding teman-teman sekelasku. Ketika lututku ditekuk, lututku menyentuh ujung meja. Tapi syukurlah bangkunya terbuat dari besi yang kuat, bukan dari plastik. Jika tidak, pasti teman-teman sekelasku mentertawakan aku jika aku sampai jatuh terjengkang dari bangku yang patah kududuki.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, pelajaran dimulai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Astaga. Ini asli seperti adegan film Kinder Garten Cop dimana Arnold menjadi guru taman kanak-kanak. Bedanya, aku bukan menjadi guru taman kanak-kanak, tapi menjadi salah satu murid di taman kanak-kanak itu.&lt;br /&gt;Bedanya lagi, teman-temanku tidak ada yang jahil... heheheh...(*jika saja ada, mungkin seru juga kali ya?).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya... traraa.... aku berhasil menyelesaikan misi pertama, menggambar wajah aneka macam binatang tampak dari depan. Aku pandangi hasil gambarku dengan hati yang amat puas dan penuh rasa bangga.&lt;br /&gt;Aduh.. ini hasil gambarku sendiri! Hasil belajar dua jam pertamaku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-1OYSWn-Miqg/Toul6Dy2l-I/AAAAAAAAAD8/-QUWmhGXojU/s1600/DSC_0036%255B1%255D" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-1OYSWn-Miqg/Toul6Dy2l-I/AAAAAAAAAD8/-QUWmhGXojU/s320/DSC_0036%255B1%255D" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu dengan penuh rasa bangga dan dada membusung serta kepala mendongak, aku melihat ke kiri dan ke kanan. Dengan maksud untuk memamerkan hasil gambarku pada teman-teman sekelasku... &lt;br /&gt;tapi....&lt;br /&gt;Astaga!&lt;br /&gt;Gambar-gambar teman-temanku ternyata jauhhhhhhhhhhhhh lebih canggih. Sementara aku selama dua jam pertama berhasil menggambar wajah enam ekor binatang yang berbeda tampak dari depan, mereka semua dalam dua jam sudah berhasil menggambar sebuah ilustrasi cerita.... ada binatang yang sedang menyetir mobil di tengah lalu lintas yang padat... ada binatang yang sedang bergelayut di antara dahan pohon di hutan belantara... bahkan ada aneka binatang yang sedang merayakan pesta ulang tahun!! Lengkap dengan gradasi warna yang mentakjubkan!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;IH!... mau jadi apa anak jaman sekarang kok pada pandai-pandai ya??&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, aku batalkan rencanaku memamerkan hasil karya pertamaku. Malu sendiri karena cuma gambar sederhana dibanding gambar mereka. Padahal, aku murid yang bertubuh paling bongsor di dalam kelas... hahahaha... Diam-diam, buku gambar aku masukkan ke dalam tas besarku. Tapi... ternyata guru menggambarku melihat dan berkata: "Sudah selesai? COba lihat hasilnya?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aduh! DEG! Malu, aku sodorkan buku gambarku. Guruku menerimanya dan memperhatikan hasil gambarku dengan seksama.. sementara teman-teman sekelasku melihat hasi gambarku dari arah belakang punggung guruku sambil..... cekikikan!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HAH!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang bisa aku lakukan menghadapi mereka hanya tersenyum, sambil mengangkat dua buah jari, telunjuk dan jari tengah, lalu berkata, "peace"... qiqiqiqiqiq.... teman-teman kecilku langsung tertawa.... akhirnya... kami jadi akrab. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---ceritapun selesai... mungkin bersambung pekan depan atau lain kali---&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita, seorang murid tertua di kelas menggambar untuk usia 4-8 tahun (hahahahahaha)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Catatan tambahan:&lt;br /&gt;- Sampai di rumah, jiwa narsisku terus menggelegak. Jadi, aku menunggu suamiku muncul di depan pintu sambil menyembunyikan hasil gambar pertamaku. Begitu dia muncul, TRA RA!.. aku langsung memamerkan hasil gambarku padanya. Dia tersenyum, lalu memuji gambarku. Dia bilang  bagus sambil tersenyum bangga.&lt;br /&gt;Uhh.... Rasanya senangggg sekali.. asli seperti melambung. Terus jadi semangat deh buat berlatih biar jadi lebih bagus.... jadi, sekarang aku tahu, kenapa para orang tua diharuskan mengapresiasi hasil karya anak-anaknya dengan baik... SUMPAH deh, itu bikiin senang dan semangat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-4164123734221942248?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/4164123734221942248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/si-anak-bongsor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4164123734221942248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4164123734221942248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/10/si-anak-bongsor.html' title='si anak bongsor'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1OYSWn-Miqg/Toul6Dy2l-I/AAAAAAAAAD8/-QUWmhGXojU/s72-c/DSC_0036%255B1%255D' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-5175742442287535999</id><published>2011-09-27T20:26:00.002+07:00</published><updated>2011-09-27T20:26:43.156+07:00</updated><title type='text'>numpang simpen find my link yang ada di facebook.</title><content type='html'>Ade Anita&lt;br /&gt;ups... pekan lalu aku buat list group close friend... dan hasilnya notificationku penuh setiap hari, hingga ratusan... siang ini aku cari lagi cara mensetting notification agar tidak terlalu penuh.. tapi tidak diketemukan.. terpaksa deh.. ada beberapa teman yang "terlalu rajin" meng-up date status aku geser dari close friend ke acquaintances... heehehe.... dari 100 notification yang aku terima, 66-nya berasal dari update status beliau soalnya... fiuh....*I'm sorry&lt;br /&gt;Like ·  · about an hour ago&lt;br /&gt;Bais Manam, Fiani Gee, Fadjri Achmad Doel and 2 others like this.&lt;br /&gt;Ade Anita dan takjubnya, dia bisa meng=up date status setiap menit ternyata... bayangkan.. pukul 17.43 dia up date status.. 17,44 up date lagi.. eh.. 17 55 up date lagi... jadi nggak sampai 10 menit dia sudah up date status berkali-kali.. ya ampun.. energinya banyak banget ya?&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasanudin H Syafaat http://www.facebook.com/settings?tab=notifications&amp;section=Facebook&amp;t&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasanudin H Syafaat cek disitu :D&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita udah.. seharian ini aku melototin itu.. nggak ketemu tetep.. eh.. aku juga nyari my link.. itu loh, link-link yang pernah aku share di wall aku sendiri.. gimana ya caranya? dulu perasaan ada deh...&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita oo... sama satu lagi.. aku jug anyari setting, jadi yang muncul di notificationku itu, status yang aku ninggalin jejak aja.. bukan semua satus close friendku... tahu nggak Hasanudin H Syafaat?&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita eh.. satu lagi.. aku juga mesen bakso 1 mangkok dong.. nggak pake sambal&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita eh.. sama minumannya jugaaaaaaaaaaaaaa&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasanudin H Syafaat yg link, ada di.. ngasih taunya piye kiy.&lt;br /&gt;aku capture deh&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita kasi tutorialnya dong lewat inbox gitu..&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita biar bisa agak panjangan...&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasanudin H Syafaat http://www.facebook.com/?sk=app_2309869772 &lt;&lt; ini bukan yah maksudnya?&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasanudin H Syafaat atau begini kira2 tutornya, semoga halaman fb kita sama :D&lt;br /&gt;di menu search, ketik: link&lt;br /&gt;nanti ada Link (app). Klik itu..&lt;br /&gt;57 minutes ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasanudin H Syafaat atau cara laen pake aplikasi fb ini:&lt;br /&gt;https://apps.facebook.com/findmylinks/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Find My Posted Links&lt;br /&gt;apps.facebook.com&lt;br /&gt;52 minutes ago · Unlike ·  1 person · &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiani Gee Rajin temannya mbak.. :)&lt;br /&gt;44 minutes ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasanudin H Syafaat rajin pangkal pandai... :D&lt;br /&gt;43 minutes ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riesta Ariesta Tegaaaaa.....parahhhh....&lt;br /&gt;13 minutes ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Hasanudin H Syafaat: makasih ya... teruskan usahamu... jangan pedulikan mereka..&lt;br /&gt;4 minutes ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎Hasanudin H Syafaat: bener.. bener... aduh.. makasih banget... bener.. itu yang aku cari selama ini... kenapa aku tidak nanya ke kamu sejak dulu ya??...&lt;br /&gt;2 minutes ago · Like&lt;br /&gt;Ade Anita aku simpen di blog aku deh aplikasi ini.. biar aku ingat... hasan.. makasih ya...&lt;br /&gt;about a minute ago · Like&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-5175742442287535999?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/5175742442287535999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/numpang-simpen-find-my-link-yang-ada-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5175742442287535999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5175742442287535999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/numpang-simpen-find-my-link-yang-ada-di.html' title='numpang simpen find my link yang ada di facebook.'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-4120442511143974749</id><published>2011-09-26T17:09:00.001+07:00</published><updated>2011-09-26T17:09:46.100+07:00</updated><title type='text'>dapat kado puisi dari ricky rayhan</title><content type='html'>SKETSA ( tangisan pertama itu hari ini )&lt;br /&gt;by Ricky Rayhan on Monday, 26 September 2011 at 07:25&lt;br /&gt;~ walau di kejar waktu semoga menjadi kado terindah ~&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Senyum fajar sementara sembunyikan wajah malam. Berikan kesempatan pada sahaya mencicipi hangat semangat. Sebagai awal dari segala laku di mayapada. Pun dirimu, yang mengawali hari dengan sungging pasti. Menenun harap menjadi titisan Hawa yang berbakti. Memerankan Khadijah dalam setumpak keluarga. Geriap keringat serupa cindera mata, lahir dari pengorbanan memenuhi pinggan. Meski hanya secupak beras yang terkuras. Selalu, merawat senda guna wibawa menyandang panggilan perempuan berbakti&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kini…&lt;br /&gt;Sebagaimana kekasih mewakafkan waktu demi rindu ingin bertemu. Kau relakan malam menyita pejam, untuk sujud kepasrahan. Menanti segerombolan kelelawar rampaikan kabar; surat cintamu, untuk-Nya telah diterima. Sudah rampung rupanya, arsiran sketsa malam yang terancang dari roncean dzikir di jemarimu. Menutupnya dengan perlahan"Alhamdulillah ya Rabb".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetap ikuti alur jentera waktu yang tak tentu. Menempatkan pada petak tak tertebak. Masalalu tak seharusnya habis terlumat.Terkadang kita perlu menyisakan kecap manis dari kenangan. Seperti hari ini, dimana masa menetapkan angka yang sama saat tangis kehidupan terdengar. Jerit tangis bayi menyorak hore pada dunia. Tangis lampau yang menjadi kenangan paling kesumba.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga, setelah mampu bicara dan tertawa. Tak menjadikan lalai atas tangisan pertama. Dari perjuangan bunda mempertaruhkan nyawa. "patutkah kita berbangga karena naiknya angka dalam hitungan umur? Sementara jatah hidup sebenarnya makin udzur".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkin syukur menjadi do'a pelengkap. "semoga dengan bertambahnya usia, semakin mematangkan bekal amal menuju tempat peristirahatan terakhir. Hingga menjumpai senyum gaib sang pemilik kehidupan" amin.&lt;br /&gt;Hanya perlu sedikit waktu untuk memilah rencana kedepan..itu yang harus di ingat, sahabatku…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SELAMAT ULANG TAHUN YAH ADE ANITA.......&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                                                                                       *&lt;br /&gt;Unlike ·  · Share&lt;br /&gt;You, Shinta Miranda, Nuthayla Anwar, Frans. Nadeak and 22 others like this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina Karmila Suka!&lt;br /&gt;9 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade Anita ricky... teirma kasih... sudah meluangkan waktu untuk membuatnya.. bikin haru... makasih ya..&lt;br /&gt;9 hours ago · Like ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fifin Andriyani wah, mengharu biru kang rick... :)&lt;br /&gt;9 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haidar Hafeez Lekuk kata sangan indah dan terperangah aku susuri anganmu aku tertimpuk malu dengan ingat laluku.&lt;br /&gt;8 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kikan Senja Luar biasa kang Ricky setiap katanya lautan rasa yang terjaga sempurna, seperti berenang dalam anganmu menguntai bait bait indah..... untuk yang berulang Tahun ikut bersuka cita buat mbak @Ade anita...heppy b'day.:)&lt;br /&gt;8 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuthayla Anwar doa bersalut renung puisi. indah sungguh sebagai hadiah ulang tahun sahabat. terima kasih telah berbagi keistimewaan hadiah ini, Kang . Ade, semakin indahlah hari jadimu : )&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melodhita Handi Sastradirtja Amiin.:)&lt;br /&gt;5 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erny Susanty kado sangat indah untuk sahabat tersayang :)&lt;br /&gt;met milad ya mbak Ade...sukses,bahagia dan sgala kebaikan dan barokahNya menyertai mbak..amin♥&lt;br /&gt;5 hours ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang Kirana Kejora kang ricky...ada baiknya kau bacakan sketsa di sastra reboan bsk yak! ditunggu..kangen!&lt;br /&gt;3 hours ago · Like ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irfan Firnanda Uhuyyyyyyyyyyyyyy&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pratiwi Setyaningrum met ultah mba Ade Anitaaaaaaaaaaa&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade Anita terimakasih ya semuanya... ricky emang jago banget ya untuk urusan puisi&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade Anita ricky, ijin aku simpen di blogku ya puisi ini.. bagus soalnya.. biar nggak hilang gitu aja&lt;br /&gt;about an hour ago · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handoko F Zainsam kado yang indah, kang&lt;br /&gt;22 minutes ago · Like&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-4120442511143974749?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/4120442511143974749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/dapat-kado-puisi-dari-ricky-rayhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4120442511143974749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4120442511143974749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/dapat-kado-puisi-dari-ricky-rayhan.html' title='dapat kado puisi dari ricky rayhan'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-7955298071622615457</id><published>2011-09-26T17:04:00.000+07:00</published><updated>2011-09-26T17:04:09.833+07:00</updated><title type='text'>lirik lagu bon jovi yang aku suka: thank You for loving me</title><content type='html'>it's hard for me to say the things&lt;br /&gt;I wont to say sometimes&lt;br /&gt;there's no one here but you&lt;br /&gt;and me.. and the broken street legh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lock the doors&lt;br /&gt;leave the world outside&lt;br /&gt;All I've got to give to you&lt;br /&gt;Are these five words when I &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank You For Loving Me &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For being my eye when I couldn't see&lt;br /&gt;for parting my lips when I couldn't breathe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank You For Loving Me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'll never knew I had a dream&lt;br /&gt;Until the dreams was you&lt;br /&gt;when I look into your eyes&lt;br /&gt;the sky's a different blue&lt;br /&gt;Cross my heart I wear no disguise&lt;br /&gt;If I tried, you'd make believe That you believe my lies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank You For LOving Me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For being my eye when I couldn't see&lt;br /&gt;for parting my lips when I couldn't breathe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You pick me up when I fall down&lt;br /&gt;You ring the bell before they count me out&lt;br /&gt;If I was drawning you would part the sea and risk your own life to rescue me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love You&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lock the doors&lt;br /&gt;leave the world outside&lt;br /&gt;All I've got to give to you&lt;br /&gt;Are these five words when I &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank You For Loving Me &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I couldn't fly&lt;br /&gt;Oh, you gave me wings&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank You For LOving Me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=eesZBfTj0cU"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-7955298071622615457?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/7955298071622615457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/lirik-lagu-bon-jovi-yang-aku-suka-thank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/7955298071622615457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/7955298071622615457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/lirik-lagu-bon-jovi-yang-aku-suka-thank.html' title='lirik lagu bon jovi yang aku suka: thank You for loving me'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-7547528416748875615</id><published>2011-09-13T21:34:00.001+07:00</published><updated>2011-09-13T21:34:37.580+07:00</updated><title type='text'>Mencari jejak puisi jenaka</title><content type='html'>Saya selalu kesulitan untuk menulis puisi. Entahlah. Bagi saya menulis puisi itu sulit. Bayangkan, pada sebuah pemandangan yang amat luas, kita harus mendeskripsikannya dalam sebuah kalimat yang bisa mewakili segala. Lalu, meletakkan napas di dalamnya agar kalimat yang minim itu tidak tampil datar dan tandus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ah. Saya tidak pernah bisa menulis puisi. Tapi, tidak bisa bukan berarti mengurangi kenikmatan untuk menyantap puisi yang terhidang. Sesungguhnya, dari puisilah kosakata yang saya miliki terus bertambah. Ada beberapa ekspressi yang mungkin amat biasa tampil dalam ruang cerpen atau novel, ternyata bisa tampil dalam bentuk kata baru yang tidak biasa tapi indah untuk dinikmati. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, ada sebuah arus genre tersendiri juga dalam menulis cerpen atau novel yang disinipun ternyata saya kesulitan untuk ikut berenang di dalamnya. Arus ini bernama Jenaka. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wah. Ternyata, terus berkubang dalam keseriusan, membuat saya kehilangan sense of humor dalam menulis. Bagi saya ini parah, karena saya bercita-cita untuk bisa menulis apa saja. Itu sebabnya suatu hari saya menulis sebuah pesan di group The Indonesian Freedom Writers Selected, tentang pertanyaan, adakah sebuah puisi yang jenaka yang pernah ditulis oleh para anggotanya, dimana saya bisa belajar dari situ.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Surprise sekali. Bantuan segera datang. Ada beberapa yang memberi link kemana saya bisa belajar menulis sesuatu yang jenaka tapi tidak nyeleneh dan tetap memperhatikan keindahan berbahasa (ehem. Iya, sekali lagi ini bahasa puisi. Bukan bahasa cerpen atau novel, dimana keindahan bahasa harus terus dijunjung tinggi. Lagipula, saya kurang suka juga membaca sesuatu yang lucu tapi dipaksakan atau menyerempet ke arah pornoaksi. Dan ya, saya banyak menemukan tulisan yang kelucuan yang ditulis di dalamnya, ternyata hanya sekedar mengikuti trend saja, hingga akhirnya malah jadi tidak lucu alias garing... krenyes.. krenyes... Tidak. Pada tulisan-tulisan seperti ini, biasanya saya abaikan dan malah tidak ingin membacanya).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berikut ini adalah rujukan beberapa puisi jenaka. Selamat menikmati.&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Puisi jenaka a la Imron Tohari &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1) Semangkok Gado-gado Bahasa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;adalah cerita terune dan dedare*&lt;br /&gt;berkasih kasih di bale-bale&lt;br /&gt;Tidak takut yang namanya gonore*&lt;br /&gt;Sex bebas, membudaya jadi image&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dasar memang jaman brekele*&lt;br /&gt;Petuah tetua dianggap sepele&lt;br /&gt;Etika moral dikata mana ketehe*&lt;br /&gt;Malah triping geleng-geleng seperti lele&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berlagak kaya sok perlente&lt;br /&gt;Lauk tempe dibilang kere&lt;br /&gt;Tak peduli tangis emak babe&lt;br /&gt;Utamakan gengsi jaga prestise&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini sajak akhiran “E”&lt;br /&gt;Boleh baca asal gak bete’&lt;br /&gt;Bila dirasa penuh satire*&lt;br /&gt;Orang betawi bilang, maafin aje*&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;( lifespirit 2009 )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;aje*/saje (betawi) = saja&lt;br /&gt;terune dan dedare* (sasak) = jejaka dan dara&lt;br /&gt;brekele* = ruwet/kacau (bahasa gaul! )&lt;br /&gt;mana ketehe* (bahasa gaul) = mana ku tahu&lt;br /&gt;gonore* = jenis penyakit kelamin akibat bakteri gonokokus dan mudah menular akibat hubungan seksual )&lt;br /&gt;satire* = gaya bahasa dalam kesusastraan yang mengandung sindiran halus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2) Nah, Lho ( Puisi Jenaka Berakhiran O )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta ala tarian poco-poco&lt;br /&gt;Kadang liar bak rodeo&lt;br /&gt;Demi puaskan namanya libido&lt;br /&gt;Satu cinta, dibilang kuno&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;A ha, ingat petuah Joyo Boyo&lt;br /&gt;Nafsu shahwat, orang pintar bisa jadi keseleo&lt;br /&gt;Politisi,Publik figur, bahkan dibuat melongo&lt;br /&gt;Lihat siseksi bibirnya membentuk huruf O&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ai ai, soal kerjaan bisanya membeo&lt;br /&gt;Pening kepala pikiran porno&lt;br /&gt;Berdalih siri,nyatanya kumpul kebo&lt;br /&gt;Para ulama pun hanya bisa bilang lho&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini sajak bukan torpedo&lt;br /&gt;Sengaja dibuat berakhiran O&lt;br /&gt;Bila tersindir jangan berlagak bego&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tobat nasuha mohonlah Ridho&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;( 2008 )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3) Jangan Dikira Aku Perempuan Bego ( Puisi Jenaka Berakhiran O )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kisah mula pertemuan di toko&lt;br /&gt;Kau dekati aku dengan wajah melo&lt;br /&gt;Bertutur lembut ala romeo&lt;br /&gt;Membuatku melayang ribuan kilo&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oh, aku terharu kau beri kado&lt;br /&gt;membuatku melongo berkata lho&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi disayang cintamu cinta libido&lt;br /&gt;aku terhenyak saat tahu dirimu gigolo&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini rasa bagai suara sumbang piano&lt;br /&gt;Jadi jangan kau kira aku bego&lt;br /&gt;Bisa kau permainkan seperti burung beo&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Temaram senja berteman radio&lt;br /&gt;Kudengar lagu bengawan solo&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itulah kenanganku di kota Solo&lt;br /&gt;Kala diriku berstatus jomblo&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;( 2008 )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;Puisi jenaka a la Nina Karmila (hebatnya, dia seorang dokter spesialis penyakit dalam)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;** Pencuri Hati **&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;by Nina Karmila on Friday, 11 March 2011 at 07:23&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam ruang pengadilan&lt;br /&gt;Berlangsung sebuah persidangan&lt;br /&gt;Kau duduk di kursi terdakwa&lt;br /&gt;Aku sebagai saksi korbannya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuduhan atasmu adalah mencuri&lt;br /&gt;Kau mencuri sekeping hati&lt;br /&gt;Dan masih juga berkilah diri&lt;br /&gt;Tiada mau kau mengakui&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Benarkah telah tercuri hatimu ?&lt;br /&gt;Hakim pun bertanya padaku&lt;br /&gt;Seluruh hatiku tercuri hilang&lt;br /&gt;Kini menganga meninggalkan lubang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hakim memberikan saran&lt;br /&gt;Agar hatiku kau kembalikan&lt;br /&gt;Aku tak pernah mencuri hati&lt;br /&gt;Mengembalikan pun aku tak sudi&lt;br /&gt;Dia juga telah mencuri hatiku&lt;br /&gt;Diam diam tanpa ku tau, jawabmu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pak Hakim melongong bengong&lt;br /&gt;Berharap ada yang menolong&lt;br /&gt;Kasus mencuri sudah lazimnya&lt;br /&gt;Saling mencuri hati itu tak biasa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya vonis hakim dijatuhkan&lt;br /&gt;Kau dan aku menjalani hukuman&lt;br /&gt;Seumur hidup memadu cinta&lt;br /&gt;Di dalam penjara asmara .....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;10 Mar 2011&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;** Krupukku sayang **&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;by Nina Karmila on Saturday, 05 March 2011 at 15:41&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Krupukku sayang &lt;br /&gt;By: Nina Karmila &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kala hatiku sumuk &lt;br /&gt;Aku mencari kerupuk &lt;br /&gt;Ku gigit sampai remuk &lt;br /&gt;Lampias hati yang amuk&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Waktu hatiku senang&lt;br /&gt;Krupuk membuatku riang &lt;br /&gt;Kugigit dengan sayang &lt;br /&gt;Kriuknya seperti berdendang &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat ku jatuh cinta &lt;br /&gt;Krupuk ku ajak serta &lt;br /&gt;Kugigit dengan mesra &lt;br /&gt;Seolah menggigit si dia &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Krupukku sayang &lt;br /&gt;Krupukku malang &lt;br /&gt;Temanku dikala susah dan senang &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5 Mar 2011&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;** Setan Jembalang **&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;by Nina Karmila on Monday, 07 March 2011 at 09:38&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setan Jembalang &lt;br /&gt;By : Nina Karmila &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kau seperti bayang bayang. &lt;br /&gt;Mengikutiku setiap waktu &lt;br /&gt;Kau tak mampu ku lekang &lt;br /&gt;Menempel hatiku layaknya benalu &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah kau setan jembalang &lt;br /&gt;Ataukah sejenis jailangkung &lt;br /&gt;Hatiku serasa terhalang &lt;br /&gt;Terjerat dan terkungkung &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika kau setan jembalang &lt;br /&gt;Segeralah kau terbang &lt;br /&gt;Ku ingin bebas melayang &lt;br /&gt;Tanpa cinta yang membayang &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika kau setan jailangkung &lt;br /&gt;Pergilah kau ke neraka &lt;br /&gt;Hatiku tak mau tertelikung &lt;br /&gt;Ku ingin selalu bahagia&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7 Mar 2011&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---------------------------------------------------------&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Puisi Jenaka a la Dini Kaeka Sari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;** Burung Gereja **&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Satu,&lt;br /&gt;dua,&lt;br /&gt;tiga....enam!&lt;br /&gt;Enam burung gereja hinggap di taman&lt;br /&gt;rumput cepak yang baru kupangkas&lt;br /&gt;membuat mereka bersemangat&lt;br /&gt;lompat!&lt;br /&gt;loncat!&lt;br /&gt;Manggut-manggut!&lt;br /&gt;patuk-patuk!&lt;br /&gt;goyang-goyang pantat&lt;br /&gt;lalu ekornya bergetar&lt;br /&gt;dan,&lt;br /&gt;Chik!&lt;br /&gt;satu burung gereja terbang mematuk pipiku!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Dini kaeka sari, Banyuwangi, 260810: 12:20)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;**Ayo Bangun**&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;subuh gaduh&lt;br /&gt;pletak pletak air di bumbungan&lt;br /&gt;nyala kran&lt;br /&gt;ting tang piring  di cucian&lt;br /&gt;putaran mesin cuci&lt;br /&gt;dan desisan dalam penggorengan&lt;br /&gt;kalian?&lt;br /&gt;masih tidur?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(dini kaeka sari, Gresik 10082010)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-------------------&lt;br /&gt;Puisi Jenaka a la Penjejak Ilham&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;** Tole Mau Pacaran**&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Monitor tole kedap kedip&lt;br /&gt;akibat listrik yang lagi diirit&lt;br /&gt;alamak, ini kan malam minggu&lt;br /&gt;selembar baju lusuh urung kering&lt;br /&gt;mai diseterika, listrik di rumah pas-pasan&lt;br /&gt;tenaganya habis, nafasnya ngos-ngosan&lt;br /&gt;nafasnya menderu, seperti rangkaian gerbong kereta yang tiap waktu ajak joged gubuk reot&lt;br /&gt;aduuh gimana ini, wati sudah menunggu di kuburan&lt;br /&gt;tempat kami langgana untuk pacaran.&lt;br /&gt;sabar ya sayang, mas panggil dulu bulan&lt;br /&gt;untuk di pinjam teriknya, siapa tahu...&lt;br /&gt;baju lusuh mas mau berdamai dan merelakan&lt;br /&gt;tubuhnya diperas hingga kering&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(penjejak ilham, 6 ferbruari 2010)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;**tole pengen kawin**&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kuburan, malam ini pasti becek&lt;br /&gt;kasihan wati, barusan dia sms&lt;br /&gt;sandal jepitnya lengket seperti ular keket&lt;br /&gt;tanah merah di kuburan jadi seperti dodol&lt;br /&gt;lembek kenyel ngeyel bikin jengkel...&lt;br /&gt;cepetan mas.... sms wati, mangkel&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sabar ya nduk, sebentar aku tiba&lt;br /&gt;bajuku sedikit lagi kering, bulan tidak ada&lt;br /&gt;dia mengutus angin untu memeras bajuku&lt;br /&gt;tak usah disetrika tak apalah, pacarku ini sederhana dan mencintai dengan hati&lt;br /&gt;wati bilang.... "biarlah mas, biar kumuh asal hatinya bersih."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ahh... aku cinta kamu Watiku, setahun lagi pasti aku kawini kau pujaan hatiku&lt;br /&gt;celenganku yang satu hampir penuh&lt;br /&gt;aku sudah belikan celengan yang baru&lt;br /&gt;setahun pasti sudah terisi penuh...&lt;br /&gt;bekal kita kawin, seperti orang-orang itu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kita tanggap layar tancap saja ya nduk, dan&lt;br /&gt;gerobak bakso dekat pintu kuburan, langgana kita...&lt;br /&gt;tiba-tiba handphone berbunyi, "halloooo....mas, cepetaaaan kakiku kesemutaaaaannn!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(penjejak ilham, 6 februari 2010)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-----------------------------------&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengumpul semua tulisan ini dan menulisnya ulang: Ade Anita&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Khusus puisi yang ditulis oleh DIni kaeka sari dan Penjejak ilham, dikutip dari buku puisi mereka berdua yang berjudul, "Mengeja Pelangi", yang diterbitkan lewat www.nulisbuku.com.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-7547528416748875615?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/7547528416748875615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/mencari-jejak-puisi-jenaka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/7547528416748875615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/7547528416748875615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/mencari-jejak-puisi-jenaka.html' title='Mencari jejak puisi jenaka'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-5845236242158949683</id><published>2011-09-13T21:32:00.001+07:00</published><updated>2011-09-13T21:32:22.731+07:00</updated><title type='text'>Asyiknya membaca dua cerpen dari dua lelaki berbeda ini</title><content type='html'>(cerpen) gubrak, nyoh, dan din- din- din.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;by Cepi Sabre on Tuesday, 18 January 2011 at 16:48&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gubrak, Nyoh, dan Din- Din- Din.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gubrak!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku melemparkan tubuhku begitu saja ke atas sofa seperti layang-layang putus. Hasilnya: gubrak yang sangat keras. Sofa hijau pupus ini berderak, sepertinya ada yang patah. Aduh, aku harus memperbaikinya. Tapi, hijau pupus? Sofa ini seharusnya merah menyala. Seingatku, aku tidak pernah membeli sofa berwarna hijau pupus. Terlalu teduh. Orang-orang akan betah duduk berlama-lama di sini. Bukan itu mauku. Aku punya ruang tamu untuk menerima tamu, bukan untuk melayani tamu yang betah berlama-lama. Merah. Sofa harus berwarna merah. Dan menyala.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku tidak tahu mana yang harus kurisaukan dari sofa ini, sesuatu yang patah di dalamnya atau warnanya yang hijau pupus. Istriku pasti menggantinya diam-diam ketika aku tidak di rumah. Ini pemberontakan, tidak bisa tidak. Istriku yang jarang bicara itu sudah berani mengganti sofaku tanpa bertanya padaku. Hei, aku arsiteknya di sini. Aku memang arsitek. Soal warna, soal interior, aku lebih tahu dari siapapun. Tapi lebih dari itu semua, aku seorang suami. Laki-laki. Perasaan bahwa kekuasaanku sebagai suami dikangkangi mulai menjalari tubuhku. Telingaku mulai terasa panas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gubrak!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku marah. Istriku harus tahu bahwa aku yang punya kuasa di sini. Tapi aku terlalu lelah untuk memulai sebuah pertengkaran. Tiga hari aku tidak pulang ke rumah. Pekerjaan di proyek mulai memasuki masa kritis. Aku terjepit di antara tenggat waktu dan klien yang cerewet. Atasanku mengerahkan semua pekerja untuk bekerja siang dan malam. Itu juga termasuk aku. Aku juga pekerja, walaupun arsitek. Kuputuskan untuk menginap di proyek. Terlalu merepotkan kalau aku harus pulang ke rumah. Tiga hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari ini barulah aku bisa pulang ke rumah. Setelah tiga hari. Aku lelah luar biasa, tentu saja. Salah satu supir di proyek kuminta untuk mengantarku pulang. Aku terlalu lelah untuk bisa  mengendarai mobilku sendiri. Dan benar-benar seperti layang-layang putus, setelah melewati beberapa lapangan dan beberapa sawah, tubuhku akhirnya terhempas di sofa hijau pupus ini. Ah, sofa hijau pupus. Kenapa harus hijau pupus? Supir yang mengantarku masih berteriak-teriak dari dalam mobil. Sepertinya dia masih ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi aku sudah tidak peduli. Pintu kututup dengan keras.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gubrak!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah tiga kali gubrak, seorang perempuan akhirnya mendatangiku. Istriku. Dia berdiri saja di sisiku. Menatapku lama dan tidak bicara. Seperti biasanya. Istriku memang jarang bicara. Mungkin dia memang dididik seperti itu. Dididik bahwa suami adalah segala-galanya. Raja, kalau bukan dewa. Mungkin juga istriku bisa memahami pekerjaanku yang berat. Memahami suaminya yang seringkali pulang larut malam dalam keadaan lelah. Bahkan tidak jarang baru pulang ke rumah setelah beberapa hari lembur. Seperti sekarang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kopi.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kata orang, beda antara pelacur dengan istri yang sah adalah secangkir kopi. Secangkir di pagi hari dan secangkir lagi malamnya. Tapi aku sendiri tidak pernah tertarik untuk mencoba seorang pelacur. Bukan karena mereka tidak menyediakan kopi, tapi karena aku memang tidak tertarik. Selain karena mahal juga. Bekerja sekeras ini pun aku masih harus pontang-panting untuk membiayai kebutuhanku dan istriku. Orang bilang, aku diperbudak pekerjaan. Tapi sebenar-benarnya, aku diperbudak oleh kebutuhan. Harga-harga terus naik. Merambat atau meroket sama saja. Naik. Intinya, tidak ada anggaran buat melacur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Membuat secangkir kopi tidak mungkin memakan waktu sampai satu paragraf. Seorang penulis mungkin menghabiskan hanya beberapa menit saja untuk menulis satu paragraf, tapi seorang arsitek yang kelelahan butuh tidak kurang dari setengah jam. Setengah jam untuk secangkir kopi, lama sekali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku memaksa kaki-kakiku yang lelah untuk membawaku ke dapur. Istriku sedang mengaduk kopi dengan lembut. Pinggulnya, aduh, pinggulnya. Sudah setahun kami menikah. Ratusan kali aku sudah tidur dengan istriku. Tapi tiga hari aku tidak bertemu dengan istriku, dan pinggulnya itu, dan pinggulnya itu. Aku memeluknya dari belakang. Menciumi lehernya dari belakang. Istriku tersentak. Kaget. Tapi lehernya dijulurkannya juga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nyoh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku terus menciumi leher istriku. Lehernya begitu jenjang. Kemana saja aku tiga hari ini, atau setahun ini, sampai tidak menyadari begitu indahnya leher istriku. Aku mulai merasa menjadi dewa yang mati selama tiga hari, lalu bangkit dan menebus tiga hari yang terlewati itu. Kepala istriku menggeliat ke sana ke mari. Istriku seperti menikmatinya. Tangannya mulai sibuk mencari-cari pegangan. Mungkin karena takut jatuh. Mungkin juga karena tak kuat menahan sesuatu. Di dalam hatinya, istriku mungkin juga bertanya-tanya, kemana saja suaminya ini selama tiga hari atau setahun belakangan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nyoh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cepat sekali istriku membalik badannya. Kami berhadap-hadapan seperti jagoan dari film-film barat lama. Bedanya, kami sama tidak menenteng pistol di pinggang. Sebentar saja kami sudah saling mencium. Bibir istriku begitu merah. Dan basah. Aku membayangkan irisan tomat dengan es batu yang sering kuminum di proyek ketika matahari begitu garang. Betapa segar meminumnya dalam beberapa tenggak. O, tiga hari yang sungguh melelahkan. O, tiga hari. O, tiga hari. Dan aku bersyukur bibir istriku tidak berwarna hijau pupus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Baru setahun kami menikah. Sudah tiga hari istriku kutinggalkan. Aku tidak pernah menyadari betapa hebat ciuman istriku. Sama seperti aku tidak menyadari betapa indah lehernya. Tangan istriku tidak lagi mencari-cari pegangan, tangannya menggapai-gapai. Melihatnya seperti melihat orang yang sedang tenggelam dan berusaha minta tolong. Sepertinya, bibirku menenggelamkan bibirnya, seperti laut menenggelamkan butir-butir pasir. Aku percaya, kalau saat itu ada penjaga pantai, mereka pasti akan bergegas berlari menolongnya. Aku percaya, celana mereka pasti merah. Bukan hijau pupus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nyoh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nyoh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nyoh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Din, din, din.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kami berdua hampir meledak. Tiga hari, gubrak, sofa hijau pupus, dan kopi setengah jam. Tiga hari, leher yang jenjang, dan bibir-bibir yang nyoh. Istriku pasti tidak berharap laut segera membawa butir-butir pasir terdampar di pantai. Hampir empat paragraf lamanya kami berciuman. Seorang penulis mungkin menghabiskan hanya beberapa menit saja untuk menulis empat paragraf, tapi seorang arsitek yang sedang terbakar nafsu butuh tidak kurang dari satu jam. Dan aku bersyukur bahwa aku adalah arsitek, bukan penulis. Tapi din- din-din itu sekarang mulai menggangguku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebuah ingatan akan sofa hijau pupus berkelebat cepat di kepalaku. Aku tidak berharap din- din- din itu adalah tamu yang menikmati teduhnya ruang tamuku dengan sofa hijau pupusnya. Tapi ingatan itu mulai mengendurkan cengkeramanku. Begitu juga istriku. Dia pasti lebih terganggu pada din- din- din itu daripada memikirkan sofa yang dibelinya diam-diam ketika aku tidak di rumah. Tangannya mulai pindah ke dadaku, mendorong pelan, memberi isyarat untuk menjauh. Laut masih harus bersabar menunggu datangnya badai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Din, din, din.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada alasannya kalau aku memilih warna merah untuk sofa. Di saat kami hampir meledak seperti ini, alasan itu dan naluri arsitekku ternyata benar. Ini saatnya menepuk dada kukira. Tapi dada yang hampir meledak ini tidak bisa ditepuk sembarang waktu. Istriku memandangiku dengan bingung. Wajahnya pias. Aku lebih bingung melihatnya bingung. Dari dapur, istriku berusaha mengintip asal suara yang membatalkan badai yang kami buat selama empat paragraf.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Din, din, din.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku tidak meninggalkan bekas apa-apa di bibirnya, tapi istriku berusaha membersihkan bibirnya. Aku tidak tahu harus berkata apa. Sofa hijau pupus itu saja sudah menyinggung kelaki-lakianku. Cukup untuk menghasilkan sebuah gubrak. Lalu sebuah bekas ciuman yang dihapus bisa menghasilkan berapa gubrak? Hanya kebingunganlah yang sekarang memisahkan aku dengan beberapa gubrak itu. Istriku benar-benar sedang ketakutan. Dia seperti didatangi oleh hantu laut. Istriku memang jarang bicara, tapi aku tidak pernah melihat wajahnya sepucat ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Suamiku,” katanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Hah!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Din, din, din.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Suamiku pulang,” katanya lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Din, din, din.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa-apaan ini? Tiga hari kutinggalkan istriku dan dia sudah bisa menyebut din- din- din itu sebagai suaminya. Dua juta gubrak tidak akan cukup untuk meredakan amarahku. Terbakar. Tidak ada lagi laut, tidak ada lagi pasir, tidak ada lagi badai. Kering. Cepat aku berlari ke ruang tamu. Sofa hijau pupus itu lagi. Dari balik jendela aku melihat sebuah mobil dengan seorang laki-laki di dalamnya. Kepalanya mulai terjulur keluar. Din- din- din yang tidak mendapat tanggapan memaksanya menurunkan kaca mobil dan menjulurkan kepala. Dari wajahnya yang merah aku tahu bahwa din- din- din itu akan segera berubah menjadi gubrak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi bukan laki-laki dengan wajah merah di dalam mobil itu yang menggangguku. Juga bukan din- din- din-nya. Di belakang mobil itu aku melihat sebuah rumah kecil. Dari jendela rumah itu aku bisa melihat sofa merah menyala di ruang tamunya. Sofa merah menyalaku. Di depan pintunya, seorang perempuan sedang menyapu teras kecilnya. Istriku. Bibirnya memang tidak merah, tidak basah, tapi dia istriku. Lalu siapa laki-laki yang din- din- din ini? Dan yang lebih penting lagi, siapa perempuan yang nyoh- nyoh- nyoh selama empat paragraf tadi?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gubrak!&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;- end of note -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-5845236242158949683?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/5845236242158949683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/asyiknya-membaca-dua-cerpen-dari-dua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5845236242158949683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5845236242158949683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/asyiknya-membaca-dua-cerpen-dari-dua.html' title='Asyiknya membaca dua cerpen dari dua lelaki berbeda ini'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-8389214603717270890</id><published>2011-09-13T21:30:00.000+07:00</published><updated>2011-09-13T21:30:51.134+07:00</updated><title type='text'>Kecupan Ketika Hujan</title><content type='html'>Catatan sakit 3: Kecupan Ketika Hujan&lt;br /&gt;Hujan hari itu amat unik bagiku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Butir airnya turun amat deras, bulirnya besar-besar dan curahnbya banyak. Membuat gaduh suara seng-seng rumah dan pagar. Juga membuat banyak lubang di lumpur sepanjang pinggir jalan. Tak ada seorang pun yang ingin berjalan di bawah hujan yang menderas dan menggila seperti ini. Tapi aku seorang penyuka hujan. Aku melihat debu-debu yang terhampar di seluruh permukaan benda di dalam naungan kota Jakarta tampak terusir pergi dalam sekejap. Dalam hati aku berdoa:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ya Allah, terima kasih atas hujan yang telah Engkau turunkan kepada bumi. Tanaman menjadi subur, debu pun tersapu hingga penyakit bisa segera terberangus. Ya Tuhanku, seperti hujan yang menghapus debu-debu di atas daun dan jalanan, hapuslah semua dosa dan kesalahanku dengan kasih dan rahmat-Mu.”&lt;br /&gt;Lalu tiba-tiba hujan sekejap berubah menjadi rintik laksana ingin berhenti. Awan hitam yang menggayut tiba-tiba menyingkir hingga matahari bisa menyapa seluruh permukaan bumi yang menjadi kekasih hati yang harus disambanginya. Semua orang yang berteduh tersenyum lebar. Kaki mereka kembali melangkah memecah genangan air sisa hujan deras beberapa detik yang lalu. Ada semangat yang menggunung hingga kaki-kaki lincah itu bergerak cepat membawa tubuh pergi. Sementara para pedagang kembali memanggul dagangan mereka di pundak dan mulai berjalan dengan riang sambil meneriakkan dagangannya. Kehidupan baru sudah dimulai. Denyutnya terasa mengibarkan bahagia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ya Allah, Terima kasih karena atas kuasa-Mu, Kau hentikan hujan yang menghalangi hamba-Mu berkegiatan. Terima kasih karena cuaca cerah yang Kau limpahkan, telah membuat cerah pula orang-orang yang berwajah muram. Ya Tuhanku, seperti Engkau yang berkuasa membuat semua orang merasa bersyukur, masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanya tiga menit. Berapa jauh orang bisa berjalan dalam waktu tiga menit? Berapa banyak topik yang bisa diperbincangkan dalam waktu tiga menit? Dan kesempatan hujan reda ternyata hanya terjadi tiga menit saja. Di akhir detik ke lima puluh Sembilan di menit ketiga, dan awal detik pertama di menit keempat, hujan tiba-tiba turun kembali dengan deras. Amat deras disertai angin yang bertiup amat kencang. Semua orang yang berjalan bergegas segera bertedur. Semua pedagang kembali menurunkan dagangannya dan melindunginya dengan plastic penutup.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku menatap ke arah langit. Mencoba untuk  memahami makna hujan yang turun dengan ritme yang berganti amat cepat. Apakah ini gambaran bahwa sebuah kesempatan terkadang terhampar dalam waktu yang amat singkat? Siapa yang tidak pandai menangkap kesempatan yang tersedia, dia akan selamanya tertahan tak bisa berpindah tempat. Atau mungkin pergantian yang cepat itu adalah gambaran dari kehidupan manusia itu sendiri. Sebentar bisa senang, sebentar bisa susah. Semua yang mengalami keterpurukan, tidak akan pernah terus menerus berada dalam keterpurukan. Pada saatnya nanti, dia akan bertemu dengan sebuah kesuksesan yang menyenangkan hati. Menghadirkan keceriaan di jiwa dan kebahagiaan. Tapi, jangan pernah terlena dengan kesuksesan yang sekarang sedang diraih. Semua yang terlena dalam kenikmatan, akan melupakan sikap waspada. Padahal, sebuah kesuksesan yang diraih selamanya tidak akan pernah bisa digenggam dengan erat. Kesuksesan sekarang, akan menjadi sesuatu yang biasa di hari esok. Dan lusa, sesuatu yang biasa itu mungkin sebuah ketertinggalan yang dapat menenggelamkan mereka yang tidak bersiap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ya Allah, beri aku kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin dan dari waktu yang lampau. Jangan pernah biarkan aku terlena dengan dunia yang hanya sekejap ini. Ampuni aku, maafkan aku.” (sebuah doa kembali aku panjatkan dalam hati di tengah hujan yang menderas yang aku saksikan dari balik jendela kamar.)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ibu… kenapa ibu berdoa terus dari tadi?” Sebuah suara lirih dan imut milik anak bungsuku terdengar. Dia mulai mendekatiku dengan senyum khasnya yang menggemaskan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Iya nak. Ada saat dimana doa seseorang insya Allah akan didengar oleh Allah dan insya Allah akan dikabulkan oleh Allah. Pas kita dengar azan, lalu azan berhenti, nah itu saat tepat untuk berdoa. Juga ketika kita sedang sedih, atau ketika malam-malam saat banyak orang sedang pada tertidur pulas. Nah, begitu juga ketika hujan turun dengan deras seperti sekarang. Ini saat yang tepat untuk berdoa, sayang.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Oh… gitu.” Kepala mungil itu mengangguk. Entahlah apakah dia mengerti apa tidak dengan apa yang aku sampaikan padanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kamu… nggak mau berdoa? Selagi ada kesempatan nih. Yuk.” Lalu, meluncurlah dari bibir mungilnya selantun doa yang terbiasa aku dengar setiap malam. (sstt, jangan ditertawakan, ini adalah doa mau tidur yang merupakan doa yang paling dihapal luar kepala oleh buah hatiku ini).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Bismikallahumma ahya wa amutu. Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati. Allahumma, lindungilah ayah, ibu, mas…, mbak… dan aku. Allahumma, sembuhkanlah penyakit ayah, ibu, mas…, mbak.. dan aku dari penyakitnya. Ammiin.”&lt;br /&gt;Aku tersenyum mendengar dia menyelesaikan doa singkatnya. Doa yang tulus dari mulut yang polos dan pikiran yang jernih seorang bocah.&lt;br /&gt;“Terima kasih ya nak.”&lt;br /&gt;“Iya… aku sayang sama ibu.” Lalu cup…. Dia mendaratkan sebuah kecupan di pipiku dengan bibirnya yang selalu basah itu. Sementara hujan yang deras dan ribut di luar jendela, kulihat mulai turun dengan perlahan kembali. Memberi kesempatan pada siapa saja untuk memanfaatkan kesempatan jika memang ingin bergerak merubah tempat berpijak. (tapi hujan mau mengerti kok,  pada siapa saja yang tidak ingin berpindah tempat. Hidup adalah pilihan).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-------------bersambung lagi…jika sempat tapinya.. &lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita, catatan kenangan Februari 2011 (sabar ya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali lagi, ini adlah komentar dari teman2 facebook yang penuh perhatian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angelini Sollistifani, Elvinawati Nugroho, Tyas Amalia Yahya and 10 others like this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari Viciawati Subhanallah... Allahu Akbar...&lt;br /&gt;12 February at 13:23 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepi Sabre saya jadi ingat ibu kartini. 'tempuh badai hingga reda, tempuh gelap hingga terang,' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingatan lain membawa saya pada anak tetangga. 'om, bapak olohuabal,' katanya melihat bapaknya berpeci. saya yang non-muslim dengan susah payah mengajarkannya 'allahu akbar' azan maghrib dan 'allahu ma laka suntu' buka puasa. maaf kalau nulisnya salah ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai sekarang, setiap ketemu saya, dia akan bilang, 'om, ikum.' saya susah menjawabnya. hehehe ...&lt;br /&gt;12 February at 13:23 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;Ade Anita ‎@cepi: hehe, gpp cepi.. pada anak-anak,toleransi masih bersifat murni. Tapi kamu hebat bisa ngajarin kalimat itu.&lt;br /&gt;12 February at 13:36 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indria Auliani Hehehehe.. Bagian doa tidurnya lucu bgt mbk&lt;br /&gt;12 February at 16:07 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita iya indri, begitu itu doa yg hawna hapal&lt;br /&gt;12 February at 17:14 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astrid Septyanti Fuyuharuaki hiks...&lt;br /&gt;kenapa Astrid jd sedih y mbak, baca catatan ini...&lt;br /&gt;ah, jadi speechless...&lt;br /&gt;jangan lupa tag astrid untuk berikutnya, dan berikutnya, dan seterusnya y mbak....&lt;br /&gt;12 February at 17:36 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qonita Musa subhanallah.... menyentuh, speechless.&lt;br /&gt;12 February at 17:39 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rika Risnawati Hatiku tersentuh mbak, subhanalloh....ditunggu lg slnjutnya-:)&lt;br /&gt;12 February at 18:02 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Rahma Hanifah Subhanallah...&lt;br /&gt;mbak adeeee, hugggs :*&lt;br /&gt;12 February at 21:29 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anne Adzkia Indriani Dari catatan pertama baru komen disini: sungguh,membacanya membuat hati dan mata ini gerimis. &lt;br /&gt;Sabar ya,Mbak. Innallaaha ma ashshabiriin...sesungguhnya Allah bersama org2 sabar. Sabar kala mendapat kemudahan dan kesulitan. I know u'll be the winner when u've passed all of these. InsyaAllah. Big love and hug,mbak Ade...&lt;br /&gt;13 February at 03:54 · Like ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hairi Yanti mbak.... terima kasih sudah berbagi...&lt;br /&gt;13 February at 20:13 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KembaRa Gelungan Hitam ora et labora kata pepatah lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara sebuah buku berkata lupa mengeja sejarahnya dengan rapalan doa menuju surga, hujan selalu meninggalkan genang sebagai kenangan kusam di antara galian dan lubang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;touching sekali mbak ade&lt;br /&gt;13 February at 21:44 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurul Asmayani T_T gak bisa komen&lt;br /&gt;14 February at 13:38 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyas Amalia Yahya berkaca2.. speechless *nunggu sambungannya*&lt;br /&gt;14 February at 20:52 · Like ·  1 person&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-8389214603717270890?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/8389214603717270890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/kecupan-ketika-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/8389214603717270890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/8389214603717270890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/kecupan-ketika-hujan.html' title='Kecupan Ketika Hujan'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-1967340684567248631</id><published>2011-09-13T21:28:00.000+07:00</published><updated>2011-09-13T21:28:18.657+07:00</updated><title type='text'>Para Perempuan Hebat</title><content type='html'>Catatan sakit 2: Para Perempuan Hebat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;“Dokternya sudah tua apa masih muda ya?” Aku bertanya ragu pada seorang perempuan yang duduk sambil memeluk map hasil rontgennya. Perempuan setengah baya yang memiliki senyum yang amat keibuan. Lembut dan hangat. Aku suka semua perempuan yang memiliki senyum yang lembut dan hangat. Ada sebuah rasa nyaman yang senantiasa terkirimkan dari senyuman yang lembut dan hangat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Iya, usianya sudah 63 tahun. Dia termasuk dokter senior di RS Dharmais.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku termangu. Sesungguhnya, aku juga tidak tahu untuk apa bertanya perihal masih muda ataukah sudah tua. Apakah semakin tua seseorang pasti akan membuat dia semakin pandai dan bijaksana? Mungkin saja. Tapi ada banyak orang yang justru semakin tua fisiknya, tidak pernah membuat dia berubah menjadi sosok yang semakin dewasa, pandai dan bijaksana. Coba lihat sekeliling kita, berapa banyak kesusahan dan persoalan yang justru timbul diakibatkan oleh para orang tua yang tidak bijaksana? Berapa banyak masalah yang justru makin bertambah parah hanya karena para orang tua yang tidak bertambah pandai dalam menyikapi perubahan di sekelilingnya? Meski demikian, muda pun bukan berarti lebih pandai dan lebih berpengetahuan. Banyak orang muda yang ceroboh hanya karena merasa dirinya lebih memiliki pemikiran yang lebih fresh. Mereka lalu menjadi sombong dan tergesa-gesa untuk menerapkan sesuatu hanya karena desakan rasa ego akibat jiwa muda yang bergolak penuh semangat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ah. Mungkin bukan saat yang tepat untuk mempercayakan mahir tidaknya seseorang dengan melihat usia biologi yang dia sandang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku pun tersenyum pada ibu yang memiliki senyum yang lembut dan hangat tersebut, lalu menganggukkan kepala sebagai tanda terima kasih untuk informasi yang dia berikan atas pertanyaanku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Mbak…?... berobat juga ya disini?”&lt;br /&gt;(Aduh, bodohnya pertanyaanku ini. Itu sudah pasti. Perempuan ini datang seorang diri lalu memeluk map yang berisi hasil rontgen dengan sangat erat seakan-akan map itu merupakan hartanya yang paling berharga. Sudah pasti dia ingin berkonsultasi juga dengan dokter yang sama. Artinya, dia juga ingin berobat. Tapi…. Bisa saja map itu merupakan hasil rontgen orang lain. Orang yang amat disayanginya. Itu terlihat dari cara dia memeluk map tersebut. Bahkan, tas tangannya sendiri, tampak teronggok di lantai seakan tas tangan tersebut hanya berisi sampah makanan yang siap ditinggalkan).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Iya… saya berobat juga disini. Saya sudah stadium tiga.” DEG. Tanpa sadar mulutku mengucapkan istighfar. Kulitku merinding.&lt;br /&gt;“Oh, maaf. Saya tidak tahu.”&lt;br /&gt;“Nggak papa. Mbak juga berobat?”&lt;br /&gt;“Baru mau konsultasi saja. Ada benjolan juga.”&lt;br /&gt;“Sebelumnya sudah pernah operasi?”&lt;br /&gt;“Iya, dulu. Tujuh belas tahun yang lalu. Sudah lama sekali. Jadi sudah lupa sendiri, makanya sekarang serasa dapat pertama kali saja.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TIba-tiba perempuan pemilik senyum lembut dan hangat itu mendekatiku lalu menggenggam tanganku dengan lembut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Tenang saja mbak. Ini seperti melahirkan lagi setelah lama sekali tidak punya anak. Semoga tidak parah ya. Lihat, saya sendiri sudah diangkat seluruhnya. Habis. Tapi saya jadi lebih bahagia sekarang.”&lt;br /&gt;Map yang sedari tadi dipeluk erat oleh perempuan pemilik senyum lembut dan hangat itu akhirnya diturunkan. Takut-takut aku melirik bagian dadanya yang tertutup jilbab dan kemeja. Subhanallah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;“Eh, Kemarin aku ke rumah loh. Tapi kata anaknya sedang pergi ke rumah sakit. Siapa yang sakit?”&lt;br /&gt;“Oh, tante. Maaf ya, iya… kemarin aku yang pergi ke rumah sakit.”&lt;br /&gt;“Oh, siapa yang sakit? Bu Ade ya?”&lt;br /&gt;“Iya tante.”&lt;br /&gt;“Sakit apa?”&lt;br /&gt;“Ada benjolan disini.”&lt;br /&gt;“Besar?”&lt;br /&gt;“Kecil sih. Kemarin USG, katanya sih diameternya cuma 1,4 cm.”&lt;br /&gt;“Apa itu? Kista? Tumor? Atau apa?”&lt;br /&gt;“Belum tahu tante. Hari ini ke rumah sakit lagi sih, untuk mammografi.”&lt;br /&gt;“O…. semoga bukan apa-apa deh.”&lt;br /&gt;“Iya, semoga.”&lt;br /&gt;“Tapi kalau memang sesuatu, ya segeralah dioperasi. Jangan dipikir yang macam-macam lagi. Takut atau ragu atau apa. Mumpung masih kecil. Nanti kalau sudah besar, malah repot nanganinnya. Saya nih, sudah diangkat juga karena dulu terlalu ragu dan penakut. Asalnya kecil padahal, cuma 0,8 cm, tapi ditunda-tunda terus, akhirnya empat tahun kemudian tiba-tiba sudah sebesar 11 cm. Akhirnya, terpaksa harus diangkat keseluruhan.”&lt;br /&gt;Aku termangu dan tanpa sadar melirik ke arah dada tetanggaku ini. Siapa yang menyangka perempuan yang selalu terlihat ramah pada semua orang, rajin membantu tetangganya, senantiasa berangkat ke tempat kerja setiap hari dengan ceria ternyata pernah mengidap penyakit yang amat berbahaya.&lt;br /&gt;“Tante hebat.”&lt;br /&gt;“Bukan hebat. Tapi memang harus begitu jika ingin sembuh. Semangat dan berpikiran positif. Jangan pernah ragu dan takut. Eh.. sepertinya dalam berbagai macam hal sih itu berlaku.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi pada seorang penakut yang dipaksa berjalan menyusuri lorong yang gelap seorang diri? Dia akan dicekam ketakutan setiap kali kakinya akan melangkah. Ada beban yang terasa berat menggayut di pundaknya hingga sulit baginya untuk berdiri tegap menatap jalan di lorong yang gelap tersebut.  Ada belenggu yang membelit kedua kakinya hingga sulit untuk digerakkan. Dan satu-satunya sahabat yang terus menemaninya adalah prasangka buruk yang bersemayam dan bertahta perkasa di dalam kepalanya. Terus membisikinya tentang berbagai macam kesusahan dan mala petaka yang akan dia hadapi jika dia meneruskan perjalanannya.&lt;br /&gt;Segera ambil belati, hunuslah sahabat dan raja dalam kepala kalian tersebut. Dia tidak pantas menguasai diri kita. Dia yang senantiasa meniupkan kegagalan dan rasa pesimis, tidak boleh diangkat jadi sahabat!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa yang terjadi pada seorang penakut yang dipaksa berjalan menyusuri lorong yang gelap bersama dengan seorang temannya yang juga penakut? Mereka akan bergandengan tangan dan mulai saling memberi semangat bahwa bersama, mereka bisa mengatasi segalanya. Kesepakatan mungkin dibuat. Yang satu mewaspadai sebelah kiri hingga bisa menendang semua musuh yang menyusup dan mencoba menggagalkan perjalanan mereka. Yang lain mewaspadai sebelah kanan hingga bisa menumpas semua bayangan yang menakut-nakuti mereka dari sebelah kanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu… apa yang terjadi pada seorang penakut yang dipaksa berjalan menyusuri lorong yang gelap bersama dengan serombongan orang penakut lainnya? Mereka menjadi sekumpulan orang yang saling bekerja sama dan berusaha dengan berbagai macam cara untuk dapat mencapai titik terang di ujung lorong. Dan setiap hari, Allah menghadirkan di hadapanku para perempuan hebat yang tidak pernah aku sangka sebelumnya mengidap penyakit yang sama, berbeda atau bahkan lebih parah dariku. Tapi mereka menebar dan menularkan semangat, rasa optimis, dan keceriaan yang luar biasa. Subhanallah, wa Alhamdulillah Allahu Akbar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;------------ bersambung---------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita, catatan kenangan februari 2011  (sekali lagi, nggak usah sms atau telepon dulu. Ceritanya belum selesai kok. Hehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; dan ini adalah semua komentar yang diberikan oleh teman-teman facebook yang penuh perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angelini Sollistifani, Miyosi Ariefiansyah, Tyas Amalia Yahya and 7 others like this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena Puspa aku minta ditag dong mba...&lt;br /&gt;12 February at 08:05 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena Puspa heu dah penuh nampaknya jatah tag nya ya...^_^&lt;br /&gt;12 February at 08:06 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arfianti Dwi Kusuma Ade makasih ya..udh lama ga bc note mu....ktnya kl pikiran positif menimbulkan energi positif n support klrg tnyata bs membw kesembuhan..(bbrp yg lalu kick andy pernah menayangkan pengalaman bbrw wanita melawan penyakit ini ya de) smg kt sll mjd org2 yg berpkr positif n optimis..tq de&lt;br /&gt;12 February at 08:15 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ochi Aja Beneran nih mb Ade. Aku langsung refleks memeriksa. Takut ada sesuatu yang mengganjal atau apapun yang mengganggu di "sana". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks udah bagi pengalamannya ya. semoga cepet sembuh. ^^&lt;br /&gt;12 February at 08:28 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepi Sabre saya terdiam di kotak komentar lama sekali, tidak tahu harus berkata apa, mba ade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;btw, saya jadi menyesal kemarin menakut-nakuti mba ade perihal jendela dan malam yang gelap. hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya jarang berdoa, tapi setiap kali mendengar cerita yang membuat bulu di tangan saya berdiri begini, biasanya saya berdoa. diam-diam. malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cepat sembuh ya, mba ade.&lt;br /&gt;12 February at 09:01 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewayanie Prasetio smg semuanya lancar De... semangat!:-)&lt;br /&gt;12 February at 09:34 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilham Q Moehiddin Kalian memang perempuan2 hebat.&lt;br /&gt;12 February at 09:51 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari Viciawati Catatan hebat dari Perempuan hebat&lt;br /&gt;12 February at 13:17 · Unlike ·  1 person&lt;br /&gt;Ade Anita ‎@all: makasih ya semuanya...&lt;br /&gt;12 February at 13:37 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎@cepi: makasih ya cep. Justru bercanda seperti kemarin itu menyenangkan lagi, lebih asyik ketimbang dua jam main game... hehehe...&lt;br /&gt;12 February at 13:38 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita Sebenarnya, ada buanyak sekali cerita yang meluncur dari perempuan-perempuan hebat yang aku temui. Ada yang harus berpisah dari anak yang baru saja dia lahirkan 8 hari sebelumnya karena ada kanker di rusuk sebelah kirinya. Ada juga yang harus merelakan sebelah kakinya hilang... tapi aku tidak bisa menulisnya satu persatu. Mungkin besok aku akan berusaha menuliskannya satu persatu karena sungguh semua mengandung hikmah yang amat sangat dalam untuk dipetik. Mereka orang-orang hebat... dan pada orang hebatlah kita bisa memperoleh banyak pelajaran berharga.&lt;br /&gt;12 February at 13:41 · Like ·  3 people&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewayanie Prasetio De, temanku dlm wkt dkt sdh mau kemo yg ke-2 dr 6x kemo yg dijadwalkan, kanker rahim, padahal dia blm berkeluarga loh... apa ya yg bs kubantu buatnya selain do'a?&lt;br /&gt;12 February at 14:18 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astrid Septyanti Fuyuharuaki huhuhu&lt;br /&gt;mbak Ade kok nggak tag astrid yang ini? tp gpp deh. udah astrid acak2 notenya. semoga note yg ketiga membuktikan hasil yang tdk menyedihkan....&lt;br /&gt;12 February at 17:31 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afifah Ahmad Istirahat aja dulu mbak Ade, soal 'panen tulisan' mah insya Allah masih banyak kesempatan....&lt;br /&gt;12 February at 17:43 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini Kaeka Sari sekitar 2th yg lalu, ketika masih berdomisili di sidoarjo. aku ini akhirnya mendapatkan sahabat, seorang ibu dengan 2 org anak. yg pada akhirnya menangis padaku sebab di dada kirinya bersarang sesuatu. sahabatku itu menangis dan berkata tak siap jika kematian itu menjemputnya, dua org anak2nya masih kecil katanya. dia tak tega.&lt;br /&gt;sementara itu lucunya, aku sendiri sdg menjalani terapi pengobatan utk kanker cervix ,hehe..dan aku tdk merasakan apa2, Allah sdh mengatur rezki dan jalan hdp tersendiri bagi karin jika memang rizkiku di dunia, di sudahi, tamat. &lt;br /&gt;tak ada seorangpun yg boleh mengerti aku sdg sakit saat itu, bahkan memberitahu ibuku saja aku ulur2 wkt mb ade,khawatir membuat mrk cemas.hehe...&lt;br /&gt;sekali jg pernah ketika di ruang tunggu periksa, seorang ibu yg sdg kontrol setelah operasi kista berbincang dgku katany, "hooo..jd mb sakit itu, hati2 ya mb, kmrn tmn sekamar saya mati setelah operasi"&lt;br /&gt;kontan aku tertawa.hahaha...&lt;br /&gt;sakit itu tak membuatku takut mb ade, bukankah Allah menjanjikan pengampunan dlm sakit itu?aku bersyukur dg byk ikhtiar.&lt;br /&gt;dan kekuatan itu hrs diberikan pd sahabatku itu, dia skrg sehat dn bahagia, dan kami masih saling merindukan berbincang di ruang tamu melihat anak2 saling timpuk mainan :))&lt;br /&gt;benjolannya itu sekedar TB alveoli, bukan lebih. dan itu syukur kami bersama.&lt;br /&gt;aku berdoa utk semua perempuan. semuanya hebat!&lt;br /&gt;bahkan mb ade, taukah aku ini diam2 merindukan bisa bertemu mb ade suatu saat nanti?hehe :)&lt;br /&gt;12 February at 18:30 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Rahma Hanifah mbaakk... makasi ya. sekali lagi makasi. gak salah aku jadi fans tulisan2nya mbak ade :) aku sangat suka tulisan mbak ade. begitu jujur. begitu penuh rasa. karena dari yang sebenarnya. mbak, semoga aku juga bisa berbagi seperti mbak ade ya. bisa menceritakan apa yang kutemui disana, seperti mbak ade ini :) mbak... tetep semangat ya :) Allah really love you. Allah do love you so much, mbak ade ku sayang :)&lt;br /&gt;12 February at 21:23 · Like ·  1 person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indria Auliani Smg benjolannya bukan apa2 ya mbk... Smg ketabahan, kesabaran, keikhlasan terlimpah utk mbk n kel... Semangat mbk!&lt;br /&gt;12 February at 21:47 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah Dian Dan semoga mbak ade menjadi salah satu dari para perempuan hebat itu. so tetap semangat dan positif thingking yach mbak ;)&lt;br /&gt;13 February at 03:23 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizki A. Widiyanto saya gak bisa comment apa2 mbak, selain 1 kata: hebat! &lt;br /&gt;subhanallah...&lt;br /&gt;13 February at 12:03 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KembaRa Gelungan Hitam hehe,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi sekelebat baca komen cesa juga mbak, aku suka menemani teman2 dengan canda dan selalu pemikiran positif, meski mereka hanya menggunjingkan halhal negatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata sebuah buku yang aku baca, dengan bercerita mengelurkan energi negatif pada yang mendengar lalu sebagai pendengar ada baiknya menjadi penolak bala dengan memberi ion positif sebagai pengobatnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aduuh semoga ga salah dan mengalahkan rasa takutku seperti berpuisi di atas panggung yang mampu buat dengkulku mendadak jantungan mbak,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku suka mptivasi terakhirnya&lt;br /&gt;13 February at 20:38 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurul Asmayani Mba, segera pulih ya&lt;br /&gt;14 February at 13:34 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazla Luthfiah amazing story...&lt;br /&gt;14 February at 19:32 · Like&lt;br /&gt;Ade Anita ‎@all: makasih ya untuk apresiasi dan perhatian dan doa2nya... makasih banyak&lt;br /&gt;14 February at 19:47 · Like&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-1967340684567248631?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/1967340684567248631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/para-perempuan-hebat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1967340684567248631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1967340684567248631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/para-perempuan-hebat.html' title='Para Perempuan Hebat'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-1753364377745613132</id><published>2011-09-13T21:25:00.000+07:00</published><updated>2011-09-13T21:25:54.638+07:00</updated><title type='text'>Tamu Tak Diundang</title><content type='html'>Catatan Sakit (1) : Tamu Tak Diundang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada yang datang tanpa diundang hari ini, tapi bukan jailankung.&lt;br /&gt;Ingin kutendang jauh-jauh tapi dia tidak berbentuk bola sepak.&lt;br /&gt;Sebal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku benci tamu tak diundang yang menguasai rumah yang dia tumpangi sesuka hati.&lt;br /&gt;Aku benci tamu yang bermetamorfosa menjadi penjajah yang menguasai daerah yang dia kuasai dengan kejamnya.&lt;br /&gt;Sebal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku benci tuan rumah yang tidak punya daya untuk mengendalikan tamunya yang kurang ajar.&lt;br /&gt;Aku benci tuan rumah yang tidak punya kekuatan untuk mengusir tamunya agar bersedia segera pergi dari rumahnya.&lt;br /&gt;Kesal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sama kesalnya  seperti ketika aku menemukan sebuah penyakit bercokol dalam tubuhku kali ini.&lt;br /&gt;“Mas…. Sepertinya, ada benjolan lagi deh di tubuhku.”&lt;br /&gt;“Hah? …apakah… seperti dulu?”&lt;br /&gt;Tahun 1993 dan 1994, aku memang pernah memiliki tumor jinak di payudara dan keduanya sudah diambil lewat operasi. Lalu kehidupan yang mapan dan kebahagiaan yang beruntun dan terus menerus membuatku lupa bahwa aku pernah mengidap penyakit ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Bu. Ibu tahu tidak, ibu baru saja melakukan sebuah kecerobohan yang amat sangat fatal. Dari sekian banyak perempuan, ibu termasuk perempuan yang beresiko tinggi terkena kanker payudara. Pertama, ibu gemuk. Ini sudah tidak ada ampun lagi. Orang yang pernah punya tumor sebelumnya, tidak boleh punya tubuh gemuk. Itu harus. Tidak bisa ditawar lagi.” (glek. Sementara aku hanya bisa mendesiskan kalimat, “Ini juga sudah usaha dok, tapi ngurusin badan nggak semudah membalik telapak tangan.”).&lt;br /&gt;“Kedua, ibu pernah dua kali dihinggapi tumor. Memang tumor jinak, tapi kan bukan berarti persoalan jadi remeh. Orang yang pernah kena satu kali saja, wajib hukumnya untuk memeriksakan diri setiap tiga tahun sekali. Mammografi dan USG, itu wajib. Coba berapa kali ibu pernah memeriksa diri?” (Glek. Lagi-lagi aku hanya bisa mendesiskan kalimat, “Belum pernah sih, paling SADARI saja di rumah.” Lalu dokter kembali berkata dengan kejam, “Orang sering terlena ketika sehat, lupa bahwa dia bisa jatuh sakit suatu waktu. Saya menemukan banyak sekali pasien yang datang dengan kondisi yang sudah terlambat hanya karena satu hal, soalnya nggak sakit dok, jadi untuk apa ke dokter? Heran saya, kok bisa sebegitu cuek ya untuk kesehatan diri sendiri.”)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ah. Memangnya siapa yang mau sakit?&lt;br /&gt;Lalu, tanpa terasa senja di hari berikutnya berlalu dengan muram.&lt;br /&gt;Warna jingga yang selalu mentakjubkanku tiba-tiba terlihat tidak lagi menarik.&lt;br /&gt;Dan aku juga tidak lagi terkagum-kagum dengan tetes-tetes air hujan yang turun dengan cantik di atas daun pohon kemuning.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Aku takut mas.”&lt;br /&gt;“Jangan dipikirkan terlalu dalam. Kita periksa saja dulu lengkap. Siapa tahu nggak separah yang disangka.”&lt;br /&gt;Akhirnya hari-hari yang sibuk pun dimulai. Bolak balik ke rumah sakit untuk periksa ini dan itu sementara tawaran untuk mengikuti kegiatan menulis terus berdatangan. Godaan untuk menulis terus menggedor-gedor kepala.&lt;br /&gt;“Istirahat De, jangan terlalu lelah.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ah.&lt;br /&gt;Tamu tak diundang yang kali ini datang ke tubuhku benar-benar sudah terasa amat mengganggu kehadirannya. Dan aku sebagai tuan rumah yang ketempatan, kehabisan akal untuk mengusirnya pergi.&lt;br /&gt;Kesal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;----------bersambung.-------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita, Catatan kenangan di bulan Februari 2011 (dilarang keras  sms nanya kabar, baca aja lanjutannya.. lagi malas ngasi kabar  soalnya.. hehehehe... peace.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; dan ini tanggapan dari teman-teman facebook yang amat perhatian padaku. Mengharukan, jadi aku simpan disini saja semua komentar dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Rahma Hanifah Mbaaakkk... Aku ndak ditag ya? :( apa aku salah lihat? Tapi gpp deh gak ditag, yang penting masih diizinin baca kan? ;)&lt;br /&gt;11 February at 21:16 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astrid Septyanti Fuyuharuaki ditunggu kelanjutan kabarnya y mbak. semoga tidak ada sakit yang serius ya dan kembali berkejar-kejaran dengan deadline...&lt;br /&gt;11 February at 21:16 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meata Radith أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ &lt;br /&gt;Lamaaa bgt rasa'y gak dikirimi note tiba2.... *speechless* Smoga smua baik2 aja ya mbaaa.... Aq jg 'sakit' dan sakitku ini bs m'renggut nyawaku kpn sj tp aq tdk mau dikalahkan oleh sakit iniii.... Aq tetap semangattt &amp; hrs semangat bgitu jg dgn mb'Ade *hug* :))&lt;br /&gt;11 February at 21:20 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyasti Aryandini Spechless tidak bisa berkata-kata,mau sms penuh doa tapi juga tidak bisa berkata-kata,hanya doa yang bisa kupanjatkan untuk Mbak Ade,semoga semua ini semata karena kasih sayangNya yang tak terhingga pada Mbak Ade,sehingga Allah SWT memilih Mbak Ade sbagai bagian dari rahasiaNya..uhibukki fillah ya ukhti ^_^&lt;br /&gt;11 February at 21:34 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyasti Aryandini Speechless tidak bisa berkata-kata,mau sms penuh doa tapi juga tidak bisa berkata-kata,hanya doa yang bisa kupanjatkan untuk Mbak Ade,semoga semua ini semata karena kasih sayangNya yang tak terhingga pada Mbak Ade,sehingga Allah SWT memilih Mbak Ade sbagai bagian dari hambaNya yang mengalami rahasiaNya...syafakillah,uhibukki fillah ya ukhti ^_^&lt;br /&gt;11 February at 21:36 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rika Risnawati Tetep smgat melawan sakit mba, smoga alloh mmberikn kesembuhn kmbali. Di tunggu klanjutnya.&lt;br /&gt;11 February at 21:45 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riawani Elyta smoga cepat smbuh en pulih mbak ade...insya Allah, sikap optimis en kekuatan pikiran mbak sangat mendukung proses kesembuhan, kalo ada reaksi negatif kaya' kesal dsb itu sgt wajar, tp kalo bisa dihalau ya baiknya dihalau mbak, jgn biarin mengganggu optimsime dan semangat mbak...keep spirit mbak ade!&lt;br /&gt;11 February at 21:48 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afifah Ahmad ‎*big hugs* Semoga tamunya berpulang dengan baik-baik ya mbak...&lt;br /&gt;11 February at 23:45 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepi Sabre mba ade nomer ha pe nya berapa? saya mau sms, nanyain kabar. hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti hujan yang jatuh di pucuk-pucuk daun kemuning, kabar buruk kadang menyergap begitu dingin. tapi seperti daun kemuning, kita tidak akan rubuh hanya karena hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aduuuhhh ... saya gak bisa menghibur dengan baik. sebel.&lt;br /&gt;12 February at 00:07 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurul Asmayani Mba Ade...ingin memeluk,tapi jarak kita terentang sangat jauh.Hiks&lt;br /&gt;Mba...syafakillah.Tetap optimis dan semangat ya Mba. Terkadang, ketika kita sdh pesimis duluan, penyakit yang gak seberapapun akan jadi terasa sangat menyakitkan.Tapi jika tetap optimis,insya Allah segalanya akan berakhir dan berlalu... &lt;br /&gt;*aku gak bisa banyak berkata lagi*&lt;br /&gt;12 February at 07:13 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diana R Wardhana cpt smbuh n tetap smangat.. smg Alloh sll mnjaga mlindungi kita smua.. d tgg kelanjutan crtnya y bu..&lt;br /&gt;12 February at 07:44 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari Viciawati Mbak Ade... *peluk erat*&lt;br /&gt;12 February at 07:46 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arfianti Dwi Kusuma Tetap berpikir positif n optimis ya de..dan aq yakin..itu kamu bgt,..:)&lt;br /&gt;12 February at 08:44 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evatya Luna Banyak orang yg sakit, tp tak bnyk yg mau berbagi cerita.&lt;br /&gt;Ada yg mau berbagi cerita, tp sebagiannya tdk bisa.&lt;br /&gt;Ada yg bisa, tapi gak indah dan penuh airmata.&lt;br /&gt;Salut dan hormat buat mbak Ade yg mau dan bisa bercerita dengan indah ke kita ttg ini :)&lt;br /&gt;Hebaaaaat....!!&lt;br /&gt;Yakin banget mbak Ade pasti bisa ngusir tamu tak diundang itu secepatnya ^^&lt;br /&gt;*sorry ikutan ngintip cerita hebatnya meski gak di tag. Keren dan inspiring bgt soalnya ;)*&lt;br /&gt;12 February at 09:18 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qonita Musa saya bisa merasakannya, Mbak, sebab sekitar tahun 2006 juga ada benjolan di indung telur saya berdiameter 5cm, suruh operasi pemotongan, kebayang sedihnya.... saya ngotot nggak mau dan ternyata itu endometriosis (kista cokelat) yang setelah punya anak tahun 2008 hilang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya juga punya saudara, sehat wal afiat, pas mau ke australia untuk thesis melakukan general check up, dari situ malah ketahuan kalau ada kanker di rahimnya. masyaAllah nggak nyangka, nggak pernah sakit....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi selalu saya yakin, Mbak Ade insyaAllah adalah pribadi yang tangguh. Allah nggak akan memberi cobaan apa yang nggak kita mampu. MUngkin akan mengejutkan, membuat banyak bertanya2, menangis, tapi Mbak Ade sungguh orang yang kuat. MBak Ade punya keluarga yang begitu peduli dan menyayangi :)&lt;br /&gt;12 February at 09:34 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilham Q Moehiddin Aduh...aku baru membacanya pagi ini.&lt;br /&gt;Membaca "kesedihan" ini aku ingat ibuku lagi. Beliau juga punya kista di sekitar organ hati. Tapi, aku selalu sadar, kalian bukanlah perempuan biasa. Kalian punya cara2 tersendiri "menyimpan rasa sakit", bahkan yang lebih hebat dari sakit itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade, bersabarlah dengan "tamu" ini. Allah tidak mendatangkan "tamu" bagi kita, tanpa menyediakan "suguhan" yang tepat untuk membuatnya tenang. &lt;br /&gt;Aku setiap waktu berdoa atas nama Ibuku meminta pada Allah demi kesehatan beliau...mulai sekarang aku akan menyebutkan namamu juga dalam doa bersama ibuku.&lt;br /&gt;Bersabarlah...InsyaAllah kesembuhan diberikan Allah. Amin&lt;br /&gt;12 February at 09:49 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi Irianti operasinya jadi mbak?Semoga diberi kesembuhan ya , amiin..harus tetap semangat ya, mbak.&lt;br /&gt;12 February at 10:55 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazla Luthfiah Mbak...semoga bisa cepat ditangani ya...*hugs*&lt;br /&gt;12 February at 16:58 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah Dian Hugz mbak ade...Semoga Allah memberikan kesembuhan pada mbak Ade dan memberi kekuatan untuk mengusir tamu yang tak diundang itu mbak. teruslah menulis mbak, tapi jangan dipaksa. ada kalanya kita memang harus istirahat untuk memberikan hak tubuh kita. meski jujur, beberapa minggu ini aku kehilangan-mu mbak ade. ketika sesekali online aku mencoba ngintip note mbak ade dan nggak ada, jadi agak kecewa. duh maaf mbak, nggak tahu kalau keadaan mbak ade tengah melawan sakit.&lt;br /&gt;13 February at 02:32 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KembaRa Gelungan Hitam aah semalam aku membaca dari ponsel saja, sebel sebab kehendakku memberi komen doadoa, meski dengan ketikan crustor yang rapat dikejar tengat, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada nopemu aku hanya ingatkan bunyi getarnya jika rasa sebal itu datang jadi rintangan, sebab tamu sebagai penanda bahwa waktu demikian sayang kepadamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aah sebelnya aku, kenapa bukan aku yang demikian darimu&lt;br /&gt;13 February at 17:53 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hairi Yanti Peluk mbak Ade...&lt;br /&gt;Semoga diberikan kesembuhan dan kekuatan mbak... doa yang sama untuk semua saudara qta yang punya tamu tak diundang itu. Termasuk mama yanti..&lt;br /&gt;13 February at 20:12 · Like&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyas Amalia Yahya Mbakkkkkkk.. Maap baru baca dan baru tau juga. Aku gak nanya kabar deh. Semangat ya :D&lt;br /&gt;14 February at 20:45 · Like&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-1753364377745613132?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/1753364377745613132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/tamu-tak-diundang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1753364377745613132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1753364377745613132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/tamu-tak-diundang.html' title='Tamu Tak Diundang'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-2124103172476432315</id><published>2011-09-13T21:22:00.001+07:00</published><updated>2011-09-13T21:22:08.101+07:00</updated><title type='text'>Hiu Kecil (notes dari saudaraku)</title><content type='html'>Iseng, sambil nunggu anak selese bimbel di masjid, buka fb dan menemukan sebuah notes bagus yang amat inspiratif. Sayang kalau dibiarkan begitu saja. Jadi, aku ijin copas, dan sekarang aku taruh di notesku. Baca ya... isinya menarik sekali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hiu Kecil&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;by Isbandiono Subadi on Monday, 14 February 2011 at 10:04&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk masakan Jepang kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih lezat untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itulah sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salamon-salmon tersebut tetap hidup. Meskipun demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana caranya mereka menyiasati agar salmon-salmon tersebut selama di kolam buatan tetap hidup?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di kolam tersebut. Ajaib! Hiu kecil tersebut “memaksa” salmon-salmon it uterus bergerak karena jangan sampai dimangsa. Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diam membuat kita mati! Bergerak membuat kita hidup! Barangkali kurang lebih itulah pesan moral yang dapat kita tangkap dari gambaran di atas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa yang membuat kita diam? Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman. Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena. Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati. Semangat kita telah mati terbuai oleh kenyamanan. Ironis bukan???&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa yang membuat kite bergerak?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang membuat kita bergerak adalah masalah, pergumulan, ujian dan tekanan hidup.&lt;br /&gt;Saat masalah dating secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha bagaimana mengatasi semua pergumulan hidup itu hingga masalah tersebut dapat teratasi dengan baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itulah sebabnya pelajaran dari “hiu kecil” harus kita syukuri yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive!&lt;br /&gt;Masalah hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bergerak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-2124103172476432315?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/2124103172476432315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/hiu-kecil-notes-dari-saudaraku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2124103172476432315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2124103172476432315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/hiu-kecil-notes-dari-saudaraku.html' title='Hiu Kecil (notes dari saudaraku)'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-4675874870958622664</id><published>2011-09-13T21:21:00.001+07:00</published><updated>2011-09-13T21:21:16.734+07:00</updated><title type='text'>Ketika Rasul Menjadi Unta</title><content type='html'>copas dari teman karena aku ingin menyimpannya di deret notesku... suka banget, mengharukan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika Rasul menjadi ‘unta’ (empat dari tujuh rangkaian tulisan memperingati maulid nabi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alkisah, suatu hari Rasul berjalan di lorong gang menuju Masjid, lalu berjumpa dengan anak-anak yang tengah bermain. Saat melihat Rasul, anak-anak segera merangkulnya seraya berkata: “كن جملي”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ayolah jadi untaku.!” Karena kerap melihat Hasan dan Husain melakukan hal yang sama pada Rasul, mereka pun menginginkanya. Rasul dengan senang hati mengabulkan permintaan mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sudut lain, para sahabat tengah menantikan Rasul untuk memimpin shalat berjamaah di masjid. Bilal pun datang untuk menjemput beliau. Namun Rasul bersabda: “Bagiku, terlambat waktu shalat lebih baik dari pada membuat hati anak-anak bersedih” Rasul lalu meminta Bilal datang ke rumahnya, mengambil makanan untuk anak-anak. Bilal kembali dengan membawa beberapa butir buah kenari, lalu diserahkan pada Rasul.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepada anak-anak itu Rasul berkata: " ا تبيعون جملكم بهذه الجوزات ؟" “ Maukah kalian menjual untamu dengan buah-buah kenari ini?” Anak-anak menynggupi tawaran rasul dan melepaskan rangkulannya. Rasul berjalan ke a rah masjid sambil bercanda: “Semoga Allah merahmati saudaraku, Yusuf. Ia dijual dengan harga beberapa dirham sementara aku terjual dengan beberapa kenari”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kisah ini kubaca dari sebuah artikel. Meski tak mencantumkan sumber aslinya, namun, latar dan bahasa yang digunakan mempengaruhiku untuk mengatakan bahwa ini memang potongan dari kisah hidup sang Nabi yang welas asih itu. Membaca cerita ini, membuat hatiku bergetar hebat: “Ah…Rasul, engkau memang manusia langit. Tapi, perilakumu begitu membumi hingga bisa menjadi tauladan bagi seluruh ummat”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setidaknya, ada tiga catatan yang bisa kurenungkan dari kisah di atas:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Pentingnya bermain dengan Anak&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sangat mengagumkan menurutku, Rasulullah, seorang kepala negara dan rujukan agama dengan setumpuk agenda dan kesibukan, menyempatkan bermain, tidak hanya dengan keluarganya juga anak-anak lain. Jabir bin Abdullah pernah menuturkan: “Rasulullah selalu bermain dengan anak-anak para sahabat juga memangku mereka” (Nihayatul masul fi riwayatir Rasul, juz 1, 340). Hal yang sama juga diakui sahabat Anas bin Malik dalam Shahih Bukhari (8/37): “Nabi Muhammad adalah manusia termulia akhlaknya. Aku memiliki adik yang baru saja disapih. Oleh karena itu, aku menjaganya. Setiap kali Rasul melihat adikku, beliau berkata: “Pasti kau merasa sakit karena disapih” lalu Rasulpun bermain dengannya ”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang lebih mengagumkan lagi, Rasul bahkan menunda waktu shalat, sebuah ajang perjumpaan dengan sang ‘kekasih’ demi menyelamatkan hati anak-anak agar tidak terluka dengan bermain bersama mereka. Dalam keseharian, betapa sering kita mengecewakan putra putri kita hanya karena tak ingin diganggu ketika masak, mengetik di depan komputer atau menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Belakangan, dalam teori psikoloi anak, disebutkan bermain adalah hak anak yang sam pentingnya dengan hak pendidikan. Karena lewat permainanlah, sebenarnya seorang anak sedang menangkap berbagai stimulus untuk perkembangannya. Tepat sekali kiranya, Rasul begitu memberikan prioritas untuk bermain bersama anak-anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Berlaku seperti kanak-kanak di hadapan mereka&lt;br /&gt;Saat kubaca bagian “Ayolah jadi unta untukku” senyumkupun mengembang, teringat suami yang sering menjadi ‘kuda’ untuk putraku. Sebenarnya, saat Rasul berperan menjadi tunggangan bagi anak-anak, seakan ingin berpesan, bermianlah seperti keinginan mereka. Dalam wasailusyiah (juz 15, 230) disebutkan: “Siapa saja yang sedang berada di dekat anak, hendaknya ia berperilaku seperti kanak-kanak”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anjuran Rasul ini juga selaras dengan teori perkembangan anak yang menganjurkan orang tua dan para pendidik untuk berkomunikasi dengan anak sesuai dengan tingkatan umur dan perkembangan anak. Selain anak akan merasa menemukan teman sejati , juga akan belajar memberikan kepercayaan kepada sang orang tua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Memeberikan alternatif, bukan larangan&lt;br /&gt;Akhir potongan kisah di atas cukup menarik, bagaimana Rasulullah memberi tawaran buah-buah kenari untuk anak-anak sebagai pengganti permainan yang mereka inginkan. Konon, jika orang tua melarang langsung, anak akan belajar pembangkangan, sebaliknya bila menawarkan alternatif anak akan belajar menerima hal berbeda dengan cara yang bijak. Saat diberikan alternatif, anak tidak merasa tertolak, bahkan merasa diperlakukan istimewa.       &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wallahu a'lam bisshawab&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;By Afifah Ahmad&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-4675874870958622664?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/4675874870958622664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/ketika-rasul-menjadi-unta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4675874870958622664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4675874870958622664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/ketika-rasul-menjadi-unta.html' title='Ketika Rasul Menjadi Unta'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-4673694355999939287</id><published>2011-09-13T21:20:00.001+07:00</published><updated>2011-09-13T21:20:00.982+07:00</updated><title type='text'>Suasana</title><content type='html'>Suasana Pagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Matahari terbit malu-malu di mulut cakrawala. Masih ada rembulan yang bertengger di penghujung barat. Mungkin itu penyebab matahari terlihat malu-malu untuk tampil. Meski demikian, ada semangat yang bergelora bersemayam pada para pelajar yang bersiap untuk berangkat sekolah. Sebelum matahari sempurna memberitahukan waktu Dhuha, waktu belajar di sekolah memang sudah akan dilaksanakan. Tidak heran banyak pelajar yang begitu semangat mempersiapkan diri, tidak menunggu keberanian matahari sempurna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku tersenyum melihat wajah-wajah berseri anak-anakku. Insya Allah, inilah wajah-wajah masa depan. Wajah para penerus bangsa ini, wajah para pembaharu dan calon pemimpin masa depan. Bahkan meski mungkin untuk sekelompok yang kecil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Hati-hati ya di perjalanan, di sekolah dan pulang sekolah nanti.”&lt;br /&gt;“Iya bu.”&lt;br /&gt;Mataku tidak lepas memandang kepergian mereka. Semua harapan tertumpu di pundak mereka. Semua doa terkumpul dan tertuju. Darah muda, semangat muda, harapan baru, semua membentuk gelombang yang menggelora.&lt;br /&gt;Duhai masa muda, tumbuhkanlah potensi muda yang masih tersembunyi menjadi kekuatan yang mumpuni.          &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;----000----&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suasana Siang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dokter keluargaku yang bijaksana selalu rajin mengingatkan, bahwa kehidupan manusia itu mencapai puncaknya di usia 30 tahun. Dimana semua potensi mencapai kemuncak dan kondisi tubuh berada dalam kondisi paling gemilang.&lt;br /&gt;Jantung memompa darah dengan baik, kulit kencang berseri-seri dan segala kemampuan mendapat kemudahan untuk digali kemaksimalannya. Ide-ide kreatif dan brilliant hadir beruntutan, bahkan harus mengantri untuk diaplikasikan. Semuanya saling bersinergi hingga orang muda sering merasa bahwa seharusnya waktu tidak dibatasi hanya 24 jam saja dalam seharinya. Seharusnya lebih, mungkin 30 agar genap dan selalu berharap agar siang memperoleh jatah pembagian waktu yang lebih panjang dari waktu malam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Tapi, disinilah semua orang seharusnya waspada. Karena segala sesuatu yang telah bertemu dengan puncak, itu memiliki satu arti. Akan segera berhadapan dengan kondisi menurun.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku termangu mendengar tutur nasehat dokter keluargaku. Usianya sudah tua, tidak heran pelajaran kebijaksanaan sering keluar dari mulutnya. Sudah banyak pelajaran hidup yang aku petik dari pertemuanku dengannya. Perlahan tapi pasti, rasa sayangku pun mulai tumbuh padanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Banyak orang yang mengisi usia puncak kehidupan kesehatan mereka dengan hal-hal yang sia-sia. Begadang, lembur, merokok, makan junk food, kurang istirahat, makan tidak teratur, kerja over loaded, semua makanan masuk ke dalam mulutnya, kurang olah raga, bahkan ada yang malah lupa berolah raga. Akhirnya, setelah lewat usia 30, coba lihat apa yang terjadi? Jantung kita cape loh dipaksa terus bekerja lewat dari 24 jam. Begitu juga dengan anggota tubuh yang lain. Ginjal yang dipaksa bekerja keras mengolah makanan tanpa asupan yang seimbang, hati yang dipaksa untuk memilah semua racun yang kita sumpalkan ke dalam tubuh, belum lagi mata, mulut, tangan, otak, kaki. Akhirnya… mulailah satu persatu kelelahan. Tidak heran jika akhirnya mereka yang sudah lewat usia 30 mulai berdatangan dengan berbagai keluhan penyakit.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Huff.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Mas, sore nanti aku ingin mengunjungi tetangga kita yang sakit.”&lt;br /&gt;“Oh, sakit apa?”&lt;br /&gt;“Entahlah. Kata ibu-ibu di arisan kemarin sih, beliau katanya jantungnya bocor, levernya bermasalah dan ginjalnya kenapa gitu. Aku pingin ke rumahnya.”&lt;br /&gt;“Sendiri atau ramai-ramai dengan ibu-ibu arisan yang lain?”&lt;br /&gt;“Sendiri mungkin.”&lt;br /&gt;“Oke, hati-hati ya.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---000---&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suasana Sore&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cantik. Satu kata itu langsung muncul dalam kepalaku ketika aku pertama kali bertemu dengan tetanggaku ini. Usianya lebih muda tiga (3) tahun dariku. Konon kabarnya, dia masih keturunan bangsawan Jawa yang cukup berada dahulu. Sisa-sisa kabar ini masih terlihat dari rambutnya yang tebal hitam dan bergelombang, gayanya gemulai ketika berjalan, dan tutur katanya yang amat halus ketika berbicara. Kulitnya yang kuning langsat selalu terlihat menonjol jika dia sedang berada di tengah-tengah ibu-ibu arisan yang lain. Lengan mulusnya selalu terlihat menutupi mulutnya jika dia sedang ingin tertawa lebar. Sopan santun memang selalu terjaga rapi dalam penampilannya. Tidak pernah sekalipun aku melihatnya bersikap grabak grubuk, tidak terkendali, tertawa ngakak, apalagi duduk tidak rapi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Konon kabarnya lagi; pernikahannya tidak direstui oleh keluarganya. Ya, dia jatuh cinta pada rakyat biasa yang berprofesi sebagai pembuat tempe. Itu sebabnya, ketika pertama kali melihat sosok perempuan jelita ini, aku hampir merasa pasti bahwa dia berasal dari Status Sosial Ekonomi Menengah ke atas demi melihat penampilannya yang rapi, cantik, gemulai dan santun. Tidak heran aku sedikit syok ketika berkunjung ke rumahnya (karena kebetulan dia kedapatan arisan) dan mendapati rumahnya yang mungil dan amat sederhana.  Tapi kekagumanku padanya tidak luntur sama sekali. Bayangkan, minus perawatan salon dan minus gaya hidup yang bisa menunjang langgengnya sebuah kecantikan, dia masih bisa tampil begitu memukau.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu,  ke rumahnyalah sore ini aku menuju, lengkap dengan buah tangan ala kadarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, di rumahnya itulah aku langsung terpana. Kembali terpana hingga terhenyak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bulu kudukku meremang, dan sebuah rasa teriris terasa perih di dalam benakku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perempuan jelita itu berdiri di muka pintu dengan sosok yang nyaris tidak aku kenal. Rambutnya yang tebal, hitam dan bergelombang kini tersisa hanya beberapa helai saja. Warnanya pun sudah berubah menjadi abu-abu. Matanya yang bulat ayu, berubah menjadi mata yang layu dan lesu. Kulit kencangnya yang dahulu kuning langsat kencang, kini terlihat mengkerut, bergelambir keriput dan berwarna kuning tidak langsat. Benar-benar kuning, seperti kulit pisang. Kedua tangannya kegemetar tidak bisa diam, tremor. Berdirinya mengangkang dan oleng.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Saya mengalami kebocoran jantung. Ginjal saya juga rusak satu. Lalu hati saya mengalami pembengkakan." Suara lirih dan merdu dahulu, kini berubah menjadi suara bervibrasi, lirih cempreng seperti suara nenek-nenek.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perempuan jelita itu…. Aku tahu pasti usianya lebih muda tiga (3) tahun dari usiaku. Tapi sore ini dia berdiri seakan-akan seorang nenek-nenek yang berusia 80 tahun. Bahkan suaminya terlihat seperti anaknya, dan anaknya terlihat seperti cucunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku ingin menangis, tapi tidak boleh menangis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duhai Yang Maha Berkuasa. Begitu besar kuasa Yang Engkau miliki hingga sebuah kecantikan yang sempurna dalam sekejap bisa Engkau ubah menjadi keburukan dalam waktu yang amat sekejap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Mas, kamu tahu. Bulan lalu, aku masih mengagumi kecantikannya yang ayu bak putri keraton. Tapi, seandainya kamu bisa melihatnya tadi, ternyata nyata sekali bahwa tidak ada yang bisa abadi di muka bumi ini. Kecantikan itu lenyap hanya dalam waktu satu bulan. Aku nyaris menyangka dia adalah neneknya temanku itu. Tapi ternyata nenek-nenek itulah dia sendiri.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---000---&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berapa lama waktu yang tersedia dalam satu hari satu malam?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Waktu yang tersisa ketika sebuah keceriaan pagi yang menggelora berubah menjadi malam yang temaram?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berapa lama waktu yang dibutuhkan matahari untuk berjalan menyusuri cakrawala guna mengejar rembulan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hingga merubah suasana terang benderang menjadi gelap yang pekat jika saja tidak ada pijar lampu jalanan dan cahaya bintang?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Entahlah. Jawabannya mungkin bervariasi pada tiap-tiap daerah dan wilayah. Tidak pasti.&lt;br /&gt;Tapi, aku melihat sebuah kepastian yang nyata hari ini. Bahwa  hanya dibutuhkan waktu yang sekejap saja untuk merubah sebuah kejayaan masa muda dan kecantikan yang sempurna, menjadi masa tua yang rapuh. Lalu, kecantikan yang dimiliki pun menguap sirna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah, Maha Besar diriMu, dan Maha Sempurna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-----selesai------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita (catatan kenangan bulan Maret 2011).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-4673694355999939287?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/4673694355999939287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/suasana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4673694355999939287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/4673694355999939287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/suasana.html' title='Suasana'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-673116543267299945</id><published>2011-09-13T21:18:00.002+07:00</published><updated>2011-09-13T21:18:36.043+07:00</updated><title type='text'>anak lelaki dan anak perempuan</title><content type='html'>Siang ini terik sekali.&lt;br /&gt;Silahkan letakkan sosis dan daging sapi tenderloin di atas kepalaku, mungkin akan kau dapati sosis panggang nan lezat dan daging panggang well done.&lt;br /&gt;Sayang, dokter melarangku mengkonsumsi daging merah.&lt;br /&gt;Dan terik matahari yang menyengat siang ini membuatku malas menuju toko material untuk membeli cat berwarna biru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di dalam taman yang berpasir di bawah pancaran matahari yang garang, aku melihat seorang anak lelaki menodongkan pistolnya ke arah seorang anak perempuan.&lt;br /&gt;Sama sekali tidak ada rasa takut di wajah anak perempuan itu.&lt;br /&gt;Senyum diuntainya semanis warna pelangi  dan matanya mengerling saja menantang pistol mainan itu.&lt;br /&gt;Mungkin nalurinya sebagai seorang perempuan sudah mulai mengajarkan padanya, bahwa setiap lelaki pada akhirnya akan tekuk lutut di kerling mata perempuan.&lt;br /&gt;Ah.&lt;br /&gt;Kenapa pikiranku melantur kemana-mana? Ini pasti karena sengatan sinar matahari yang begitu terik hingga melelehkan pikiran waras yang biasanya terjalin utuh di dalam kepalaku.&lt;br /&gt;Atau... mungkin ini karena dokter yang tega-teganya melarangku memakan daging berwarna merah hingga pikiranku liar berkeliaran.&lt;br /&gt;Tapi... hei! Anak lelaki itu menurunkan pistol mainannya.&lt;br /&gt;Ajaib sekali jagoan kecil itu bisa luluh begitu saja hanya karena sebuah senyuman.&lt;br /&gt;Padahal beberapa menit sebelumnya, sudah dua orang anak menjadi korban keganasan pistol mainannya.&lt;br /&gt;Bahkan larangan untuk tidak mengganggu teman yang keluar dari mulut ibunya pun tidak dia dengar dan dianggap angin lalu saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(seharusnya anakku sudah berhenti bermain setengah jam yang lalu. Tapi, aku masih asyik memperhatikan tingkah polah anak lelaki itu. Anak lelaki pengganggu; Anak lelaki yang ingin dianggap jagoan; Anak lelaki yang petantang petenteng dengan pistol mainan dan menakuti anak-anak lain).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ayo, kita main lagi."&lt;br /&gt;"Nggak mau ah, pistolnya dibuang dulu." (lalu pluk... pistol itu dilempar begitu saja ke atas pasir).&lt;br /&gt;"Sekarang sudah bisa main?"&lt;br /&gt;"Boleh, tapi jangan nakal ya mainnya."&lt;br /&gt;"Iya, aku nggak nakal."&lt;br /&gt;"Nggak boleh nangisin yang lain juga ya?"&lt;br /&gt;"Iya, aku nggak. Ayo, main lagi."&lt;br /&gt;"Eh... sudah cukup ya mainnya. Sudah jam dua belas siang nih. Sebentar lagi adzan dzuhur. Besok saja main lagi. Ayo Hawna, kita pulang."&lt;br /&gt;"Eh, aku pulang dulu ya. Bye." &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Lalu aku melihat wajah anak lelaki yang ditinggalkan oleh Hawna itu. Kasihan memang, sudah berkorban tapi akhirnya ditinggalkan juga. Tapi, memang sudah siang sekali sih. Kemudian aku melirik ke arah anak perempuan yang memiliki senyum seindah pelangi di sisiku. Dia masih merajut senyum itu di wajahnya. "Bagus nak, kekuatan seorang perempuan itu memang dengan menjadi seorang perempuan yang seutuhnya jika kamu ingin sama kuat dan sama dihargainya oleh lawan jenismu. Berusaha keras untuk melawan keistimewaan sebagai seorang perempuan selamanya tidak akan membawa kemenangan, pada siapapun dan apapun."). Duh, aku melantur lagi nih. Pasti ini karena sinar matahari yang terik banget dan larangan dokter agar aku tidak lagi mengkonsumsi daging merah. Huh!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita (pada siang hari yang amat terik di hari rabu, 2 maret 2011).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-673116543267299945?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/673116543267299945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/anak-lelaki-dan-anak-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/673116543267299945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/673116543267299945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/anak-lelaki-dan-anak-perempuan.html' title='anak lelaki dan anak perempuan'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-1222616995618720049</id><published>2011-09-13T21:14:00.000+07:00</published><updated>2011-09-13T21:14:12.540+07:00</updated><title type='text'>karya spontan yang menakjubkan a la Adrian Kelana</title><content type='html'>Menjelang malam, ketika menunggu Leonardo De Caprio beraksi kembali di film Black Diamondnya di televisi, pada jeda iklan saya membuka facebook lewat hape. Pandangan saya tertuju pada sebuah status yang menurut saya lucu. Begini isinya: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adrian Kelana: &lt;br /&gt;Regues tengah malam .silahkan menuliskan judul dibawah ini. Semata mata ini untuk melatih ketajaman imajinasi yang digerakan oleh hati.&lt;br /&gt;Dan yang ingin komen kritik maupun saran .sangat saya nantikan dengan kerendahan hati rimba kelana.salam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya lalu berpikir, "ini orang iseng banget sih." Tapi, setelah dipikir-pikir, rasanya apa yang dia lakukan sesungguhnya adalah sesuatu yang menakjubkan. Saya melihat ini adalah usaha dia untuk memberi tugas pada dirinya sendiri agar terus menggali potensi yang dia miliki, yang dia sadari benar keberadaannya. Yaitu, kemampuan untuk bisa menulis apa saja dan dalam keadaan apapun. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi saya, yang notabene seorang penulis pemula, apa yang dia lakukan itu terus terang belum bisa saya lakukan. Saya masih terpaku pada mood. Jika ada tawaran menulis, saya masih melihat dulu apa yang membuat tawaran itu menarik untuk diikuti.  Biasanya, saya akan ikut tawaran menulis yang mencakup:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;- Tema yang saya kuasa (artinya, saya tahu bagaimana saya harus menciptakan tokoh dalam cerita itu dan saya tahu mau apa dengan tema itu. Ini implikasinya, biasanya membuat saya harus berpikir cukup lama terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan proses perenungan, barulah kemudian bisa menulis).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;- Tema dimana saya tahu pasti kondisi bolak baliknya (saya selalu merasa kesulitan jika harus menulis sesuatu yang saya tidak tahu pasti seperti apa kondisi aslinya. ITu sebabnya, sebelum menulis biasanya saya mencari tahu dulu lewat media tentang berita terkait).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;- Tema dimana batas imajinasi saya bisa mencakupnya (kadang, imajinasi saya sering harus berbenturan dengan nilai idealis dalam kepala saya. Akhinya, imajinasi saya terbentur dan terkotak. Tapi, sampai detik ini, tidak pernah saya berusaha untuk mendobrak dinding nilai idealis tersebut. Saya terus mempertahankannya. Jadi, sering sebuah tawaran menulis yang saya temui, terpaksa saya abaikan karena saya tidak mau berimajinasi dimana imajinasi tersebut bisa meretakkan dinding nilai idealis yang ada di kepala saya).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;- Tawaran itu berasal dari mana (duh, ini bersifat amat sangat subjektif sebenarnya. Seorang penulis yang baik seharusnya tidak boleh memiliki pendapat ini. Tapi demikianlah apa yang saya masih miliki. Saya selalu melihat, latar belakang pengajak.)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;- Terakhir, tema tersebut tidak akan menghasilkan persepsi negatif dalam benak orang lain terhadap saya dan keluarga saya (hehe, saya selalu menghindari menulis sesuatu yang bersifat amat sensitif pada orang-orang terdekat saya. Menulis itu adalah hobbi dan proses kreatif, tapi menjaga silaturahim adalah sebuah kewajiban, dan menutupi aib seseorang adalah sesuatu yang seharusnya ditegakkan).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Baik. Kita kembali pada status Adrian Kelana. Pagi ini, 19 maret 2011, pk. 06.27 WIB, saya membuka kembali status Adrian Kelana dan akhirnya terkagum sendiri. Ternyata, dia berhasil memenuhi kebutuhan kreatifitasnya dalam waktu satu malam. Seperti radio yang menyediakan acara permintaan lagu, demikianlah Adrian Kelana memuaskan para pemesan tulisan di statusnya. Berikut jawaban dari statusnya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lya Descanova ‎"KETIKA HATI MASIH MENDAMBAKAN CINTA ITU NAMUN CINTA YANG LAIN MENYAPA"&lt;br /&gt;7 hours ago · Like ·   1 person&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Boru Sasada Siregar Mas aku reques lagi ya...&lt;br /&gt;" Kan ku kenang selalu "&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ade Anita enyahlah kau dari cakrawala itu&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Evinia Kristanti Sayang untuk Bunda ku..&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adrian Kelana &lt;br /&gt;‎@ lya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;@ tersapu cinta yang baru @&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;jalan ini masih teramat panjang untuk kita lalui&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;semak belukar telah menoreh luka pada telapak kaki kita&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;namun kita tetap seayun menuju titik harapan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;saat jejak hampir sampai pada tikungan ketujuh&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;mataku disamun senyum bunga di pinggir jalan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;keraguan bergejolak melawan arus&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kasih kita tersapu cinta yang baru&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;by.adrian kelana&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7 hours ago · Like ·   2 people&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adrian Kelana &lt;br /&gt;‎@ boru .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;@ kan ku kenang slalu @&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;begitu banyak cerita yang telah kita torehkan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;suka duka melebur dalam satu bejana&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;tanggis tawa yang pernah kita nikmati bersama&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;namun kini arah telah bersimpang jalan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;semua tinggal cerita yang akan ku kenang slalu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;by.adrian kelana&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7 hours ago · Like ·   1 person&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Boru Sasada Siregar Thanx ya mas, sempurna....&lt;br /&gt;7 hours ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adrian Kelana &lt;br /&gt;‎@ ade.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;@ enyahlah kau dari cakrawala itu @&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;terlalu lama kau tudung pertiwi dengan selendang dosamu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;pandangku samar oleh tingkahmu tuan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kini enyahlah kau dari cakrawala negriku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;aku muak mendengar janji palsumu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;by.adrian kelana&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6 hours ago · Unlike ·   2 people&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adrian Kelana &lt;br /&gt;‎@ evinia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;@ sayang untuk bunda @&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;bunda, tak mampu aku menghitung tetes tetes kasih yang kau beri&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;tak sanggup aku mengganti darah yang tertumpah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kini dalam sujud tak henti ku simpul doa buatmu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sebagai sembah bakti sayangku padamu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;oh ibundaku tersayang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;by.adrian kelana&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6 hours ago · Like ·   2 people&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Andi Nurmiyati Mapangandro Rinduku untuk rimba kelanamu ^_^&lt;br /&gt;6 hours ago · Like&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adrian Kelana &lt;br /&gt;‎@ andi nur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;@ rindumu untuk rimba kelana @&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kau slalu diam menyelam sunyi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;menatap dari sebalik awan putih&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sesekali tatapmu jatuh di bawah rimbaku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kusambut dengan salam jabat erat jiwaku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;saat kabut menyamun pandangmu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ku lihat kau gundah menahan rindu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;angin bertanya pada hatimu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kau jawab ada rindu pada bait rimba kelana itu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kini aku yang diam membaca jejak&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;pantaskah bait purbaku tuk dirindu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;By.adrian kelana&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6 hours ago · Like ·   2 people&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sepertinya, sebagai penulis pemula, saya memang masih harus banyak belajar dari mas Adrian Kelana dan penulis lain yang lebih senior ya. Hebat sekali beliau. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-1222616995618720049?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/1222616995618720049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/karya-spontan-yang-menakjubkan-la.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1222616995618720049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1222616995618720049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/karya-spontan-yang-menakjubkan-la.html' title='karya spontan yang menakjubkan a la Adrian Kelana'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-1304235276026905128</id><published>2011-09-13T21:12:00.000+07:00</published><updated>2011-09-13T21:12:11.243+07:00</updated><title type='text'>Perempuan oh Perempuan</title><content type='html'>&lt;b&gt;Perempuan oh Perempuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Ade Anita on Tuesday, 14 June 2011 at 09:38 (posting on my facebook)&lt;br /&gt;(tulisan iseng untuk melepas kangen)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, alhamdulillah berat badanku turun 4 (baca: empat) kilogram dalam kurun waktu 3 (baca: tiga) pekan. Senangnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Loh? Bingung kan kok tumben-tumbennya menulis curhat gini. Hehehe. Yup, benar. Aku memang termasuk perempuan yang bisa dikatakan (sebenarnya kata yang tepat adalah 'seharusnya dimasukkan') dalam kategori kelebihan berat badan. Semula, aku tenang-tenang saja karena setiap kali bertemu teman-teman yang tidak tahu masa laluku (yang bertubuh langsing dan semampai.. huaaaaa..huhuhu; hiks.. tinggal kenangan), tidak ada yang menanyakan apakah aku gemuk atau kurus. Asyik-asyik saja. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Hai.. apa kabar?".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi coba jika bertemu dengan teman lama, pasti komentar pertama yang keluar dari mulut mereka adalah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Hai, Ade, apa kabar? Waduh, kok gemuk banget sekarang?"... Begh. Terasa ada satu tinju yang menimpa dadaku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi, ada lagi satu pertanyaan yang menurutku paling sadis yang dilontarkan oleh seseorang, yaitu jika dia dengan tanpa dosa bertanya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Hai, Ade. Eh... kamu... kamu sekarang lagi hamil ya? Isi lagi ya?" Huaaaaaaaaaaaa..... hiks..hiks.. hiks.. ini kan penghinaan super duper besar-besaran banget. Karena orang hamil itu, yang besar dan melebar itu bukan cuma perutnya saja, tapi juga betisnya, telapak kakinya, pinggulnya, dadanya, lengannya tapi tidak pernah isi dompetnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Paling sebel jika bertemu seseorang dan dia langsung nembak, "Hamil lagi ya?". Percaya deh, rasanya seperti sedang berada di atas ring dan terasa ada puluhan tinju yang dilontarkan pada wajah dan dada kita. Yang kita harapkan kemudian hanya satu, wasit berkata, time out.. time out.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(jadi ingat sodara-sodara, jika bertemu dengan seorang perempuan (baca: ade anita) jangan pernah bertanya seperti ini kecuali jika kamu masih mengenakan helm di kepalamu.. karena mungkin aku akan menjotos hidungmu. hehehehehe)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oke... back on track.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kesadaranku bahwa aku harus berubah menjadi lebih sehat (baca: langsing) adalah ketika kakiku sakit ketika dipakai untuk berjalan. Setelah diperiksa ke dokter, ternyata ada ketidak seimbangan antara bentuk kaki dan bentuk badan (baca: tidak kompak antara size kaki dan size body). Kakiku tidak kuat menyanggah berat badan dan berat beban yang disandang di pundak (oh ya, aku punya anak kecil balita; jadi kemana-mana selalu menenteng tas besar yang komplete banget isinya. Mulai dari persiapan jika si kecil mendadak sakit seperti hansplast, obat merah, obat tetes mata, obat penurun panas, termometer; lalu perlengkapan jika ada kejadian yang tidak diinginkan oleh si kecil seperti baju dan celana ganti, jaket, pampers, bedak, minyak kayu putih; juga perlengkapan jika jalanan macet dan  terjebak di tengah jalan seperti makanan kecil, minuman, mainan, buku tulis plus alat tulis, gunting kecil, novel, al quran kecil, serta perlengkapan yang tidak boleh ditinggal karena memang penting yaitu payung, dompet, hp, perlengkapan shalat. Semua barang-barang ini aku bawa semua, dipacking kecil-kecil dan diselipkan rapi di dalam tas. Jadi, dari luar sepertinya tas sederhana, tapi isinya mirip kantong Doraemon. Kenapa dibawa semua dalam tas? Karena aku tidak punya kendaraan pribadi; jadi kemana-mana semua barang-barang ini harus diikut sertakan). Semula, dokter juga heran ketika aku kembali dengan keluhan yang sama, "Kakiku sakit dok."... Lalu dia menimbang tas yang aku sandang, ternyata beratnya lebih berat dari beras 5 kg. hahahahaha.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya sudah. Akhirnya, solusi pertama diambil. Beban tasku dibagi. Sebagian dibawa oleh anakku yang sudah besar. Lumayan ringan meski tetap berat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu keluhan kaki sakit belum juga berkurang. Hingga akhirnya, "Mungkin kamu harus diet deh."&lt;br /&gt;"Hah? Diet?" (mendengar permintaan dokterku ini, yang terbayang adalah suasana perpisahan dengan hobby wisata kulinerku).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, ini susunan diet yang disarankan oleh dokter keluargaku (baca: susunan penyiksaan yang harus dijalankan):&lt;br /&gt;Pagi:&lt;br /&gt;pilihan pertama: susu kedelai boleh (tapi tanpa gula, madu). Lalu havermut (juga tanpa madu atau garam atau gula. Beri kacang-kacangan saja).&lt;br /&gt;pilihan kedua: nasi 5 sendok makan plus lauk satu atau dua potong.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Siang: kembali: nasi 5 sendok makan plus lauk maksimal dua potong plus sayur mayur dibanyakin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Malam: hanya boleh 1 butir apel saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cemilan: teh herbal atau buah-buahan saja (ini yang berat).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, aku praktekin.&lt;br /&gt;Hasilnya?&lt;br /&gt;Hari pertama, tengah malam perutku keroncongan.&lt;br /&gt;Hari kedua, aku mengerti sepenuhnya apa itu rasanya kelaparan. Astaga, aku bisa mendengar suara gemerucuk di perutku sendiri, luar biasa kan?&lt;br /&gt;Hari ketiga, hmm.. mohon maaf untuk semua roommate karena perut ibu banyak gasnya karena ruang kosongnya tidak ada lagi penghuninya.  &lt;br /&gt;Hari keempat, sudah mulai terbiasa (baik tubuh ini maupun seluruh roommates).&lt;br /&gt;Hari kelima, ini weekend. Saatnya untuk memanjakan diri dengan makan di luar dan it's amazing... selera makanku tiba-tiba tidak lagi tinggi.&lt;br /&gt;Hari keenam, merasa bersalah ketika harus menghabiskan dua piring nasi padang (uh, ini gara-gara ayam gulainya yang nikmatnya hingga ke dalam tulangnya). Untungnya, si apel yang dimakan di waktu malam bekerja dengan baik menguras isi perut di pagi hari.&lt;br /&gt;Lalu, tiga pekan kemudian, tiba-tiba celana panjang dan rokku kedodoran semua. Aduh.. deg degan... ada apa ini? Lalu.. perlahan menghampiri satu benda yang amat sangat aku hindari selama ini (sempat sebal dengan penemu benda ini sebenarnya).... :  timbangan.&lt;br /&gt;Dan... Waaaahhh.. beratku turun 4 kg!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HOREEE&lt;br /&gt;HOREEE&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Senangnya rasa hati. Akhirnya, aku langsung pergi ke tukang kebab dan merayakannya dengan membeli kebab (ukuran small). Semua roommates ditraktir. Semua gembira.. semua senang... hingga ada satu komentar dari anak sulungku:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ini kita merayakan apa bu?"&lt;br /&gt;"Berat badan ibu turun 4 kg?"&lt;br /&gt;"Lah? Kebabnya?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ups... (cengar-cengir salah tingkah).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tenang nak, nanti kalau berat ibu dah kembali ke 60, kita akan merayakannya di Pizzahuts."&lt;br /&gt;"Bagus bu, teruskan, aku dukung,  meski ini salah banget sebenarnya." (kembali cengar cengir).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi sebenarnya selain susunan diet di atas, ada juga daftar olahraga yang harus dijalankan (jalan dengan langkah aerobik dan kegiatan naik turun tangga penyeberangan di atas jalan tol dekat rumah adalah salah satunya). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semalam, ngobrol dengan beberapa orang teman. Salah satu dari mereka prihatin, kenapa harus perempuan yang repot dengan urusan beginian, padahal perempuan itu sudah mendapat banyak tugas seperti melahirkan, menyusui, dan sebagainya. Aku sih ringan-ringan saja menanggapinya. "Karena yang ingin tampil cantik itu memang perempuan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku punya teman, seorang pria. Jika saja dia hadir saat ini, mungkin dia akan dimasukkan ke dalam golongan pria metroseksual. Kenapa? Karena dia amat sangat memperhatikan kemolekan penampilannya. Pakai lipglos, pelembab wajah, minyak wangi, facial saban weekend, creambath, luluran adalah hal-hal yang rutin dia kerjakan. Hasilnya? Uh... merepotkan sangat. Ketika aku ajak dia pergi ke suatu tempat yang bernama "turun lapangan" komentarnya satu, "aduh, panas banget, nanti kulitku kebakar deh. Aku nggak bawa suncream." Terbayang jika dia jadi pasanganku, bisa-bisa anggaran untuk memanjakan diri mungkin lebih banyak ketimbang untuk kebutuhan sehari-hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah, kalau sudah begini? Pilih mana, lelaki yang juga ikut merepotkan kemolekan fisik mereka atau cukup perempuan saja yang direpotkan dengan urusan kecantikan ini? Aku sih pilih cukup perempuan saja (hehehe, ini masalahnya bukan persamaan hak, tapi mempertahankan hak. Sebal juga kalau hak kita untuk memanjakan diri harus disaingi seperti ini. Coba kalau ternyata pasangan kita yang berhasil dalam menjaga kemolekan tubuhnya ketimbang kita? Nah loh? Bisa berabe kan?).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi.. ya sudahlah...yang penting ikhlas melaksanakannya karena hati yang ikhlaslah yang akan membawa kebahagiaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Btw, Sudah berapa lama anda membaca tulisanku ini? Lima menit? Coba tambahkan dengan keseluruhan aktifitas di depan facebook sebelumnya? Sudah lebih dari lima belas menitkah? Jika sudah, itu artinya tulisan ini harus berakhir dan sebaiknya kalian yang sedang membaca bangun dari kursi dan ambil gerakan berdiri lalu berjalan memutari ruangan sejenak saja. Ini penting untuk melemaskan otot yang kaku dan mencegah terjadinya pengapuran pada tulang atau osteoporosis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terima kasih!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita (hehehe, maaf ya cuma tulisan iseng untuk melemaskan jemari lagi setelah vakum menulis selama beberapa bulan karenba berbagai kesibukan).&lt;br /&gt;Jakarta, 14 Juni 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-1304235276026905128?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/1304235276026905128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/perempuan-oh-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1304235276026905128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1304235276026905128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/perempuan-oh-perempuan.html' title='Perempuan oh Perempuan'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-1960447877523000553</id><published>2011-09-13T21:09:00.001+07:00</published><updated>2011-09-13T21:09:03.543+07:00</updated><title type='text'>Batas Kesabaran</title><content type='html'>Catatan : notes ini terinspirasi dari status temanku Saptari semalam. Aku copas status ini ke statusku di menit berikutnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saptari Kurniawati&lt;br /&gt;Lita Dimpudus wrote:At 3 years ''Mommy I love you."At 10 years ''Mom whatever."At 16 years "My mom is so annoying."At 18 years "I'm leaving this house."At 25 years ''Mom, you were right''..........At 30 years ''I want to go to Mom's house."At 50 years ''I don't want to lose my mom."At 70 years "I would give up everything to have my mom here with me."WE only have one MOM. Post this on your wall if you appreciate ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;14 hours ago via BlackBerry · Like · &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-------------------------------------------------&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ini deja vu. Pasti deja vu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa kali keningku berkerut melihat pasien di sebelah tempat tidurku. Subhanallah, aku sudah bermimpi bertemu dengannya satu bulan yang lalu. Bahwa dia menderita tumor otak, bahwa dia sakit parah, aku sudah diberitahu dalam mimpiku. Tapi tetap saja hatiku berdetak ketika pertama kali melihatnya berbaring untuk pertama kalinya. Wajah itu amat sangat kuingat. Kucoba untuk mengantarkan sebuah senyuman padanya, meski tidak dibalasnya, tapi aku begitu terharu dengan pertemuan dengan dirinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasien di sebelah tempat tidurku adalah seorang perempuan berusia 49 tahun yang menderita tumor otak. Sekilas kondisinya seperti tidak menderita sakit. Tubuhnya masih subur, kulitnya tidak pucat, dan dia masih bisa terpingkal-pingkal tertawa menonton acara televisi yang lucu di kamar kami di rumah sakit. Dan sementara aku terheran-heran dengan peristiwa deja vu yang aku alami, aku terus berpikir, apa sebenarnya yang ingin diperlihatkan oleh Allah dari peristiwa deja vu ini? Apa sebenarnya yang Allah ingin aku petik hikmahnya dari jatuh sakitnya diriku kali ini?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesungguhnya, memang tidak pernah ada yang sia-sia dalam penciptaan Allah atas segala sesuatu di langit dan bumi. Semuanya senantiasa diiringi oleh hikmah. Itu sebabnya aku senantiasa merenung atas segala sesuatu yang aku temui dalam keseharian. Dan kali ini aku terus merenung dalam kesendirian di kamar perawatanku. Segelintir suara percakapan dari tempat tidur di sebelahku terdengar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ibu, aku tidak suka acara ini. Ganti dong!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebuah suara bentakan terdengar dari pasien di sebelah tempat tidurku. Lalu muncullah sosok perempuan tua yang renta ke depan televisi yang digantung di atas langit-langit kamar. Jemari renta yang sedikit gemetaran itu terlihat memencet tombol televisi untuk mengganti acara. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Aku tidak mau ini. Ganti!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kembali terdengar bentakan. Lalu diulang dengan permintaan lain, lagi dan lagi. Hingga akhirnya perempuan renta dengan jemari gemetar itu menunduk dalam sambil tangannya masih terus memencet tombol untuk mengganti channel televisi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Duh, ibu cape nak. Masa belum ketemu juga apa yang kamu suka?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku gemas sendiri. Ingin rasanya menolong perempuan tua itu mencari channel yang disukai anaknya tapi kakiku belum bisa digerakkan. Masih amat lemah dan pusing di kepala juga mulai mengganggu. Akhirnya hanya bisa menatap penuh iba pada perempuan renta itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada sebuah percakapan berikutnya dengan perempuan renta itu, barulah aku ketahui. Anaknya yang sakit sudah berusia 49 tahun. Seorang perempuan tanpa anak yang memiliki karir cerah karena menduduki posisi amat strategis di sebuah perusahaan. Sedangkan si ibu, adalah perempuan berusia 79 tahun yang sudah ditinggal mati oleh suaminya beberapa tahun yang lalu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Anak saya menderita tumor otak. Sudah satu bulan penuh dia di rumah sakit ini."&lt;br /&gt;"Oh, dan ibu menjaganya berganti-gantiankah dengan anak ibu yang lain?"&lt;br /&gt;"Tidak. Sama seperti dia, ibu pun sudah satu bulan penuh tidak pernah pulang ke rumah. Ibu sendirilah yang menjaga dia di rumah sakit."&lt;br /&gt;"Oh... suaminya?"&lt;br /&gt;"Suaminya sibuk bekerja. Dia juga tidak punya anak. Anak-anak ibu yang lain juga bekerja semua. Ibu sudah tidak punya suami, anak-anak sudah besar jadi biarlah ibu yang menjaganya."&lt;br /&gt;"Subhanallah.. ibu luar biasa sekali."&lt;br /&gt;"Ah, anak ini suka berlebihan. Semua ibu mungkin akan melakukan hal yang sama pada anak mereka."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perempuan renta itu tersenyum penuh kelembutan padaku. Kakiku yang ngilu dipijitnya ringan. Pembicaraan kami terputus karena anaknya berteriak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ibuuuu... aku mau minum!"&lt;br /&gt;"Iya, sabar ya, ibu jalan dulu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu dengan langkah tertatih perempuan renta itu berjalan menuju botol minuman yang ada di samping lemari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkin keberadaan tumor di otak pasien di sebelahkulah yang menyebabkan pasien di sebelahku terlihat amat egois dan manja layaknya anak kecil. Sementara dia terpingkal-pingkal melihat  komedi di televisi, ibunya mencuci pakaian dalamnya di kamar mandi, memanaskan makanan dan minumannya di dapur rumah sakit, membelikannya pampers, bahkan juga menyediakan diri sebagai tempat untuk si anak menumpahkan kekesalannya karena dimarahi oleh dokter spesialis yang menegur si pasien karena membandel dari saran dokter. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Enak saja dokter itu menyuruhku aku jalan. Dia sih enak tidak sakit, tapi aku kan sakit. Ibu sih diem saja, coba kalau ibu merasakan sakitku, bagaimana?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Aku bosan makan daging terus-menerus. Ibu dengar sendiri kan, kata dokter gula darahku bisa naik jika aku begini terus. Ibu usaha dong, carikan aku buah kek! Sayur kek! Jadi aku sehat, apa ibu senang lihat aku sakit?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sabar nak. Kata dokter, guladarahmu bisa naik jika kamu tidak berlatih untuk berjalan dan bangun dari tempat tidurmu. Ayo sayang, kita bangun dari tempat tidur ya? Ibu takut ancamana dokter bahwa tulangmu bisa keropos jika kamu tidak berusaha bangun dari tempat tidur akan terjadi sayang."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sakit bu! Aku sakit! Ibu lihat sendiri kan, aku kan bukan enak-enakan disini."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya aku mencoba untuk menutup telinga dan mataku. Tidak tega mendengar percakapan kedua anak beranak ini. Hingga akhirnya ketika aku telah sehat dan diperbolehkan untuk pulang, aku mencoba untuk mampir ke tempat tidur pasien di sebelahku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ibunya yang berwajah teduh dan sabar, langsung meyalamiku dan mengirimiku doa-doa agar penyakitku tidak lagi kambuh. Aku terharu, begitu terharu melihat kesabarannya. Maka setelah bersalaman dengan sang ibu, aku mengalihkan pandanganku kepada si anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Mbak... kamu amat sangat beruntung memiliki ibu yang amat sabar seperti ibumu ini. Dia sudah tua, tapi rasa sayang dan sabarnya tidak berkurang sedikitpun untuk merawatmu. Subhanallah... baru dua hari aku sekamar denganmu, tapi aku terus menerus mengucapkan kalimat subhanallah karena takjub dengan kesabaran ibumu. Kamu amat beruntung. Beruntung sekali. Ibumu selalu benar untuk satu hal, bahwa untuk sembuh memang kita harus berusaha untuk melawan rasa malas dan rasa sakit. Semangat ya mbak.. semoga mbak cepat sembuh."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu aku memandang si ibu yang berdiri dengan tangan mengatup takzim ke arahku. Rasanya aku ingin memeluk perempuan renta yang luar biasa ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya.. aku baru menyadari satu  hikmah apa yang bisa dipetik dari sakitnya aku kali ini. Bahwa kesabaran itu sifatnya tidak terbatas, tidak mengenal batas usia dan tidak lekang oleh waktu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;Catatan ketika sakitnya ade anita: 10 agustus 2011. RS Premier Jatinegara. Kenangan selesai kateterisasi jantung di tanggal 9 agustus 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-1960447877523000553?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/1960447877523000553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/batas-kesabaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1960447877523000553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/1960447877523000553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/batas-kesabaran.html' title='Batas Kesabaran'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-2626954718357438475</id><published>2011-09-13T21:06:00.000+07:00</published><updated>2011-09-13T21:06:51.444+07:00</updated><title type='text'>Mengomentari Bacaan Yang Aku Baca</title><content type='html'>Ah. Ini cuma masalah selera.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sudah beberapa hari ini, eh, bukan. Tepatnya, sudah beberapa bulan ini, aku vakum menulis. Bukan berarti berhenti sama sekali dari menulis. Tidak. Masih terus menulis, karena menulis itu sudah menjadi candu untukku. Jadi, jika tidak menulis sama sekali dalam satu pekan itu, rasanya hidup jadi terasa hampa dan terasa ada yang hilang dari diriku. Mungkin karena menulis itu adalah hobbi yang amat sangat aku manjakan. Jadi, jika dia datang memanggil aku segera akan datang memenuhinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terkait dengan kegiatan penyaluran hobbi menulis tersebut, ada Soul Mate dari  hobbi menulis yang juga harus dilakukan. Artinya, jika keberadaan pasangan menulis ini tidak dilakukan, maka seorang penulis tidak akan pernah bisa menulis karena mereka memang ditakdirkan untuk bersama. Soul Mate dari menulis adalah kegiatan membaca dan mengamati. (Hm... memang rada poligami nih si menulis). Tiga serangkai ini harus senantiasa berjalan beriringan. Jika salah satu tidak dikerjakan, maka yang terjadi adalah ketimpangan yang akan membawa bencana bagi penulis itu sendiri. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya selalu punya cara unik untuk mengamati segala sesuatu di sekitar saya. Rajin ngobrol kiri kanan, suka mancing-mancing lebih dalam sebuah rahasia orang lain, terlibat lebih dalam dengan masalah dalam negeri orang lain, dan juga menjalin relasi komunikasi dengan banyak orang dan banyak komunitas. Segala sesuatunya sering saya tulis di dalam notes handphone saya. Itu sebabnya, meski gaptek total, saya tetap memerlukan diri untuk memakai handphone yang sedikit canggih hanya karena mereka memiliki fasilitas untuk menulis cepat, menyimpan data mentah tersebut dan mentransfernya dengan mudah ke PC di rumah untuk diolah kemudian. Jika suatu hari handphone tertinggal atau habis batterenya, maka saya sudah menyiapkan rencana B untuk menulis moment menarik yang ingin saya abadikan. Di dalam dompet saya, selalu tersedia sebuah pulpen mini (amat mini karena bisa disimpan di dalam dompet koin) dan saya juga tidak pernah membuang kertas struk pembayaran. Hehehehe.... yang terakhir ini lebih karena proyek idealis. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Coba deh perhatikan struk pembayaran yang anda terima dari kasir. Di bagian belakangnya selalu tersedia lembar kosong kan? Nah.. padahal, untuk menghasilkan kertas yang sepertinya tidak berguna ini, sudah berapa batang pohon di hutan kita yang ditebang? Itu sebabnya kertas struk ini selalu saya simpan karena sering saya gunakan kembali untuk menulis macam-macam. Menulis daftar belanjaan, menulis nomor telepon atau alamat rumah jika bertemu dengan seorang teman dan ingin tuker-tukeran alamat, dll. Nah... Kertas ini juga yang saya gunakan untuk menulis sebuah moment yang berpotensi untuk menjadi tulisan karena di pandangan saya sarat dengan sebuah hikmah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan untuk kegiatan membaca, saya memerlukan diri untuk menyediakan dana spesial, khusus untuk membeli buku. Dahulu sebenarnya saya berlangganan beberapa majalah wanita (karena suami juga berlangganan beberapa majalah yang dia sukai dan itu bukan majalah wanita). Tapi, dalam perkembangannya, saya mengamati sesuatu telah terjadi pada penyajian tulisan di majalah wanita tersebut. Apa yang terjadi? Yaitu, ternyata banyak penulis artikel di majalah wanita tersebut yang terkena penyakit malas menghasilkan tulisan yang berkualitas. Kebanyakan dari mereka banyak yang menulis Copy Paste sesuatu yang tersebar di internet, lalu membumbuinya dengan kalimat-kalimat pengantar atau penghubung. Menghiasinya dengan tata letak dan gambar dan WOALA... jadilah sebuah artikel. Fuih. Menyebalkan. Mending saya browsing internet saja sekalian, unlimited ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, saya berhenti berlangganan majalah wanita. Melirik tabloid, huff, hanya wartawan gosip yang rajin memperbaharui tulisan mereka dengan gosip baru. Apa bedanya dengan infotainment di televisi yang jam tayangnya dari pagi hingga tengah malam berganti-ganti di beberapa channel itu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada akhirnya, buku adalah pilihan yang paling menjanjikan untuk bisa membuka cakrawala dan merefresh pengetahuan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam perkembangannya saat ini, ternyata saya bertemu dengan cara membeli buku baru dengan mudah. Yaitu dengan cara barter buku dengan sesama penulis. Jadi, saya punya koleksi buku ini ini ini, dan mereka punya koleksi buku itu itu itu. Saya memilih buku yang saya inginkan, dan dia pun demikian. Lalu kami barter. Insya Allah sama-sama happy karena kami hanya mengeluarkan ongkos kirim saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya koleksi buku saya bertambah tanpa terasa dan diseling dengan berbagai kegiatan dan ketahanan fisik, saya mulai melahap membacanya satu persatu. Dan inilah komentar saya (yup, sekali lagi, ini hanya masalah selera):&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang pertama. Jujur. Saya ternyata tidak begitu menyukai buku yang memasukkan banyak sekali syair lagu di dalam tulisannya. Menurut saya ini sebuah manipulasi tingkat yang paling rendah sekali. Bayangkan jika dalam satu bab yang terdiri dari dari 6 halaman, dua lembarnya terdiri dari syair lagu yang ditulis layaknya sebuah syair yang harus dinyanyikan oleh kelompok paduan suara. Huff... kenapa nggak sekalian saja menuliskan partiturnya jadi bisa dimainkan oleh pembacanya?  Dengan begitu kan tulisan tersebut akan menjadi 10 halaman? Mentang-mentang sekarang dituntut harus menulis novel atau buku minimal 150 halaman, masa lagunya 50 halaman sendiri? (Itu sebabnya setiap kali ingin membeli buku, saya usahakan untuk mengintip dahulu di dalamnya, ada banyak sisipan lagu nggak ya? Karena, saya memang ingin mengeluarkan uang untuk membeli buku yang memuaskan mata, bukan ingin membeli buku lagu).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang kedua, saya juga tidak menyukai ternyata, buku yang banyak memasukkan kutipan orang lain kelewat banyak. Aduh!! Tolong deh, ini kan sedang membaca novel bukan sedang membaca makalah?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Misalnya begini (ini hanya rekaan saya saja ya, untuk ngasi gambaran betapa nggak enaknya baca novel yang mirip makalah):&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku termangu menatap buku yang terpampang di hadapanku. Kipas angin yang mengantarkan segelontor angin langsung menyibak halaman yang terpentang hingga mataku bisa leluasa membacanya. Buku itu seperti godam yang memukul-mukul kepalaku. Mengingatkanku pada peristiwa tempo hari yang seperti menari-nari di depan mata. Perih itu kembali terasa. Di buku itu tertulis:&lt;br /&gt;Butir-butir pancasila sila pertama adalah:&lt;br /&gt;1. Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;(1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;(2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;br /&gt;(3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;(4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;(5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang&lt;br /&gt;menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;(6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.&lt;br /&gt;(7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;hehehehehhe.... ini contohnya. Tuh, kesel kan berasa jadi baca makalah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari dua hal di atas, ada satu kesalahan fatal dari banyak penulis adalah, mereka sering lupa untuk menulis sumber dari mana mereka mengutip. Seperti lagu misalnya, kok saya tidak melihat catatan kaki siapa penyanyi aslinya, judul lagunya dan tahun berapa lagu itu dikeluarkan dan lewat label apa ya? Habiburrahman El Shirazy alias Kang Abik, senantiasa tertib menuliskan kutipan puisi atau lagu yang dia kutip loh. Hebat kan beliau. Sedangkan untuk sebuah makalah, wajib menuliskan narasumber kutipan (tapi ini niatnya nulis novel kan, bukan nulis makalah?)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang ketiga (dan karena saya menulisnya sudah terlalu banyak jadi menjadi yang terakhir), saya tidak suka dengan kumpulan puisi yang puisinya garing. Aduh...Arrrggghhh... mau marah rasanya membacanya. Jujur, saya tidak bisa menulis puisi. Mungkin karena saya punya kecenderungan untuk menulis banyak (makanya kalau disuruh nulis flash Fiction nyerah), saya selalu memandang kagum pada para penyair atau penulis yang mampu menulis puisi yang indah-indah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Membuat puisi itu susah. Kita harus merangkum sebuah rasa yang berjuta cukup dengan beberapa penggal kata saja. Lalu menaruh ruh di dalam beberapa penggal kata itu. Ini yang sulit. Itu sebabnya, meski hanya beberapa kalimat pendek, tapi kesan yang ditimbulkan dari sebuah puisi sering terasa membekas amat dalam bagi pembacanya. Dan saya termasuk seorang penikmat puisi. Setiap kali membuka facebook, ada beberapa notes dari beberapa sahabat yang selalu saya buka. Bahkan, jika sedang merasakan kejumudan untuk menulis karena tuntutan deadline yang mendesak sementara mood belum juga tertangkap, maka saya selalu mampir ke notes beberapa sahabat tersebut. Selalu ada padang rumpun hijau yang saya temui ketika mampir ke notes mereka, ada air terjun jernih, ada kicau burung dan langit biru.. semuanya menyegarkan pikiran dan menenangkan hati hingga inspirasi bisa kembali muncul dan kejumudan bisa ditanggulangi. Itu sebabnya dalam list teman, saya membuat list khusus dengan nama "teman penyair".  Syaiful Alim, Cepi Sabre, Arther Panther Olie, Faradina Izdhihary, Fajar Alayubi, dan sebagainya adalah deretan teman yang masuk list Teman Penyair saya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, apa yang terjadi ketika menerima sebuah buku kumpulan puisi dan ketika membacanya saya banyak membaca puisi yang garing? Aduh... dari sebuah tempat yang damai, tentram dan penuh inspirasi, saya seperti terlempar ke tempat yang tandus dan gersang. Bahkan saya pernah membanting sebuah buku yang sudah terlanjur saya beli, dengan harga yang lumayan,  karena memuat puisi yang amat buruk. Kesal. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itu sebabnya, secara jujur saya selalu merekomendasikan beberapa buku untuk dibaca kepada teman-teman dan sekaligus kadang merekomendasikan juga beberapa buku yang sebaiknya tidak usah dibeli atau tidak usah dibaca kepada teman-teman. Sekali lagi.. ini masalah selera.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yup, ini cuma masalah selera. Selera dari seorang Ade Anita yang sok tahu dan sering sok idealis (masih inget kan kasus kertas struk? hehe... jika kalian kenal saya lebih dalam, kalian bisa tahu seberapa sok idealisnya saya, mungkin sebelas duabelas dengan freak). Maafkan jika ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun. Sungguh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-2626954718357438475?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/2626954718357438475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/mengomentari-bacaan-yang-aku-baca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2626954718357438475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/2626954718357438475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/mengomentari-bacaan-yang-aku-baca.html' title='Mengomentari Bacaan Yang Aku Baca'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-9033434026268311488</id><published>2011-09-13T21:03:00.002+07:00</published><updated>2011-09-13T21:03:24.388+07:00</updated><title type='text'>[Tips] Mengirimkan Naskah Novel ke Penerbit</title><content type='html'>[Tips] Mengirimkan Naskah Novel ke Penerbit&lt;br /&gt;By iwok Abqary&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ternyata, masih banyak yang sering kebingungan mengenai cara mengirimkan naskah ke penerbit. Sampai saat ini saya masih sering menerima pertanyaan tentang itu. Agar tidak perlu menjelaskan berulang, ada baiknya saya menuliskannya saja, sehingga kalau ada pertanyaan serupa saya bisa mengarahkannya ke postingan ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa sih yang harus disiapkan pertama kali sebelum mengirimkan naskah?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang harus diperhatikan pertama kali tentu saja naskah tersebut. Apakah naskah yang kita tulis sudah sesuai persyaratkan yang diminta oleh penerbit tersebut? Panjang halamannya sudah mencukupi batas minimal? Aturan penulisannya sudah disesuaikan? Biasanya, setiap penerbit memiliki aturan tersendiri. Satu sama lain bisa memiliki persyaratan dan aturan yang sama, bisa pula berbeda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adapun standar umum penulisan naskah fiksi (apalagi fiksi remaja) yang banyak berlaku di penerbit adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Panjang halaman : 100 - 150 halaman&lt;br /&gt;Ukuran kertas : A4&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jenis huruf (font) : Times New Roman&lt;br /&gt;Ukuran huruf : 12 pt&lt;br /&gt;Spasi : 1,5&lt;br /&gt;Margin : Menyesuaikan dengan default (tidak perlu diganti)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meskipun demikian, ada pula penerbit yang memberlakukan aturan sedikit berbeda. Misalnya di penerbit gagasmedia. Berdasarkan informasi yang ada di websitenya, panjang halaman minimal yang disyaratkan adalah 75 halaman A4, tetapi dengan spasi 1 (satu). Sebenarnya, kalau dikonversi ke spasi 1,5, jumlah halaman akhirnya tidak akan jauh berbeda. Hanya saja, kalau kita akan mengirimkan naskah ke sana, tentu kita harus mengikuti aturan main mereka, bukan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah itu, apa yang harus kita perhatikan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kerapian naskah! Sudahkah kita membaca dan mengecek ulang naskah yang kita tulis? Masih adakah typo (kesalahan ketik) di sana-sini? Apakah tanda baca yang kita gunakan sudah tepat? Apakah masih ada kata-kata yang ditulis berupa singkatan karena keasyikan menulis dan tidak menyadarinya (seperti kata yg, sdg, kmrn, dll)? Bahasa alay? Ckckck. Ayo editlah segera. Jadilah editor buat naskah kita sendiri agar naskahnya terlihat lebih rapi untuk dibaca.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya sering mendengar dan membaca komentar para editor seperti ini ; "kalau penulisnya saja tidak peduli terhadap naskahnya, kenapa kami juga harus peduli?" Itu adalah tanda-tanda tidak bagus untuk review naskah kita. Jangan salahkan mereka kalau mereka menolak menerbitkan naskah kita karena sudah enggan membacanya dari awal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Naskah sudah rapi, apa lagi yang harus dilengkapi?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan untuk melengkapi naskah.&lt;br /&gt;Jangan lupa untuk membubuhi nomor halaman! Hal yang sepele tapi masih saja ada yang melupakan atau mengabaikannya. Bagaimana editor bisa tahu naskah kita ada berapa lembar kalau tidak ada nomor halamannya? Dihitung satu-satu? Plis deh! Sinopsis - Pertama kali membuka naskah, biasanya yang akan dibaca oleh editor adalah sinopsisnya terlebih dahulu. Apakah ceritanya unik dan tidak biasa? Buatlah sinopsis singkat (maksimal 1 halaman) yang menguraikan alur cerita dari naskah kita. Buat secara menarik agar editor tertarik membaca naskah kita selengkapnya. Oya, sinopsis ini LENGKAP menggambarkan ceritanya dari awal sampai ending ya. Jangan buat sinopsis menggantung seperti di back cover novel-novel yang sudah jadi, seperti; "Bagaimana akhir kisah ini? Temukan sendiri di dalam novelnya."  Biodata Penulis - Tuliskan data kita selengkap-lengkapnya. Nama asli, Nama pena (kalau ada), Alamat rumah, E-mail, No. Telp/handphone, Nomor rekening Bank, dan prestasi penulisan kalau ada (bisa berupa pengalaman menang lomba nulis, buku yang sudah diterbitkan, karya yang dimuat di media, dan lain-lain). Data yang lengkap akan memudahkan penerbit untuk menghubungi apabila ada informasi yang berhubungan dengan naskah kita. Profil Penulis - Tidak ada salahnya kita sudah membuat profil penulis berupa deskripsi untuk diletakan di bagian dalam belakang buku. Tulis dalam bentuk deskripsi singkat (contohnya pasti sudah pada tahu, kan? Bisa dibaca di setiap buku kok). Apabila naskah ini lolos diterbitkan, kita tidak perlu repot menuliskannya lagi, bukan? Surat Pernyataan Keaslian Naskah - Kalau anda masih kebingungan seperti apa sih surat pernyataan ini? Tidak perlu bingung. Surat pernyataan ini tidak perlu memiliki form khusus, dan kita bisa membuatnya sendiri. Asal di dalam surat pernyataan tersebut tercantum bahwa naskah tersebut adalah asli karya kita, dan tidak melanggar hak cipta, itu sudah cukup kok. Jangan lupa tempelkan meterai Rp.6.000,- pada kolom tanda tangan. Surat Pengantar - Ibaratnya kita bertamu ke rumah orang, sopan santun tetap dibutuhkan. Apalagi kalau kita baru pertama kali menawarkan naskah ke penerbit yang bersangkutan. Surat pengantar ibarat mengenalkan diri kita sebagai penulis kepada penerbit. Lagipula, kalau kita bisa menulis naskah beratus halaman, masa menulis surat pengantar setengah halaman saja tidak bisa? Daftar Isi - Ini adalah bagian yang tidak boleh terlewatkan. Susun daftar isi mulai dari surat pengantar, sinopsis, biodata penulis, surat pernyataan keaslian naskah, Judul-judul bab, sampai ke profil penulis. Ah, jangan lupa, buatlah sampul naskah agar naskah kita lebih terlihat menarik.  Biasanya halaman pertama dari naskah selalu saya buatkan sampul. Saya tuliskan judul naskah saya besar-besar. Di bawah judul saya tampilkan gambar/ilustrasi yang kira-kira sesuai dengan isi cerita. Gambar itu biasanya saya browsing dari internet. Di bawah gambar kemudian saya tuliskan nama, alamat, email, dan nomor telepon.  Print out, lalu jilid! Agar lebih kuat, halaman sampul dicetak/copy di atas kertas tebal. Kalau perlu, tambahkan lapisan plastik di luarnya. Tampilan yang menarik tentu akan lebih enak dipandang. Siapa tahu menarik editor juga agar penasaran membaca isinya. Jilid? Kenapa harus dijilid? Bukannya naskah bisa dikirim via email?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak semua penerbit menerima kiriman naskah via email, teman. Masih banyak penerbit yang hanya menerima kiriman naskah hardcopy. Setidaknya, itulah yang selalu saya lakukan ketika bekerjasama dengan penerbit Mizan, Gramedia Pustaka Utama, dan Gagasmedia (yang sudah bekerjasama selama ini). Sampai saat ini --yang saya tahu-- mereka hanya terima kirim naskah hardcopy. Setelah dinyatakan lolos terbit, baru kita diminta mengirimkan softcopy-nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau memang penerbit yang kita tuju menerima kiriman via email, tentu saja kita bisa segera mengirimkan naskah tersebut tanpa perlu print terlebih dahulu. Jangan lupa, surat pernyataan keaslian naskah harus di scan terlebih dahulu agar dapat ikut dilampirkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dimana kita bisa mendapatkan alamat para penerbit?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di back cover setiap buku biasanya selalu tercantum alamat penerbit. Kita juga bisa cari tahu di website penerbit tersebut (kalau memiliki website). Beberapa alamat website penerbit sudah saya tulis di sidebar sebelah kanan blog ini. Kalau tidak ada, cobalah pergunakan search engine seperti google dan yahoo, untuk mencari alamat penerbitnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Agar aman naskah kita kirim pakai apa?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau lokasi penerbit dekat dengan rumah kita, tentu lebih baik mengantarkan langsung naskahnya, agar bisa berkenalan langsung dengan kru penerbitan. Siapa tahu malah bisa diskusi dengan para editor di sana (kalau tidak sibuk). Alternatif lain, tentu saja mengirimkannya melalui pos atau kurir. Pergunakan pos tercatat/kilat khusus kalau menggunakan Pos Indonesia. Simpan resi/bukti pengiriman dari Pos/Kurir. Itu bisa jadi catatan juga kapan kita mengirimkan naskah tersebut, atau untuk melacak apakah naskah kita sudah sampai di alamat yang dituju atau belum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau naskah kita ditolak dan ingin dikembalikan, jangan lupa selipkan perangko secukupnya (lihat tarif di PT. Pos).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Naskah sudah terkirim. Sekarang kita tinggal menunggu sampai ada kabar mengenai status naskah kita; diterbitkan, atau tidak.Semabari menunggu kabar itu datang, marilah kita menulis lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga postingan ini membantu. :)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;http://iwok.blogspot.com/2011/06/tips-mengirimkan-naskah-fiksi-ke.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-9033434026268311488?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/9033434026268311488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/tips-mengirimkan-naskah-novel-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/9033434026268311488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/9033434026268311488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/tips-mengirimkan-naskah-novel-ke.html' title='[Tips] Mengirimkan Naskah Novel ke Penerbit'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-5339075430153991968</id><published>2011-09-04T21:31:00.003+07:00</published><updated>2011-12-29T21:35:12.219+07:00</updated><title type='text'>Behind the Story: Setangkai Anggrek Bulan (dari kumcer keduaku selamat malam kabutku sayang)</title><content type='html'>Behind The Story nomor (#1): Setangkai Anggrek Bulan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di buku kedua saya yang terbit tahun 2005, “Selamat Malam Kabutku Sayang” (penerbit: Gema Insani Press), ada sebuah cerita yang amat sangat saya suka. JUdulnya Setangkai Anggrek Bulan.  Mungkin waktu itu gaya menulis saya tidak begitu bagus (sampai sekarang sih sebenarnya..hehehe, maaf deh…) tapi saya amat suka ceritanya. Hampir seluruh isi cerita pendek dalam buku-buku saya diambil dari kisah nyata. Baik yang saya alami sendiri maupun yang saya dengar sendiri dari penuturan pelakunya sendiri. Kebetulan, saya termasuk orang yang suka usil mau tahu masalah orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cerita ini diangkat dari cerita ibu saya almarhumah dahulu. Suatu hari dia menelepon saya meminta agar saya datang ke rumah beliau.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“De, datang ke rumah ya. Ibu lagi sedih banget nih.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suara ibu bergetar menahan tangis. Ibu tidak ingin menjawab pertanyaan saya ada apa gerangan. Akhirnya saya segera meluncur ke rumahnya (hehehe… kesannya euy). Di rumah, ibu belum salin baju. Beliau masih mengenakan pakaian pergi lengkap dengan sisa make up yang masih tersisa di wajahnya yang lelah. Sisa? Ya… saya tahu semula di wajah ibu pasti ada taburan bedak dan lipstick tapi semuanya terlihat tinggal borehan tak teratur di wajahnya. Terhapus begitu saja karena ibu baru saja menangis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ternyata, ibu saya baru saja pulang dari menjenguk sahabatnya. Sahabat ketika masih sekolah dahulu sedang  sakit keras. Harapan hidupnya kata dokter tinggal lima puluh persen. Kanker stadium empat. Di sisa harapan kesembuhan sahabatnya  itulah ibu saya bercerita tentang kisah persahabatan dia dengan sahabatnya itu ketika masih sekolah dahulu.&lt;br /&gt;Akhirnya saya pun duduk mendengar ibu bercerita. Sebenarnya lucu juga sih.  Pada semua manusia, rasanya ada sebuah ritme yang hampir serupa pada tiap-tiap diri mereka. Yaitu, bahwa  kita baru menyadari sesuatu itu amat sangat berharga ketika sudah diberitahu bahwa ada batas waktu memilikinya dan batas waktunya itu akan segera berakhir. Alias deadline.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya sering bermain-main dengan deadline sebuah event tulisan. Rasanya semua andrenalin imajinasi langsung pop up keluar dari kepala ketika deadline sudah di depan mata. Tapi ini kan deadline sebuah proyek pekerjaan. Berbeda kondisinya dengan deadline sebuah kehidupan…. Hmm.. semula saya pikir yang namanya deadline itu aromanya disini akan berbeda. Tapi ternyata sama saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seseorang yang diberitahu bahwa deadline kehidupannya sudah dekat, akan langsung tersadar bahwa ternyata  ada banyak sekali ide di kepalanya yang belum dia laksanakan. Ada 1001 rencana yang akan diwujudkan.&lt;br /&gt;Sedangkah pada orang-orang yang mengetahui bahwa orang yang dikenalnya akan bertemu dengan batas akhir tidak lama lagi, baru menyadari betapa berharganya kebersamaan mereka yang selama ini bahkan mungkin tidak terpikirkan berharga. Ingatan kita memutar kembali kejadian-kejadian lama ketika bersama dengannya. Biasanya, kenangan yang muncul adalah kenangan indah. Hingga bertambahlah rasa sayang kita dan kian sedihlah mengingat perpisahan yang sebentar lagi akan berakhir. Dan itulah yang terjadi pada ingatan ibu akan sahabatnya yang sedang sakit keras tersebut.&lt;br /&gt;Akhirnya, selang setahun kemudian setelah ibu bercerita tentanga nostalgia indah bersama sahabatnya tersebut, sahabat ibu tersebut meninggal dunia. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Hanya saja, ada sebuah kisah yang menurut saya amat sangat mengharukan. Ini terkait dengan kesetiaan suami sahabat ibu tersebut ketika sedang menunggui istrinya yang sedang sakit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan sabar dan amat sangat telaten, suami sahabat ibu saya itu merawat istrinya yang sedang sakit. Pagi-pagi, dia sudah berangkat ke rumah sakit karena ingin segera membersihkan tubuh istrinya yang terbaring sakit. Ingin menyuapinya lalu mengajak istrinya berbincang-bincang dengan tema apa saja agar istrinya tersebut bersemangat untuk sembuh. Bahkan ketika akhirnya istrinya mengalami kebutaan karena penyakit yang kian ganas; suaminya dengan sabar menuntun istrinya untuk merabai semua hal yang biasa mereka temui setiap waktu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Lihat sayang; temanmu membawakanmu apel. Coba pegang ini, ini apelnya.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan sabar tangan tua bapak itu menuntun tangan tua istrinya untuk menjamah sebutir buah apel. Lalu pelan-pelan meraba buah apel itu dan mengajak istrinya membayangkan buah itu dengan mata hatinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Apel ini ranum sekali. Lihat, kulitnya halus, dagingnya juga empuk. Kamu bisa merasakan tidak kesegarannya sayang? Kita coba ya? Buka mulutmu sayang.. biar aku suapi kamu.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ah. Hati siapa yang tidak dapat menahan haru melihat adegan kemesraan dan kesabaran serta kesetiaan seperti ini?&lt;br /&gt;Setiap hari, setiap pagi,  suami teman ibu itu berangkat ke rumah sakit dengan kendaraan umum tanpa kenal lelah. Ketika sore hari, dia selalu meninggalkan istrinya di rumah sakit dengan langkah berat. Seakan tidak ingin berpisah walau sekejap. Tapi anak-anaknya mengharuskan dia untuk pulang ke rumah agar dia juga bisa istirahat. Di rumah, si bapak ini juga tidak tenang istirahatnya. Separuh jiwanya sedang terbaring di rumah sakit, lalu bagaimana mungkin jiwa yang tertinggal bisa tidur nyenyak? Hingga suatu hari…. Si bapak ini terpeleset di kamar mandi. Usia tuanya segera menghantarkannya pada kematian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ah. Hidup memang sering tidak adil ya.  Saya berkali-kali bertanya dalam hati ketika mendengar kematian suami teman ibu saya ini. Mengapa Tuhan tidak mencabut saja nyawa para lelaki yang sedang berselingkuh di ranjang-ranjang temaram wanita nakal? Mengapa Tuhan harus mencabut nyawa laki-laki yang penuh kesetiaan dan kesabaran lelaki yang mulia tersebut? Mengapa Tuhan harus mengambil lelaki paling berharga bagi seorang perempuan buta yang sedang sekarat?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam kondisi perasaan yang tercabik-cabik dengan emosi dan pertanyaan akan keadilan Tuhan inilah saya lalu menulis cerita Setangkai Anggrek Bulan. Ibu dulu bercerita, ketika masih gadis dahulu, dia dan sahabatnya itu sering menyanyikan lagu ini dengan diiringi gitar di asramanya di Bandung sana. Itu sebabnya saya menangis ketika mendengar lagu Setangkai Anggrek Bulan; dan lahirlah cerita tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;--------&lt;br /&gt;Penulis: Ade Anita (tulisan ini dibuat awal tahun 2011, ketika saya sedang berniatt untuk menawarkan kembali buku lama saya yang terbit di awal ketika saya ingin menjadi penulis. Penerbit memberi tahu bahwa masih tersisa sekitar 1500 eksemplar lagi dari 6000 eksemplar semula. Catat ya: ini bukan promosi loh… tapi cuma pingin nulis aja. Sudah terlalu lama saya tidak menulis; anggap ini usaha saya untuk olah jemari. Dan saya ingin memulainya dengan menulis kisah di balik pembuatan tulisan-tulisan saya. Karena kebanyakan tulisan saya memang dibuat berdasarkan kisah nyata semua. Tapi kalau ada yang mau beli.. waah.... boleh banget.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-C9_fWM9rEMI/Tvx6mfK93iI/AAAAAAAAAIo/YRKwHXNdTDk/s1600/selamat%2Bmalam%2Bkabut.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="194" src="http://1.bp.blogspot.com/-C9_fWM9rEMI/Tvx6mfK93iI/AAAAAAAAAIo/YRKwHXNdTDk/s320/selamat%2Bmalam%2Bkabut.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1830277593792089176-5339075430153991968?l=adeanita-adi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/feeds/5339075430153991968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/behind-story-setangkai-anggrek-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5339075430153991968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1830277593792089176/posts/default/5339075430153991968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeanita-adi.blogspot.com/2011/09/behind-story-setangkai-anggrek-bulan.html' title='Behind the Story: Setangkai Anggrek Bulan (dari kumcer keduaku selamat malam kabutku sayang)'/><author><name>ade anita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09293880788000991223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-B2GifZ89MtA/Tv0M8MweLnI/AAAAAAAAAJw/V1mAuLTFd5s/s220/DSC_0044.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-C9_fWM9rEMI/Tvx6mfK93iI/AAAAAAAAAIo/YRKwHXNdTDk/s72-c/selamat%2Bmalam%2Bkabut.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1830277593792089176.post-6762413072190484401</id><published>2011-08-20T21:43:00.001+07:00</published><updated>2011-12-29T21:45:24.728+07:00</updated><title type='text'>cerita Garing: Logika matematika</title><content type='html'>Jujur, saya tidak tahu apakah logika matematika itu sama dengan cara berpikir orang-orang “biasa” yang berpikiran “biasa-biasa saja” juga? Atau mungkin pertanyaannya harus diubah. Apakah berpikir secara logika matematika  itu sudah pasti menghasilkan sesuatu yang amat masuk akal?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ih, bingung kan. Kenapa harus maksa ada kata logika matematikanya.  Hehehe. Tenang, baca lagi notes ini sampai selesai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masih bercerita tentang anak saya yang bungsu yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Akhir-akhir ini memang ada banyak cerita tentang si bungsu saya ini. Mungkin karena jarak antara dia dan kakaknya terbilang cukup jauh sehingga sering saya merasa seperti mendapat “mainan baru” yang amat sangat membuat saya jadi refresh kembali. Semuanya terasa berbeda dengan jaman kakak-kakaknya dahulu (beda usianya dengan kakaknya yang sulung adalah 11 tahun, sedangkan dengan kakak yang tepat di atasnya adalah 6 tahun). Dan perbedaan  ini ternyata masuk juga ke ranah pelajaran sekolah yang dia terima. Termasuk perlakuan terhadap cara saya membuat dia memahami pelajaran yang dia terima di sekolah (Tips dari saya: mungkin ini bisa jadi pelajaran untuk para orang tua, jika memang tidak siap untuk mendampingi dan membimbing anak secara maksimal di rumah ketika anak mulai masuk  sekolah dasar, sebaiknya ikuti saran pemerintah untuk tertib memasukkan anak sesuai dengan usianya saja, jangan terlalu cepat seperti yang saya lakukan).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salah satu pelajaran sekolah yang menjadi kegemaran dia by accident adalah pelajaran matematika. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yup, anda tidak salah baca. Memang disana tertulis kegemaran dia by accident, sama sekali tak terduga dan tak direncanakan  kenapa bisa gemar. Anak saya menggemari pelajaran matematika semata karena matematikalah yang paling mudah dibuat permainan dibanding pelajaran yang lain. Kita bisa memasukkan unsur-unsur matematika dalam dongeng, menyisipkan hitungan kecil dalam tebak-tebakan, atau sekedar menyampirkannya dalam obrolan ringan di tengah kesibukan beraktifitas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Aduh, sudah berapa lama nih kita kejebak macet gini? Tadi saja dari rumah berangkat jam delapan sekarang sudah jam setengah sepuluh tapi masih juga di sini. Sudah berapa jam tuh?” --&gt; ada matematika disana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sstt, coba deh lihat, kira-kira ada berapa mobil yang harus kita lewati kalau kita mau mencapai lampu merah di depan sana?” --&gt;  ada matematika lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Hayoo.. sudah berapa gelas air putih yang kamu minum hari ini? Sudah dua liter belum?” --&gt; ketemu lagi kan dengan matematika.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Walhasil anak-anak saya terbiasa berhitung cepat. Ditambah dengan saya sebagai ibunya yang amat sangat malas menggunakan kalkulator, maka semuanya dipaksa untuk bisa berhitung (asyiknya jadi seorang ibu yang sudah mengkondisikan anaknya bisa berhitung cepat adalah, kita tidak perlu lagi menenteng kalkulator. Jadi, ketika selesai berbelanja, saya tinggal menyodorkan kertas hitungan harga pada anak untuk dia periksa apakah hitungan si abang penjual tepat atau tidak. Atau bisa dengan segera mengetahui berapa banyak sisa uang di dalam dompet yang bisa dialokasikan untuk kesenangan pribadi…hehehehehe. Ini bagian yang paling nikmat).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adapun dari semua pembelajaran matematika yang paling menyenangkan untuk diterapkan adalah melalui permainan. Dan di antara semua permainan, maka main tebak-tebakan adalah yang paling efisien, tidak perlu merangkai cerita panjang-panjang, yang penting jeblak, duer, jadi deh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita kilas balik dahulu sejenak.&lt;br /&gt;Dahulu ketika saya masih duduk di bangku sekolah, saya mengukur diri sendiri apakah sudah mengerti sebuah pelajaran dengan cara membuat soal sendiri setiap hari sebelum saya tidur. Saya buat 10 buah soal di atas kertas, lalu kertas tersebut saya letakkan di samping tempat tidur saya. Ketika alarm saya berbunyi keesokannya harinya, saya memaksakan mata yang mengantuk untuk membaca soal-soal itu dan memberikan jawaban yang benar (konon kabarnya, kecantikan asli seorang wanita itu terlihat ketika dia bangun tidur di pagi hari. Eh…. kenapa nulis ini? Nggak ada hubungannya deh.... Maaf,...  salah lihat contekan kutipan. Yang benar adalah: konon kabarnya, keaslian cara berpikir kita adalah ketika bangun tidur di pagi hari. Disinilah puncak kejujuran terpancar. Si bodoh akan planga-plongo ketika bangun dari tidurnya, dan si pandai bangun dengan wajah penuh semangat, sedangkan si licik bangun dengan wajah penuh rencana untuk berbuat culas. Saya tidak mau jadi si bodoh dan selalu bermimpi jadi si pandai, itu sebabnya saya berusaha keras untuk bisa mengerjakan soal-soal yang saya buat sendiri malam sebelumnya. Sekedar ingin mengukur diri sendiri, apakah benar saya sudah memahami apa yang saya pelajari semalam). Setelah saya memiliki anak, saya tidak mengajarkan cara belajar ini pada anak saya. Ah, cara belajar aneh ini kan amat subjektif, belum tentu cocok diterapkan pada orang lain. Tapi saya mengadopsi  substansi cara belajar tersebut. Yaitu bahwa kita baru bisa dikatakan menguasai jika kita mampu  mengantarkan materi tersebut kepada orang lain, mengajarkan mereka  lalu menguji mereka sebagai evaluasinya. Itu sebabnya semua anak saya harus bisa membuat sendiri pertanyaan
